Tag Archives: tottenham hotspur

Jelang Derby London Utara, Pochettino Lontarkan Pujian Untuk Wenger

Arsene Wenger

Tottenham Hotspur akan bertandang ke Arsenal dalam laga bertajuk derby London utara akhir pekan ini. Manajer The Lilywhites, Mauricio Pochettino memulainya dengan sebuah pujian besar kepada tim lawan.

Tottenham Hotspur akan mengunjungi Emirates Stadium, Sabtu (18 November 2017) malam WIB di lanjutan Premier League. Derby London Utara kali ini diprediksi akan berjalan dengan sangat sengit mengingat belakangan terjadi semacam pergeseran kekuatan.

Musim lalu, The Lilywhites untuk pertama kali finis di atas Arsenal dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Dalam beberapa musim terakhir, Harry Kane dan kawan-kawan memang menunjukkan performa menanjak dan mulai merebut status yang terbaik di London utara.

Tim asuhan Pochettino musim kemarin menjadi runner-up, naik dari capaian musim sebelumnya di mana mereka finis ketiga. Musim ini mereka menunjukkan tanda-tanda akan kembali kompetitif untuk perburuan gelar Premier League, sementara Arsenal tercecer.

Oleh karena itu, pertandingan akhir pekan ini bisa disebut sebagai penegasan, apakah level Tottenham Hotspurs sudah benar-benar sudah berada di atas Arsenal. Menatap duel ini, Pochettino melontarkan sebuah pujian kepada pelatih Arsenal, Arsene Wenger. Sebagai manajer yang paling lama menangani satu klub Premier League, Wenger disebut Pochettino sangat spesial.

“Dia adalah manajer yang luar biasa, saya sangat menghormatinya dan mengaguminya. Tentu saja, kalau Anda melihat sejarahnya, Arsenal sebelumnya selalu ada di atas Tottenham Hotspur selama 20 tahun terakhir,” kata Mauricio Pochettino dikutip Sky Sports.

“Dia layak mendapatkan kredit atas itu. Jika seorang manajer bertahan di satu klub selama lima tahun, itu adalah karena Anda manajer yang bagus. Jika Anda bertahan 10 tahun, Anda pasti sangat bagus. Tapi bertahan lebih dari 20 tahun, itu karena Anda luar biasa.”

Mauricio Pochettino dan Arsene Wenger sendiri sejauh ini seimbang dalam sejarah pertemuan. Mereka sama-sama meraih dua kemenangan dalam sembilan pertandingan.

Kalahkan Madrid, Tottenham Layak Diperhitungkan

Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur tampil impresif dengan mengalahkan juara bertahan Real Madrid. Hasil ini sudah berhasil membuktikan jika Tottenham Hotspur pantas berada di antara tim-tim terbaik di Eropa.

Tottenham Hotspur unggul tiga gol lebih dulu mengalahkan Real Madrid dengan skor 3 – 1 dalam lanjutan penyisihan Grup H Liga Champions di Wembley, Kamis (2 November 2017) dinihari WIB. Dele Alli menjadi bintang kemenangan tuan rumah dengan dua golnya yang disempurkan oleh Christian Eriksen.

Satu-satunya gol balasan Real Madrid terjadi di 10 menit terakhir pertandingan melalui Cristiano Ronaldo. Dengan demikian, Tottenham Hotspur tidak terkalahkan melawan Madrid di musim ini. Pada pertamuan sebelumnya di Santiago Bernabeu, the Lilywhites berhasil mengimbangi Los Blancos dengan skor 1-1.

Kemenangan atas Real Madrid sekaligus memastikan kelolosan Tottenham Hotspur ke babak 16 besar sekaligus mematahkan prediksi. Di awal kompetisi, Tottenham Hotspur kurang dianggap menyusul kehadiran Borussia Dortmund yang dipandang memiliki pengalaman dan tradisi di Liga Champions yang lebih baik.

Bersinarnya Tottenham Hotspur di Eropa seiring dengan menanjaknya penampilan mereka di Premier League. Dalam dua musim terakhir, The Lilywhites memperlihatkan kemajuan pesat setelah finis kedua pada musim lalu dan di peringkat tiga di musim sebelumnya.

“Kemenangan melawan tim besar macam Real Madrid membawa sejumlah konsekuensi dalam hal membuat kami pantas diperhitungkan. Kemenangan ini membuat orang-orang Eropa akan melihat kami. Anda telah melihat pada hari ini bahwa Tottenham Hotspur sekarang adalah sebuah tim besar” ungkap manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dalam The Guardian.”

Mauricio Pochettino memperingatkan seluruh anak-anak asuhnya untuk tidak terlena. Tottenham Hotspur harus bisa menaikkan level permainan mereka untuk bersaing dalam perebutan gelar juara di musim ini, karena tanpa trofi perjuangan mereka tidak akan ada artinya.

“Apa yang penting bagi saya adalah bahwa kami sudah memastikan diri lolos ke babak selanjutnya. Kami mulai percaya pada potensi dan kualitas kami. Kami sekarang bisa bersaing dengan tim-tim terbesar dalam hal level fisik dan mental. Tujuan kami adalah menang di semua kompetisi yang kami ikuti,” tutup Mauricio Pochettino.

Terlalu Percaya Diri Buat Tottenham Telan Kekalahan

Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur kelabakan saat menjamu West Ham United di babak keempat Piala Liga Inggris. Sudah unggul dua gol, permainan The Lilywhites mengendur dan bobol tiga kali.

Tottenham Hotspur unggul dua gol lebih dulu saat menghadapi West Ham di Wembley Stadium, Kamis (26/10/2017) dinihari WIB. Gol-gol Moussa Sissoko dan Dele Alli membuat The Lilywhites sudah nyaman memimpin 2-0 di babak pertama.

Tapi para pemain Tottenham Hotspur sepertinya lupa jika laga belum benar-benar berakhir sampai peluit panjang dibunyikan. West Ham United mencetak tiga gol balasan dan berhasil merubah keadaan hanya dalam kurun waktu 15 menit.

Andre Ayew membuka keran gol The Hammers pada menit ke-55, kemudian mencetak gol lain lima menit berselang. Pada menit ke-60, giliran Angelo Ogbonna mencetak gol ketiga sekaligus memastikan kemenangan tim tamu.

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino merasa sangat kesal dengan kekalahan ini. Manajer asal Argentina tersebut menilai anak-anak asuhnya terlalu menyepelekan lawan sehingga level penampilannya malah menurun.

“Kami mencetak dua gol dan mereka pikir permainanya sudah berakhir, tapi kami memperlihatkan kurangnya agresi dan kebobolan tiga gol dalam 15 menit. Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” ungkap Mauricio Pochettino seperti yang dilansir dari BBC.

“Ketika level permainan anda berkurang, segalanya akan menjadi lebih sulit. Lawan tampil nothing to lose, mereka mulai yakin dan kami mulai menderita. Mungkin kami berpikir bahwa tugas sudah selesai. Babak kedua tidak seperti yang kami harapkan dan itu menyakitkan.”

“Setelah permainan kami melawan Real Madrid dan Liverpool, sulit untuk menjaga motivasi dan konsentrasi. Kami harus lebih matang di kedudukan unggul 2 – 0, ini sangat buruk. Kalah itu selalu tak bagus. Saya tak senang,” imbuh Mauricio Pochettino.

Sebelumnya kekalahan ini, Tottenham Hotspur sedang dalam laju positif dengan tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan berturut-turut, termasuk menahan imbang Real Madrid 1 – 1 dan mengalahkan Liverpool 4 – 1 di dua pertandingan terakhir.

Wembley Yang Sudah Ramah Untuk Tottenham dan Kane

Tottenham Hotpsur

Kemenangan atas Liverpool terasa sangat spesial untuk Tottenham Hotspur dan Harry Kane yang sama-sama mengakhiri rekor buruknya di stadion Wembley.

Pada laga pekan kesembilan yang diselenggarakan hari Minggu (22 Oktober 2017) malam WIB, Tottenham Hotspur menang dengan skor telak 4 – 1 atas The Reds. Kane tampil sebagai bintang dengan dua gol dicetaknya, sementara sisanya dibuat Son Heung-Min dan Dele Alli. Satu gol balasan Liverpool dibuat Mohamed Salah.

Hasil ini membuat The Lilywhites menempel Manchester United di posisi ketiga klasemen dengan perolehan 20 poin, sama tapi kalah dalam selisih gol. Tak hanya tiga poin yang membuat Tottenham puas, namun juga rekor yang baru saja dicatat oleh mereka.

Dalam data yang dilansir oleh Opta, laga Tottenham Hotspur vs Liverpool ini ditonton oleh 80.827 pasang mata yang memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak dalam sejaarah Premier League. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Manchester United.

Di bulan Maret 2007, partai Manchester United melawan Blackburn Rovers di Old Trafford disaksikan langsung oleh 76.098 orang. Yang makin terasa spesial untuk Tottenham Hotspur adalah karena ini merupakan kemenangan kandang kedua beruntun setelah pekan lalu mengalahkan Bournemouth 1-0.

Pasalnya sebelum ini Tottenham Hotspur kerap kesulitan jika tampil di Wembley Stadium dengan dua hasil imbang dan satu kali kalah. Bahkan jika dijumlahkan dengan laga kompetisi Eropa musim lalu, The Lilywhites hanya menang sekali di Wembley saat menjamu CSKA Moskow Desember 2016.

Sementara untuk Harry Kane, dua golnya dalam pertandingan melawan Liverpool tadi malam sukses mengakhiri puasa golnya di Stadion Wembley. Sebelum ini, Kane mencetak gol dari total 28 percobaan di partai kandang Premier League musim ini.

“Stadion Wembley mulai terasa seperti rumah kami sendiri, kemenangan dan kepercayaan diri ini sangat penting bagi kami,” jelas manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, seperti yang dilansir dari Sky Sports.

Kecewanya Navas Dengan Hasil Imbang Madrid Lawan Tottenham

Keylor Navas

Kiper Real Madrid, Keylor Navas merasa kecewa dengan hasil imbang Real Madrid melawan Tottenham Hotspur. Namun, apapun hasilnya Navas menyebut jika tim sudah memberikan kemampuan terbaik.

El Real berhasil mendominasi permainan atas Tottenham Hotspur di Santiago Bernabeu, Rabu (18/10/2017) dinihari WIB. Akan tetapi, mereka malah sempat tertinggal lebih dulu lewat gol bunuh diri Raphael Varane di menit ke-28. El Real baru bisa membalas lewat penalti Cristiano Ronaldo di menit ke-43, yang membuat skor akhir menjadi 1-1.

Jika melihat dari data statistik pertandingan, Real Madrid seharusnya bisa meraih kemenangan di matchday ketiga Liga Champions ini. Los Blancos unggul penguasaan bola sebesar 62 persen dan mencetak enam tembakan yang mengarah ke sasaran.

Tidak hanya itu, Madrid juga punya peluang bersih yang seharusnya menjadi gol ketika Karim Benzema menyambar bola rebound dari tendagan Ronaldo. Namun, striker asal Prancis itu gagal melesakkan gol saat gawang yang sudah aman dari kawalan kiper.

Navas tentunya merasa kecewa dengan hasil imbang yang didapat oleh timnya. Penjaga gawang tim nasional Kosta Rika itu sebenarnya ingin timnya menang demi menjaga jarak di papan klasemen.

“Kami merasa kecewa dengan hasilnya, kami ingin memenangi pertandingan, tapi kami melawan tim yang hebat. Mereka punya peluang, seperti yang kami lakukan dan itu adalah pertandingan yang bagus. Kami tidak senang dengan hasilnya, tapi sudah melakukan semuanya,” kata NKeylor Navas seperti dikutip situs resmi klub.

“Ketika lawan kami bertahan ketat, itu membuat pertadingan berjalan lebih sulit. Hugo Lloris juga membuat beberapa penyelamatan yang sangat baik. Ini sulit, ini adalah pertandingan yang mana kami menciptakan peluang, tapi seringkali hal-hal tidak berjalan seperti keinginan Anda,” sambung Keylor Navas.

Navas saat ini baru mencetak tiga clean sheet dari sembilan pertandingan terakhir yang sudah dia jalani bersama Real Madrid musim ini. Ke depannya, dia berharap bisa menjaga gawang Madrid agar tidak kebobolan.

Lebih Dominan, Spurs Tak Layak Kalah

mauricio pochettino

Walau lebih mendominasi, Tottenham Hotspur harus rela dikalahkan Chelsea 1-2. Pelatih Spurs Mauricio Pochettino kecewa klantaran merasa timnya tidak pantas kalah.

Meladeni Chelsea di Stadion Wembley, Minggu (20/8/2017), Spurs tak kuasa membobol gawang lawan meski unggul penguasaan bolah mencapai 68 persen dan melepas 18 percobaan (6 on target). Satu-satunya gol tuan rumah tercipta melalui gol bunuh diri pemain lawan Michy Batshuayi pada paruh kedua.

Tuan rumah lebih dulu ketinggalan sebelum turun minum lewat free kick Marcos Alonso. Dalam posisi tertinggal, Spurs lebih meningkatkan intensitas seragan dan bisa membuat beberapa peluang emas, termasuk sepakan Harry Kane membentur mistar.

Pasca laga dalam skor 1-1 di babak kedua, menjadi mimpi buruk The Lilywhites. Di menit 88, pesepakbola asal Spanyol itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa Chelsea menang 2-1.

“Saya sangat kecewa karena harusnya kami mendapat hasil lebih bagus tetapi mereka (Chelsea) betul-betul efektif dengan dua sepakan ke arah gawang dan tercipta lah dua gol,” ucap Pochettino kepada BBC Sport.

“Kami lebih baik dan dominan. Namun apabila anda kurang akurat, anda bisa mendapatkan hasil seperti hari ini.”

“Kami sudah lebih baik ketimbang musim sebelumnya. Kami jauh lebih dominan dalam setiap aspek permainan tadi ketimbang Chelsea, para pemain hanya kurang akurat saja. Saya tak frustrasi atau marah, saya sendiri gembira melihat performa para pemain. Kami telah melakukan tugas dengan baik, toh musim ini masih menyisakan banyak pertandingan lagi.”

Spurs kini mengkoleksi tiga poin dari dua laga pertama. Di pekan selanjutnya, Spurs akan menjalani laga kandang menghadapi tim relatif lemah Burnley.

Spurs Siap Tebus Denis Suarez Dari Barcelona

denis suarez

Tottenham Hotspur baru memulai pergerakan dua pekan sebelum bursa transfer tahun ini ditutup. Sekarang ini Spurs kabarnya tengah mengusahakan kepindahan gelandang muda milik Barcelona, Denis Suarez.

Runner up Premier League musim lalu itu bisa dikatakan adem ayem di bursa transfer. Setelah berhasil menjaga Harry Kane, Dele Alli dan Cristian Eriksen dari kejaran klub lain, Spurs seperti tak mau menambah pemain lagi walau mereka sudah ditinggal Kyle Walker.

Tetapi kini The Lilywhites mulai bergerak di bursa transfer. Dikutip dari Mundo Deportivo, Spurs tengah mencoba merayu Denis Suarez agar bersedia hengkang ke London.

Masih dari sumber yang sama jika Spurs bakal menempuh langkah yang digunakan oleh Paris Saint Germain untuk membajak Neymar dari Barca. Ya, mereka siap membayar klausul buy out di dalam kontrak Denis bersama Los Cules.

Angka yang tertera di dalam kontrak Denis menyentuh 40 juta euro.

Blaugrana sejatinya tak mau kehilangan Denis. Hal ini terlihat ketika mereka enggan menyetujui penawaran Napoli senilai 35 juta euro beberapa waktu yang lalu. Akan tetapi kubu Denis yang justru berniat hijrah lantaran manajer Ernesto Valverde tak memasukkan namanya dalam skuat utama.

Spurs bisa jadi destiasi yang bagus bagi gelandang berusia 23 tahun ini. Denis diyakini takkan menemui kendala berarti dalam urusan adaptasi. Pasalnya, dia pernah berseragam Manchester City ketika merajut karir di tingkat junior.

Danny Rose Tuntut Kenaikan Gaji Dari Spurs

Danny Rose

Danny Rose memberi konfirmasi ia butuh bayaran lebih tinggi di Tottenham Hotspur. Maka dari itu dia menuntut kontrak anyar ke manajemen The Lilywhites.

Rose merupakan salah seorang pemain tumpuan Spurs di barisan bertahan. Fullback kiri itu telah berseragam Spurs semenjak tahun 2007 dengan mencatatkan 144 penampilan dan 10 gol. Bisa dibilang Rose adalah alah satu pemain paling senior Spurs.

Normal saja apabila Rose sangat dihormati oleh rekan-rekannya dan dia kini memegang jabatan sebagai wakil kapten andaikan Hugo Lloris absen. Dari musim ke musim, kontribusi Rose kian penting bagi tim.

Walau begitu Rose merasa masih belum sepenuhnya dihargai pihak klub lantaran kontraknya saat ini belum memuaskan. Rose sejatinya baru memperpanjang kontrak beberapa bulan lalu sampai tahun 2021, akan tetapi gajinya diklaim masih berada di belakang para bintang lainnya mulai dari Harry Kane, Christian Eriksen, Dele Alli, dan Hugo Lloris.

Maka dari itu Rose meminta manajemen klub agar menaikkan gajinya lagi sehingga dirinya tak memiliki niat pergi dimana sekarang pemain beruia 27 tahun tersebut sedang dalam incaran Chelsea dan Manchester City.

“Cedera membuat saya tersiksa. Maka ketika anda memiliki waktu untuk berpikir dan banyak berandai-andai saat itu, hal itu tak mudah saya atasi,” ujar Rose seperti dilansir The Sun.

“Satu hal, saya mengetahui berapa ilai saya dan saya mau memastikan mendapat gaji yang layak. Saya sudah tampil sebaik sayang saya perbuat supaya bisa mendapat bayaran yang pantas. Dalan kehidupan ini, apabila anda merasa layak dibanderol mahal, mengapa cari yang lebih sedikit? Saya bukan tipe itu,” sambungnya.

“Andaikan saya sampai ke level seperti musim lalu, itu juga berlaku bagi pemain manapun, saya mau memastikan jika saya harus mendapat bayaran selayaknya. Saya tak tahu seberapa lama akan bertahan di tingkat ini. Saya tentu tak bodoh untuk tak berusaha meraih lebih, gelar, trofi, dan uang.”

“Mungkin saja ada orang berpikir misi utama saya ialah uang, namun bukan itu. Walau saya sadar layak dihargai berapa.”

Pochettino Lebih Pilih Kembangkan Potensi Pemain Muda Ketimbang Belanja

pochettino

Ketika klub-klub rival berlomba-lomba dalam menggelontorkan banyak uang di bursa transfer musim panas, Tottenham Hotspur masih tenang-tenang saja. Tapi, hal ini sama sekali tidak membuat sang manajer, Mauricio Pochettino merasa khawatir.

Tottenham Hotspur belum merekrut satu pun pemain baru di bursa transfer musim panas ini. The Lilywhites justru melepas bek kanan andalan mereka, Kyle Walker, ke Manchester City seharga 50 juta poundsterling beberapa hari lalu.

Juara bertahan musim lalu, Chelsea sudah mendatangkan Antonio Ruediger, Tiemoue Bakayoko, dan Alvaro Morata, Sementara Manchester City sudah berhasil merekrut Kyle Walker, kiper Ederson Moraes, serta gelandang Bernardo Silva.

Sementara itu Manchester United mengeluarkan dana tidak kurang dariu 75 poundsterling demi memboyong Romelu Lukaku dari Everton, sedangkan Arsenal memecahkan rekor transfer klub untuk merekrut Alexandre Lacazette dari Olympique Lyon. Sementara itu, Liverpool juga berhasil mendatangkan Mohamed Salah dari AS Roma dengan biaya yang tidak murah.

Namun, belanja besar yang dilakukan oleh klub-klub rival tidak membuat Mauricio Pochettino merasa khawatir sedikitpun. Manajer berkebangsaan Argentina itu tetap berpegang pada filosofi klub Tottenham Hotspur , yang lebih fokus ke pengembangan pemain-pemain binaan sendiri.

“Dalam dua musim terakhir, penampilan kami sudah jauh membaik. Sangat jelas, filosofi kami adalah tentang berusaha menampilkan sepakbola yang menarik dengan pemain-pemain muda dan berusaha berbeda dibandingkan tim-tim papan atas. Saya pikir musim depan bisa jadi musim pembuktian untuk kami,” ujar Mauricio Pochettino dalam wawancara dengan ESPN FC.

“Yang pertama, itu karena kami pindah ke stadion Wembley, sebuah lingkungan yang baru kami, lapangan dan stadion yang berbeda, semuanya berbeda untuk kami. Memang benar kami harus melakukan sedikit perubahan karena kami sudah sangat nyaman main di White Hart Lane.”

“Kemudian, saya pikir karena tim-tim besar mengeluarkan banyak uang untuk memperkuat tim mereka. Namun, kami sangat tenang dan adem ayem karena kami yakin dengan kemampuan yang dimilik oleh pemain-pemain muda dari akademi kami. Kami mungkin kurang beberapa pemain, tapi kami sangat tenang karena saya pikir kami punya tim yang sangat bagus.”

‘Real Madrid Jadi Godaan Terbesar Untuk Harry Kane’

harry kane

Stiker Tottenahm Hotspur, Harry Kane, diharapkan bisa bertahan lama dengan The Lilywhites. Jelas akan ada ujian besar untuk si pemain yang tak lepas dari godaan klub besar seperti Real Madrid.

Kane memegang peran penting dalam skuat utama Spurs sekarang ini. Sejauh ini dia sudah membukuakn total 165 penampilan dan mampu menciptakan 99 gol plus 17 assist. Alhasil, dia pun menjadi pemain top bersama Spurs.

Melihat penampilannya yang cemerlang di beberapa musim belakangan, normal saja kalau ada banyak rumor soal ketertarikan dari sejumlah klub. Untuk bursa transfer musim panas tahun ini, si pemain bahkan sempat digosipkan jadi incaran Manchester United dan Chelsea.

Mantan pelatih Spurs, Tim Sherwood, berharap Kane dapat bertahan hingga ujung kariernya. Namun ia pun mengakui kalau ada ujian besar yang akan datang apabila Madrid ikut meminatinya.

Bagaimana tidak, sebelumnya Spurs bahkan sudah kehilangan 2 pemain topnya. yaitu Luka Modric dengan Gareth Bale, yang kini bermain untuk Madrid.

“Akan melukai hati para fans jika dia memilih pergi. Orang terakhir yang mengabdikan jasanya untuk Spurs hingga ujung kariernya yakni Ledley King,” ucap Sherwood seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Harry itu sang idola. Dia akan terus terus menciptakan gol. Dia memiliki semuanya. Saya harap dia bisa menetap di Tottenham hingga akhir kariernya. Satu-satunya ujian yakni tim di seberang lautan yang juga berseragam putih (Real Madrid).”

“Daniel Levy dengan Mauricio Pochettino jelas tak ingin melepaskan Harry Kane. Satu-satunya ancaman yakn apabila Real Madrid tertarik lalu mengincarnya, seperti halnya yang terjadi dengan Modric serta Bale.”

“Itu bakal jadi ujian yang sejatinya buat tekad Tottenham, apakah mereka ingin mempertahankannya ataupun tidak,” lanjutnya menambahkan.