Tag Archives: Premier League

Sudah Cetak 100 Gol, Sturridge Ingin Cetak 100 Gol Lagi

Daniel Sturridge

Sebuah torehan spesial diciptkan oleh Daniel Sturridge saat mengantarkan Liverpool menggilas Huddersfield Town 3 – 0 akhir pekan lalu. Sturridge menyebut jika dia masih belum puas dengan hal itu.

Penyerang Liverpool tersebut membuka kebuntuan dengan mencetak gol pertama dalam pertandingan di Anfield Stadium, Sabtu (28 Oktober 2017) malam WIB. Roberto Firmino menggandakan keunggulan tim tuan rumah sebelum Georginio Wijnaldum menyempurnakan kemenangan The Reds.

“Huddersfield Town menyulitkan kami dan skor 0 – 0 di babak pertama itu bisa menjadi salah satu hari di mana banyak hal tidak sesuai dengan harapan kami. Anda merasakan tekanan dari suporter, dan beberapa hal lainnya,” jelas Daniel Sturridge dalam situs resmi Liverpool.

“Namun kami sudah menunjukkan kerja keras kami, kami memperlihatkan karakter kami, kami tampil dan memainkan pertandingan terbaik kami dan kami bermain seperti yang biasa kami lakukan.”

Kebahagiaan lain yang dia rasakan selain kemenangan Liverpool, Sturridge pantas merayakan sebuah pencapaian untuk dirinya sendiri. Penyerang tim nasional Inggris ini sudah berhasil mencetak 100 gol di level klub dalam 270 kali penampilan.

Masing-masing 62 gol dibuat Sturridge bersama Liverpool; 24 gol bersama Chelsea; delapan gol bersama Bolton Wanderers, dan enam gol ketika memperkuat Manchester City. Torehan spesialnya ini membuat Daniel Sturridge merasa semakin termotivasi.

“Aku tidak memikirkan hal-hal semacam ini, aku bahkan tidak ingat berapa gol yang sudah aku ciptakan. Aku bersyukur kepada Tuhan atas berkatnya dan atas izinnya aku mencapai gol sampai sebanyak ini,” jelas Daniel Sturridge.

“Mudah-mudahan aku bisa lebih banyak lagi mencetak gol dan mudah-mudahan aku bisa mencetak 100 gol lagi sebelum aku pensiun suatu saat nanti,” kata Daniel Sturridge sembari mengakhiri pembicaraan.

Jadi Pahlawan Chelsea, Batshuayi Layak Dapat Tempat Di Tim Utama

Michy Batshuayi

Michy Bathsuayi dikenal sebagai pemain pengganti nomor satu di Chelsea. Ada statistik yang menunjukkan dia juga striker tajam yang sebenarnya lebih pantas masuk di squad inti ketimbang hanya menjadi cadangan.

Batshuayi mencetak dua gol akhir pekan lalu, yang membantu Chelsea mengalahkan Watford dengan skor 4 – 2 di Stamford Bridge, Sabtu (21 Oktober 2017). Dua gol striker berkebangsaan Belgia itu membantu The Blues membalikkan keadaan dan menang.

Itu bukan pertama kalinya Batshuayi dimainkan dari bangku cadangan dan tampil sebagai bintang. Di ajang Liga Champions, golnya di injury time mengantarkan The Blues menang 2 – 1 atas Atletico Madrid.

Batshuayi, yang sudah mencetak tujuh gol di ajang Premier League musim ini, rupanya menyimpan statistik yang cukup mengesankan. Pemain berusia 24 tahun tersebut punya rasio menit per gol terbaik dibanding beberapa striker Premier League lainnya.

Dalam data yang dilansir dari situs resmi Premier League beberapa waktu lalu, Michy Bathsuayi rata-rata mencetak gol setiap 60,6 menit. Jumlah tersebut merupakan yang terbaik di Premier League saat ini.

Penyerang Manchester City, Gabriel Jesus, yang sudah mencetak 13 gol, rata-rata melakukannya setiap 88,8 menit. Sementara Alvaro Morata, rekan satu tim Michy Bathsuayi di Chelsea, rata-rata menjebol gawang lawan tiap 92,2 menit.

Mengenai rasio gol per menit ini, Batshuayi juga lebih baik ketimbang Sergio Aguero (Manchester City-108,1 menit) dan Harry Kane (Tottenham Hotspur-115,2 menit). Catatan Batshuayi juga lebih baik daripada striker lawas seperti Thierry Henry (Arsenal-121,8 menit), Ruud van Nistelrooy (Manchester United-128,2 menit) serta Luis Suarez (Liverpool-138,8 menit).

Catatan di atas membuat Michy Bathsuayi tidak hanya pantas disematkan status pemain pengganti super (supersub) berkat enam dari tujuh gol yang dia buat saat jadi pemain cadangan. Ia pun kini pantas disebut striker mematikan di Premier League.

Gilas Stoke City 7 – 2, Manchester City Mantap Puncaki Klasemen

Manchester City

Pesta gol terjadi dalam laga Manchester City kontra Stoke City di lanjutan Premier League. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan telak 7 – 2 untuk Manchester City.

Dalam pertandingan di Etihad Stadium, Sabtu (14 Oktober 2017) malam WIB, Manchester City tampil begitu dominan sejak awal sudah unggul 3 – 1 di babak pertama. Gol pertama diciptakan oleh Gabriel Jesus yang berhasil memaksimalkan umpan dari Kyle Walker.

Gol kedua tim tuan rumah terjadi berkat kerja sama yang apik antara Kevin De Bruyne, Leroy Sane, dan Raheem Sterling, sementara gol ketiga City dibuat oleh David Silva di menit ke-27. Stoke City mencetak satu gol di babak pertama melalui Mame Biram Diouf.

Memasuki babak kedua, keunggulan tim tuan rumah sempat terpangkas setelah Kyle Walker mencetak gol bunuh diri di menit ke 47. Namun gol bunuh diri tersebut langsung ditanggapi oleh anak-anak asuh Josep Guardiola dengan menciptakan empat gol tambahan.

Gabriel Jesus sekali lagi mencatatkan namanya di papan skor. Gol-gol The Citizens lainnya disumbangkan oleh Fernandinho, Leroy Sane, dan Bernardo Silva. Gol Fernandinho dan Leroy Sane sendiri terjadi dengan sangat cepat, hanya dalam tempo dua menit saja.

Dengan kemenangan ini, Manchester City semakin mengukuhkan diri puncak klasemen sementara Premier League dengan perolehan 22 poin dari delapan pertandingan. The Citizens unggul dua angka dari Manchester United yang beberapa saat lalu ditahan imbang 0 – 0 oleh Liverpool.

Susunan Pemain
Manchester City: Ederson Moraes;  KyleWalker, John Stones, Nicholas Otamendi, Delph; Kevin De Bruyne (Ilkay Guendogan 69′), Fernandinho (Yaya Toure 73′), David Silva; Rahem Sterling, Gabriel Jesus (Bernardo Silva 63′), Leroy Sane
Stoke City: Butland; Edwards (Ramadan Sobhi 53′), Zouma, Wimmer (Martins Indi 46′), Pieters; Cameron, Fletcher; Diouf, Shaqiri, Choupo-Moting; Jese (Afellay 46′)

Jika Barca Gabung Premier League, Arsenal Akan Semakin Susah Juara

Arsene Wenger

Manajer Arsenal, Arsene Wenger memberikan komentarnya mengenai kemungkinan Barcelona pindah ke kompetisi Eropa lain seperti ke Premier League. Menurut Wenger, ada klub Eropa lain yang lebih memungkinkan pindah ke Premier League.

Barcelona terancam dikeluarkan dari La Liga, kompetisi sepakbola kasta teratas Spanyol. Itu terkait desakan Catalunya, basis Barcelona, untuk memisahkan diri dari Spanyol. Andai Catalunya merdeka dan Barca harus benar-benar keluar dari La Liga, Menteri Olahraga Catalunya Gerard Figueras menyebut Barca bisa bermain di Italia, Prancis, atau Premier League.

Pernyataan Figueras itupun ditanggapi oleh Wenger. Sembari bercanda, Wenger mengatakan bahwa Arsenal akan semakin susah juara kalau Barca benar-benar gabung Premier League. Padahal The Gunners sendiri terakhir juara pada 2004 lalu. Akan tetapi, pada dasarnya Wenger yakin Barca tidak akan sampai pindah kompetisi.

“Jika Barcelona benar-benar pindah ke Premier League, itu akan membuat kami lebih sulit untuk memenangkan titel! Saya akan berusaha belajar bahasa Catalunya!” seru Arsenal Arsene seperti yang dilansir dari harian Soccerway.

“Tapi, saya rasa Barcelona tidak akan bertindak sampai sejauh itu. Ini adalah sebuah situasi yang menarik karena ini adalah sebuah perkembangan yang akan punya pengaruh pada sisi olahraga. Barcelona adalah klub yang sangat politis dan menarik untuk melihat bagaimana mereka meresponsnya.” tambahnya.

Di sempat ada wacana soal bergabungnya dua klub asal Skotlandia, Celtic Glasgow dan Rangers F.C., dengan Premier League. Manajer berusia 67 tahun itu pun justru lebih menerima apabila ada klub yang bergabung dari Skotlandia ketimbang dari Spanyol.

“Tapi, saat ini Premier League punya klub yang cukup di sini, 20 klub, dan mereka ingin menambahnya hingga 24. Sebelumnya kita harus menyambut klub-klub Skotlandia sebelum kita menyambut kedatanga klub-klub Spanyol” tutur Arsene Wenger.

Duel Chelsea Vs Manchester City Panaskan Premier League Pekan Ini

Manchester City vs Chelsea - Premier League

Premier League pekan ketujuh akan dipanaskan oleh duel antara dua tim raksasa Inggris: Chelsea dan Manchester City. Duel ini berpeluang memberikan perubahan di tangga klasemen, terutama di puncak klasemen.

Chelsea dan Manchester City akan beradu kekuatan di Stamford Bridge, Sabtu (30 September 2017) malam WIB. Sebagai dua tim yang masuk sebagai kandidat juara, pertandingan ini diperkirakan akan berjalan dengan sangat panas dan sengit.

Manchester City membawa beberapa misi ke Stamford Bridge. Tim asuhan Josep Guardiola itu bakal berupaya melanjutkan start tidak terkalahkan sejauh ini dan mempertahankan posisi teratas. The Citizens saat ini mengumpulkan 16 poin, hanya unggul selisih gol dari Manchester United di posisi dua.

Selain itu Manchester City membawa misi balas dendam setelah musim lalu dikalahkan Chelsea baik kandang maupun tandang. Mengalahkan juara bertahan bisa jadi sinyal ancaman dari City kepada para rival lainnya, bahwa mereka calon terkuat untuk merebut gelar.

Sementara Chelsea tentunya tidak akan mau dipermalukan di kandang sendiri. Tiga poin akan sangat penting untuk menjaga jarak dengan posisi teratas. The Blues saat ini ada di peringkat tiga dengan perolehan 13 angka alias tiga poin dari Manchester City dan Manchester United di urutan teratas.

Terlepas dari kekalahan di pekan perdana, perjalanan Chelsea bisa dibilang cukup bagus menuju laga ini dengan lima pertandingan berturut-turut tanpa kekalahan. Selain itu kemenangan atas tim raksasa La Liga, Atletico Madrid, di ajang Liga Champions pada tengah pekan ini juga bisa menyuntukkan kepercayaan diri.

Pada lain kesempatan, Mancehster United adalah tim yang paling diuntungkan dengan pertemuan Chelsea dan Manchester City akhir pekan ini.

The Red Devils yang akan menjamu tim juru kunci, Crystal Palace, punya kesempatan untuk memimpin klasemen sendirian andai Manchester City terganjal oleh Chelsea. Kalaupun Chelsea yang kalah, setidaknya berkurang tekanan dari tim-tim pengejar untuk MU.

MU Samai Pencapaian Mereka Di 6 Tahun Silam

Manchester United

Manchester United belum terkalahkan sampai pekan ke-enam Premier League 2017/2018. Prestasi ini membuat MU menyamai rekor mereka di di musim 2011/2012.

MU saat ini duduk di peringkat kedua klasemen sementara Premier League dengan perolehan 16 poin. Mereka sudah mencetak 17 gol dan hanya kebobola sebanyak dua kali saat ditahan imbang Stoke City 2 – 2 pada pekan ke-empat.

Perolehan poin dari The Red Devils sendiri sebenarnya sama dengan Manchester City, namun anak-anak asuh Jose Mourinho ini kalah dalam urusan selisih gol. The Citizens saat ini sudah mengemas 22 gol dengan dua kali kebobolan.

Pencapaian United musim ini ternyata sama dengan yang mereka raih musim 2011/2012. Kala itu mereka mengoleksi 16 poin dengan lima kemenangan dan satu kali imbang. Stoke juga jadi satu-satunya tim yang ketika itu bisa mengimbangi The Red Devils dengan skor 1 – 1, yang terjadi di pekan keenam.

Manchester United juga dalam situasi saling kejar-kejaran dengan Manchester City pada enam musim lalu. Tapi, mereka bisa berada di puncak klasemen lantaran unggul selisih gol dengan memasukan 22 kali dan kebobolan lima kali. Sementara The Citizens hanya mengemas 19 gol dengan kemasukan lima kali.

Kekalahan pertama MU di musim 2011/2012 baru terjadi pada pekan kesembilan. Kala itu tim yang masih ditangani oleh Sir Alex Ferguson tersebut dikalahkan oleh Manchester City 1 – 6 di stadion Old Trafford.

Pada akhir musim MU gagal keluar sebagai juara dengan menempati posisi runner-up. Secara dramatis The Red Devils kalah selisih gol dengan The Citizens, yang kala itu menjadi juara walaupun sama-sama mengoleksi 89 poin.

Nah, pada musim ini tren tidak terkalahkan Manchester United besutan Jose Mourinho bisa saja berakhir di pekan kedelapan. Mereka harus berhadapan dengan Liverpool di Anfield pada Sabtu (14 September 2017) malam WIB.

Kondisi kebugaran pemain dalam pertandingan itu bisa sangat mempengaruhi MU. Pertandingan tersebut dilakukan setelah jeda internasional. Seperti halnya The Red Devils ditahan imbang oleh Stoke City usai jeda internasional September ini.

MU Dan City Jadi Kandidat Kuat Juara Premier League Musim Ini

Manchester United

Setelah lima musim, Manchester United akhirnya kembali menjadi salah satu klub yang jadi favorit dalam perburuan gelar juara Premier League. Walaupun musim kompetisi baru berjalan lima pekan, setidaknya sudah ada indikasi yang mengarah ke sana.

Indikasi yang dimaksud adalah bagaimana sekarang, puncak klasemen Premier League sama-sama dikuasai oleh Manchester City dan Manchester United. Perolehan poin mereka sama, jumlah gol yang dicetak sama, hanya berbeda di jumlah gol tandang, pun demikian dengan jumlah gol yang bersarang di gawang mereka. Singkatnya, duo Manchester ini betul-betul sama-sama kuat.

Akan tetapi, menurut gelandang Manchester United, Ander Herrera, yang lebih jadi favorit untuk meraih gelar juara liga justru bukan timnya, melainkan Manchester City. Menurut pemain asal Spanyol itu, banyaknya uang yang telah dihamburkan The Citizens jadi alasan kuat mengapa Manchester Biru lebih diunggulkan.

Manchester City sendiri memang menjadi tim Premier League yang paling boros di bursa transfer musim panas lalu. Dengan dana sebesar 226 juta poundsterling, mereka merekrut pemain-pemain top dunia macam Danilo, Kyle Walker, Benjamin Mendy, Bernardo Silva, dan Ederson.

Alasan utama di balik aktivitas tersebut adalah karena pemain-pemain City musim lalu, khususnya yang berposisi sebagai bek sayap, dianggap tidak bisa bermain seperti keinginan Josep Guardiola. Hal itu terbukti dengan nihilnya gelar yang mampu direngkuh oleh City.

Menurut Herrera, kegagalan Manchester City dan Guardiola untuk merengkuh titel itulah yang akan menjadi motivasi utama bagi The Citizens untuk tampil lebih baik musim ini.

“Mereka akan berpikir bahwa harus mereka harus bisa memenangkan gelar. Kami berhasil mendapat tiga gelar musim lalu, sehingga mereka merasa kewajiban mereka lebih besar. Tetapi, ketika Anda bermain untuk Manchester United, memenangi gelar menjadi sebuah ekspektasi sekaligus kewajiban, meski saya lebih suka menyebutnya sebagai kewajiban,” kata Ander Herrera.

Nah, untuk urusan meraih gelar bagi The Red Devils, selain merupakan sebuah kewajiban, Herrera juga memandangnya sebagai sebuah kebutuhan untuk mempertahankan David de Gea dari kejaran Real Madrid.

City Akan Kunjungi Girona Saat Musim Sudah Berjalan

Manchester City

Manchester City bakal menambah jangka waktu tour ‘pramusim’ mereka. Setelah bertanding lawan Brighton & Hove Albion di ajang Premier League, The Citizens akan langsung terbang ke Catalunya.

Manchester City akan membuka musim mereka dengan bertandang ke Brighton & Hove pada 12 Agustus 2017 mendatang. Sebelum itu, Sergio Aguero dan kawan-kawan masih akan menjalani laga ujicoba melawan West Ham United di Reykjavik, Jumat (4 Juli 2017).

Rupanya The Citizens merasa persiapan di pramusim mereka masih kurang. Sebab beberapa pemain absen dalam tur pramusim di Amerika Serikat dan manajer Josep Guardiola belum benar-benar memperoleh kesempatan untuk bekerja dengan squad penuh, terutama dengan Bernardo Silva.

Hanya beberapa jam setelah berhadapan dengan Brighton & Hove, squad The Citizens akan dibawa Guardiola ke kampungnya di Catalunya. The Citizens akan berada di sana selama empat hari dan melakukan laga ujicoba dengan tim debutan La Liga, Girona di Girona’s Estadi Montilivi pada 15 Agustus 2017 mendatang.

Menggelar latihan di luar negeri saat kompetisi berlangsung, menjadi sesuatu yang tidak lazim. Tapi Manchester City melakukan hal itu untuk menjaga hubungan baik dengan Girona. Hubungan baik itu salah satunya ditandai dengan peminjaman tiga pemain Manchester City dalam beberapa tahun terakhir ke Girona. Mereka adalah Pablo Maffeo, Angelino, dan Pablo Mari.

“Perjalanan ini adalah kesempatan bagus untuk Josep Guardiola bekerja bersama dengan seluruh pemainnya dalam sebuah pemusatan latihan yang intensif,” kata Direktur Sepakbola Manchester City, Txiki Begiristain dikutip Sky Sports.

“Kami sebelumnya punya sejumlah pemain yang pergi karena memperkuat tim nasional mereka dalam bursa transfer musim panas ini, yang artinya Pep belum punya kesempatan bekerja dengan waktu cukup lama bersama yang skuat utuh.”

“Saya percaya laga antara Manchester City melawan Girona bisa menjadi sebuah pertunjukkan yang sangat menarik, karena Girona menyelesaikan persiapan mereka untuk debutnya di La Liga,” ungkap Txiki Begiristain menambahkan.

Sam Allardyce Tinggalkan Crystal Palace Dan Langsung Pensiun

sam allardyce

Crystal Palace takkan dilatih lagi oleh Sam Allardyce untuk musim depan. Pasalnya, Big Sam memutuskan untuk tinggalkan kursi pelatih Palace dan langsung pensiun.

Allardyce memang baru melatih Palace sedari bulan Desember 2016 lalu guna menggantikan Alan Pardew. Eks pelatih timnas Inggris itu terikat kontrak yang berperiode selama 2 setengah tahun bersama The Eagles.

Bersama Allardyce, Palace bisa terselamatkan dari jurang degradasi. Klub itu menutup musim ini dengan finis di posisi 14 di klasemen Premier League 2016/2017. Tak hanya itu, Palace pun terbilang mengejutkan publik lantaran mampu menaklukkan sejumlah tim deretan atas seperti Arsenal, Chelsea, serta Liverpool.

Walaupun kinerjanya terbilang oke di Palace, sayangnya Sam Allardyce enggan melanjutkan profesinya lagi. Pasalnya, Big Sam memutuskan untuk tinggalkan Palace dan langsung pensiun sebagai pelatih.

“Untuk beberapa alasan, ini merupakan keputusan yang amat rumit, namun untuk hal-hal lainnya ini amat sederhana. Saya akan senantiasa berterima kasih terhadap Crystal Palace serta (petinggi klub) Steve Parish yang telah memperbolehkan saya untuk langsung pergi tanpa penyesalan lantaran telah menyelamatkan klub dari zona degradasi di Premier League,” ungkap Allardyce seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Selebihnya, mereka berikan saya kans untuk membenahi nama baik saya usai skandal yang terjadi di timnas Inggris. Saya merasa membutuhkan kans lain sebagai sosok pelatih di Premier League serta menunjukkan kalau saya masih berkualitas untuk menggapi pencapaian yang signifikan. Sama halnya yang saya ungkapkan di akhir minggu kemarin, Palace sudah berikan saya kans untuk melakukan rehabilitasi,” ujarnya.

“Ini merupakan momen yang tepat untuk saya, saya menyadari hal itu di dalam hati saya. Saya tak memiliki keinginan untuk bekerja di tempat lain. Saya hanya mau bisa menikmati segala sesuatu yang tidak dapat betul-betul Anda nikmati lantaran adanya tuntutan di 24 jam sehari serta 7 hari seminggu ketika melatih sebuah klub sepakbola, lebih lagi di Premier League,” ungkap Allardyce.

Selain pernah membesut Crystal Palace serta timnas Inggris, Sam Allardyce pun sempat melatih sejumlah klub seperti Blackpool, Notts County, Bolton Wanderers, Newcastle United, Blackburn Rovers, West Ham United, serta Sunderland.

Conte Berhasil Buat Pemain Keluarkan Potensi Terbaiknya

Antonio Conte

Musim pertama Antonio Conte sebagai pelatih Chelsea berjalan dengan sangat sukses. Atas kesuksesannya itu, Conte membawa pulang dua penghargaan yakni gelar LMA Manager of the Year dan Barclays Premier League Manager of Season.

Conte berhasil mengantarkan Chelsea menjadi juara Liga Inggris 2016/2017 usai terseok-seok di musim lalu. Padahal, squad The Blues tidak jauh berbeda dengan tim yang musim lalu finis di peringkat 10 klasemen. Manajer asal Italia itu dinilai bisa mendorong para pemain Chelsea untuk bisa menggali potensi terdalamnya.

Chelsea tidak melakukan belanja besar-besaran dan hanya melakukan beberapa pembelian seperti Michy Batshuayi, David Luiz dan N’Golo Kante di bursa transfer musim panas kemarin. Lalu pemain yang sering dipinjamkan seperti Victor Moses memperoleh kesempatan untuk unjuk kebolehan.

Keputusan Conte itu terbukti tepat hingga mampu mengantarkan tim raksasa London Barat ini menjadi juara dengan sejumlah rekor, salah satunya raihan 93 poin dalam satu musim.

Moses yang merasa kariernya menanjak sejak kedatangan Conte, memberikan komentarnya soal sang Italiano itu, yang disebut sudah sangat dicintai oleh pada pemain Chelsea.

“Kami punya manajer yang hebat dan tidak ragu memberi kesempatan kepada semua pemain. Dia memberi saya kesempatan dan saya tak melihat masa lalu saya. Ini adalah soal kerja keras, saya tak pernah bekerja begitu keras di sepanjang karier saya sebelumnya dan saya hanya ingin terus meningkatkan kemampuan pada posisi saya bermain,” kata Moses seperti yang dilansir dari situs resmi Chelsea.

“Antonio Conte membawa kami untuk naik level, dia mendorong kami untuk bisa sampai ke batas kemampuan kami. Setiap dan semua orang dari kami sangat menghormatinya. Kami sangat mencintai dia sebagai manajer kami.”

“Bahagia rasanya bisa dilatih oleh pelatih yang keyakinan pada semua pemain. Dia memberi kami kepercayaan diri tinggi dan kami semua menikmati sepakbola kami,” imbuhnya.

Antonio Conte dan Chelsea masih punya kesempatan untuk menambah gelar lagi di musim ini. Mereka akan menjalani laga final Piala FA melawan Arsenal. Laga itu akan diselenggarakan di stadion Wembley, Sabtu (27 Mei 2017) malam WIB.