Tag Archives: Real Madrid

Madrid Tak Perlu Belanja Besar Di Musim Panas Ini

Real Madrid

Real Madrid disebut sudah mempunyai kualitas yang mumpuni. Oleh karena itu, Nacho Fernandez mengatakan jika El Real tidak perlu belanja besar-besaran hanya memerlukan sedikit perbaikan di beberapa sektor agar bisa kembali tampil kompetitif di kompetisi musim depan.

Di musim 2016/2017, Real Madrid meraih kesuksesan besar. Tim raksasa ibukota Spanyol ini berhasil memenangkan dua gelar dengan menggapai gelar juara Liga Champions dan Liga Spanyol, yang pertama kalinya sejak 59 tahun terakhir.

Kedalaman squad El Real menjadi salah satu faktor yang paling utama dalam kesuksesan bersama Zinedine Zidane dalam dua musim secara berturut-turut. Seperti diketahui, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawannya juga menjadi pemenang Liga Champions musim lalu.

Soal kedalam squad yang dimiliki oleh Real Madrid, salah satu pemainnya, Nacho Fernandez, menilai bahwa mereka tidak perlu melakukan belanja pemain besar-besaran di bursa transfer musim panas ini. Yang harus dilakukan hanyalah melakukan sedikit perbaikan.

“Kapten kami, Sergio Ramos sudah mengeluarkan pernyataan dan mengatakan pada suatu waktu bahwa kami tidak butuh melakukan belanja besar-besaran. Hanya perlu beberapa perubahan kecil. Saya setuju dengan apa yang dikatakan kapten,” kata Nacho Fernandez seperti dilansir oleh Soccerway.

“Saat semua hal berjalan bagus dan Anda bisa menciptakan suasana yang kompak di dalam tim, itu sangat penting. Kami bukan orang yang berurusan untuk mendatangkan dan menjual pemain. Tapi, jika kemudian Anda bertanya pada saya sebagai seorang pemain di tim ini, saya akan bilang bahwa kami cuma butuh sedikit perbaikan,” tambah pemain nomor punggung enam di Madrid itu.

Madrid sudah dipastikan ditinggal pergi oleh salah satu pemain di barisan pertahanan. Mereka melepas Pepe. Pepe sendiri hengkang dari Real Madrid dengan cara yang kurang baik. Namun mereka sudah berhasil menemukan sosok pengganti yang tepat untuk bek asal Portugal ini, dia adalah Jesus Vallejo.

Debut Indah Asensio Bersama Real Madrid

Marco Asensio

Marco Asensio menjalani musim debut yang sangat gemilang bersama Real Madrid. Asensio merupakan salah satu elemen penting bagi Real Madrid dalam memenangkan La Liga dan Liga Champions musim ini.

Asensio memperkuat Real Madrid usai didatangkan dari Real Mallorca pada musim panas 2014. Setelah itu dia langsung menjalani masa peminjaman di Espanyol selama satu musim beru kemudian pulang ke Real Madrid pada musim panas 2016. Tampil impresif bersama Espanyol membuat Asensio dipanggil ke tim nasional Spanyol.

Melihat progres sang semain, Zinedine Zidane memutuskan memulangkannya dan lansung memasukannya ke tim utama dan dia berhasil unjuk kebolehan, terutama memasuki pengujung musim ketika pelatih harus melakukan rotasi yang membawa dampak positif di La Liga dan Eropa.

Di bawah kepemimpinan Zidane, Asensio tampil sangat cemerlang. Asensio menandai debut kompetitif pertamanya di El Real dengan mencetak gol ke gawang Sevilla, yang mengantarkan timnya meraih kemenangan 3 – 2 di babak tambahan waktu untuk merebut Piala Super Eropa.

Setelah itu, Asensio kembali mencetak gol di laga pertamanya bermain di La Liga bersama Los Galacticos. Asensio mencetak gol kedua Real yang mengantarkan tim menang telak 3 – 0 atas Real Sociedad.

Penampilan perdanan Asensio di Copa del Rey juga ditandai dengan gol. Dua gol disarangkan winger berusia 21 tahun itu ke gawang Leonesa dalam kemenangan Madrid 7 – 1, bulan Oktober silam.

Satu gol kembali dicetak oleh Marco Asensio dalam laga terakhirnya di musim ini. Asensio sukses membobol jala Juventus yang menyempurnakan kemenangan Real Madrid 4 – 1 di final Liga Champions, Minggu (4 Juni 2017) dinihari WIB.

“Hari ini adalah hari yang bersejarah untuk Real Madrid dengan menyandingkan gelar La Liga dan Liga Champions, pertama kalinya sejak 59 tahun. Aku sangat senang atas gol yang kubuat, dan sekarang waktunya menikmatinya,” ucap Asensio seperti yang dilansir dari situs resmi Real Madrid.

Sepanjang musim ini, Asensio sudah mencetak 10 gol serta 4 assist dalam 38 penampilannya di seluruh ajang kompetitif. Potensi yang dimiliki oleh Asensio bisa jadi keuntungan tersendiri untuk El Real di masa depan seiring menuanya penyerang-penyerang senior seperti Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo.

Juventus Melemah Karena Gol Casemiro

Casemiro

Tampil dominan di sepanjang babak pertama kala berhadapan dengan Real Madrid, performa Juventus merosot drastis setelah turun minum yang akhirnya berujung dengan kekalahan. Massimiliano Allegri mengaku jika timnya kurang pengalaman di laga-laga seperti ini.

Juventus dipaksa mengakui keunggulan Real Madrid di final Liga Champions. Dalam pertandingan yang diselenggarakan di Millennium Stadium, Cardiff, Wales pada hari Minggu (4 Juni 2017) dinihari WIB, Il Bianconeri kalah dengan skor cukup telak, 1 – 4.

Sepanjang babak pertama, Juventus masih bisa meredam serangan-serangan dari Real Madrid namun juga tetap tampil agresif. Sempat kebobolan lebih dulu melalui gol yang dibuat oleh Cristiano Ronaldo, Juventus berhasil membalas melalui gol indah Mario Mandzukic.

Setelah imbang 1 – 1 di babak pertama, permainan Juventus mengendur yang berujung gol Casemiro di menit ke-61. Hanya berselang tiga menit, gawang yang dikawal oleh Gianluigi Buffon kembali kebobolan. Ronaldo lagi-lagi yang jadi pencetak gol untuk memperbesar keunggulan Madrid. Kemenangan Madrid kemudian dimantapkan oleh Marco Asensio yang mencetak gol di menit ke-90.

Allegri mengakui jika Juventus memang kurang berpengalaman dalam laga-laga seperti ini, dan juga tidak mampu menjaga level permainannya di sepanjang paruh kedua. Selain itu, gol Casemiro juga dinilai oleh Allegri sudah membuat mental anak-anak asuhnya menurun.

“Permainan kami menurun dratis sepanjang babak kedua. Kami kebobolan dan bukannya berjuang dengan sekuat tenaga untuk bertahan, kami justru dipaksa menyerah. Itulah sektor yang harus kami benahi untuk menghadapi musim depan,” ungkap Massimiliano Allegri seperti dilansir situs resmi Juventus.

“Gol kedua Real Madrid benar-benar memukul telak mental kami, tapi mereka juga memang kuat di babak kedua. Mereka tidak bisa keluar di babak pertama tapi mereka meningkatkan tempo setelah jeda, menunjukkan kelasnya, dan membuktikan mereka pantas menang.”

“Kami tidak bisa menjaga level permainan kami dengan baik di sepanjang babak kedua, seharusnya kami bisa lebih menjaga permainan di babak pertama, terlepas dari fakta bahwa kami layak meraih kemenangan,” tutup Massimiliano Allegri.

Cristiano Ronaldo Tetap Bersemangat Layaknya Pemain Muda

ronaldo

 

Pemain top Real Madrid, Cristiano Ronaldo, punya skedul yang kepepet antara partai final Liga Champions dengan pertandingan internasional timnas Portugal. Walaupun begitu, CR7 tetap saja berantusias seperti pemain muda.

Ronaldo menginjak usia yang tak muda lagi untuk ukuran pesepakbola profesional. Tepatnya di 5 Februari kemarin, ia sudah memasuki usia 32 tahun.

Walaupun begitu, usia justru tak jadi masalah untuk performa impresif Ronaldo bersama Madrid. Malah, dalam partai krusial layaknya final Liga Champions yang berlangsung di Millennium Stadium, Minggu (4/6/2017) subuh tadi. Pesepakbola 32 tahun itu mampu menciptakan 2 gol dalam laga yang dituntaskan dengan kemenangan 4-1 untuk Madrid.

Di sisi lain, Ronaldo juga mengukir sejumlah rekor baru lewat pertandingan krusial itu. Ia jadi pencetak gol terbanyak dengan total 12 gol. CR7 pun membukukan total 600 gol di sepanjang kariernay sebagai pemain sedari 2002.

Sumbangsi Ronaldo itu telah membantu Madrid dalam mengukir rekror baru dalam Liga Champions. Los Blancos berhasil menggapai La Doudecima maupun 12 gelar Liga Champions. Tak hanya itu, mereka juga jadi tim perdana yang mampu menjaga titel juara dalam format baru di Liga Champions.

Akan tetapi, Ronaldo tidak bisa merayakan kesuseksan itu terlalu lama. Pasalnya, ia masih memiliki pekerjaan lainnya dengan timnas Portugal yakni melakoni laga kontra Latvia di Kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Saya punya 2-3 hari buat beristirahat dan usai itu mesti melakoni laga kualifikasi bersama Portugal serta Piala Konfederasi,” ucap Ronaldo seperti yang dilansir dari salah satu media

“Ini musim yang panjang namun saya bersemangat. Saya senang dan umur hanya mengenai angka. Saya masih merasa layaknya pemain muda kok,” katanya.

Portugal sendiri kini masih menempati peringkat 2 klasemen Grup B Zona Eropa. Mereka tertinggal 3 poin dari Swiss yang menempati peringkat 1 klasemen.

Kirimkan Tiket Final Liga Champions, Ramos Ingin Mengolok Pique Lagi?

paulo dybala, lionel messi

 

Pemain Real Madrid, Sergio Ramos, sering sekali mengolok Gerard Pique yang jadi rivalnya di Barcelona. Usai mengejek Pique di kesuksesan timnya menjuarai La Liga, sekarang Ramos mengganggu koleganya lagi.

Seperti yang diketahui, Ramos nantinya bakal melakoni laga krusial di partai final Liga Champions yang mempertemukan Madrid vs Juventus di Stadion Milennium, Cardiff, Minggu (4/6/2017) nanti. Partai krusial ini menjadi kans Los Blancos untuk membukukan titel Liga Champions ke-12, dan berpotensi melahirkan rekor juara 2 kali secara beruntun dalam format kompetisi yang baru.

Dalam pertandingan nanti, Ramos rupanya sudah mengirimkan sejumlah undangan tersendiri untuk teman-temannya agar bisa menyaksikan langsung di stadion Cardiff. Namun ada yang hal menarik dibalik semua itu, sebab Ramos juga mengundang Pique yang merupakan pesaingnya di Barcelona.

“Nyaris 20 orang. Saya juga mengirimkan undangan untuk Pique. Akan tetapi, ia tak memberikan respon,” ujar Ramos seperti yang dilansir dari salah satu media.

Kedua pesepakbola ini, yang mengaku tak memiliki persoalan pribadi disaat bermain bareng di timnas Spanyol, memang sering mengejek satu sama lain terkait klub masing-masing yang mereka bela saat ini.

Bahkan, Pique sempat mengolok-olok Madrid ketika mereka terdiskualifikasi dari kompetisi Copa del Rey lantaran memainkan pemain yang sedang dilarang bermain, maupun menyindir El Real terkait kemenangannya atas Bayern Munich dalam Liga Champions 2016/2017.

Di sisi lain, Ramos pun sempat mengolok-olok Barca saat berhasil menang dramatis kontra Paris Saint-Germain dalam Liga Champions musim ini, lantaran dianggap cenderung dibela oleh wasit. Tak hanya itu, Ramos bahkan sempat ikut mengumandangkan chant olokan dalam perayaan titel juara Liga Spanyol yang berlangsung di Plaza de Cibeles di akhir minggu lalu.

Madrid VS Juventus, El Real Takkan Mengubah Gaya Bermainnya

 

Real Madrid masih punya laga krusial lainnya dalam partai final Liga Champions kontra Juventus. Menghadapi lawan yang cukup tangguh, Los Blancos takkan mengubah gaya bermain.

Perduelan yang mempertemukan Madrid vs Juve bakal digelar di Cardiff Stadium, Minggu (4/6/2017) mendatang. Laga ini bisa dibilang akan menjadi pertarungan antaran tim dengan defensif terbaik kontra tim dengan barisan depan terkuat di Liga Champions 2016/2018.

Sejauh ini, Juventus baru pernah kecolongan total 3 gol di Liga Champions musim ini, dan juga menyandang status sebagai satu-satunya klub yang tak terkalahkan. Sedangkan Los Blancos merupakan tim dengan torehan gol superior yakni sebanyak 32 gol.

Alhasil, Zinedine Zidane selaku manajer Real Madrid pun mewaspadai ketangguhan Juve di Liga Champions musim ini. Namun, Madrid bersikeras takkan mengubah cara bermainnya demi meraih titel juara.

“Motivasinya berasal dari kenyataan kalau kami akan melakoni partai final Liga Champions musim ini,” ujar Zidane, yang dilansir dari salah satu media.

“Perduelan ini bakal jadi partai final yang sulit dan kami mesti beursaha keras serta berupaya untuk memperoleh tambahan energi itu agar dapat memperlihatkan penampilan yang oke. Saya kira kami akan siap.”

“Setiap partai final itu tidaklah sama. Ini laga final menghadapi tim yang berbeda, di stadion yang berbeda, serta dengan atmosfer yang berbeda pula. Kami sadar kalau ini bakal menjadi 90 menit, mungkin lebih, untuk berupaya jadi seorang pemenang dan itu adalah apa yang akan kami coba lakukan: mengerahkan semua kemampuan seperti biasanya.”

“Kami tak bakal mengubah permainan kami dan kita nantikan saja apa yang akan terjadi,” katanya mengakhiri.

Benzema Lagi-lagi Tak Dipanggil Timnas Prancis

Karim Benzema

Karim Benzema lagi-lagi tidak dipanggil untuk memperkuat Tim nasional Prancis. Kabarnya, hal ini dilakukan oleh manajer Les Blues, Didier Deschamps untuk menjaga timnya agar tetap harmonis.

Benzema tidak lagi mendapat kesempatan untuk memperkuat timnas Prancis dalam kurun waktu hampir dua tahun ini, setelah kasus pemerasan video seks yang melibatkan sesama pemain Prancis, Mathieu Valbuena.

Walaupun sudah berulangkali membantah terlibat dalam kasus tersebut, Benzema tetap saja tidak dipanggil oleh Deschamps. Hal itu membuat penyerang Real Madrid ini absen di Piala Eropa 2016 yang diselenggarakan di negaranya.

Nasib baik rupanya belum berpihak kepada Benzema karena namanya lagi-lagi tidak masuk dalam squad timnas Prancis yang dipersiapkan untuk laga persahabatan melawan kesebelasan Paraguay, Swedia, dan Inggris bulan depan.

Deschamps lebih memilih memainkan pemain-pemain muda seperti Alexandre Lacazette, Kylian Mbappe, dan Thomas Lemar. Bahkan Benzema sepertinya harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk memperkuat Prancis selama Didier Deschamps masih melatih.

Pasalnya Deschamps mengatakan jika pemain-pemain yang dia panggil hanyalah mereka yang bisa menciptakan situasi harmonis di dalam timnya. Dia tidak ingin di timnya terjadi perselisihan yang buntuntnya bisa merugikan semuanya.

“Tim nasional Prancis dibangun sebelum Piala Eropa, kemudian kami semakin solid selama kompetisi itu di mana kemi berhasil melaju sampai ke final. Tim ini pun masih masih lanjut di Kualifikasi Piala Dunia 2018,” kata  Didier Deschamps seperti yang dilansir dari Soccerway.

“Saya ingin menjaga tim saya agar tetap harmonis. Saya percaya dengan pemain yang menjawab melalui performa apik di atas lapangan. Saya juga percaya dengan pemain muda karena mereka punya potensi hebat.”

“Saya lah yang memutuskan semuanya, saya membuat keputusan untuk kepentingan semuanya. Untuk saya adalah, kepentingan tim selalu di atas segalanya.”

“Yang yang putuskan semuanya untuk kebaikan tim. Sebelum memutuskan dan membuat daftar pemain saya selalu berdiskusi dengan staf kepelatihan. Saya menerapkan itu dari dulu dan tidak akan mengubahnya,” tutupnya.

Chelsea Tak Inginkan Morata Lagi?

Alvaro Morata Real Madrid to Chelsea, Alvaro Morata Real Madrid, to Chelsea, Alvaro Morata, Real Madrid to Chelsea, Alvaro Morata to Chelsea, Real Madrid, Premier League, Liga inggris

Pemuncak klasemen sementara minggu ini di Premier League yaitu Chelsea sepertinya akan benar benar ingin melepaskan pemain striker andalannya yaitu Diego Costa, pasalnya mereka kini telah memilahimilah calon pengganti sang pemain yang memiliki posisi yang sama. Dikabarkan mereka telah memiliki beberapa pilihan yang dipercaya mampu menggantikan peran Costa yang selama ini mampu menopang lini depan Chelsea beberapa tahun kebelakang.

Disinyalir ada tiga kandidat utama yang akan akan menjadi mesin gol Chelsea dimusim berikutnya dan dua diantaranya dari Liga Inggris dan satu lagi dari Liga Spanyol. Mereka adalah Romelu Lukaku dari Everton, Alexis Sanchez dari Arsenal dan terakhir Alvaro Morata dari Real Madrid. Ketiga pemain ini memang rajin juga mencetak gol hanya saja diantara ketiganya, Morata paling sedikit menyumbangkan angka, namun bukan karena ia tak piawai di depan gawang melainkan ia jarang diturunkan oleh pelatihnya. Ia hanya jarang diturunkan karena kalah bersinar dengan ketiga pemain lini serang Madrid dimana ada Cristiano Ronaldo, Gareth Bale dan Karin Benzema.

Namun entah mengapa terdengar kabar yang salah satunya diungkap oleh media Telegraph bahwa Morata yang notabene-nya pernah dibidik oleh pelatih Chelsea (Antonio Conte) pada musim ini dan sempat masuk menjadi kandidat pemainnya dimusim depan belakangan, tak lagi diinginkan oleh mereka. Padahal sempat dikabarkan bahwa Madrid sempat bersedia menukar tambah Alvaro dengan dua pemain Chelsea yaitu Thibaut Courtois dan Eden Hazard.

Kini Conte sepertinya lebih memilih untuk konsentrasi membidik dua pemain lainnya yaitu Lukaku dan Sanchez. Padahal sepertinya harga yang akan ditawarkan oleh pemilik mereka lebih tinggi dibanding harga jual Morata. Namun sepertinya hal itu tak masalah mengingat Chelsea akan mampu kembali ke Liga Champions musim depan

Sempat disebutkan bahwa Morata pun sebenarnya ingin meninggalkan Madrid di musim panas mendatang dan selain Chelsea, Ia juga dikabarkan telah diincar oleh Mancehstert United.  Dan sepertinya dengan kondisi seperti ini, ia harus banting stir untuk merubah haluan karirnya menuju old Trafford pada musim depan sebagai satu satunya pilihan.

 

 

Incoming search terms:

  • alvaro morata at Chelsea
  • alvaro morata Chelsea pics
  • alvaro morata pindah ke chelsea
  • alvaro morata telah resmi menjadi pemain mu
  • CHELSEA ALVARO MORATA
  • morata alvaro chelsea
  • morata chelsea
  • morata chelsea fc
  • morata chelsea picture