Tag Archives: Serie A

Ini alasan Buffon Selalu Bersedia Menukarkan Jersey-nya

Gianluigi Buffon Jersey, Gianluigi Buffon SWap Jersey, Gianluigi Buffon tukar Jersey, Gianluigi Buffon Jersey Juventus, Gianluigi Buffon Jersey Italia, Serie A

Penjaga gawang senior Italia yaitu Gianluigi Buffon, memiliki kebiasaan yang jarang dimiliki oleh para pemain sepak bola lainnya terlebih pemain bintang kelas dunia. Pasalnya bisa dipastikan Ia akan selalu memberikan jersey miliknya seandainya ada yang ingin meminta bertukar dengan pemain manapun. Dan belum lama ini Ia pun mengungkapkan alasan mengapa ia tak menolak permintaan tersebut.

Buffon saat ini memang sudah tak muda lagi bahkan usianya yang hampir menyentuh kepala empat. Sangat jarang ada pemain sepak bola yang sudah melewati masa keemasan namun tetap dipakai keahliannya. Apalagi yang memintanya untuk bertahan adalah klub papan atas di Eropa seperti Juventus.

Namun kenyataannya ia mampu membawa Juventus memenangkan berbagai kompetisi, terutama di Liga Serie A. Ia ikut andil membawa timnya menyabet gelar kompetisi tersebut 5 kali berturut-turut dan musim ini ia juga mampu melakukannya, bahkan mencatatkan timnya menjadi tim nomor satu dengan kebobolan gol paling yang sedikit.

Selain kepiawaiannya dalam menetralisir serangan, pemain asal Italia tersebut juga dikenal dengan kepribadiannya yang ramah baik juga termasuk dengan lawannya sehingga Ia pun juga dihormati baik di dalam maupun diluar lapangan.

Salah satu buktinya adalah jika ada pemain lain yang ingin menukarkan jerseynya miliknya Ia pun selalu mau melakukannya. Alasannya adalah Ia menganggap bertukar jersey merupakan penghormatan sang pemain terhadap lawannya. Ia mengatakan, “Saya memang senang bertukar jersey dengan siapa pun karena itu adalah sebuah tanda penghormatan mereka terhadap saya,”.

Ia juga mengungkapkan alasan lainnya dan dan membuat janji pada dirinya sendiri. Ia mengatakan, “Saya ingat saat saya masih muda, saya pernah meminta untuk bertukar jersey dengan seorang pemain setelah pertandingan berakhir dan dia bilang tidak. Saat itu saya benar-benar kecewa, sehingga saya memutuskan bila saya menjadi pemain besar, saya akan malu berperilaku seperti itu. ”

Namun saat pemain bernomor punggung 1 ditanya siapakah pemain yang dimaksud itu, ia hanya menjawab, “Siapa orang itu? Saya tak bisa bilang!”.

Buffon dan timnya  kini masih berada diperingkat pertama klasmene di Liga Serie A dan mereka juga masih melaju di babak semifinal Liga Champions yang dalam waktu dekat akan menghadapi AS Monaco untuk pertandingan Leg kedua.

Incoming search terms:

  • janji buffon tukar jersey
  • tukar jersey dengan buffon

Maradona Ingin Latih Napoli Suatu Saat Nanti

Diego Maradona Napoli,, Diego Maradona, Napoli, Diego Maradona coaching Napoli, Diego Maradona coach, serie A

Diego Maradona, belum lama ini sempat mengutarakan keinginannya untuk dapat melatih tim yang sempat melejitkan namanya saat itu yaitu Napoli. Meskipun demikian, ia tak serta merta langsung mewujudkan impiannya dalam waktu dekat setidaknya setelah ia menyelesaikan masalah yang menyelimutinya.

Memang siapa yang tak kenal dengan legenda sepak bola asal Argentina di era 1980-1990 an itu. Selain memiliki segudang keahlian, Ia pernah mencatatkan namanya dua kali sebagai pemain dengan transfer termahal saat Ia pindah dari Boca Juniors menuju Barcelona pada tahun 1982 dan juga saat dari Barcelona menuju Napoli 1984. Ia juga pernah bermain untuk Sevilla walaupun biaya transfernya tak begitu tinggi.

Selain menjadi pemain, ia pernah menjadi pelatih di Textil Mandiyu, Racing Club, timnas Argentina dan juga klub dari Arab, Al Wasl. Namun hingga setengah dekade ini, Ia belum melatih tim mana pun.

Ia pun sempat ditanya dalam suatu acara di Italia yaitu Amici yang dipandu oleh presenter terkenal Italia, Maria De Filippi, tentang keinginannya untuk melatih Napoli suatu saat nanti. Ia pun mengatakan, “Apakah saya akan melatih Napoli? Jika memang banyak menginginkannya, maka, ya saya akan melatih. ”

Namun Ia pun menyadari, bahwa  harus menyelesaikan masalah hukum yang dialaminya di Italia dan mengatakan,  “Namun yang pertama kali dilakukan adalah, saya harus menyelesaikan kasus yang saya hadapi di Italia. Setelah itu saya bisa bekerja untuk Napoli di Italia dan juga di dunia,”

Masalah yang dimaksud adalah dugaan dirinya uang terlibat dengan kasus penggelapan pajak saat ia masih bermain di Italia. Ia pun tercatat pada tahun 2013 lalu menggelapkan pajak sebesar 39 juta Euro dan hingga kini belum terselesaikan.

Ia mengatakan, “Kami harus melakukan segala hal dengan baik karena saya menginginkan sebuah tim penenang, sebuah tim yang mampu untuk bermain pada level yang sama dengan Juventus, Inter Milan, AC Milan dan AS Roma,”.

Sang legenda pun sempat menjawab saat ditanya tentang kecanduan dengan kokain yang pernah dialaminya beberapa waktu lalu. Ia pun menjelaskan, “Sekarang saya tidak lagi menggunakan obat-obatan tersebut dan saya menikmati bermain sepak bola dengan anak-anak saya”

Saat ini Napoli masih diasuh oleh Maurizio Sarri sejak 2015 lalu dan semenjak kepemimpinannya, Ia mampu membawa Napoli ke tiga besar klasemen di Serie A hingga kini. Hanya saja belum lama ini terdengar kabar bahwa dirinya sedang dirayu untuk melatih rivalnya yaitu Inter Milan dengan gaji yang lebih menggiurkan.

Inter Coba Rekrut Pemain Senior Dari Roma

Daniele de Rossi and Roberto Gagliardini Italia, Daniele de Rossi and, Roberto Gagliardini Italia, Daniele de Rossi and Roberto Gagliardini, Italia, Daniele de Rossi Roma, Roberto Gagliardini Inter, Inter Milan, Serie A, Liga Italia

Belum lama Inter Milan ini dikabarkan sedang melakukan pertimbangan untuk dapat memboyong wakil kapten dari rivalnya, AS Roma. Pasalnya hingga saat ini sang pemain masih belum mendapat kepastian tentang masa depannya membela tim yang berseragam kuning merah tersebut.

Pemain yang dimaksud tadi adalah Daniele De Rossi, pemain senior di AS Roma yang telah membela klub tersebut dari awal karirnya dua dekade lalu. Hingga kini Ia pun masih tampil apik berada diposisinya menjadi gelandang bertahan walaupun usianya hingga kini telah menyentuh angka 33.

De Rossi yang telah hinggap dari tahun 2001 lalu, tentunya paham betul dengan situasi yang ada di Liga Italia. Pengalamannya dalam menghadapi berbagai klub di Serie A, dipercaya akan sangat membantu Inter dalam mewujudkan impiannya menjadi juara liga di musim depan setidaknya masuk ke zona Liga Champions diakhir musimnya.

Inter pun dikabarkan bersedia memberikan kontrak dengan masa bakti selama dua musim hingga usianya 35 tahun. Apalagi rekannya saat berlaga di timnas Italia ada dikubunya yaitu Roberto Gagliardini. Tentunya hal ini akan menambah chemistry sang pemain asal Italia tersebut dalam menjalani laga bersama timnya sehingga diyakini akan mampu mendongkrak kinerja keseluruhan tim.

Sebelumnya pemain bernomor punggung 16 itu memang sempat ditawarkan klubnya untuk memperbaharui kontrak dengan perpanjangan dua musim dan gaji sebesar5,5 juta euro, disetiap musimnya, namun hingga kini Ia belum menerima penawaran lagi tentang hal tersebut. Karena itulah Ia membuka peluang untuk tim lain yang menginginkan pengalamannya terutama di Liga Italia. Ia pun juga ingin mendapatkan kesempatan mencicipi tantangan baru untuk karirnya.

Tentu saja Inter pun melihat peluang ini dan akan berusaha mencoba merekrut sang pemain di bursa transfer setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Tercatat hingga saat ini Ia mampu tampil sebanyak 415 kali bersama timnya. Sementara pada musim ini, Ia berhasil mencetak satu angka dari 27 kali pertandingan yang diikutinya di Serie A dan sebuah gol lagi ia sumbangkan saat enam kali dimainkan di Liga Eropa.

 

Pemain Belakang Lazio Yakini Timnya Taklukan Juventus di Final Coppa

Dusan Basta Lazio vs Juventus, Dusan Basta, Lazio vs Juventus, Dusan Basta Lazio, Juventus, Serie A, Liga Italia

Pemain lini belakang dari Lazio yaitu Dusan Basta, belum lama ini meyakini bahwa timnya akan berusaha keras untuk dapat meraih gelar juara di salah satu kompetisi yang diikutinya. Ia pun juga mengatakan bahwa walaupun lawannya nanti adalah jawara musim lalu di Liga Italia Serie A yaitu Juventus namun ia tak mempermasalahkan hal tersebut dan timnya tetap ingin memenangkan pertemuan berikutnya.

Kompetisi yang diincar Basta dan rekan-rekannya belakangan memang bukanlah kompetisi Serie A, namun Coppa Italia. Pasalnya di Serie A mereka masih berada diperingkat keempat klasemen dan terpaut 19 poin padahal periode musim ini tinggal menyisakan 5 pertandingan lagi. Seandainya Juventus selalu kalah dan Lazio selalu menang hal itu takkan mempengaruhi mereka untuk ke puncak klasemen, selain itu hal itu rasanya tak akan mungkin terjadi.

Satu-satunya harapan mereka menjelam musim kompetisi berakhir adalah Coppa Italia. Saat ini Lazio sudah berhasil menuju babak final menaklukan rival satu kotanya yaitu AS Roma. Dan kini mereka menghadapi salah satu raksasa di liga Italia Juni nanti. Dan dipastikan mereka akan mempersulit sang lawan untuk meraih tiga gelar juara dimusim ini (treble)

Menghadapi Roma menurutnya sangat luar biasa , selain karena gengsi, tentu membuat mereka selangkah menuju gelar juara Coppa Italia, Hal ini membuat timnya semakin percaya diri untuk menaklukan tim yang diasuh Massimiliano Allegri.

Seperti yang dikutip oleh Football Italia, Ia mengatakan, “Menyingkirkan Roma rasanya Luar biasa namun final melawan Juventus akan sangat sulit apalagi mereka adalah tim terbaik di Serie A.  Akan tetapi kami tak pernah membuang impian untuk menjadi juara. Kami akan melakukan yang terbaik untuk dapat menjuarai kompetisi Coppa Italia.”

Sang pemain Serbia itu mengakui bahwa posisi mereka di empat besar klasemen Serie A, merupakan hasil kerja keras dan kekompakkan rekan-rakannya dari awal musim dan ia juga menyebutkan pelatihnya juga turut andil dalam pencapainan ini. Ia mengatakan, “Tak ada yang dapat menyangka bahwa kami akan melalui musim seluar biasa ini. Kami bekerja sangat keras hingga kini dan kami sangat puas dengan hasilnya. Lazio akhirnya kembali ke jajaran klub-klub besar. Suasana di ruang ganti juga bagus. Simone Inzaghi adalah pelatih hebat. Ia selalu dapat mempersiapkan tim dengan baik dan piawai dalam menyusun taktik,”.

Dalam waktu dekat Lazio akan kembali lagi menghadapi rekan sekotanya dalam ajang kompetisi Liga Serie A yang memasuki putaran ke 34 musim ini.

Pelatih Roma Tak Sadari Strikernya Marah Saat Dirotasi

Edin Dzeko Luciano Spalletti AS Roma, Edin Dzeko Luciano Spalletti, AS Roma, Edin Dzeko, Luciano Spalletti AS Roma, Edin Dzeko AS Roma, Luciano Spalletti, Serie A, Liga Italia

Pada pagi dini hari tadi, tepatnya tanggal 25 April 2017 pukul 01.45, AS Roma melanjutkan perjalananya menuju juara liga Italia musim ini. Kali ini mereka menyambangi markas dari peringkat akhir klasemen minggu ini yang dihuni oleh Pescara. Dalam pertandingan putaran ke 33 tersebut mereka mampu mempermalukan tuan rumah di Stadio Adriatico – Giovanni Cornacchia dengan empat kali menggetarkan gawang lawan walau harus kemasukan satu go;

Gol tersebut dihasilkan oleh Kevin Strootman pada menit ke 44 dan satu menit kemudian Radja Nainggolan menggandakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Tiga menit setelah babak kedua dimulai Mohamed Salah mampu menambahkan lagi untuk timnya dan pada menit ke 60, ia menambah penderitaan dari tuan rumah. Namun sayangnya di menit ke 83 akhirnya Ahmad Benali mencoret catatan clean sheet yang ingin dihasilkan oleh Roma.

Ternyata kebahagiaan memenangkan pertandingan tersebut terselip perselisihan antara penyerang andalan mereka yaitu Edin Dzeko dengan pelatihnya Luciano Spalletti. Diketahui bahwa sang pemain sangat marah saat ia dirotasi oleh pelatihnya digantikan oleh rekannya Clement Grenier. Ia pun terlihat mengumpat dan terlihat penuh emosi di bangku cadangan.

Namun sang pelatih tak mengetahuinya. Ia mengatakan, “Dzeko marah? Saya tak menyadari bahwa Dzeko mengatakan pada saya, ‘mencoba jadi pintar lagi?’. Saya memang masuk ke ruang ganti dan menyapa semua orang seperti biasanya, dan tak ada masalah apa-apa”.

Ia menambahkan,  “Sepertinya saya akan coba memperbaiki (situasi) ini dengan segera karena saya tak menyadarinya. Dia terlihat marah? Untungnya, dia langsung ke bangku cadangan! Dia adalah satu-satunya striker yang saya miliki dan bisa sata katakan. tanpa dirinya saya tak akan mau bermain. Dan Itu bukan sikap kasar,”.

Spalletti pun menjelaskan alasan mengganti dirinya, “Saya menariknya keluar karena dia satu-satunya penyerang yang bermain sepanjang tahun. Emerson sudah keteteran dan saya harus menariknya, pun demikian dengan Paredes. Saya harus menarik salah satu penyerang kami, Dzeko, Salah, El Shaarawy, karena saya hanya memiliki sedikit penyerang. Ini keputusan pencegahan,”.

Berikutnya Roma akan menghadapi Lazio untuk mereka taklukan dan mendapatka poin penuh mengejar ketertinggalan mereka dari pemuncak klasemen.

Juventus Boyong Lagi Pemain Muda Berbakat Dari Argentina

Rodrigo Bentancur Boca Juniors to Juventus, Rodrigo Bentancur Boca Juniors, to Juventus, Rodrigo Bentancur, Boca Juniors to Juventus, Rodrigo Bentancur to Juventus Boca Juniors, serie A, Liga Italia

Mantan jawara Liga Italia Serie A musim lalu yaitu Juventus,  baru saja mengabarkan di situs reseminya bahwa mereka telah berhasil merekrut bintang muda Boca Juniors, Rodrigo Bentancur. Pasalnya pemain yang berposisi gelandang tersebut mampu tampil apik belakangan saat membela Klub yang berasal dari Argentina itu. Namun sang pemain dapat dimainkan setelah tanggal 1 Juti 2017 mendatang dan ia pun telah dikontrak selama lima tahun hingga 30 Juni 2022.

Pemain yang beusia 19 tahun tersebut memang merupakan bagian dari transfer striker mereka Carlos Tevez pada tahun 2015 lalu yang kini bermain di Shanghai Shenhua. Juventus memilih untuk mengaktifkan opsi perekrutan ini dan malah Bentacur telah menjalani tes medis pada awal April lalu.

Sang pemain ditebus degnan haraga 9,5 juta Euro yang dibayarkan selama dua tahun namun nilainya bisa naik selama masa kontraknya berlaku,jika Bentacur mampu memenuhi syarat yang diminta Juventus sebelumnya. Selain itu didalam kontrak juga menyebutkan bahwa seandainya sang pemain dilepas ke klub lainnya, maka mantan klubnya akan mendapatkan cipratan 50 persen dari transaksi yang terjadi saat itu.

Namun bagi sang pemain, tentu saja untuk mendapatkan kesempatan bermain di klub raksasa di Italia saat ini adalah suatu kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan. Ia pun mengatakan bahwa hal ini merupakan kehormatan besar baginya dipinang oleh jawara Serie A lima musim berturut-turut belakangan ini. Ia mengatakan, “Saya sangat bahagia dan puas bisa berada di sini. Saya senang tim besar seperti Juventus tertarik dan membawa saya ke sini. Ini merupakan kehormatan besar dan saya senang atas kesempatan ini,”

Ia pun mengakui bahwa dirinya sering menyaksikan pertandingan Liga Italia dan mengamatinya. Ia mengatakan, “Saya sering menonton Serie A, danm sepertinya sedikit berbeda dengan sepakbola Argentina. Ini adalah kompetisi yang sangat fisik, namun ini adalah kesempatan baru, saya masih muda dan saya akan berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin,”.

Pemain asal Uruguay itu juga membeberkan pembicaraannya dengan mantan pemain Juvetus saat itu Caro Tevez. Ia menjelaskan “Apakah Tevez berbicara kepada saya tentang Juventus? Saat saya tahu saya bisa pergi ke Turin, saya bicara dengannya. Ia mengatakan hal-hal hebat tentang klub ini,”.

Namun sepertinya sang pemain tak akan langsung merumput dalam waktu dekat karena Ia harus mengamati dulu dengan pertandingan timnya di Liga Italia dan jika Ia beruntung, ia akan dimainkan di pertandingan pada musim depan.

Incoming search terms:

  • pemain muda argentina
  • pemain muda berbakat asal argentina
  • striker muda argentina
  • pemain muda argentina 2017
  • pemain muda argentina yang bersinar 2017
  • talenta muda argentina 2017
  • pemain muda ar
  • pemain muda juventus berbakat
  • pemain muda a
  • pemain muda arge

Striker Inter Inginkan Jam Bermain lebih Walau Harus Dipinjamkan Klub Lain

Gabriel Barbosa Inter Milan, Gabriel Barbosa, Inter Milan, Serie A, Liga Italia

Striker muda dari Inter Milan yaitu Gabriel Barbosa dikabarkan akan dipinjamkan ke klub lain yang bermain di Liga utama Eropa seandainya sang pemain tak dimainkan  lagi atau lebih tepatnya tak diberi kesempatan lagi untuk membuktikan keahliannya dimuim depan. Hal itu diungkapkan belum lama ini oleh Wagner Ribeiro yang merupakan agen dari Gabriel.

Gabriel atau yang biasanya dipanggil dengan Gabigol, memang baru usia 20 tahun, namun keahliannya menjebol gawang lawan cukup diperhitungkan. Tercatat saat a bermain di klub sebelumnya, Ia mampu mencetak 24 gol dari 83 penampilannya bersama Santos FC selama tiga tahun.

Akhirnya pada bursa transfer musim panas lalu, Ia pun diboyong oleh Inter dengan biaya penebusan hampir 30 juta Euro dengan masa kontrak selama lima tahun, padahal dua raksasa La Liga yaitu Barcelona  dan Real Madrid menginginkan tanda tangannya saat itu.

Sayangnya saat berlabuh di Giuseppe Meazza, Ia malah tak dipercaya diturunkan baik sebagai pemain inti maupun cadangan. Tercatat Ia hanya sempat diturunkan sebanyak delapan kali saja hingga saat ini. Padahal Ia sempat mencetak gol dari totak 153 menit dimainkan tepatnya saat menghadapi Bologna dan menyelamatkan poin Inter dengan skor 1-0..

Hal itu membuat agennya ingin membicarakannya langsung dengan direktur Inter, seperti yang diungkapkannya kepada Fox Sports Brazil. Ia mengatakan, ” Kemarin Saya kembali ke Milan dan telah berbicara dengan direktur Inter. Kami juga akan menyelesaikan masalah uamg terkado. Bila Ia tak lagi bermain, atau lebih tepatnya, jika Ia tak diberi kesempatan untuk bermain di masa depan, tak harus sebagai starter, maka dia akan diizinkan dipinjamkan ke klub Eropa. Yang jelas Ia tak akan kembali ke Brasil,”.

Terdapat kabar yang mengatakan bahwa pemain bernomor punggung 96 di Inter, telah memiliki dua klub yang sudah antri ingin menggunakan jasanya dalam waktu dekat. Mereka adalah rivalnya di liga Italia yaitu Atalanta dan Sassuolo. Namun ada kabar lain yang mengatakan Ia akan dipinjamkan ke klub lain selain di Liga Serie A.

 

Mantan CEO Milan Lakukan Selebrasi Seperti Orang Gila Saat Milan Imbangi Inter

Adriano Galliani ex CEO AC Milan, Adriano Galliani ex CEO AC Milan, Adriano Galliani, ex CEO AC Milan, AC Milan, Inter Milan vs Ac milan, Serie a

Mantan CEO dari AC Milan yaitu Adriano Galliani belum lama ini mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan hasil akhir yang terjadi saat Derby Della Madonnina berlangsung. Ia pun mengaku bahwa dirinya melakukan gerakan selebrasi yang cukup menghebohkan untuk seusianya.

Galliani yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden AC Milan, memang sering menjadi pendukung setia Milan walaupun sudah tak berada di posisi kepengurusan klub tersebut. Ia pun sering terlihat berada di tirbun untuk dapat mengamati secara langsung pemain Milan yang beberapa diantaranya tak sempat Ia temui semasa di Milan.

Namun karena belum lama ini kepemilikan Milan baru saja pindah tangan dari rekan yang dikenalnya yaitu Silvio Berlusconi ke tangan konsorsium asal Tiongkok Ia memilih untuk tidak hadir di stadion sebagai rasa hormatnya terhadap pemilik klub yang baru dan menganggap dirinya masih memiliki pengaruh penting disana. Padahal momen seperti ini sangat ia nantikan dimana Milan menghadapi rivalnya yaitu Inter Milan. Akhirnya ia memilih untuk menonton pertandingan tersebut di sebuah restoran di Brera, yang masih berada di sekitar area kota Milan, bersama dengan beebrapa teman dan mantan rekan kerjanya.

Dalam pertandingan tersebut kedua tim menghasilkan skor imbang 2-2. Dan yang membuat pertandingan tersebut menarik untuknya adalah mantan klubnya terhindar dari kehilangan poin karena gol dramatis dari Cristian Zapata di penghujung injury time babak kedua tepatnya dimenit ke 97. Ia pun mengakui bahwa dirinya sangat senang  dengan hal tersebut dan melakukan selebrasi dengan seperti orang gila.

Saat dirinya diwawancara oleh Corriere della Sera tentang bagaimana ia mengungkapkan suasana saat itu, Ia pun mengatakan, “Dengan cara yang biasanya, namun kali ini saya menjadi benar-benar seperti orang gila. Pada level emosional, tidak ada yang benar-benar berubah. Saya terus mendukung Milan selamanya, walaupun jika saya tidak lagi bagian dari dewan direksi klub.”

Ia pun juga menjawab pertanyaan yang menanyakan tentang pendapatnya kepada Yonghong Li, direksi baru dari konsorsium asal Tiongkok yang memimpin Milan saat ini dan ternyata ia tidak masalah dengan hal tersebut bahkan mantan Presiden sebelumnya yaitu Silvio Berlusconi  juga berharap yang terbaik untuk Milan. Ia pun mengatakan, “Saya telah berbicara dengan Silvio Berlusconi dan ia senang. Siapa saja yang merasa kita saat ini sedang mendoakan hal buruk pada direksi baru adalah salah besar,”.

Milan yang saat ini masih berada di peringkat keenam klasemen untuk sementara di Serie A musim ini, akan menghadapi pertandingan lanjutan menghadapi Empoli pada tanggal 23 April mendatang pukul 20.00 WIB dan berusaha untuk menegejar ketertinggalan mereka untuk memperebutkan tiket menuju liga Eropa musim depan.

Juventus Merevisi Kontrak Lama Paulo Dybala

Paulo Dybala new Contract, Paulo Dybala sign new Contract, Paulo Dybala 2022, Paulo Dybala Juventus, Serie A

Juara musim lalu di kompetisi Serie A yaitu Juventus, baru saja berhasil mengamankan pemain lini depan andalannya yaitu Paulo Dybala. Pasalnya hari ini tepatnya tanggal 13 April 2017, sang pemain telah resmi untuk menandatangai perubahan kontrak lamanya, termasuk perihal penambahan masa baktinya dan juga perubahan nilai gajunya yang diperoleh saat ini.

Pemain berkebangsaan Italia tersebut memang semenjak pindah ke Juventus dua tahun lalu menjadi salah satu pemain yang menjadi pilihan utama pelatihnya saat ini Massimilliano Allegri. Ia pun tercatat berperan aktif dalam membawa Juventu meraih dua gela juara pada musim lalu dan menghasilkan 23 gol di musim pertamanya di Juventus setelah membantu di 46 pertandingan.

Dimusim ini Ia pun tak kalah apik dan karenanya sang pemain banyak dilirik oleh beberapa klub top papan atas Eropa dan ingin menggunakan jasanya pada musim depan. Karena itulah Juventus mencoba memagari asetnya yang berharga dengan merevisi kontrak lamanya.

Dalam perjanjuan terbarunya, mantan pemain Palermo tersebut seharusnya dikontrak sampai dengan 2020 mendatang, namun kini diperbaharui lagi dengan kontrak terbarunya. Ia pun kini memiliki tambahan kontrak selama dua tahun lagi dan berarti akan habis pada tahun 2022 mendatang.

Seperti yang dikutip dari web resmi klub, manejemen Juventus mengumumkan di hari ini, “Dengan bahagia Juventus mengumumkan bahwa Paulo Dybala telah memperbaharui masa kontraknya hingga 30 Juni 2022 mendatang, yang berarti memperpanjang sebuah perjalanan yang dimulai pada Juli 2015 lalu. Juventus akan melangkah ke masa depan dan mereka akan melakukan hal itu dengan didampingi oleh La Joya (Dybala) selama lima tahun ke depan,”.

Ketika ia direkrut ke Turin, mantan pemain Palermo tersebut ditebus dengan nilai transfer 32 juta Euro ditambah bonus lain bernilai 8 juta Euro untuk klub lamanya. Dan kini dengan revisi kontrak terbarunya, Palermo juga mendapat kecipratan uang sebesar 8 juta Euro mengingat hal tersebut adalah bagian dari kesepakatan kedua klub saat melakukan pemindahtanganan Dybala.

Hanya saja hingga kini belum diketahui apakah ada klausul rilis dalam kontrak baru tersebut dan berapa nilai yang harus ditebus klub lain yang ingin merekrutnya namun sempat diketahui dikotrak terbarunya membuat gaji Dybala menjadi naik hingga 7 juta Euro per tahunnya. Untuk menemukan lebih banyak lagi berita bola terpercaya, kunjungi goldewa

Incoming search terms:

  • mu akan merekrut paulo dybala betul apa tidak

Hanya Higuain Yang Cetak 20 Gol Lebih Di Musim Perdananya Setelah 59 Tahun Berlalu

Gonzalo Higuain juventus vs chievo april 2017, Gonzalo Higuain, juventus vs chievo april 2017, Gonzalo Higuain juventus, Juventus vs chievo april 2017, Serie A

Gonzalo Higuain yang merupakan  striker dari Juventus , pada pagi dini hari tadi telah berhasil mencatatkan namanya sebagai pemain di klubnya yang mampu mengoleksi 20 gol lebih dalam musim perdananya. Padahal catatan itu hingga kini tak ada yang pernah mencetak lebih dari 20 gol setidaknya 59 tahun belakangan.

Pencapaian lebih dari 20 gol di musim perdananya tersebut ia lakukan setelah ia bermain di ajang kompetisi Serie A putaran ke 31 pagi dini hari tadi tepatnya hari Minggu pukul 01.45. Saat itu timnya menghadapi Chievo dikandangnya sendiri, Juventus Stadium. Dan dalam pertandingan tersebut jawara musim lalu berhasil menggetarkan dua kali gawang sang tamu tanpa kebobolan sekalipun.

Kedua gol tersebut ternyata dihasilkan oleh Higuain dimasing masing babak. Pada babak pertama ia menjebolnya dimenit ke 23 setelah mendapatkan umpan dari Paulo Dybala. Namun dibabak kedua tepatnya pada menit ke 84, Stephan Lichtsteiner berhasil memberikan assist kepada Higuain dan dikoversinya menjadi sebuah gol.

Hingga saat ini serangannya yang masuk keperut gawang lawan sudah mencapai 21 gol di liga Serie A saja. Pemain berusia 29 tahun  melakukan hal tersebut setelah bertanding 31 kali laga dan berarti Ia tak pernah absen dalam kompetisi ini.

Catatan 20 gol di musim perdana pemain Juventus, memang  sebelumnya telah ada. Hal itu terjadi pada musim 1957 -1958 dimana saat itu John Charles berhasil membuat 28 gol sedangkan rekannya Omar Sivori berhasil menyumbangkan 22 gol. Tentunya musim perdana bagi Higuain belumlah selesai karena masih ada tujuh pertandingan lagi di Serie A yang akan ia taklukan dan berarti bisa jadi mengalahkan rekor John Chalers.

Dalam musim ini, Higuain telah berhasil menghasilkan 27 gol dari 42 pertandingannya bersama Juventus di berbagai kompetisi. Rekor terbaiknya adalah musim lalu saat ia mengoleksi 36 gol dalam satu musim di Serie A saja. Dan jika dilihat secara keseluruhan permainannya di Liga Italia ini, Ia telah membuat 90 gol dari 135 laga yang melibatkan namanya di kompetisi tersebut.