Tag Archives: Tottenham

Kalahkan Madrid, Tottenham Layak Diperhitungkan

Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur tampil impresif dengan mengalahkan juara bertahan Real Madrid. Hasil ini sudah berhasil membuktikan jika Tottenham Hotspur pantas berada di antara tim-tim terbaik di Eropa.

Tottenham Hotspur unggul tiga gol lebih dulu mengalahkan Real Madrid dengan skor 3 – 1 dalam lanjutan penyisihan Grup H Liga Champions di Wembley, Kamis (2 November 2017) dinihari WIB. Dele Alli menjadi bintang kemenangan tuan rumah dengan dua golnya yang disempurkan oleh Christian Eriksen.

Satu-satunya gol balasan Real Madrid terjadi di 10 menit terakhir pertandingan melalui Cristiano Ronaldo. Dengan demikian, Tottenham Hotspur tidak terkalahkan melawan Madrid di musim ini. Pada pertamuan sebelumnya di Santiago Bernabeu, the Lilywhites berhasil mengimbangi Los Blancos dengan skor 1-1.

Kemenangan atas Real Madrid sekaligus memastikan kelolosan Tottenham Hotspur ke babak 16 besar sekaligus mematahkan prediksi. Di awal kompetisi, Tottenham Hotspur kurang dianggap menyusul kehadiran Borussia Dortmund yang dipandang memiliki pengalaman dan tradisi di Liga Champions yang lebih baik.

Bersinarnya Tottenham Hotspur di Eropa seiring dengan menanjaknya penampilan mereka di Premier League. Dalam dua musim terakhir, The Lilywhites memperlihatkan kemajuan pesat setelah finis kedua pada musim lalu dan di peringkat tiga di musim sebelumnya.

“Kemenangan melawan tim besar macam Real Madrid membawa sejumlah konsekuensi dalam hal membuat kami pantas diperhitungkan. Kemenangan ini membuat orang-orang Eropa akan melihat kami. Anda telah melihat pada hari ini bahwa Tottenham Hotspur sekarang adalah sebuah tim besar” ungkap manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dalam The Guardian.”

Mauricio Pochettino memperingatkan seluruh anak-anak asuhnya untuk tidak terlena. Tottenham Hotspur harus bisa menaikkan level permainan mereka untuk bersaing dalam perebutan gelar juara di musim ini, karena tanpa trofi perjuangan mereka tidak akan ada artinya.

“Apa yang penting bagi saya adalah bahwa kami sudah memastikan diri lolos ke babak selanjutnya. Kami mulai percaya pada potensi dan kualitas kami. Kami sekarang bisa bersaing dengan tim-tim terbesar dalam hal level fisik dan mental. Tujuan kami adalah menang di semua kompetisi yang kami ikuti,” tutup Mauricio Pochettino.

Terlalu Percaya Diri Buat Tottenham Telan Kekalahan

Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur kelabakan saat menjamu West Ham United di babak keempat Piala Liga Inggris. Sudah unggul dua gol, permainan The Lilywhites mengendur dan bobol tiga kali.

Tottenham Hotspur unggul dua gol lebih dulu saat menghadapi West Ham di Wembley Stadium, Kamis (26/10/2017) dinihari WIB. Gol-gol Moussa Sissoko dan Dele Alli membuat The Lilywhites sudah nyaman memimpin 2-0 di babak pertama.

Tapi para pemain Tottenham Hotspur sepertinya lupa jika laga belum benar-benar berakhir sampai peluit panjang dibunyikan. West Ham United mencetak tiga gol balasan dan berhasil merubah keadaan hanya dalam kurun waktu 15 menit.

Andre Ayew membuka keran gol The Hammers pada menit ke-55, kemudian mencetak gol lain lima menit berselang. Pada menit ke-60, giliran Angelo Ogbonna mencetak gol ketiga sekaligus memastikan kemenangan tim tamu.

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino merasa sangat kesal dengan kekalahan ini. Manajer asal Argentina tersebut menilai anak-anak asuhnya terlalu menyepelekan lawan sehingga level penampilannya malah menurun.

“Kami mencetak dua gol dan mereka pikir permainanya sudah berakhir, tapi kami memperlihatkan kurangnya agresi dan kebobolan tiga gol dalam 15 menit. Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” ungkap Mauricio Pochettino seperti yang dilansir dari BBC.

“Ketika level permainan anda berkurang, segalanya akan menjadi lebih sulit. Lawan tampil nothing to lose, mereka mulai yakin dan kami mulai menderita. Mungkin kami berpikir bahwa tugas sudah selesai. Babak kedua tidak seperti yang kami harapkan dan itu menyakitkan.”

“Setelah permainan kami melawan Real Madrid dan Liverpool, sulit untuk menjaga motivasi dan konsentrasi. Kami harus lebih matang di kedudukan unggul 2 – 0, ini sangat buruk. Kalah itu selalu tak bagus. Saya tak senang,” imbuh Mauricio Pochettino.

Sebelumnya kekalahan ini, Tottenham Hotspur sedang dalam laju positif dengan tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan berturut-turut, termasuk menahan imbang Real Madrid 1 – 1 dan mengalahkan Liverpool 4 – 1 di dua pertandingan terakhir.

Wembley Yang Sudah Ramah Untuk Tottenham dan Kane

Tottenham Hotpsur

Kemenangan atas Liverpool terasa sangat spesial untuk Tottenham Hotspur dan Harry Kane yang sama-sama mengakhiri rekor buruknya di stadion Wembley.

Pada laga pekan kesembilan yang diselenggarakan hari Minggu (22 Oktober 2017) malam WIB, Tottenham Hotspur menang dengan skor telak 4 – 1 atas The Reds. Kane tampil sebagai bintang dengan dua gol dicetaknya, sementara sisanya dibuat Son Heung-Min dan Dele Alli. Satu gol balasan Liverpool dibuat Mohamed Salah.

Hasil ini membuat The Lilywhites menempel Manchester United di posisi ketiga klasemen dengan perolehan 20 poin, sama tapi kalah dalam selisih gol. Tak hanya tiga poin yang membuat Tottenham puas, namun juga rekor yang baru saja dicatat oleh mereka.

Dalam data yang dilansir oleh Opta, laga Tottenham Hotspur vs Liverpool ini ditonton oleh 80.827 pasang mata yang memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak dalam sejaarah Premier League. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Manchester United.

Di bulan Maret 2007, partai Manchester United melawan Blackburn Rovers di Old Trafford disaksikan langsung oleh 76.098 orang. Yang makin terasa spesial untuk Tottenham Hotspur adalah karena ini merupakan kemenangan kandang kedua beruntun setelah pekan lalu mengalahkan Bournemouth 1-0.

Pasalnya sebelum ini Tottenham Hotspur kerap kesulitan jika tampil di Wembley Stadium dengan dua hasil imbang dan satu kali kalah. Bahkan jika dijumlahkan dengan laga kompetisi Eropa musim lalu, The Lilywhites hanya menang sekali di Wembley saat menjamu CSKA Moskow Desember 2016.

Sementara untuk Harry Kane, dua golnya dalam pertandingan melawan Liverpool tadi malam sukses mengakhiri puasa golnya di Stadion Wembley. Sebelum ini, Kane mencetak gol dari total 28 percobaan di partai kandang Premier League musim ini.

“Stadion Wembley mulai terasa seperti rumah kami sendiri, kemenangan dan kepercayaan diri ini sangat penting bagi kami,” jelas manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, seperti yang dilansir dari Sky Sports.

Kecewanya Navas Dengan Hasil Imbang Madrid Lawan Tottenham

Keylor Navas

Kiper Real Madrid, Keylor Navas merasa kecewa dengan hasil imbang Real Madrid melawan Tottenham Hotspur. Namun, apapun hasilnya Navas menyebut jika tim sudah memberikan kemampuan terbaik.

El Real berhasil mendominasi permainan atas Tottenham Hotspur di Santiago Bernabeu, Rabu (18/10/2017) dinihari WIB. Akan tetapi, mereka malah sempat tertinggal lebih dulu lewat gol bunuh diri Raphael Varane di menit ke-28. El Real baru bisa membalas lewat penalti Cristiano Ronaldo di menit ke-43, yang membuat skor akhir menjadi 1-1.

Jika melihat dari data statistik pertandingan, Real Madrid seharusnya bisa meraih kemenangan di matchday ketiga Liga Champions ini. Los Blancos unggul penguasaan bola sebesar 62 persen dan mencetak enam tembakan yang mengarah ke sasaran.

Tidak hanya itu, Madrid juga punya peluang bersih yang seharusnya menjadi gol ketika Karim Benzema menyambar bola rebound dari tendagan Ronaldo. Namun, striker asal Prancis itu gagal melesakkan gol saat gawang yang sudah aman dari kawalan kiper.

Navas tentunya merasa kecewa dengan hasil imbang yang didapat oleh timnya. Penjaga gawang tim nasional Kosta Rika itu sebenarnya ingin timnya menang demi menjaga jarak di papan klasemen.

“Kami merasa kecewa dengan hasilnya, kami ingin memenangi pertandingan, tapi kami melawan tim yang hebat. Mereka punya peluang, seperti yang kami lakukan dan itu adalah pertandingan yang bagus. Kami tidak senang dengan hasilnya, tapi sudah melakukan semuanya,” kata NKeylor Navas seperti dikutip situs resmi klub.

“Ketika lawan kami bertahan ketat, itu membuat pertadingan berjalan lebih sulit. Hugo Lloris juga membuat beberapa penyelamatan yang sangat baik. Ini sulit, ini adalah pertandingan yang mana kami menciptakan peluang, tapi seringkali hal-hal tidak berjalan seperti keinginan Anda,” sambung Keylor Navas.

Navas saat ini baru mencetak tiga clean sheet dari sembilan pertandingan terakhir yang sudah dia jalani bersama Real Madrid musim ini. Ke depannya, dia berharap bisa menjaga gawang Madrid agar tidak kebobolan.

Pochettino Lebih Pilih Kembangkan Potensi Pemain Muda Ketimbang Belanja

pochettino

Ketika klub-klub rival berlomba-lomba dalam menggelontorkan banyak uang di bursa transfer musim panas, Tottenham Hotspur masih tenang-tenang saja. Tapi, hal ini sama sekali tidak membuat sang manajer, Mauricio Pochettino merasa khawatir.

Tottenham Hotspur belum merekrut satu pun pemain baru di bursa transfer musim panas ini. The Lilywhites justru melepas bek kanan andalan mereka, Kyle Walker, ke Manchester City seharga 50 juta poundsterling beberapa hari lalu.

Juara bertahan musim lalu, Chelsea sudah mendatangkan Antonio Ruediger, Tiemoue Bakayoko, dan Alvaro Morata, Sementara Manchester City sudah berhasil merekrut Kyle Walker, kiper Ederson Moraes, serta gelandang Bernardo Silva.

Sementara itu Manchester United mengeluarkan dana tidak kurang dariu 75 poundsterling demi memboyong Romelu Lukaku dari Everton, sedangkan Arsenal memecahkan rekor transfer klub untuk merekrut Alexandre Lacazette dari Olympique Lyon. Sementara itu, Liverpool juga berhasil mendatangkan Mohamed Salah dari AS Roma dengan biaya yang tidak murah.

Namun, belanja besar yang dilakukan oleh klub-klub rival tidak membuat Mauricio Pochettino merasa khawatir sedikitpun. Manajer berkebangsaan Argentina itu tetap berpegang pada filosofi klub Tottenham Hotspur , yang lebih fokus ke pengembangan pemain-pemain binaan sendiri.

“Dalam dua musim terakhir, penampilan kami sudah jauh membaik. Sangat jelas, filosofi kami adalah tentang berusaha menampilkan sepakbola yang menarik dengan pemain-pemain muda dan berusaha berbeda dibandingkan tim-tim papan atas. Saya pikir musim depan bisa jadi musim pembuktian untuk kami,” ujar Mauricio Pochettino dalam wawancara dengan ESPN FC.

“Yang pertama, itu karena kami pindah ke stadion Wembley, sebuah lingkungan yang baru kami, lapangan dan stadion yang berbeda, semuanya berbeda untuk kami. Memang benar kami harus melakukan sedikit perubahan karena kami sudah sangat nyaman main di White Hart Lane.”

“Kemudian, saya pikir karena tim-tim besar mengeluarkan banyak uang untuk memperkuat tim mereka. Namun, kami sangat tenang dan adem ayem karena kami yakin dengan kemampuan yang dimilik oleh pemain-pemain muda dari akademi kami. Kami mungkin kurang beberapa pemain, tapi kami sangat tenang karena saya pikir kami punya tim yang sangat bagus.”

Ini Dia Impian Terbesar Harry Kane

Harry Kane

Harry Kane menyimpan sebuah impian terpendam dalam kariernya. Penyerang tim nasional Inggris ini ingin bisa merasakan juara Ballon d’Or seperti dua pemain terbaik dunia saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Kane sendiri sekarang sudah punya modal soal ketajaman di depan gawang. Mantan penyerang Leicester City itu merupakan top skorer Premier League dalam dua musim terakhir. Dia mencetak total 75 gol selama tiga musim terakhir, paling banyak di antara pemain lainnya.

Namun Kane juga tahu jika bahwa kemampuan individu saja tidak cukup untuk memenangkan Ballon d’Or. Menurutnya, dia juga harus bisa mengantarkan Tottenham Hotspur atau tim nasional Inggris meraih gelar juara.

“Siapa yang tidak mau meraih penghargaan sebagai pemain terbaik dunia? Itu jelas sesuatu yang ingin saya lakukan. Untuk itu, Anda harus menjuarai turnamen besar, untuk klub dan juga tim nasional,” ungkap Harry Kaneseperti dilansir Sky Sports.

“Cristiano Ronaldo membawa Portugal meraih Piala Eropa dan Real Madrid juara di Liga Champions dan itu adalah bagian dari alasan mengapa dia sering memenangkan Ballon d’Or. Lionel Messi juga dalam situasi yang mirip.”

“Untuk itu, Ballon d’Or tidak hanya persoalan individu, saya pikir ini juga bagian dari tim, meraih trofi kolektif. Itulah semoga yang bisa kami lakukan di Tottenham Hotspur. dan tentu saya ingin meraih trofi itu suatu hari,” katanya.

Harry Kane sendiri menganggap Cristiano Ronaldo sebagai sosok panutan. Menurut Kane, mantan bintang Manchester United itu punya mental juara yang membuatnya jauh di atas pemain-pemain top lainnya.

Konsistensi di pertandingan-pertandingan penting, seperti saat mengantarkan El Real menjuarai Liga Champions dengan mencetak dua gol di final, disebut Kane sebagai salah satu kelebihan Ronaldo yang paling menonjol.

“Anda bisa saksikan Cristiano melakukan itu dari laga ke laga, di final, di semifinal. Itulah yang ingin saya lakukan. Cristiano adalah panutan hebat, pemain luar biasa. Semoga suatu hari saya bisa sampai pada level seperti dia,” tutup Kane.