Tag Archives: MU

Carrick: Pogba Bisa Jadi Kapten MU Di Masa Depan

Paul Pogba

Gelandang sekaligus kapten Manchester United, Michael Carrick menyebut Paul Pogba bisa menggantikannya sebagai kapten Manchester United. Carrick menilai Pogba punya kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi seorang kapten.

Jabatan kapten MU saat ini diberikan kepada Carrick. Gelandang berusia 35 tahun tersebut memperoleh kepercayaan untuk menjabat sebagai kapten setelah Wayne Rooney hengkang dari MU dan kembali ke Everton.

Namun, dengan kontrak Carrick yang hanya tersisa satu musim lalu, Jose Mourinho mungkin saja sudah bersiap untuk memilih kapten yang baru. Menurut Carrick, Pogba pantas dimasukkan dalam daftar pemain yang cocok jadi kandidat kapten MU.

“Paul Pogba jelas punya eksistensi, karakter, dan keyakinan untuk berhasil. Saya yakin manajer sedang merencanakan sesuatu jauh di belakang saya, agar seseorang bisa mengemban tanggung jawab itu, dan dia Paul Pogba mungkin ada di dalam kategori di mana Anda bilang ‘ya, dia bisa jadi kapten masa depan’,” ujar Michael Carrick seperti dilansir Mirror.

“Namun Anda memerlukan sekelompok pemain dan bukan hanya satu orang pemain saja, dan dia tentu ada dalam kelompok itu.”

Setelah dipulangkan dari Juventus dengan memecahkan rekor transfer dunia di musim panas tahun lalu, penampilan Paul Pogba di musim lalu dinilai masih belum memenuhi ekspekstasi. Namun Carrick yakin musim depan akan jadi musimnya Pogba.

“Paul jelas adalah orang yang percaya diri, jadi seiring berjalannya waktu, dia bisa menjadi pemain hebat untuk klub ini dan punya musim yang fantastis tahun ini,” lanjut Carrick.

“Dia sudah bisa menyesuaikan diri selama satu musim kemarin, saya tahu dia dulu masih anak-anak, tapi banyak yang sudah terjadi sejak saat itu dan dia sudah berhasil memainkan sepakbola yang berbeda.”

“Dia akan kembali dengan semua sorotan yang dia terima tahun lalu dan semua yang mengelilinginya, ini mungkin akan jadi salah satu tahun di mana Anda butuh waktu untuk menyatu dan berkembang. Saya rasa kita sudah melihat peningkatannya dan kita akan lihat lagi musim depan,” tutup Michael Carrick.

Blind: Ibrahimovic Adalah Orang Hebat!

Zlatan Ibrahimovic

Bek Manchester United, Daley Blind akan menyambut gembira jika Manchester United benar-benar merekrut Zlatan Ibrahimovic lagi. Menurut Blind, tidak ada keraguan sedikitpun jika Ibrahimovic masih ada di level tertinggi walaupun sudah tidak muda lagi.

Ibrahimovic, yang akan berusia 36 tahun pada bulan Oktober 2017 nanti, sekarang sedang menjalani pemulihan cedera di kompleks latihan MU di Carrington, Manchester. Mantan penyerang tim nasional Swedia itu mengalami cedera lutut parah pada bulan April lalu dan harus menjalani operasi.

Walaupun kontrak Ibrahimovic dengan MU telah berakhir dan belum diperpanjang, dia diizinkan untuk tetap tinggal. Selain membantu proses adaptasi striker baru Romelu Lukaku, Ibrahimovic juga membantu pemain-pemain muda seperti Marcus Rashford dan Jesse Lingard dalam mengasah penyelesaian akhir mereka.

Belakangan ini muncul rumor Zlatan Ibrahimovic akan kembali diberi kontrak oleh Manchester United setelah kondisinya fit. Manajer MU, Jose Mourinho tak menutup kemungkinan tersebut. Mourinho membuka peluang untuk merekrut mantan penyerang AC Milan dan Paris Saint-Germain ini kembali pada Desember mendatang

Jika Ibrahimovic benar-benar bergabung lagi bersama The Red Devils du bursa musim dingin mendatang, Daley Blind mengaku akan sangat senang. Dia juga yakin seluruh timnya akan menerima kehadiran Ibrahimovic dengan bahagia.

“Tentu saja. Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa Zlatan Ibrahimovic akan menjadi rekrutan besar lainnya untuk United dan musim lalu dia memberi dorongan besar untuk tim,” ucap Daley Blind seperti yang dilansir dari NBC Sports.

“Zlatan Ibrahimovic masih ada di level tertinggi, dan dia juga adalah orang hebat juga. Kehadirannya bersama membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik,” katanya.

Zlatan Ibrahimovic musim lalu tampil impresif dengan menyabet status top skorer MU setelah mencetak 28 gol dalam 46 pertandingan di seluruh ajang kompetitif.

Dikartu Merah Saat Lawan Salt Lake, Mourinho Bela Valencia

Antonio Valencia

Gelandang bertahan Manchester United, Antonio Valencia menerima ‘hadiah’ merah dalam kemenangan Manchester United atas Real Salt Lake 2 – 1. Manajer MU, Jose Mourinho tidak setuju dengan hukuman yang diterima oleh anak asuhnya itu.

Memainkan laga pramusim di Stadion Rio Tinto, Selasa (18 Juli 2017), MU bangkit dari ketinggalan satu gol yang dicetak Luis Silva di menit 23. Enam menit berselang, Henrikh Mkhitaryan mencetak gol yang membuat skor menjadi berimbang 1 – 1, kemudian pemain anyar Romelu Lukaku memastikan kemenangan The Red Devils dengan golnya di menit 38.

Valencia, yang menggantikan Timothy Fosu-Mensah saat jeda babak pertama, hanya tampil di atas lapangan selama 20 menit. Pemain tim nasional Ekuador tersebut diusir dari permainan setelah melakukan tekel keras kepada pemain lawan, Sebastian Saucedo dari belakang.

Setelah insiden tersebut, Valencia sempat di lapangan selama dua menit sementara Saucedo menerima perawatan. Wasit Allen Chapman meminta Jose Mourinho mengganti Valencia, namun ditolak sehingga kartu merah pun diacungkan.

“Saya pikir penundaan itu karena wasit meminta saya untuk mengganti Antonio Valencia dengan pemain lain dan saya tidak mau melakukannya karena saya tidak setuju dengan kartunya,” kata Jose Mourinho seperti yang dilansir Mirror.

“Saucedo, saya pikir itu nama pemain Salt Lake, saya lihat dia sangat agresif di babak kedua. Itulah yang terjadi. Beberapa aksi lainnya sedikit membahayakan pemain saya.”

“Juan Mata mengalami bengkak engkel, tapi saya harap tidak ada yang parah. Dia mungkin perlu waktu istirahat selama eberapa hari, mungkin satu minggu.”

“Mereka adalah pemain-pemain muda yang sangat antusias bermain melawan Manchester United, tapi ini hanya pertandingan persahabatan dan mentalitasnya berbeda. Ini adalah pramusim, jadi itu bukan masalah besar. Ini adalah pengalaman yang bagus, atau kami bermain dengan kekurangan satu pemain,” tambah Jose Mourinho.

 

Tarik Ulur MU – Madrid Soal Morata

Alvaro Morata

Manchester United dan Real Madrid selama ini dikenal punya hubungan harmonis dalam masalah transfer pemain. Namun, belakangan hubungan mereka terganggu setelah kegagalan proses transfer David De Gea ke Madrid pada musim panas 2015 silam.

Baru-baru ini, kedua tim kembali membangun hubungan baik di urusan jual beli pemain. Manchester United sedang mencoba merekrut salah satu penyerang andalan Real Madrid, Alvaro Morata.

Spekulasi kepindahan Alvaro Morata ke MU pada mulanya berjalan dengan normal. Tawar menawar pun dilakukan oleh kedua belah pihak, sampai akhirnya mencuat rumor yang menyebutkan bahwa Morata setuju hengkang ke Old Trafford.

Usai gosip ini mencuat ke media-media, tarik ulur antara The Red Devils dan El Real pun terjadi. Real Madrid dikabarkan tidak mau melepas Morata ke MU karena penawaran yang diberikan yang terlalu kecil. United pun kemudian mengirimkan penawaran baru dengan nilai yang lebih besar dan Madrid masih menunggu kepindahan Morata.

Belakangan ini, sebuah komentar aneh terkait Morata keluar dari mulut Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Menurutnya, hingga sekarang Los Blancos tidak melakukan negosiasi apapun dengan Manchester United terkait mantan striker Juventus itu.

“Saya yakin kami sedang tidak melakukan negosiasi apapun dengan Manchester United, yang di mana artinya, orang-orang di sekitar dia tidak melakukan pembicaraan,” ungkap Florentino Perez seperti yang dilansir dari El Primer Paolo.

“Banyak kabar yang sudah saya baca di media terkait adanya kesepakatan Alvaro Morata dengan Manchester United. Jujur saja saya tidak mengetahui sedikitpun soal ini,” lanjut Florentino Perez.

Pertanyaannya adalah: apakah yang sebenarnya sedang terjadi? Jika dilihat dari kondisi seperti ini, bisa jadi ada kesalahpahaman di tubuh manajemen Madrid. Sebab, agen Morata, Juanma Lopez, berkali-kali sudah menjalin kontak dengan klub-klub peminat Morata, termasuk MU.

Dengan kondisi seperti ini, bukan tidak mungkin jika kasus Alvaro Morata akan sama dengan De Gea. Sang pemain sebenarnya ingin pindah, namun pada akhirnya gagal karena adanya kesalahan konyol.

Pilih Morata Atau Ronaldo Yang Gabung MU, Ini Kata Peter Schmeichel

Alvaro Morata

Cristiano Ronaldo dan Alvaro Morata belakangan ini dikabarkan menjadi pemain yang paling diburu oleh Manchester United. Legenda MU, Peter Schmeichel mempunyai penilaian soal siapakah yang seharusnya direkrut United.

MU dikaitkan dengan Alvaro Morata untuk menjadi pengganti Zlatan Ibrahimovic yang kontraknya tidak diperpanjang karena mengalami cedera parah. Penawaran kabarnya sudah lakukan manajemen The Red Devils namun ditolak oleh kubu Los Blancos.

Sementara Cristiano Ronaldo diisukan ingin hengkang dari Real Madrid setelah kecewa dengan klub tidak membela dan membantunya di kasus pajaknya. MU disebut-sebut jadi salah satu tujuan Ronaldo. Yang mengganjal cuma satu, klausulnya ada di angka Rp 14 triliun!

Saat ditanya oleh talkSPORT, Schmeichel cukup kebingungan ketika diminta memilih siapa diantara Cristiano Ronaldo atau Alvaro Morata yang seharusnya direkrut oleh Manchester United.

“Itu adalah pertanyaan yang sangat sulit. Saya rasa tidak ada orang yang bisa menjawabnya. Tentu saja saya akan senang kalau bisa melihat Cristiano Ronaldo kembali main untuk United. Namun saya juga tidak yakin jika hal itu akan bisa terjadi,” ucap Peter Schmeichel.

Terlepas dari itu, Peter Schmeichel berharap agar MU bisa merekrut pemain bagus yang cocok untuk jadi pengganti Ibrahimovic. Maklum, mantan penyerang Paris Saint-Germain itu musim lalu berperan penting dengan bikin 28 gol dan membantu MU merebut titel Piala Liga, Community Shield, dan Liga Europa.

“Saya berharap United bisa merekrut pemain bintang. Saya kira Zlatan cukup fantastis, bisa mencetak 28 gol. Dia memompa semangat dan menginspirasi banyak orang. Saya agak kecewa karena dia tidak berkesempatan menghadapi mantan klubnya Ajax Amsterdam di final Liga Europa di kampung halamannya, padahal itu bisa jadi cerita tersendiri,” jelas Peter Schmeichel.

“Saya sangat menyayangkan cederanya itu, tapi dia tetap memberi kami 28 gol dan saya sangat sedih melihatnya pergi. Namun saya bersyukur karena sia sempat menjadi pemain Manchester United, walau hanya satu musim,” kata Peter Schmeichel sambil mengakhiri pembicaraan. Cek selalu website kami terutama untuk yang mencari berita bola tadi malam, untuk melihat recap-recap pertadingan.

Incoming search terms:

  • photo cr7 angkat piala liga champions cardiff wales

Pogba Sudah Berhasil Beri Pembuktian

paul pogba

Sorotan yang dialamatkan kepada Paul Pogba atas nilai transfernya saat didatangkan oleh Manchester United masih belum juga mereda. Namun, pemain berusia 24 tahun itu disebut baru saja melakukan pembuktian diri.

Pogba pulang ke Old Trafford setelah dibeli dari Juventus banderol sebesar 89 juta poundsterling. Dengan uang tebusan sebesar itu, Pogba pun menyandang status sebagai pemain termahal sejagat.

Pogba memberikan kontribusi sebanyak sembilan gol dan enam assist dalam 51 kali penampilan bersama MU musim 2016/2017. Dia juga mempersembahkan tiga trofi dengan membawa MU memenangi Community Shield, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa.

Walaupun begitu, nilai transfer Pogba dinilai terlalu mahal. Kiper Tottenham Hotspurs dan tim nasional Prancis, Hugo Lloris, mengirimkan pembelaan untuk Pogba. Lloris merasa optimis jika gelandang Manchester United dan Prancis ini akan semakin baik ke depannya, selagi menyebut yang bersangkutan telah menunjukkan kelasnya saat melawan Inggris.

Laga antara tim nasional Prancis melawan kesebelasan Inggris pada pekan ini menjadi sarana pembuktian Pogba. Dia ikut mengantarkan Les Blues memenangkan laga di Stade de France dengan skor 3 – 2. Lloris pun sangat yakin jika Paul Pogba memiliki potensi untuk menjadi bintang sekaligus membuktikan harga mahalnya memang sesuai.

“Mungkin Paul Pogba harus membuktikan beberapa hal, karena dia direkrut dengan harga mahal dan sekarang bermain untuk salah satu klub terbaik di dunia dan dia bermain di Premier League dan dia harus menunjukkan kualitasnya,” kata Hugo Lloris seperti yang dilansir dalam Soccerway.

“Saat menghadapi tim nasional Inggris, dia bermain luar biasa. Dan sebagai pemain tengah, dia sudah banyak membantu tim untuk menguasai bola. Saya tidak ragu bahwa dia akan terus lebih baik dan lebih baik lagi. Suatu saat dia akan membuktikan bahwa harga mahalnya memang sepadan dengan kualitasnya” tutup Lloris.

Mourinho Merasa Bukan Siapa-siapa Di MU

Jose Mourinho

Jose Mourinho dikenal sebagai salah satu manajer terbaik di dunia saat ini dan punya riwayat sukses yang besar bersama klub yang pernag dia tangani. Tapi di Manchester United, Mourinho merasa bukan siapa-siapa.

Mourinho baru saja mengantarkan Manchester United jadi juara di Liga Europa. The Red Devils berhasil menaklukkan Ajax Amsterdam dengan skor 2 – 0 di final yang berlangsung di Friends Arena, Stockholm, Kamis (25 Mei 2017) dinihari WIB kemarin.

Itu adalah trofi ketiganya pada musim perdananya ini bersama Manchester United. Sebelumnya, Mourinho sudah berhasil membawa MU meraih trofi di ajang Community Shield (kontra Leicester City) serta Piala Liga Inggris (kontra Southampton).

Memenangkan tiga piala di musim perdana tentu saja bisa dibilang sebagai pencapaian yang cukup baik. Dan untuk Mourinho pribadi, itu cuma menambah kilap di curriculum vitae miliknya, dengan sejauh ini sudah memenangkan 25 trofi sepanjang karier sebagai manajer klub sepakbola.

Namun, manajer berkebangsaan Portugal itu mengaku berada di MU membuatnya senantiasa merasa kecil, walaupun punya sukses besar. Dia merasa masih harus membuktikan diri lebih jauh di hadapan manajer-manajer legendaris klub ini seperti Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Busby sukses memenangkan lima gelar liga, dua Piala FA, lima Charity Shield yang kini menjadi Community Shield, serta satu trofi Piala Champions yang kini bernama Liga Champions. Sementara Ferguson tentu saja punya warisan lebih besar untuk MU.

Pria berkebangsaan Skotlandia ini memenangkan di antaranya 13 gelar liga, lima Piala FA, empat Piala Liga Inggris, 10 Community Shield, serta dua trofi Liga Champions. Itu belum termasuk trofi-trofi lain seperti Piala Winners, Piala Super Eropa, Piala Interkontinental, ataupun Piala Dunia Antarklub.

“Kadang-kadang saya terdiam beberapa saat dan melihat kembali ke belakang, saya melakukan banyak hal. Saya punya hal-hal yang tidak dipunya oleh orang lain. Saya pernah sukses di Spanyol, Italia, dan di Inggris,” ungkap Mourinho seperti yang dilansir dari Express.

“Tapi entah kenapa di klub ini, saya merasa bahwa saya belum melakukan apa-apa, terutama karena Anda punya dua legenda dalam hal gelar dan trofi-trofi. Saya merasa bukan siapa-siapa dan saya merasa bahwa saya harus selalu membuktikan diri.”