Tag Archives: Serie A

Selama 25 Tahun, Francesco Totti Mengukir Sejarah AS Roma

francesco totti

 

Striker AS Roma, Francesco Totti, telah menjalani pertandingan terakhirnya dalam seragam I Giallorossi. Selama 2 dekade lebih setia membela satu klub, ia mengukir banyak sejarah.

Pertandingan giornata ke-38 Serie A 2016/2017, jadi acara perpisahan Totti bersama Roma. Dalam laga yang mempertemukan Roma vs Genoa di Stadion Olimpico, Minggu (28/5/2017) kemarin, Totti baru tampil di menit 54 sebagai pemain pengganti.

Bermain di paruh kedua, Totti dkk. memastikan kemenangan Roma dengan skor akhir 3-2. Torehan positif itu pun terbilang krusial untuk I Lupi, sebab torehan ini memastikan mereka finis di peringkat 2 dan berhak maju ke fase grup Liga Champions 2017/2018.

Berkarier dengan Roma sedari tahun 1992, Totti lantas belum pernah meninggalkan klub sekalipun hingga ujung kariernnya. Walaupun kerap memperoleh penawaran dari sejumlah klub superior Eropa ketika masih di usia produktif, Totti enggan berpaling dan tetap setia dengan Roma.

Sepanjang kariernya bersama Roma, Totti mampu membukukan satu scudetto di musim 2000/2001. Tak hanya itu, Totti pun sudah memuncaki 2 titel juara Coppa Italia serta 2 titel Piala Super Italia.

Selama 25 tahun bersama La Maggica, Totti menjadi salah satu pemain yang memiliki total penampilan terbanyak bersama Roma. Di sisi lain, ia pun menjadi top skorer di sejarah Roma.

Berikut sejumlah torehan yang tercatat selama 25 tahun Totti berkiprah dengan AS Roma, seperti yang dikutip dari salah satu media:

786 – total penampilannya di pertandingan kompetitif bersama Roma di seluruh turnamen (pencapaian klub)

307 – total gol dalam pertandingan kompetitif bersama Roma di seluruh turnamen (pencapaian klub)

25 – total musim selama berkiprah di Serie A, setara dengan Paolo Maldini (AC Milan)

23 – total musim yang mana Totti menciptakan gol di Serie A (pencapaian)

32 – total gol paling banyak dalam satu musim (2006/2007). Dia meraih Sepatu Emas Serie A dengan torehan 26 gol disaat itu dan juga Sepatu Emas Eropa

16 – umurnya saat menjalani debut bersama Roma

40 – umurnya disaat ia menjalani laga terakhirnya bersama Roma

22 – umurnya saat dia mengemban tugas sebagai kapten Roma, ataupun yang termuda di sepanjang masa Serie A

1 – titel juara Serie A di musim 2000/2001

9 – sebagai runner-up Serie A

16 – kartu merah di sepanjang kariernya

Incoming search terms:

  • sejarah francesco totti

Walau Mendominasi Laga, Inter Tak Raih Poin Lagi

Mauro Icardi Inter Milan vs Sassuolo 14 May 2017 Serie A, Mauro Icardi Inter Milan vs Sassuolo 14 May 2017, Serie A, Mauro Icardi Inter Milan vs Sassuolo, 14 May 2017 Serie A, Mauro Icardi, Inter Milan vs Sassuolo, Mauro Icardi Inter Milan, vs Sassuolo, Inter Milan vs Sassuolo

Hasil buruk menimpa lagi untuk salah satu klub sepak bola raksasa Italia, Inter milan. Mereka harus takluk lagi menghadapi tim papan bawah klasemen dan ini merupakan delapan pertandingan di Serie A yang tak mampu mereka menangkan satu kali pun walaupun mereka telah memecat pelatih mereka, Stefano Pioli. Malah dalam delapan pertandingan terakhir, ini merupakan kekalahan keenam mereka.

Dalam pertandingan terbaru mereka, Inter menjamu peringkat ke 14 klasemen untuk minggu lalu yaitu Sassuolo di Stadio Giuseppe Meazza. Namun mereka akhirnya harus tunduk dengan mereka dan merelakan seluruh poin yang seharusnya mampu mereka manfaatkan untuk mendongkrak peringkat mereka naik dan mengamankan tempat bermain di Liga Eropa pada musim depan.

Padahal di laga tersebut, mereka mampu mendominasi pertandingan, baik dalam hal menciptakan peluang maupun penguasaan bola. Namun mereka harus menelan dua buah bola keperut gawang mereka, walaupun sempat sekali membalas. Dan yang lebih menyedihkan lagi mereka kebobolan lebih dulu di kedua babaknya.

Dua gol tersebut dilakukan oleh pemain yang sama yaitu Pietro Iemmello.Striker Sassuolo tersebut mampu mengolah umpan yang mematikan dari Domenico Berardi dan membenamkannya ke pojok kanan gawang dimenit ke 36. Sebuah gol lagi dilakukannya lima menit setelah turun minum. Kali ini umpan dari Pol Lirola dengan mudah ia eksekusi dengan baik dan membuat skor mereka bertambah.

Dua puluh menit menjelang babak kedua berakhir, Eder mampu memperkecil kekalahan timnya dari bola liar namun sayang usahanya tak dilanjutkan oleh rekan-rekannya hingga babak kedua berakhir.

Sebelum rentetan hasil buruk di delapan pertandingan, Inter sempat perkasa menghadapi Atalanta bahkan luar biasa bertanding dikandang sendiri dengan skor 7-1.  Saat itu pelatih mereka masih Pioli, yang mengatur strategi dan akhirnya membuat Mauro Icardi dan Evan Banega masing masing melakukan Hattrick.

Namun dengan kekalahan ini, Inter harus turun peringkat lagi digantikan oleh Fiorentina yang unggul saat menghadapi Lazio. Mereka harus merelakan mimpi mereka untuk berada di Zona Liga Eropa seandainya dua pertandingan terakhir mereka tak mampu mereka menangkan. Masalahnya mereka akan menghadapi pertandingan brikutnya melawan peringkag keempat klasemen yaitu Lazio yang sangat tangguh.

Juventus Resmi Permanenkan Bek Munchen

Medhi Benatia Bayern Munchen to Juventus, Medhi Benatia Bayern Munchen, to Juventus, Medhi Benatia, Bayern Munchen to Juventus, Medhi Benatia to Juventus, Bayern Munchen, Serie A

Belum lama ini, Juventus telah mengumumkan penandatanganan permanen pemain belakang dari Bayern Munich yaitu Medhi Benatia. Dikabarkan peringkat pertama klasemen Liga Italia tersbut berhasil memboyong sang pemain dengan biaya tebusan sebesar 17 juta Euro.

Benatia merupakan pemain Munchen yang dibeli dari AS Roma musim panas 2014 lalu. Ia ditebus dengan nilai 26 juta Euro dengan masa kontrak selama lima tahun. Namun sayangnya ia tak mampu rutin merumput bersama Die Roten dan terhitung hanya diturnkan 46 kali dalam dua musim saja.

Dan akhirnya musim panas ini, Munchen meminjamkan sang pemain yang kini berusia 30 tahun itu, kepada Juventus untuk berjaga jaga di lini pertahanan mereka.

Memang dalam menjalani musim ini, bersama Juventus ia juga hanya menjadi pelapis kedua saja. Tercatat ia hanya tampil di 12 kali di ajang Serie A, dengan total 1096 menit dan  sempat mencetak satu gol yang sangat krusial, ke gawang AC Milan dalam kemenangan 2-1 yang diraih pada Maret lalu.

Pemain yang kini beromor punggung 4 di Juventus tersebut juga sempat dimainkan 5 kali dalam ajang Liga Champions serta satu kali dalam kompetisi Coppa Italia. Dan nampaknya ia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Benatia sudah tampil dalam 20 laga bersama Juve dengan total 1096 menit. Ia mencetak satu gol yang sangat krusial, yakni ke gawang AC Milan dalam kemenangan 2-1 yang diraih La Vecchia Signora pada Maret lalu. (juve/pra)

Dengan performanya yang apik walau hanya jadi cadangan,  Juventus ingin mempermanenkan dirinya, dan mengambil opsi pembelian mereka untuk bek tersebut. Ia pun direncanakan akan memiliki kontrak dalam waktu tiga tahun kedepan..

Sebuah pernyataan di situs resmi Nyonya Tua, Juventus menuliskan pernyataannya yang berbunyi,  “Juventus Football Club SpA mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan opsi mereka, untuk akuisisi pemain tersebut secara langsung, yaitu Medhi El Mouttaqui-Benatia, dari FC Bayern Munchen AG dengan biaya sebesar 17 juta Euro, yang harus dibayar lebih dari dua tahun. Pemain yang disebutkan tadi telah menandatangani kontrak dengan Juventus sampai dengan 30 Juni 2020 mendatang.”

Pemain asal  Maroko tersebut akhirnya pada musim depan rela rela menjadi cadangan bagi Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci di Turin.

Incoming search terms:

  • kontrak pemain argentina di liga italia 2017 - 2018
  • pemain yg merumput bersama juve 2017_2018
  • portal juve

Presiden Napoli Inign Sarri Bertahan Seumur Hidupnya di Napoli

Aurelio De Laurentiis Maruzio Sarri Napolli, Aurelio De Laurentiis, Maruzio Sarri Napolli, Aurelio De Laurentiis Maruzio Sarri, Napolli, Aurelio De Laurentiis Napolli, Maruzio Sarri , Serie A, Liga Italia

Aurelio De Laurentiis selaku Presiden Napoli diketahui memiliki keinginan untuk menjadikan pelatih utama timnya yaitu Maurizio Sarri, sebagai pengasuh timnya dalam jangka waktu yang lama. Ia ingin pelatihnya bisa memiliki waktu yang panjang di Napoli seperti Sir Alex Ferguson saat mengomandoi Manchester United dari 1986 – 2013.

Napoli memang baru merekrut sang pelatih asal Italia tersebut pada musim lalu. Ia pindah dari klub  yang mengenalkan dirinya ke kompetisi tertinggi di Liga Italia yaitu Empoli. Namun saat ia pertama kali datang ke Empoli musim panas tahun 2012, klub tersebut masih berada di Liga Seri B dan naik pangkat ke Serie A pada musim setelahnya.

Sarri datang ke San Paolo menggantikan pelatih sebelumnya yaitu Rafel Benitez dan sempat membawa Napoli keperingkat pertama hingga musim dingin perdananya bersama Napoli namun sayangnya Ia mengakhiri musimnya berada diperingkat kedua klasemen terpaut 9 poin dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus.

Saat ini Napoli berada di peringkat ketiga klasemen sementara untuk pekan ini terpaut selisih satu poin. Dan selama ia mengasuh klub tersebut, tercatat ia sudah menjalani 95 pertandingan. Pelatih berusia 58 tahun tersebut sudah merasakan manisnya kemenangan sebanyak 61 pertandingan dan juga getirnya kekalahan sebanyaj 16 kali di lintas kompetisi .

Dengan hasil ini sang Presiden Napoli pun mengutarakan keinginannya di media. Ia mengatakan, “Saya memiliki intuisi bahwa Sarri merupakan pilihan yang benar. Saat saya merekrutnya dari Empoli, saya sempat melihat ada spanduk yang menentang keputusan tersebut. Namun saya selalu yakin hal itu adalah pilihan yang tepat. Dia sepertinya Ia akan menajdi pelatih Napoli untuk waktu yang lebih lama lagi,”.

Dengan kepuasan performa yang dimiliki oleh sang pelatih yang telah menekuni profesinya dari tahun 1990 lalu, De Laurentiis ingin membuat pelatih pilihannya bertahan lama di kubunya. Apalagi Sarri masih mampu berada di tiga besar klasemen walaupun ditinggalkan oleh striker andalan mereka ke Juventus yaitu Gonzalo Higuain.

Ia mengatakan, “Kami memiliki kontrak panjang dan akan lebih panjang lagi dengan klausul baru yang akan berlaku pada musim depan. Ini adalah rumahnya, dia bisa tinggal di Naples seumur hidup dan bisa menjadi Ferguson,”.

Sebuah keputusan yang berani untuk sang Presiden karena sang pelatih baru saja melatih liga tertinggi di Italia belum lama ini.

Mantan Bek Barcelona Jadi Salah Satu Faktor Kesuksean Semifinal Juventus

dani alves Score juventus vs AS monaco Liga Champions, dani alves Score juventus vs AS monaco, Liga Champions, dani alves Score, juventus vs AS monaco Liga Champions, dani alves Score juventus , AS monaco Liga Champions, dani alves juventus, dani alves, juventus, serie A, liga italia

Setelah berhasil memenangkan pertandingan menghadapi AS Monaco, Juventus akhinya berhasil memasuki babak final Liga Champions kedua mereka dari tiga tahun belakangan. Dan terlebih lagi, mantan bek kanan Barcelona mereka yaitu Dani Alves menjadi salah satu alasan terbesar di balik kesuksesan semifinal mereka.

Bek Juventus yang baru saja bergabung secara gratis dari Barcelona tersebut memang memainkan peran penting dalam beberapa pertandingan terakhirnya dimusim ini. Dan hal yang terbaru, Ia mampun menjebol gawang AS Monaco saat timnya menjamu mereka pada pagi dini hari tadi tepatnya pukul 01.45 WIB.

Dalam pertandingan tersebut sebelumnya Mario Madzukic mampu menggetarkan gawang lawannya dimenit ke 33 setelah mendapatkan bola liar yang menuju padanya dan kemudian menjelan turun minum, Alves pun juga menggandakan kedudukan dengan bola rebound juga. Sayangnya dimenit ke 69, Kylian Mbappe berhasil menjebol gawang yang dijaga oleh kiper senior Juventus, Gianluigi Buffon.

Dengan gol ini, pemain Brasil itu mampu menyumbangkan tiga gol di Liga Champions untuk timnya dan cukup gila untuk seorang bek. Ia pun mengatakan, “Saya tidak gila, ini hanya hasil dari seseorang yang bekerja dan menjalani profesinya dengan intensitas dan mencintai apa yang dimilikinya. Semua yang saya lakukan dalam hidup saya adalah hasil dari pekerjaan, profesionalisme, perhatian dan rasa hormat yang saya miliki untuk karir saya. Orang mengira saya gila, namun saat mulai bekerja, saya tahu apa yang harus saya lakukan dan apa yang membuat saya menjadi diri saya sendiri.”.

Saat ia meninggalkan Barcelona, beberapa dewan direksi Barcelona merasa bahwa dirinya akan mampu terus bermain di tingkat yang tinggi, terutama mengingat betapa sulitnya menyesuaikan tuntutan taktis sepak bola Italia.

Ia pun menjelaskan, “Sebenarnya Sepak bola di mana-mana sama saja yaitu dimainkan dengan bola, sebelas lawan sebelas. Namun satu-satunya hal yang harus kami lakukan adalah menyesuaikan diri dengan filosofi klub dan rekan-rekan saya yang lain. Kami harus tampil pada saat-saat terbesar dan itulah alasan saya berada di sini, menikmati diri saya dan  bermain di final Liga Champions.”

Pemain berusia 34 tahun tersebut juga sempat menjawab pertanyaan, tim mana yang lebih ia sukai di final,  Real Madrid atau Atletico. Ia pun menjawab, “Saya yakin Real Madrid memiliki kesulitan lebih tinggi namun takkan mudah juga menghadapi Atletico. Namun Terlepas dari siapapun lawannya, Juventus harus memiliki euforia dan kegembiraan yang memadai untuk berada di final.”.

Madrid dan Atletico akan menentukan langkahnya menuju final pada besok pagi pukul 01.45 WIB.

Incoming search terms:

  • transfer lazio musim depan

Pelatih Milan Dan Pelatih Roma Tak Ingin Bicarakan Masa Depannya Saat Ini

vincenzo Montella dan Luciano Spaletti, vincenzo Montella,Luciano Spaletti, vincenzo Montella AC Milan, Luciano Spaletti AS Roma, vincenzo Montella Vs Luciano Spaletti, Liga Italia, serie A

Setelah menjalani pertadingan putaran ke 35 di serie A musim ini, kedua pelatih yang bertanding dalam laga ini sepertinya tak ingin membicarakan masa depan mereka masing – masing dikubunya. Hal ini termasuk pelatih yang memenangkan pertandingan.

Pertandingan yang dimaksud diatas adalah pertandingan yang melibatkan AC Milan dan AS Roma, hari ini pukul 01.45 WIB, dini hari. Dalam pertandingan tersebut, Roma berhasil mengungguli tuan rumah dengan skor telak 1-4 dan meraih poin penuh mengejar ketertinggalan mereka terhadak pemuncak klasemen, Juventus.

Bagi pihak Milan tentu kekalahan ini membuat mereka terancam untuk tak bisa mengamankan sebuah tiket menuju Liga Eropa di akhir musim kompetisi. Namun sang pelatih menegaskan bahwa dirinya tak mempermasalahkan tentang karirnya akan dicopot oleh manajemen dimusim depan. Ia malah ingin tetap konsentrasi terhadap tujuannya berada diperingkat kelima klasemen yang terpaut enam poin.

Saat ditanya tentang masa depannya setelah mengalami kekalahan oleh Roma, Ia mengalihkannya dan berkata, “Kami harus tetap mengakhiri musim dengan bauk dan masuk zona Eropa, yang telah menjadi target kami sepanjang musim ini. Dan Ini bukan saatnya membicarakan tentang masa depan saya. Masa depan Milan ada di akhir pekan ini,”.

Ia pun menambahkan, “Saya juga setuju dengan klub untuk fokus terutama saat seperti ini, karena kami masih memiliki tujuan penting untuk dicapai,”.

Tidak hanya Montella saja, pelatih Roma pun yaitu Luciano Spalletti, juga tak ingin membicarakan masa depannya. Ia hanya mengatakan bahwa hingga saat ini Ia belum memutuskan karirnya setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Pasalnya walaupun dengan kemenangan yang diraihnya dan memperkokoh posisinya diperingkat kedua, Spaletti pun menjadi sasaran para fans Roma. Hal ini dikarenakan kemenangannya tersebut tak mengikutsertakan legenda Roma yang masih menjadi pemain di klubnya hingga saat ini, padahal ada hal yang lebih krusial dibandingkan menyenangkan seorang pemain.

Ia pun menjawab perasaannya setelah memenangi laga, “Ini bukan masalah tentang masa depan saya. Saya dan Roma akan bicara di akhir musim. Namun ada fans yang menunggu anda di rumah, dan mereka memiliki spanduk ‘Spalletti vs Totti’, mereka orang bertanya kepada saya tentang hal ini (tak memainkan Totti) terus-menerus dan saya tidak tahu harus berbuat apa lagi,”

Ia menambahkan, “Ini sangat mengecewakan, karena saya tahu Francesco (Totti) selalu menunjukkan kualitasnya dan bekerja keras dalam latihan, namun kali ini tapi saya harus membuat pilihan terbaik untuk tim,”.

Namun sayangnya, apapun hasil yang akan dimiliki Roma disisa pertandingan musim ini, mereka akan tetap berada diperingkat kedua, jika Juventus menang walau hanya sekali.

 

Pelatih Torino Senang Walaupun Menghadapi Juventus Mereka Imbang

Adem Ljajic Juventus Vs Torino Serie A, Adem Ljajic score Juventus Vs Torino Serie A, Adem Ljajic Juventus Vs Torino, Serie A, Adem Ljajic, Juventus Vs Torino, Adem Ljajic Torino, Liga Italia

Sinisa Mihajlovic yang merupakan Pelatih dari Torino, menungkapkan perasaannya tentang pertandingan terakhirnya menghadapi rival satu kotanya yaitu Juventus. Ia pun akhirnya merasa lega dan bangga dengan kemampuan yang dilakukan oleh pasukannya walaupun tak menang. Pasalnya menghadapi pemuncak klasemen untuk tim setangguh Juventus dengan kualitas para pemainnya, bermain imbang pun rasanya seperti meraih poin penuh.

Pertandingan yang diselenggarakan pada pagi dini hari tadi tanggal 7 Mei 2017 pukul 01.45 WIB, Torino mampu tampil cemerlang baik dari babak pertama maupun pada babak kedua. Padahal mereka kalah dalam hal penguasaan bola maupun dalam hal menciptakan peluang.

Mereka cenderung mampu mengimbangi penguasaan bola walaupun harus menebusnya di tiga tiga kartu kuning. Namun pada babak kedua tepatnya dimenit ke 52, Torino mendapatkan tendangan bebas yang dieksekusi baik oleh Adem Ljajic. Hingga membuat riuh laga yang berada di Juventus stadium.

Sayangnya lima menit kemudian terjadi malapetaka dikubu sang tamu, Afriyie Acquah mendapatkan kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan. Berlaga 10 orang pemain tentu tak mudah apalagi menghadapi Juventus. Mereka berhasil mempertahankan kemenangannya hingga pada menit ke 90+2, Gonzalo Higuan mematahkan kebahagian mereka. Umpan dari Miralem Pjanic mampu dibemankan olehnya menuju pojok kiri gawang.

Meskipun demikian, pelatih Torino masih merasa senang dengan hasil tesebut. Ia pun mengatakan, “Hasil seri ini setara dengan kemenangan, karena itulah saya sangat bangga dengan para pemain saya. Kami memiliki karakter, kecerdasan taktik dan tekad yang kuat. Kami melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan tim lain, yakni menghentikan Juventus untuk menang di kandang sendiri di Serie A dan juga dengan 10 pemain,”.

Ia menambahkan, “Kami adalah tim muda, jadi kami memang kekurangan pengalaman dan ‘kecerdasan’, namun yang paling penting kami, tak kekurangan determinasi untuk mencetak gol lebih dan tetap kepala dingin untuk tak kebobolan. Walaupun begitu, kami datang ke sini dan bekerja keras dan tahu bahwa kami mampu menyulitkan Juventus,”.

Mantan pelatih AC Milan tersebut juga mengatakan. “Rasanya seperti kemenangan. Pemain saya memiliki permainan yang fantastis, ada rasa pahit pada hasil akhirnya, namun tetap bangga atas penampilan mereka. Anda bisa mengalahkan sebuah tim, tapi bukan sejarah dan hari ini kami menempatkan sejarah kami di lapangan,”.

Sayangnya Torino tak mampu saat ini hanya mencapari diperingkat ke 9 klasemen dan terlalu jauh untuk masuk ke zona Liga Eropa diakhir kompetisi.

 

Pelatih Milan Ungkap Persiapan Timnya Hadapi Roma

Vincenzo Montella AC Milan, Vincenzo Montella, AC Milan, AC Milan vs AS Roma, Liga Italia, Serie A

Menjelang pertandingan yang akan mempengaruhi masa depan mereka, Vincenzo Montella sebagai pelatih AC Milan mengabarkan persiapan timnya menghadapi runner up klasemen sementara pekan ini yang diisi oleh AS Roma. Ia pun mengatakan bahwa saat ini timnya sangat antusias menantikan pertandingan yang memungkinkan mereka bermain di Liga Eropa musim depan.

Memang saat ini Milan berada di peringkat ke enam klasemen, yang memiliki selisih tujuh poin dengan peringkat diatasnya yang sudah berada di zona Liga Eropa yaitu Atalanta. Selisih itu pun dirasa masih sangat mungkin dalam empat pertandingan tersisa. Selain itu poin penuh juga dipercaya akan menjauhkan rival satu kotanya yaitu Inter Milan yang memiliki selisih tiga poin dan mengancap posisinya.

Di sisi lain, lawannya pun juga menganggap kemenangan dalam pertandingan ini sebagai pertandingan yang sangat penting, pasalnya saat ini mereka masih mampu untuk mengejar ketertinggalan dengan Juventus yang berada di puncak klasemen. Apalagi pertandingan terakhirnya Juventus hanya bermain imbang menghadapi Torino pada pagi dini hari tadi.

Jika mereka kalah menghadapi Roma, tentu harapan mereka untuk memperoleh sebuah piala pada musim ini akan pupus sudah. Dengan alasan inilah Milan dipastikan akan menghadapi lawan yang akan sangat menyulitkannya.

Meskipun demikian, sang pelatih Milan pun mengakui bahwa timnya saat ini sedang antusias untuk menghadapi Roma dalam waktu dekat. Ia mengatakan kepada Milan TV, “Pertandingan menghadapi Roma dan Atalanta adalah pertandingan yang mudah disiapkan, karena pertandingan ini membawa motivasi ekstra bagi kami,”.

Ia juga menambahkan, “Pada dasarnya Kami sedang perlu lebih banyak poin di sisa pertandingan musim ini. Pertandingan menghadapi Roma, merupakan salah satu agenda terpenting bagi kami untuk dapat bermain di kualifikasi Europa. Walaupun pertandingan menghadapi Atalanta pada laga berikutnya akan lebih berat.”.

Rencananya Milan akan menghadapi Roma pada tanggal 8 Mei besok pukul 01.45 WIB dikandangnya sendiri, stadio Giuseppe Meazza. Ia juga berharap bahwa pada pendukung Milan memberi semangat timnya agar menambah motivasi menaklukan tim yang diasuh oleh Luciano Spalletti.

 

Incoming search terms:

  • persiapan ronaldo menghadapi mu

Ini alasan Buffon Selalu Bersedia Menukarkan Jersey-nya

Gianluigi Buffon Jersey, Gianluigi Buffon SWap Jersey, Gianluigi Buffon tukar Jersey, Gianluigi Buffon Jersey Juventus, Gianluigi Buffon Jersey Italia, Serie A

Penjaga gawang senior Italia yaitu Gianluigi Buffon, memiliki kebiasaan yang jarang dimiliki oleh para pemain sepak bola lainnya terlebih pemain bintang kelas dunia. Pasalnya bisa dipastikan Ia akan selalu memberikan jersey miliknya seandainya ada yang ingin meminta bertukar dengan pemain manapun. Dan belum lama ini Ia pun mengungkapkan alasan mengapa ia tak menolak permintaan tersebut.

Buffon saat ini memang sudah tak muda lagi bahkan usianya yang hampir menyentuh kepala empat. Sangat jarang ada pemain sepak bola yang sudah melewati masa keemasan namun tetap dipakai keahliannya. Apalagi yang memintanya untuk bertahan adalah klub papan atas di Eropa seperti Juventus.

Namun kenyataannya ia mampu membawa Juventus memenangkan berbagai kompetisi, terutama di Liga Serie A. Ia ikut andil membawa timnya menyabet gelar kompetisi tersebut 5 kali berturut-turut dan musim ini ia juga mampu melakukannya, bahkan mencatatkan timnya menjadi tim nomor satu dengan kebobolan gol paling yang sedikit.

Selain kepiawaiannya dalam menetralisir serangan, pemain asal Italia tersebut juga dikenal dengan kepribadiannya yang ramah baik juga termasuk dengan lawannya sehingga Ia pun juga dihormati baik di dalam maupun diluar lapangan.

Salah satu buktinya adalah jika ada pemain lain yang ingin menukarkan jerseynya miliknya Ia pun selalu mau melakukannya. Alasannya adalah Ia menganggap bertukar jersey merupakan penghormatan sang pemain terhadap lawannya. Ia mengatakan, “Saya memang senang bertukar jersey dengan siapa pun karena itu adalah sebuah tanda penghormatan mereka terhadap saya,”.

Ia juga mengungkapkan alasan lainnya dan dan membuat janji pada dirinya sendiri. Ia mengatakan, “Saya ingat saat saya masih muda, saya pernah meminta untuk bertukar jersey dengan seorang pemain setelah pertandingan berakhir dan dia bilang tidak. Saat itu saya benar-benar kecewa, sehingga saya memutuskan bila saya menjadi pemain besar, saya akan malu berperilaku seperti itu. ”

Namun saat pemain bernomor punggung 1 ditanya siapakah pemain yang dimaksud itu, ia hanya menjawab, “Siapa orang itu? Saya tak bisa bilang!”.

Buffon dan timnya  kini masih berada diperingkat pertama klasmene di Liga Serie A dan mereka juga masih melaju di babak semifinal Liga Champions yang dalam waktu dekat akan menghadapi AS Monaco untuk pertandingan Leg kedua.

Incoming search terms:

  • alasan pemain sepakbola tukar kostum setelah pertandingan

Maradona Ingin Latih Napoli Suatu Saat Nanti

Diego Maradona Napoli,, Diego Maradona, Napoli, Diego Maradona coaching Napoli, Diego Maradona coach, serie A

Diego Maradona, belum lama ini sempat mengutarakan keinginannya untuk dapat melatih tim yang sempat melejitkan namanya saat itu yaitu Napoli. Meskipun demikian, ia tak serta merta langsung mewujudkan impiannya dalam waktu dekat setidaknya setelah ia menyelesaikan masalah yang menyelimutinya.

Memang siapa yang tak kenal dengan legenda sepak bola asal Argentina di era 1980-1990 an itu. Selain memiliki segudang keahlian, Ia pernah mencatatkan namanya dua kali sebagai pemain dengan transfer termahal saat Ia pindah dari Boca Juniors menuju Barcelona pada tahun 1982 dan juga saat dari Barcelona menuju Napoli 1984. Ia juga pernah bermain untuk Sevilla walaupun biaya transfernya tak begitu tinggi.

Selain menjadi pemain, ia pernah menjadi pelatih di Textil Mandiyu, Racing Club, timnas Argentina dan juga klub dari Arab, Al Wasl. Namun hingga setengah dekade ini, Ia belum melatih tim mana pun.

Ia pun sempat ditanya dalam suatu acara di Italia yaitu Amici yang dipandu oleh presenter terkenal Italia, Maria De Filippi, tentang keinginannya untuk melatih Napoli suatu saat nanti. Ia pun mengatakan, “Apakah saya akan melatih Napoli? Jika memang banyak menginginkannya, maka, ya saya akan melatih. ”

Namun Ia pun menyadari, bahwa  harus menyelesaikan masalah hukum yang dialaminya di Italia dan mengatakan,  “Namun yang pertama kali dilakukan adalah, saya harus menyelesaikan kasus yang saya hadapi di Italia. Setelah itu saya bisa bekerja untuk Napoli di Italia dan juga di dunia,”

Masalah yang dimaksud adalah dugaan dirinya uang terlibat dengan kasus penggelapan pajak saat ia masih bermain di Italia. Ia pun tercatat pada tahun 2013 lalu menggelapkan pajak sebesar 39 juta Euro dan hingga kini belum terselesaikan.

Ia mengatakan, “Kami harus melakukan segala hal dengan baik karena saya menginginkan sebuah tim penenang, sebuah tim yang mampu untuk bermain pada level yang sama dengan Juventus, Inter Milan, AC Milan dan AS Roma,”.

Sang legenda pun sempat menjawab saat ditanya tentang kecanduan dengan kokain yang pernah dialaminya beberapa waktu lalu. Ia pun menjelaskan, “Sekarang saya tidak lagi menggunakan obat-obatan tersebut dan saya menikmati bermain sepak bola dengan anak-anak saya”

Saat ini Napoli masih diasuh oleh Maurizio Sarri sejak 2015 lalu dan semenjak kepemimpinannya, Ia mampu membawa Napoli ke tiga besar klasemen di Serie A hingga kini. Hanya saja belum lama ini terdengar kabar bahwa dirinya sedang dirayu untuk melatih rivalnya yaitu Inter Milan dengan gaji yang lebih menggiurkan.