Ini alasan Buffon Selalu Bersedia Menukarkan Jersey-nya

Penjaga gawang senior Italia yaitu Gianluigi Buffon, memiliki kebiasaan yang jarang dimiliki oleh para pemain sepak bola lainnya terlebih pemain bintang kelas dunia. Pasalnya bisa dipastikan Ia akan selalu memberikan jersey miliknya seandainya ada yang ingin meminta bertukar dengan pemain manapun. Dan belum lama ini Ia pun mengungkapkan alasan mengapa ia tak menolak permintaan tersebut.

Buffon saat ini memang sudah tak muda lagi bahkan usianya yang hampir menyentuh kepala empat. Sangat jarang ada pemain sepak bola yang sudah melewati masa keemasan namun tetap dipakai keahliannya. Apalagi yang memintanya untuk bertahan adalah klub papan atas di Eropa seperti Juventus.

Namun kenyataannya ia mampu membawa Juventus memenangkan berbagai kompetisi, terutama di Liga Serie A. Ia ikut andil membawa timnya menyabet gelar kompetisi tersebut 5 kali berturut-turut dan musim ini ia juga mampu melakukannya, bahkan mencatatkan timnya menjadi tim nomor satu dengan kebobolan gol paling yang sedikit.

Selain kepiawaiannya dalam menetralisir serangan, pemain asal Italia tersebut juga dikenal dengan kepribadiannya yang ramah baik juga termasuk dengan lawannya sehingga Ia pun juga dihormati baik di dalam maupun diluar lapangan.

Salah satu buktinya adalah jika ada pemain lain yang ingin menukarkan jerseynya miliknya Ia pun selalu mau melakukannya. Alasannya adalah Ia menganggap bertukar jersey merupakan penghormatan sang pemain terhadap lawannya. Ia mengatakan, “Saya memang senang bertukar jersey dengan siapa pun karena itu adalah sebuah tanda penghormatan mereka terhadap saya,”.

Ia juga mengungkapkan alasan lainnya dan dan membuat janji pada dirinya sendiri. Ia mengatakan, “Saya ingat saat saya masih muda, saya pernah meminta untuk bertukar jersey dengan seorang pemain setelah pertandingan berakhir dan dia bilang tidak. Saat itu saya benar-benar kecewa, sehingga saya memutuskan bila saya menjadi pemain besar, saya akan malu berperilaku seperti itu. ”

Namun saat pemain bernomor punggung 1 ditanya siapakah pemain yang dimaksud itu, ia hanya menjawab, “Siapa orang itu? Saya tak bisa bilang!”.

Buffon dan timnya  kini masih berada diperingkat pertama klasmene di Liga Serie A dan mereka juga masih melaju di babak semifinal Liga Champions yang dalam waktu dekat akan menghadapi AS Monaco untuk pertandingan Leg kedua.

Maradona Ingin Latih Napoli Suatu Saat Nanti

Diego Maradona, belum lama ini sempat mengutarakan keinginannya untuk dapat melatih tim yang sempat melejitkan namanya saat itu yaitu Napoli. Meskipun demikian, ia tak serta merta langsung mewujudkan impiannya dalam waktu dekat setidaknya setelah ia menyelesaikan masalah yang menyelimutinya.

Memang siapa yang tak kenal dengan legenda sepak bola asal Argentina di era 1980-1990 an itu. Selain memiliki segudang keahlian, Ia pernah mencatatkan namanya dua kali sebagai pemain dengan transfer termahal saat Ia pindah dari Boca Juniors menuju Barcelona pada tahun 1982 dan juga saat dari Barcelona menuju Napoli 1984. Ia juga pernah bermain untuk Sevilla walaupun biaya transfernya tak begitu tinggi.

Selain menjadi pemain, ia pernah menjadi pelatih di Textil Mandiyu, Racing Club, timnas Argentina dan juga klub dari Arab, Al Wasl. Namun hingga setengah dekade ini, Ia belum melatih tim mana pun.

Ia pun sempat ditanya dalam suatu acara di Italia yaitu Amici yang dipandu oleh presenter terkenal Italia, Maria De Filippi, tentang keinginannya untuk melatih Napoli suatu saat nanti. Ia pun mengatakan, “Apakah saya akan melatih Napoli? Jika memang banyak menginginkannya, maka, ya saya akan melatih. ”

Namun Ia pun menyadari, bahwa  harus menyelesaikan masalah hukum yang dialaminya di Italia dan mengatakan,  “Namun yang pertama kali dilakukan adalah, saya harus menyelesaikan kasus yang saya hadapi di Italia. Setelah itu saya bisa bekerja untuk Napoli di Italia dan juga di dunia,”

Masalah yang dimaksud adalah dugaan dirinya uang terlibat dengan kasus penggelapan pajak saat ia masih bermain di Italia. Ia pun tercatat pada tahun 2013 lalu menggelapkan pajak sebesar 39 juta Euro dan hingga kini belum terselesaikan.

Ia mengatakan, “Kami harus melakukan segala hal dengan baik karena saya menginginkan sebuah tim penenang, sebuah tim yang mampu untuk bermain pada level yang sama dengan Juventus, Inter Milan, AC Milan dan AS Roma,”.

Sang legenda pun sempat menjawab saat ditanya tentang kecanduan dengan kokain yang pernah dialaminya beberapa waktu lalu. Ia pun menjelaskan, “Sekarang saya tidak lagi menggunakan obat-obatan tersebut dan saya menikmati bermain sepak bola dengan anak-anak saya”

Saat ini Napoli masih diasuh oleh Maurizio Sarri sejak 2015 lalu dan semenjak kepemimpinannya, Ia mampu membawa Napoli ke tiga besar klasemen di Serie A hingga kini. Hanya saja belum lama ini terdengar kabar bahwa dirinya sedang dirayu untuk melatih rivalnya yaitu Inter Milan dengan gaji yang lebih menggiurkan.

Inter Coba Rekrut Pemain Senior Dari Roma

Belum lama Inter Milan ini dikabarkan sedang melakukan pertimbangan untuk dapat memboyong wakil kapten dari rivalnya, AS Roma. Pasalnya hingga saat ini sang pemain masih belum mendapat kepastian tentang masa depannya membela tim yang berseragam kuning merah tersebut.

Pemain yang dimaksud tadi adalah Daniele De Rossi, pemain senior di AS Roma yang telah membela klub tersebut dari awal karirnya dua dekade lalu. Hingga kini Ia pun masih tampil apik berada diposisinya menjadi gelandang bertahan walaupun usianya hingga kini telah menyentuh angka 33.

De Rossi yang telah hinggap dari tahun 2001 lalu, tentunya paham betul dengan situasi yang ada di Liga Italia. Pengalamannya dalam menghadapi berbagai klub di Serie A, dipercaya akan sangat membantu Inter dalam mewujudkan impiannya menjadi juara liga di musim depan setidaknya masuk ke zona Liga Champions diakhir musimnya.

Inter pun dikabarkan bersedia memberikan kontrak dengan masa bakti selama dua musim hingga usianya 35 tahun. Apalagi rekannya saat berlaga di timnas Italia ada dikubunya yaitu Roberto Gagliardini. Tentunya hal ini akan menambah chemistry sang pemain asal Italia tersebut dalam menjalani laga bersama timnya sehingga diyakini akan mampu mendongkrak kinerja keseluruhan tim.

Sebelumnya pemain bernomor punggung 16 itu memang sempat ditawarkan klubnya untuk memperbaharui kontrak dengan perpanjangan dua musim dan gaji sebesar5,5 juta euro, disetiap musimnya, namun hingga kini Ia belum menerima penawaran lagi tentang hal tersebut. Karena itulah Ia membuka peluang untuk tim lain yang menginginkan pengalamannya terutama di Liga Italia. Ia pun juga ingin mendapatkan kesempatan mencicipi tantangan baru untuk karirnya.

Tentu saja Inter pun melihat peluang ini dan akan berusaha mencoba merekrut sang pemain di bursa transfer setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Tercatat hingga saat ini Ia mampu tampil sebanyak 415 kali bersama timnya. Sementara pada musim ini, Ia berhasil mencetak satu angka dari 27 kali pertandingan yang diikutinya di Serie A dan sebuah gol lagi ia sumbangkan saat enam kali dimainkan di Liga Eropa.

 

Arsenal Bersedia Lepaskan Ozil Dengan Tebusan 42 Juta Euro

Belum lama ini peringkat keenam klasemen sementara di Premier League pekan ini yaitu Arsenal mengungkapkan harga yang dibandrol untuk geladang serang andalannya yaitu Mesut Ozil. Dikabarkan nilai yang dibutuhkan untuk dapat memboyong pulang sang pemain asal Jerman itu, sebesar 42,2 juta poundsterling.

Memang masa bakti Ozil akan berkahir pada musim kompetisi mendatang. Namun saat ingin diperpanjang kontraknya pada awal musim ini, sang pemain meminta kenaikan gaji yang sangat tinggi, sempat beberapa kali pertemuan namun akhirnya gagal dan tak menemui titik temu.

Hal yang sama terjadi pada rekannya di posisi lini serang yaitu Alexis Sanchez. Ia pun meminta kenaikan gaji yang besar juga saat diminta untuk perpanjangan kontrak yang berakhir dimusim depan.

Sempat menjadi pertimbangan dari manajemen terutama pelatih mereka yaitu Arsene Wenger, untuk melanjutkan kerjasamanya atau harus menyudahinya. Dan jika memang harus menyelamatkan kedua pemain tersebut, sempat terdengar kabar bahwa Arsenal harus menjual beberapa pemain andalannya.

Beberapa klub dikabarkan tergiur dengan keahlian sang pemain bernomor punggung 11 itu. Salah satu diantaranya adalah Fenerbahce. Tim asal Turki itu awalnya ingin mengangkat performa mereka dimusim depan dengan merekrut Ozil namun dengan harga yang ditawarkan tersebut dikabarkan mereka akan mundur teratur.

Memang masih ada beberapa klub papan atas di Liga eropa yang memiliki dana besar untuk memilikinya sebut saja rivalnya di Liga Inggris yaitu Manchester United dan klub raksasa di kampung halamannya Jerman, Bayern Munchen. Namun hingga kini masih belum ada kabar lagi tentang keinginan kedua kubu tersebut melanjutkan ke tingkat yang lebih serius.

Dengan harga tinggi seperti itu memang kedua tim tersebut tak akan masalah mengenai kendala financial namun belakangan aksinya dilapangan membuat banyak pengamat merasa performanya kian menurun. Entah karena isu yang sedang menyelimuti Arsenal, atau memang ia sendiri tak kerasan tinggal di London Utara. Yang jelas, performanya terlihat semakin menurun dan dipercaya akan mempengaruhi jumlah perebutan pembelian sang pemain terutama dengan nilai besar yang diminta oleh Arsenal.

Alasan Presiden Sampdoria Sarankan Strikernya Tak Pindah Ke Juventus

Massimo Ferrero yang merupakan Presiden UC Sampdoria  belum lama ini menyarankan untuk pemain andalannya dilini serang yaitu Patrik Schick, untuk tidak pergi dari klubnya, terutama untuk pindah menuju rivalnya di Liga Italia Serie A, Juventus. Ia pun meyakini bahwa sang pemain akan tak produktif lagi mencetak angka seandainya Ia memilih bersama jawara musim lalu di Serie A.

Memang pemain muda yang berusia 21 tahun tersebut mampu tampil cukup apik membela timnya dimusim ini. Tercatat dari 28 pertandingan yang diikutinya di Serie A, Ia menjadi starter sebanyak 10 kali. Ia pun sempat menyumbangkan 11 gol dan juga 1 assist. Saat diturunkan di Coppa Italia, ia pun tiga kali tampil dan menjebol dua gawang lawannya.

Hal ini membuat Juventus dikabarkan tertarik dengan pemain dari klub yang saat ini berada di peringkat ke 10 papan klasemen. Bahkan ketertarikan sang pemain berkebangsaan Republik Ceko ini direkomendasikan secara langsung dari Pavel Nedved, yang menjabat wakil presiden Juventus.

Malah dikabarkan keinginan Juventus untuk memboyong sang pemain ke Turin, tak hanya keinginan sementara, Juventus dikabarkan telah menyediakan dana sebesar 25 juta Euro agar sang pemain dapat pindah setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Namun sepertinya Presiden klub dari Sampdoria tak menyukai rencana kepindahan sang pemain pada musim depan. Pasalnya Ia memprediksi bahwa sang pemain tak akan produktif lagi malah akan lebih sering menghiasi bangku cadangan dimusim depan.

Seperti yang diungkapkan di Football Italia, Ia pun mengatakan, “Pada dasarnya Ia memiliki bakat yang tak ada habisnya. Ia berdarah dingin, klinis dan pintar. Setiap minggu ia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Kami akan senang untuk dapat meningkatkan kemampuannya atau malah menghapus klausul pelepasannya. Saya juga sering bicara dengan agennya dan saya akan melakukannya lagi dalam waktu dekat,”.

Ia pun menambahkan “Saya akan senang untuk dapat meningkatkan klausulnya hingga 50 juta Euro, namun tentu kami perlu meninjau kontraknya. Yang jelas Ia sudah berada di jalurnya, namun sepertinya meninggalkan Sampdoria dan pergi ke tim seperti Juve akan menjadi kontraproduktif bagi sang pemain. Anda akan bisa melihat bahwa dia tak akan bermain dengan segera. Namun jika ia bertahan di sini setahun lagi, makan dia akan jadi monster dan kami akan coba meyakinkannya,” tandasnya.

Mazzola : Inter Bisa Saja Rekrut Messi

Sandro Mazzola, yang merupakan mantan pemain Inter Milan tahun 1960-1970 mengatakan bahwa pada dasarnya jika Inter mau, mereka bisa saja membeli Lionel Messi mengingat financial yang ada saat ini di manajemen sangat cukup untuk melakukan hal tersebut. Namun tentunya sangat sulit karena masalah ikatan emosional antara sang pemain dan klubnya.

Mazzola yang kini menjadi analis sepak bola dan komentator televisi nasional Italia RAI, saat ini memang masih mengamati kondisi persepakbolaan Italia terutama mantan timnya. Ia pun sempat mengungkapkan dan dikutip oleh media Il Mattino.”Suning punya kekuatan untuk mendapatkan yang mereka inginkan, termasuk Messi,”.

Suning yang dimaksud adalah Suning Holding Group yang merupakan pemilik baru dari Inter yang diambil pada musim panas lalu yang dimiliki oleh Zhang Jindong, pendiri sekaligus presiden dari Suning Commerce Group. Ia membeli sebagian besar dari saham Inter dari konsorsium Erik Thohir, International Sports Capital S.p.A. dan dari keluarga Moratti  Internazionale Holding S.r.l tepatnya tanggal 6 Juni 2016 lalu.

Dengan kehadiran investor baru di Inter, dipercaya Inter mampu melakukan apapun termasuk membeli seorang Messi yang diperkirakan harganya menyentuh 120 juta Euro, seperti yang ditaksir oleh Transfermarkt.

Mazolla pun meyakini bahwa mantan klubnya tersebut mampu namun memang mudah. Pasalnya, Messi telah menjadi pemain yang sangat diandalkan di Camp Nou semenjak ia bergabung bersama Barcelona 2004 lalu bersama tim inti. Ia pun kini juga telah menjadi iconic di Barcelona dan sulit menghilangkan hal tersebut.

Walaupun Messi memiliki masa bakti yang hampir habis setelah musim depan berakhir, dipercaya Barcelona akan mampu mempertahankan sang pemain walaupun sudah mendekati usia 30 tahun. Perannya masih penting dalam menciptakan gol dan menguasai pertandingan terutama dimulut gawang.

Massimo Moratti, yang merupakan mantan presiden Inter Milan sebelumnya juga pernah menyatakan sekitar awal tahun lalu bahwa Inter memang akan melakukan belanja pemain bintang pada bursa transfer setelah kompetisi ini berakhir. Namun ia menepis bahwa pemain bintang yang dimaksud adalah seorang Messi.

Dan memang walaupun Inter dihubungkan dengan Messi, akan tetapi sampai dengan saat ini belum ada kabar yang terdengar mengenai penawaran kontrak Inter kepada pemuncak klasemen sementara di La Liga pekan ini yaitu Barcelona.

Chelsea Tak Inginkan Morata Lagi?

Pemuncak klasemen sementara minggu ini di Premier League yaitu Chelsea sepertinya akan benar benar ingin melepaskan pemain striker andalannya yaitu Diego Costa, pasalnya mereka kini telah memilahimilah calon pengganti sang pemain yang memiliki posisi yang sama. Dikabarkan mereka telah memiliki beberapa pilihan yang dipercaya mampu menggantikan peran Costa yang selama ini mampu menopang lini depan Chelsea beberapa tahun kebelakang.

Disinyalir ada tiga kandidat utama yang akan akan menjadi mesin gol Chelsea dimusim berikutnya dan dua diantaranya dari Liga Inggris dan satu lagi dari Liga Spanyol. Mereka adalah Romelu Lukaku dari Everton, Alexis Sanchez dari Arsenal dan terakhir Alvaro Morata dari Real Madrid. Ketiga pemain ini memang rajin juga mencetak gol hanya saja diantara ketiganya, Morata paling sedikit menyumbangkan angka, namun bukan karena ia tak piawai di depan gawang melainkan ia jarang diturunkan oleh pelatihnya. Ia hanya jarang diturunkan karena kalah bersinar dengan ketiga pemain lini serang Madrid dimana ada Cristiano Ronaldo, Gareth Bale dan Karin Benzema.

Namun entah mengapa terdengar kabar yang salah satunya diungkap oleh media Telegraph bahwa Morata yang notabene-nya pernah dibidik oleh pelatih Chelsea (Antonio Conte) pada musim ini dan sempat masuk menjadi kandidat pemainnya dimusim depan belakangan, tak lagi diinginkan oleh mereka. Padahal sempat dikabarkan bahwa Madrid sempat bersedia menukar tambah Alvaro dengan dua pemain Chelsea yaitu Thibaut Courtois dan Eden Hazard.

Kini Conte sepertinya lebih memilih untuk konsentrasi membidik dua pemain lainnya yaitu Lukaku dan Sanchez. Padahal sepertinya harga yang akan ditawarkan oleh pemilik mereka lebih tinggi dibanding harga jual Morata. Namun sepertinya hal itu tak masalah mengingat Chelsea akan mampu kembali ke Liga Champions musim depan

Sempat disebutkan bahwa Morata pun sebenarnya ingin meninggalkan Madrid di musim panas mendatang dan selain Chelsea, Ia juga dikabarkan telah diincar oleh Mancehstert United.  Dan sepertinya dengan kondisi seperti ini, ia harus banting stir untuk merubah haluan karirnya menuju old Trafford pada musim depan sebagai satu satunya pilihan.

 

 

Wenger Masih Berharap Arsenal Pertahankan Dua Pemain Andalannya

Belum lama ini pelatih dari Arsenal yaitu Arsene Wenger mengungkapkan bahwa klubnya akan cukup kesulitan seandainya kedua pemain andalannya angkat kaki dimusim panas mendatang. Ia mengharapkan kedua pemain tersebut masih membela timnya karena jarang ada pemain yang mampu membuat perbedaan yang cukup signifikan dalam suatu klub.

Kedua pemain yang dimaksud Wenger adalah Alexis Sanchez dan Mesut Ozil yang sejak tahun lalu ingin pergi dari London, pasalnya masa kontrak sang pemain akab habis dalam waktu dekat. Memang keduanya sudah pernah diminta untuk membicarakan masalah perpanjangan masa baktinya namun selalu gagal. Hal ini dikarenakan kedua pemain menginginkan kenaikan gaji yang terbnilang cukup besar seandainya Arsenal ingin melanjutkan kerja samanya.

Semenjak itu banyak hal yang kurang menyenangkan dialami Arsenal seperti pelatihnya yang minta mundur oleh para pendukungnya karena tak mampu menghasilkan gelar juara di Liga Premier hingga terakhir ada beberapa pemain yang juga ingin ikut pergi terutama setela mereka dipermalukan oleh Bayern Munchen di Liga Champions, dengan agregat 10-2. Apalagi posisinya sempat menjauh dari empat besar klasemen yang akan memastikan mereka mendapatkan tiket menuju Liga Champions musim beriktunya.

Namun masalah utamanya tetap masih dipertanyakan hingga kini. Sanchez dan Ozil memang akan segera memasuki musim terakhir dalam kontrak mereka namun belum ada kepastian pembaruan perjanjian mereka. Sang pelatihpun pada dasarnya ingin mempertahankan kedua pemain andalannya. Ia pun sempat membeberkan alasannya untuk mempertahankan mereka berdua seperti pemain muda AS Monaco yang saat ini sedang diperebutkan oleh beberapa klub papan atas Eropa.

Seperti yang diungkap oleh ESPN, Ia mengatakan “Saya kira mereka berdua harus bertahan lebih lama di sini karena mereka adalah dua pemain kelas dunia dan cukup sulit untuk menemukan pemain seperti mereka walau punya banyak uang, karena ada banyak klub punya banyak uang dan sedikit pemain yang mampu membuat perbedaan,”.

Ia pun mencontohkan pemain Monaco yang sedang booming dikejar oleh beberapa klub papan atas Eropa, “Lihatlah Mbappe dari Monaco. Seluruh Eropa kini menginginkannya, karena semua informasi kini cepat tersebar dan anda tidak dapat membiarkan diri anda kehilangan pemain terbaik Anda. Dan situasi ini juga terjadi pada semua klub. Kami harus mempertahankan mereka sebelum kemudian mendatangkan pemain hebat lainnya.”

Hingga kini Arsenal berada diperingkat keenam klasemen setelah menang tipis 1-0 dengan Leicester City yang pemainmnya melakukan gol bunuh diri menjelang babak kedua berakhir.

 

Pemain Belakang Lazio Yakini Timnya Taklukan Juventus di Final Coppa

Pemain lini belakang dari Lazio yaitu Dusan Basta, belum lama ini meyakini bahwa timnya akan berusaha keras untuk dapat meraih gelar juara di salah satu kompetisi yang diikutinya. Ia pun juga mengatakan bahwa walaupun lawannya nanti adalah jawara musim lalu di Liga Italia Serie A yaitu Juventus namun ia tak mempermasalahkan hal tersebut dan timnya tetap ingin memenangkan pertemuan berikutnya.

Kompetisi yang diincar Basta dan rekan-rekannya belakangan memang bukanlah kompetisi Serie A, namun Coppa Italia. Pasalnya di Serie A mereka masih berada diperingkat keempat klasemen dan terpaut 19 poin padahal periode musim ini tinggal menyisakan 5 pertandingan lagi. Seandainya Juventus selalu kalah dan Lazio selalu menang hal itu takkan mempengaruhi mereka untuk ke puncak klasemen, selain itu hal itu rasanya tak akan mungkin terjadi.

Satu-satunya harapan mereka menjelam musim kompetisi berakhir adalah Coppa Italia. Saat ini Lazio sudah berhasil menuju babak final menaklukan rival satu kotanya yaitu AS Roma. Dan kini mereka menghadapi salah satu raksasa di liga Italia Juni nanti. Dan dipastikan mereka akan mempersulit sang lawan untuk meraih tiga gelar juara dimusim ini (treble)

Menghadapi Roma menurutnya sangat luar biasa , selain karena gengsi, tentu membuat mereka selangkah menuju gelar juara Coppa Italia, Hal ini membuat timnya semakin percaya diri untuk menaklukan tim yang diasuh Massimiliano Allegri.

Seperti yang dikutip oleh Football Italia, Ia mengatakan, “Menyingkirkan Roma rasanya Luar biasa namun final melawan Juventus akan sangat sulit apalagi mereka adalah tim terbaik di Serie A.  Akan tetapi kami tak pernah membuang impian untuk menjadi juara. Kami akan melakukan yang terbaik untuk dapat menjuarai kompetisi Coppa Italia.”

Sang pemain Serbia itu mengakui bahwa posisi mereka di empat besar klasemen Serie A, merupakan hasil kerja keras dan kekompakkan rekan-rakannya dari awal musim dan ia juga menyebutkan pelatihnya juga turut andil dalam pencapainan ini. Ia mengatakan, “Tak ada yang dapat menyangka bahwa kami akan melalui musim seluar biasa ini. Kami bekerja sangat keras hingga kini dan kami sangat puas dengan hasilnya. Lazio akhirnya kembali ke jajaran klub-klub besar. Suasana di ruang ganti juga bagus. Simone Inzaghi adalah pelatih hebat. Ia selalu dapat mempersiapkan tim dengan baik dan piawai dalam menyusun taktik,”.

Dalam waktu dekat Lazio akan kembali lagi menghadapi rekan sekotanya dalam ajang kompetisi Liga Serie A yang memasuki putaran ke 34 musim ini.

Pelatih Roma Tak Sadari Strikernya Marah Saat Dirotasi

Pada pagi dini hari tadi, tepatnya tanggal 25 April 2017 pukul 01.45, AS Roma melanjutkan perjalananya menuju juara liga Italia musim ini. Kali ini mereka menyambangi markas dari peringkat akhir klasemen minggu ini yang dihuni oleh Pescara. Dalam pertandingan putaran ke 33 tersebut mereka mampu mempermalukan tuan rumah di Stadio Adriatico – Giovanni Cornacchia dengan empat kali menggetarkan gawang lawan walau harus kemasukan satu go;

Gol tersebut dihasilkan oleh Kevin Strootman pada menit ke 44 dan satu menit kemudian Radja Nainggolan menggandakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Tiga menit setelah babak kedua dimulai Mohamed Salah mampu menambahkan lagi untuk timnya dan pada menit ke 60, ia menambah penderitaan dari tuan rumah. Namun sayangnya di menit ke 83 akhirnya Ahmad Benali mencoret catatan clean sheet yang ingin dihasilkan oleh Roma.

Ternyata kebahagiaan memenangkan pertandingan tersebut terselip perselisihan antara penyerang andalan mereka yaitu Edin Dzeko dengan pelatihnya Luciano Spalletti. Diketahui bahwa sang pemain sangat marah saat ia dirotasi oleh pelatihnya digantikan oleh rekannya Clement Grenier. Ia pun terlihat mengumpat dan terlihat penuh emosi di bangku cadangan.

Namun sang pelatih tak mengetahuinya. Ia mengatakan, “Dzeko marah? Saya tak menyadari bahwa Dzeko mengatakan pada saya, ‘mencoba jadi pintar lagi?’. Saya memang masuk ke ruang ganti dan menyapa semua orang seperti biasanya, dan tak ada masalah apa-apa”.

Ia menambahkan,  “Sepertinya saya akan coba memperbaiki (situasi) ini dengan segera karena saya tak menyadarinya. Dia terlihat marah? Untungnya, dia langsung ke bangku cadangan! Dia adalah satu-satunya striker yang saya miliki dan bisa sata katakan. tanpa dirinya saya tak akan mau bermain. Dan Itu bukan sikap kasar,”.

Spalletti pun menjelaskan alasan mengganti dirinya, “Saya menariknya keluar karena dia satu-satunya penyerang yang bermain sepanjang tahun. Emerson sudah keteteran dan saya harus menariknya, pun demikian dengan Paredes. Saya harus menarik salah satu penyerang kami, Dzeko, Salah, El Shaarawy, karena saya hanya memiliki sedikit penyerang. Ini keputusan pencegahan,”.

Berikutnya Roma akan menghadapi Lazio untuk mereka taklukan dan mendapatka poin penuh mengejar ketertinggalan mereka dari pemuncak klasemen.