Conte Pasrah Dengan Kekalahan Timnya Menghadapi Crystal Palace

Sepertinya pelatih Chelsea saat ini yaitu Antonio Conte merasa pasrah dengan apa yang dialami oleh timnya dalam pertandingan yang berlangsung pada tanggal 1 April kemarin pukul 21.00 WIB. Pasalnya mereka kembali lagi merasakan pahitnya kekalahan saat menghadapi Crystal Palace dalam ajang kompetisi Liga Inggris yang sudah memasuki putaran ke 30.

Dalam pertandingan yang diselenggarakan di Stamford Bridge tersebut Chelsea harus menelan kekalahan di hadapan pendukungnya. Padahal mereka mampu menjebol lebih dulu pertahanan yang dibuat oleh pasukan Palace bahkan dimenit kelima setelah babak pertama dimulai. Saat itu umpan Eden Hazard mampu dieksekusi dengan baik oleh Cesc Fabregas.

Sayangnya empat menit kemudian sang tamu membalas serangan dari Chelsea bahkan tak tanggung tanggung mereka menjebol gawang yang dijaga oleh Thibaut Courtuis dua gol dalam waktu dua menit. Dimenit ke 9 Christian Benteke mampu memberikan umpan yang diselesaikan baik oleh Wilfried Zaha dan dua menit kemudian, Zaha membalas kebaikan Beteke dengan memberikan umpan matang kepadanya. Skor menjadi 2-1 hingga babak pertama usai.

Setelah babak kedua dimainkan , Conte pun sempat merotasi pemainnya. Bahkan Michy Batshuayi yang jarang merumput, diturunkan untuk menunjukan keahliannya. Sayang hingga akhir babak kedua pun mereka juga tak mampu membuahkan angka lagi bahkan untuk mendapatkan sebuah poin.

Sang pelatih pun mengomentari pertandingan tersebut. Ia mengatakan, “Inilah sepakbola. Kami harus menerima kenyataan ini. Kami telah membuat angka setelah lima menit petama dan sayangnya kami kebobolan dua gol hanya dalam waktu beberapa menit saja. Saat anda kebobolan gol dengan cara tersebut, anda harus memahami situasi dan membaik dari kesalahan semacam itu,”.

Ia pun menambahkan, “Dalam setiap pertandingan terutama di Inggris, segalanya dapat terjadi. Liga ini begitu kuat. Kami menghadapi sebuah tim hari ini yang dihuni para pemain kuat. Saya kira mereka telah menunjukkan bahwa mereka tim yang bagus,”.

Namun sang pelatih akan mencoba untuk membawa pasukannya melupakan hal yang telah terjadi dan memperiapkan diri untuk menghadapi laga berikutnya yang tak kalah berat yaitu menghadapi tim yang diasuh oleh Josep Guardiola.

Ia mengatakan, “Sekarang kami harus berpikir tentang pertandingan selanjutnya. Jika kami menang hari ini kami akan senang, tapi sekarang ini penting untuk fokus pada Manchester City,”.

Chelsea akan menghadapi Manchester City pada tanggal 6 April mendatang dan bertempat di kandang mereka sendirid Stamford Bridge Stadium.

Juventus Kehilangan Pjaca Selama 6 Bulan Mendatang

Raksasa sepak bola Italia yaitu Juventus baru saja menurunkan berita di situs resminya tentang pemainnya yang belum lama ini cedera yaitu Marko Pjaca. Pasalnya sang pemain tersebut sedang menjalani operasi dan hasilnya cukup memuaskan, namun sayangnya sang pemain tak bisa langusng dimainkan bahkan dalam enam bulam mendatang.

Pjaca mendapat cedera tersebut sebenarnya bukan pada saat ia membela Juventus, namun pada saat ia dipinjamkan untuk timnasnya menghadapi Estonia dalam ajang pertandingan persahabatan pada tanggal  28 Maret lalu,  ia tak bisa meneruskan permainannya dimenit ke 62. Dan sayangnya dalam pertandingan tersebut timnasnya kalah tanpa perlawanan saat itu dengan skor 3-0

Namun hal tersebut sudah berhasil ditangani dengan baik dengan tim medis dan sudah dilakukan operasi pada tanggal 31 Maret  lalu. Dikabarkan ia mengalami cedera lutut kanan dan tak bisa beraktifitas berlatih dan juga bertanding dalam waktu yang lama.

Di situs Juventus remsinya pun mengatakan, “Hari ini Marco Pjaca menjalani operasi lutut kanan setelah mengalami robekan pada ligamen cruciatum dan meniskus eksternal saat bertugas dengan Kroasia pada pekan lalu. Operasi yang dilakukan oleh Profesor Mariani dan diawasi oleh tim dokter Juventus, Claudio Rigo, berhasil dan pemain akan mulai menjalani program rehabilitasi dengan segera,”.

Tentunya dengan hasil ini, klub pun akan mengalami kerugian yang cukup besar. Mereka tak lagi dapat menggunakan jasa pemain yang baru dibelinya pada musim panas lalu dengan dari Dinamo Zagreb.

Namun dipredikisi pemain bernomor punggung 20 di Juventus ini akan memerlukan waktu untuk memulihkan diri setidaknya hingga enam bulan kedepan akan tetapi bisa lebih cepat daripada yang seharusnya. Hal ini dikarenakan sang pemain ditangani langsung oleh Profeor Mariani, seorang ahli dalam mengatasi masalah cedera yang terbutkit sering membuat para pemain pulih lebih cepat daripada yang seharusnya, seperti yang terjadi kepada  Arkadiusz Milik dan Alessandro Florenzi beberapa waktu yang lalu.

Dengan demikian pemain berusia 21 tahun tersebut sudah dipastikan takkan bisa membela Juventus saat mereka berhadapan dengan peringkat ketiga klasemen yang diisi oleh Napoli pada tanggal 3 April mendatang.

Manolas Klarifikasi Pernyataan Yang Disalah Artikan Media

Pernyataan dari Kostas Manolas beberapa saat lalu sepertinya disalahkan oleh media. Pasalnya Ia dikabarkan menyarankan rekannya yang berada diposisi gelandang yaitu Radja Nainggolan, untuk dapat pindah dari timnya menuju klub yang lebih besar lagi. Padahal Ia tak bermaksud demikian dan tak mengungkapkan kata-kata tersebut kepada rekannya di Roma.

Manolas yang berada diposisi bertahan Roma, mengungkapkan bahwa alasan yang diungkapkan oleh rekannya untuk tetap bermain Roma menurutnya hanya omong kosong semata karena dengan kemampuannya saat ini, Ia termasuk sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia, Ia pun akan mampu bermain di level yang lebih tinggi lagi.

Dan tak hanya itu saja, pernyataan lainnya yang disalah artikan adalah saat ia mengatakan bahwa klubnya tak berada di level yang sama seperti Bayern Munchen, Barcelona bahkan Real Madrid. Dan itulah yang membuat dirinya terjebak dalam kata-katanya sendiri.

Ia pun menjelaskan pernyataannya kepada media Sky Sport Italia, “Saya tak pernah mengatakan Roma bukanlah klub besar. Jika demikian tentunya saya tak akan pernah berada di sini. Roma merupakan klub yang sangat besar. Saya pun juga tak pernah menyarankan Nainggolan untuk keluar dari Roma , seperti yang sudah saya baca,”.

Monalas pun menambahkan, ” Saya mengatakan dia pemain top, yang bisa bermain di mana saja. Tentunya pilihannya adalah miliknya sendiri, Roma adalah klub besar. Jadi bila dia ingin bertahan, maka bertahanlah,”.

Memang belakangan sang pemain berkebangsaan Belgia tersebut dikaitkan dengan beberapa klub besar di Liga Eropa. Dan yang paling santer terdengara adalah tim yang diasuh oleh Antonio Conte yaitu Chelsea. Malah Ia pun sudah pernah diminta secara langsung oleh Conter pada awal musim kompetisi kali ini. Namun Ia menolaknya.

Rival Roma yang saat ini berada diperingkat juga belakangan dikabarkan tertarik kepadanya dan ingin merekrutnya. Klub yang sedang on-fire sejak diasuh oleh pelatih barunya yaitu Stefano Pioli berharap mereka memiliki seorang gelandang baru yang cakap dilini tengah dan Nainggolan lah salah satu bidikannya. Walaupun mereka harus merogoh kantong lebih dalam, mereka tak mempermasalahkan hal tersebut, bahkan mereka rela mengeluarkan dana hingga 50 juta Euro.

MU Naikkan Gaji Kipernya Untuk Singkirkan Real Madrid

Klub sepakbola raksasa di Liga Inggris yaitu Manchester United, belakangan dikabarkan telah menyiapkan perjanjian baru untuk penjaga gawang andalannya saat ini yaitu David De Gea. Bahkan tidak itu saja, manajemen setan merah itu juga akan menaikkan gaji kipernya tak lama lagi.

Perjanjian baru dengan de Gea memang dimaksudkan untuk tetap mempertahankan sang kiper agar tetap dapat bermain dibawah mistar United untuk beberapa tahun kedepan. Pasalnya ia belakangan menjadi bidikan beberapa klub papan atas terutama yang berasal dari Liga Spanyol yaitu Real Madrid.

Memang belakangan tim yang diasuh Zinedine Zidane sangat membutuhkan palang pintu terakhir pertahannannya karena kipernya saat ini yaitu Keylor Navas, tak tampil apik dan melakukan kesalahan yang seharusnya tak terjadi dimulut gawang. Hal ini terjadi tidak hanya satu dua kali saja.

Penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut sebelumnya juga sudah diincar oleh Madrid bahkan sempat hampir berhasil melakukan tranfer permain pada musim sebelumnya namun akhirnya gagal hanya karena masalah administratif saja.

Madrid pun ingin mencobanya sekali lagi dimusim depan untuk mencicipi keahliannya, namun sayangnya kubu setan merah tersebut sepertinya juga masih ingin menggunakannya lebih lama lagi. Ia pun bersama lapis keduanya, Serigo Romero, akan mendapatkan kontrak baru seperti yang diungkap oleh media The Sun.

Dalam pemberitaannya, De Gea akan mendapatkan kenaikan gaji sekitar sepertiga dari gaji  permuinggunya saat ini. Saat ini saja gajinya sebesar 200 ribu poundseterling atau sekitar 3,3 Milayard rupuah perminggunya. Dan hal ini akan membuat dirinya sebagai salah satu pemain dengan bayaran termahal di Old Trafford, menyaingi rekannya Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic, dan Wayne Rooney.

Saat ini de Gea masih memiliki masa kontrak hingga dua musim kedepan hingga musim 2018-2019. Akan tetapi manajemen MU ingin menambahkannya semusim lagi hingga musim 2019-2020. Sementara disisi lain rekan seprofesinya yaitu Romero, hanya tersisa satu musim kedepan. Namun sang pelatih dipercaya masih ingin tetap menggunakan jasanya walaupun hanya sebagai pelapis kedua.

 

Bangganya Daley Blind Buat Mimpi Dilatih Ayahnya di Timnas Terwujud

Posisi pelatih yang ditempati Danny Blind harus di relakan karena Tim nasional Belanda telah memecat orang yang bersangkutan tersebut dikarenakan hasil yang kurang memuaskan dari laga yang ia pimpin belakangan ini. Daley Blind katakana kalau dia merasa bangga karena sempat dilatih oleh ayahnya di tim nasional.

Belanda menerima hasil negatif pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka tunduk dengan skor 0-2 melawan Bulgaria, sampai ada pada keadaan terjepit di klasemen Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2018.

De Oranje sudah berhasil catatkan 7 poin di tangan, dan finis di urutan ke 4 klasemen. Mereka berselisih 3 poin dengan Swedia yang berada di urutan ke 3 atau daerah dimana mereka bisa raih peluang playoff ke ajang Piala Dunia 2018.

Hasil yang kurang oke pada 5 laga terakhir dengan catatan 2 kali hasil positif, sekali seri, dan 2 kali mendapat hasil negatif tersebut bikin Blind perlu keluar dari jabatannya sebagai sang pelatih. Sang putra, Daley, berikan respon atas hal tersebut.

“Bekerja bersama sebagai seorang ayah dan anak pada tingkat yang paling tinggi adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” ucap pemain bek Manchester United pada akun Instagram pribadi miliknya, @blinddaley.

“Kamu tidak pernah keluar dari tanggung jawab yang kamu pegang dan kamu tidak pernah berputus asa. Saya merasa bangga dengan dirimu,” kata dia.

Blind yang saat ini sudah berumur 55 tahun, jadi pelatih dari Belanda sedari bulan Juli 2015 untuk gantikan posisi Guus Hiddink. Tetapi, di bawah pimpinannya, Belanda tunduk 5 kali lewat 9 pertandingan kompetitif.

Sang pelatih Belanda U-21, Fred Grim dipilih menjadi pelatih interim. Grim bakal membawa tim di pertandingan friendly berhadapan dengan Italia pada hari Selasa (28/3) di Amsterdam Arena.

Rumor Pengganti Wenger, Henry Berkomentar

Nama Thierry Henry mulai terdengar bakal jadi salah seorang yang akan gantikan posisi dari Arsene Wenger di Arsenal. Henry sebut kalau dirinya masih menjalankan proses belajar sebagai seorang manajer.

Bersama Arsenal di musim ini, Wenger tengah berada pada periode yang amat buruk di selama masa depannya sebagai seorang pelatih. The Gunners menerima 4 hasil negatif pada 5 pertandingan terakhir yang ia pimpin di ajang Liga Inggris, yang merupakan sebuah catatan yang paling buruk yang pernah Wenger alami di ajang Premier League.

Arsenal sekarang ini berada di urutan ke 6 klasemen dengan dapatkan 50 poin. Tim yang berasal dari London utara tersebut mendapat ancaman bakal mendapat kegagalan untuk bisa finis di urutan 4 besar, sampai sang pelatih Arsenal tersebut diminta untuk keluar dari jabatannya ketika kontrak yang mengikat dirinya dengan klub berakhir pada akhir musim ini.

Henry yang dikatakan bakal menjadi salah satu calon pengganti posisi dari Wenger akui kalau dirinya masih belum siap untuk bisa memimpin Arsenal.

“Nama saya mulai  sering disebut  sebagai generasi berikutnya dari Wenger, saya dengan tentang hal tersebut. Namun, masih terasa berat bagi saya untuk membicarakan tentang hal tersebut. Saya miliki rasa respek yang tinggi atas apa yang telah diperbuat oleh pelatih,” imbuh Henry.

“Apakah saya suda siap untuk lakukan itu? Saya masih belum tahu dan tidak ada seorangpun yang mengetahui hal tersebut. Namun, saya pun perlu belajar tentang pekerjaan yang akan saya ambil.”

“Saya tidak akan jadi konsultan seumur hidup saya, namun menjadi pelatih bukanlah sebuah tujuan dari hidup saya. Saya masih belum memiliki tanggal pasti di dalam pikiran saya, saya bakal suka dengan itu (menjadi pelatih) dan saya bakal lakukan semua cara untuk hal tersebut. Namun untuk sekarang ini, saya tengah dalam proses belajar,” kata dia.

Southgate Sebut Soal Menjalankan Bola Inggris Perlu Lebih Cepat

Hasil positif yang berhasil diraih oleh tim nasional Inggris ketika berhadapan dengan Lithuania memang menjadi hasil yang diharapkan. Namun The Three Lions dianggap tetap perlu bisa menjalankan laju bola lebih cepat lagi.

Ketika tengan melangsungkan laga pada hari Minggu (26/3/2017) malam WIB, di Wembley, Inggris raih hasil positif dengan skor akhir  2-0 berhadapan dengan Lithuania. 2 angka tersebut tercipta oleh Jermain Defoe dan Jamie Vardy yang merupakan angka penentu hasil positif yang diraih oleh inggris.

Pada pertandingan tersebut, Inggris dapat menunjukkan performa yang lebih unggul lewat penguasaan bola yang sampai dengan 72 persen dalam catatan yang dilansir oleh ESPN FC. Sedangkan dilihat dari jumlah kesempatan yang diciptakan, mereka berhasil membuat 21 kali percobaan membobol gawang, dengan 9 di antaranya yang mengarah ke gawang.

Lewat lebih banyak kesempatan yang tidak berbuah menjadi angka, sang manajer Inggris yaitu Gareth Southgate, berikan evaluasi untuk para anak yang dibesbut olehnya tersebut.

“Pada laga yang selanjutnya nanti, kami perlu pastikan kalau kami dapat mengalirkan laju bola lebih cepat lagi dan lebih banyak lakukan run in behind dibanding pada laga kali ini,” imbuh Southgate.

“Kami miliki individu dari para pemain yang bakal tampil lebih oke daripada yang mereka sudah perbuat pada hari ini. Masih ada waktu ketika Anda mengetahui kalau Anda bakal menangkan laga itu dan bisa saja tidak dapat sampai ke tingkat seperti yang mungkin saja kami tunjukkan ketika berhadapan dengan Jerman,” kata dia.

‘Makin Menyenangkan Kalau Inggris Ciptakan Angka Lebih’

Hasil positif berhasil diraih oleh tim nasional Inggris saat berhadapan dengan Lithuania di laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. The Three Lions bakal merasa semakin senang jika saja dapat menangkan laga dengan ciptakan 6 angka.

Ketika melangsungkan laga pada hari Minggu (26/3/2017) dini hari WIB, di Wembley, Inggris raih hasil positif dengan skor akhir 2-0. Jermain Defoe dan Jamie Vardy jadi pencipta angka yang membawa kemenangan untuk tim ‘Tiga Singa’.

Pada laga tersebut, penjaga gawang Lithuania, Ernestas Setkus, yang jadi penghalau Inggris untuk dapat ciptakan banyak angka. Lewat data yang tercatat, ia dapat mencatat sampai dengan 6 kali menggagalkan peluang.

Penjaga gawang Inggris yaitu Joe Hart, merasa kurang puas lewat performa yang ditampilkan oleh tim pada pertandingan berhadapan dengan Lithuania. Namun penjaga gawang yang tengah melangsungkan periode pinjaman pada Torino tersebut terus berikan sanjungan pada para fans yang telah datang ke stadion untuk saksikan laga yang tengah berjalan.

“Performa yang telah diperlihatkan memang terlihat kurang oke, namun kami ciptakan angka yang kami harapkan. Lithuania adalah tim yang tampil lebih oke daripada apa yanga mereka beri kredit kepada diri mereka sendiri,” imbuh Hart.

“Kami apresiasi kepada para fans yang menyaksikan laga pada hari ini, khususnya pada hari Ibu. Kami bakal merasa semakin senang jika saja ciptakan angka lebih dari itu, namun kami tidak bisa mewujudkannya. Kami dapatkan hasil positif dan kami berada di urutan teratas klasemen, dan juga incaran kami selanjutnya ialah Rusia,” kata dia.

Costa Sebut Prancis Mestinya Kembali Panggil Benzema

Diego Costa menganggap kalau Karim Benzema merupakan salah seorang pemain penyerang paling oke di dunia. Bagi Costa, tim nasional Prancis mestinya memberi Benzema panggilan bermain kembali.

Costa bakal jadi piliha utama pada garis depan tim nasional Spanyol di pertandingan menghadapi Prancis pada hari Selasa (28/3) besok, di Stade de France. Tetapi, di pertandingan itu tidak bakal ada nama Benzema di pihak Prancis.

Benzema kali terakhir bermain untuk tim nasional pada bulan Oktober 2015 ketika negaranya menangkan laga atas Armenia dengan skor 4-0. Kemudian, ia tidak dipanggil lagi oleh pelatih Didier Deschamps.

Benzema harus relakan posisinya di tim nasional usai terkena kasus tentang pemerasan pada teman 1 tim di tim nasional yaitu Mathieu Valbuena. Pemain striker Real Madrid tersebut juga hanya menjadi penonton ketika Prancis menjadi tuan rumah di ajang Piala Eropa tahun 2016.

Benzema sudah tegaskan kalau ia tidak bersalah dalam kasus pemerasan yang terjadi pada Valbuena. Tetapi, ia masih tidak masuk pada catatan Deschamps.

“Saya tak tahu dengan apa yang tengah terjadi. Namun, Benzema masih Benzema,” ucap Costa, yang mengetahui seberapa besar kualitas dari Benzema selama dirinya bermain untuk Atletico Madrid.

“Tak mamasukkan nama dia ke dalam daftar skuat berarti kehilangan sebuah pilar besar di tingkat global. Saat ia tengah berada pada laju oke, ia merupakan salah satu yang paling oke,” kata dia.

“Para pemain ingin ikut partisipasi pada beberapa turnamen besar. Untuk kebaikan sepakbola, ia mestinya berada di tempat itu. Saya suka dengan pemain ini,” imbuh Costa, yang saat ini bermain untuk Chelsea.

Benzema sampai saat ini sudah bermain untuk tim nasional Prancis sampail dengan 81 kali dan sumbangkan 27 cetak angka. Sedangkan bersama Real Madrid ia telah catatkan 16 cetak angka lewat 36 pertandingan pada musim ini. Lihat lebih banyak lagi berita sepak bola hanya di http://www.goldewa.com/ dijamin infonya paling lengkap.

Vardy Sebut Tak Ada Masalah pada Mata Kirinya

Pemain striker dari tim nasional Inggris yaitu Jamie Vardy tengah alami persoalan pada matanya di bagian sebelah kirin ketika melangsungkan pertandingan berhadapan dengan Lithuania. Ia tegaskan kalau mata yang disebut sedang bermasalah tersebut tidak apa-apa.

Inggris raih hasil positif dengan skor 2-0 ketika berhadapan dengan Lithuania di laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Pada hari Minggu (26/3/2017) malam WIB, Di Wembley, Jermain Defoe dan Vardy yang jadi penentu atas hasil positif yang diraih.

Vardy tampil di lampangan selama 30 menit pada pertandingan tersebut. Ia turun ke lapangan untuk gantikan posisi Defoe.

Karena terjadi sebuah insiden berupa benturan, di dekat mata bagian kiri Vardy yang nampak seperti memar berwarna hitam. Pemain penyerang yang bermain untuk Leicester City tersebut bikin sebuah pernyataan yang menghilangkan rasa khawatir berhubungan dengan persoalan di bagian mata sebalah kirinya tersebut.

“Hal tersebut adalah sebuah insiden kecil. Mata saya sedikit mendapat benturan pada saat melangsungkan sebuah laga sepakbola, hanya itu ,” itulah yang dikatakan oleh Vardy.

Lewat hasil positif yang berhasil didapatkan ini, Inggris sekarang ini berada pada urutan teratas di Grip F Kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka berhasil catatkan poin sampai dengan saat ini dengan jumlah 13 poin, berhasil unggul dari Slovakia di urutan kedua dengan selisih 4 poin.