Tag Archives: MU

Benitez: Pogba Hebat, Tapi Belum Sehebat Gerrard

Paul Pogba

Pelatih Newcastle United, Rafael Benitez, melontarkan komentar mengenai gelandang Manchester United, Paul Pogba. Walau mengakui kehebatan Pogba, Benitez menyebut kemampuan Pogba belum sekelas Steven Gerrard.

Pogba langsung tampil gemilang dalam partai comeback untuk United. Dia membantu The Red Devils memetik kemenangan atas Newcastle United dengan sumbangan satu gol dan assistnya. Dalam pertandingan itu, MU meraih kemenangan telak 4 – 1.

Dalam pertandingan di Old Trafford, Minggu (19 November 2017) dinihari WIB, Pogba dimainkan sebagai starter dan berada di atas lapangan 70 menit. Mantan pemain Juventus ini menyumbangkan satu gol dan menyumbang satu assist untuk gol Anthony Martial.

Situs pencatat whoscored melansir data bahwa Pogba melepaskan dua tembakan, serta dua kali melepaskan umpan terarah. Benitez mengakui jika permainan Pogba hebat, namun masih belum ada di tingkatan Steven Gerrard dengan performa yang ditunjukkan itu. Pogba harus tampil lebih konsisten lagi.

Steven Gerrard dan Rafael Benitez pernah bekerja sama ketika keduanya memperkuat Liverpool. Salah satu gelar juara yang berhasil mereka dapatkan adalah Liga Champions di musim 2004/2005.

“Saya rasa tidak, Paul Pogba dan Steven Gerrard adalah pemain di level yang berbeda. Stevie merupakan pemain top selama bertahun-tahun,” kata Rafael Benitez di Sky Sports.

“Dia bermain konsisten dan selalu bisa diandalkan setiap pertandingan, dengan atau tanpa bola. Steven Gerrard merupakan pemain top. Paul Pogba merupakan pemain hebat, tapi dia haris bisa konsisten selama bertahun-tahun seperti Steven Gerrard selama 15 tahun.”

“Paul Pogba bukan pemain milik saya, jadi saya tidak akan berbicara soal dia, seperti mayoritas pemain Manchester United,” demikian ungkap Rafael Benitez.

MU Buru Dua Bakat Muda Italia

Manchester United

Manchester United terus fokus dalam proyek mengumpulkan talenta-talenta berbakat yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Yang jadi target The Red Devils kali ini adalah dua remaja berbakat asal Italia.

Transfer Market Web melaporkan bahwa pencari bakat MU sengaja terbang ke Siprus pekan ini untuk menyaksikan penampilan tim nasional U-18 Italia kontra timnas Jerman U-18. Pencari bakat MU ditugaskan oleh Nicky Butt untuk mengamati dua pemain muda berbakat milik Italia yang tampil di laga tersebut.

Kedua pemain yang diamati oleh The Red Devils adalah penyerang Inter Milan Primavera, Davide Merola serta penjaga gawang Atalanta, Marco Carnesecchi. Dalam beberapa tahun terakhir, MU memang berusaha meningkatkan kualitas tim akademi mereka. Pasalnya, sejak Class 92, Manchester United belum mampu melahirkan pemain hebat lagi.

Tim akademi Manchester United saat ini ditangani oleh Nicky Butt. Tidak hanya berburu pemain-pemain muda bertalenta, MU juga membidik beberapa pencari bakat top. Sebelumnya MU sudah membajak pencari bakat Juventus, Javier Ribalta, pada musim panas lalu.

Sementara untuk pemain, The Red Dvils dalam beberapa tahun terakhir telah merekrut banyak talenta berbakat dari seluruh dunia. Nama-nama itu antara lain: Tahith Chong, Largie Ramazani, Arnau Puigmal, Aliou Traore, hingga Di’Shon Bernard.

Para pemain muda yang saat ini memperkuat tim akademi diharapkan bisa berkembang dan menembus tim utama dalam waktu dekat. Beberapa nama dari tim akademi MU yang diperkirakan siap dipromosikan ke tim senior adalah Angel Gomes dan Tahith Chong.

Lukaku Harus Tingkatkan Skill Kuasai Bola

Romero Lukaku

Penyerang Manchester United, Romelu Lukaku sedang dalam puasa mencetak gol untuk Manchester United. Lukaku dituntut untuk meningkatkan teknik, khususnya dalam kemampuan menahan bola.

Lukaku sudah tujuh pertandingan di semua ajang absen mencetak gol untuk MU. Terakhir kali dia menjebol gawang MU terjadi di laga melawan Crystal Palace pada 30 September 2017 silam. Lukaku tidak bisa berkutik di pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge akhir pekan lalu. MU menelan kekalahan 0 – 1 dari The Blues di pertandingan itu.

Di sepanjang pertandingan, Lukaku hanya mampu membukukan satu tendangan ke gawang dalam data yang dilansir oleh Whoscored. Mantan pemain Chelsea, Ray Wilkins, memberi saran kepada mantan penyerang Everton tersebut agar permainannya lebih oke lagi.

“Saya pikir Romero Lukaku sedang menjadi sorotan, dia membutuhkan servis, dia membutuhkan servis untuk dirinya. Satu hal yang ingin saya katakan mengenai Romelu Lukaku pada saat ini adalah kita tahu dia bisa mencetak banyak gol, tak ada masalah dengan hal itu. Dia harus meningkatkan kemampuan dalam menguasai bola,” kata Ray Wilkins di Sky Sports.

“Ketika bola datang padanya, dia tidak menahan bola itu agar pemain lain bisa terlibat ke dalam permainan sebanyak dia seharusnya sejauh yang saya ketahui. Kemudian dia akan berada di dalam kotak penalti lebih banyak, andai dia bisa membawa lebih banyak orang ada di sana.”

“Romelu Lukaku melakukannya dan dia melakukan serangan ke gawang. Namun, pada saat ini, penguasaan bolanya masih kurang dan saya pikir itu mempengaruhi seluruh permainannya. Tapi sebagai pemain di posisi penyerang tengah, Anda membutuhkan sodoran bola”

Romero Lukaku sebenarnya sudah tampil cukup mengesankan di sepanjang musim ini. Penyerang tim nasional Belgia itu sudah berhasil mencetak 11 gol untuk Manchester United di seluruh ajang kompetitif.

 

Kemenangan Dalam Laga ke-400 Mourinho Di Inggris

Jose Mourinho

Sebuah catatan spesial dalam kemenangan Manchester United di markas Swansea City 2 – 0. Sang manajer, Jose Mourinho baru saja menjalani laga ke-400 di kompetisi kasta tertinggi Inggris (Premier League).

Di Stadion Liberty, Rabu (25 Oktober 2017) dinihari WIB, dua gol dari Jesse Lingard memastikan MU maju ke perempatfinal Piala Liga Inggris. Hasil ini turut mengembalikan The Red Devils ke jalur kemenangan setelah di akhir pekan lalu menderita kekalahan mengejutkan dari tim promosi Huddersfield Town 1 – 2 di Premier League.

Kemenangan tandang tersebut sekaligus menandai laga ke-400 Mourinho selama menjalani karier sebagai manajer di Inggris. Selain MU, mantan manajer FC Porto, Inter Milan, dan Real Madrid tersebut juga pernah membesut Chelsea dalam dua periode.

Dalam 400 pertandingan itu, Mourinho tercatat mencetak 252 kemenangan, 89 imbang, dan 59 kekalahan. Manajer berkebangsaan Portugal tersebut juga sudah menjuarai semua kompetisi di Inggris dengan meraih tiga medali juara Premier League, satu Piala FA, dan empat Piala Liga, serta trofi minor (Community Shield).

“Tentu saja saya masih punya semangat yang sama seperti dulu, saat saya pertama kali datang ke Inggris. Tapi tahun 2004 itu sudah sangat lama sekali,” ucap Jose Mourinho.

“Semangat saya tentu saja masih sama, perbedaannya hanyalah sekarang saya sudah lebih matang dengan cara yang berbeda dalam merespons banyak hal. Tapi saya masih sama, saya ingin menang dan saya benci ketika saya kalah,” cetus Jose Mourinho dilansir situs resmi Manchester United.

Kemenangan atas Swansea City kali ini memberi modal berharga bagi Manchester United, yang akan menghadapi laga sulit di akhir pekan ini. Pasalnya, MU akan menjamu tim peringkat ketiga klasemen Tottenham Hotspur di Old Trafford pada lanjutan Premier League.

Matic: Mourinho Manajer Terbaik!

Nemanja Matic

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic sedikit bercerita soal Jose Mourinho. Matic menyatakan jika sebenarnya Mourinho bukanlah sosok sombong. Matic juga mengatakan jika tidak mudah bekerjasama dengan Mourinho karena dia bukanlah tipe orang yang cepat puas.

Matic kembali bekerja sama dengan Mourinho di MU setelah direkrut dari Chelsea di bursa transfer musim panas kemarin setelah sebelumnya juga sempat direkrut ke Stamford Bridge dari Benfica pada musim panas 2014 silam. Di klub barunya, gelandang tim nasional Serbia itu tampil impresif dan hampir tidak tergantikan di lini tengah.

Saat ini, kerjasama antara Matic dan Mourinho membantu MU tidak terkalahkan dalam 12 pertandingannya, termasuk meraih 10 kemenangan. Start bagus MU sejauh ini bisa jadi karena tuntutan sangat tinggi dari sang manajer.

“Jose Mourinho adalah seorang manajer terbaik yang pernah bekerjasama bersamaku. Kadang-kadang memang tidak mudah bekerja dengan dia karena dia adalah orang yang punya tuntutan tinggi,” ungkap nemanja Matic kepada seperti yang dilansir dari ESPNFC.

“Bahkan saat anda merasa sudah sampai di level terbaik anda dalam sebuah pertandingan, dia akan mengira bahwa Anda masih bisa lebih baik di pertandingan berikutnya. Aku bekerja sama dengan sempurna dengan dia di Chelsea, dan fakta bahwa Mourinho adalah pelatih Manchester United adalah faktor penentu dalam memilih tujuan baruku,” kata Nemanja Matic melanjutkan.

Jose Mourinho sendiri dinilai sebagai sosok yang kontroversial. Akan tetapi, Nemanja Matic meyakinkan bahwa manajer berkebangsaa Portugal tersebut punya kepribadian yang berbeda dari yang sering dikira oleh kebanyakan orang selama ini.

“Secara pribadi, dia sepenuhnya berbeda dari apa yang sering orang katakan. Orang ini memiliki banyak kebaikan. Dia sangat bijak, sama sekali bukan orang yang dingin atau sombong, seperti yang sering diberitakan oleh media. Menurut saya dia adalah manajer terbaik,” terang Nemanja Matic

Di musim ini, Matic selalu menjadi andalan Manchester United di Liga Primer Inggris. Ia juga memperoleh kepercayaan menjadi starter dalam tiga laga perdana Liga Champions.

Mourinho Mau Tandatangan Di Kontrak Baru di MU, Asalkan…

Jose Mourinho

Jose Mourinho mengaku siap menandatangani kontrak baru dengan Manchester United. Namun ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dulu: Mourinho ingin mendapat kenaikan gaji sesuai pencapaian yang sudah dia persembahkan kepada klub.

Mourinho datang ke Manchester United di akhir musim 2015/2016 untuk menggantikan Louis van Gaal yang dipecat oleh manajemen The Red Devils. Di sana dia mendapatkan kontrak selama tiga musim dan saat ini sudah menjalani setengahnya.

Kontrak lama kerjasama Mourinho dan MU akan berakhir di musim panas 2019 mendatang. Media Guardian melaporkan, pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menerima upah sebesar 15 juta poundsterling atau sekitar Rp 268,3 miliar dalam satu tahun.

Mourinho mempersembahkan titel Community Shield, Piala Liga Inggris serta Liga Europa pada musim perdananya melatih di Old Trafford. Dia juga berhasil mengantarkan The Red Devils kembali ke Liga Champions walaupun hanya finis di peringkat enam Premier League musim lalu.

Kinerja MU bersama Jose Mourinho tersebut makin meningkat memasuki musim 2017/2018. Romero Lukaku dan kawan-kawan belum terkalahkan di Liga Inggris. Mereka juga menghuni puncak klasemen sementara Grup A Liga Champions. Atas pertimbangan tersebut, Mourinho merasa pantas mendapat penghargaan berupa kenaikan gaji termasuk tambahan beberapa insentif.

Jika manajemen MU menuruti, Mourinho akan menjadi pelatih yang memperoleh bayaran tertinggi di Inggris. Talksport mencatat, saat ini, mantan manajer FC Porto, Inter Milan, Chelsea dan Real Madrid itu memiliki gaji sama besarnya seperti Josep Guardiola di Manchester City.

Kabar keinginan Mourinho mendapat kenaikan upah datang tidak lama setelah dirinya mengaku tidak akan mengakhiri karier kepelatihannya di Old Trafford. Sosok berusia 54 tahun ini juga menyatakan tertarik menangani Paris Saint-Germain di masa depan.

Walaupun demikian, Jose Mourinho dikabarkan masih belum akan meninggalkan Manchester dalam waktu dekat ini. Sejauh ini, dia sudah memimpin MU dalam 76 pertandingan di seluruh ajang kompetitif dengan 46 kemenangan, 20 imbang, 10 kalah, plus gol 138 dan 52 kali kebobolan.

Mourinho Jadi Lebih Sabar Sejak Latih MU

Jose Mourinho

Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengungkapkan bahwa dirinya merasa menjadi pelatih yang lebih baik semenjak menangani Manchester United, khususnya dalam hal pengendalian emosi. Mourinho merasa dia meraih sukses di musim pertamanya di Old Trafford.

Mourinho sedang memasuki musim keduanya melatih The Red Devils. Pada 2016/2017, manajer berkebangsaan Portugal tersebut memang kurang sukses di Premier League, dengan hanya finis di peringkat 6, namun dia berhasil mengantar MU meraih Piala Ligaris Ing dan Liga Europa, yang turut meloloskan ke Liga Champions.

Bagi Mourinho, Manchester United merupakan klub raksasa Eropa keempat sejak namanya meroket ketika menangani FC Porto. Sebelumnya, pria berusia 54 tahun itu pernah menjabat sebagai manajer Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.

Untuk persoalan karakter pribadi, Sudah menjadi rahasia umum jika di masa lalu Mourinho sering membuat kontroversi dan dan psywar saat berbicara di konferensi pers jelang pertandingan untuk mendapat keunggulan psikologis atas lawan.

Mourinho juga beberapa kali diusir wasit dari pinggir lapangan karena melakukan protes secara belebihan kepada ofisial. Tidak jarang, serangkaian perisitiwa itu berbuntut sanksi denda bagi sang manajer. Namun hal itu sudah sangat jarang terjadi sejak dia melatih MU.

“Sekarang saya merasa bahwa saya adalah seorang pelatih yang jauh lebih baik daripada sebelumnya,” ungkap Mourinho kepada media Portugal, Record seperti yang dilansir dari Manchester Evening News.

“Terutama adalah karena pengendalian emosi yang sudah jauh lebih baik. Bagaimana cara saya mengatasi banyak kesulitan. Saya sekarang sudah merasa lebih sabar dan matang.”

Setelah hanya finis di peringkat keenam di Premier League musim lalu, Mourinho kini ditargetkan meraih titel juara. MU pun sedang berada di jalur positif setelah tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pertama, yang enam di antaranya berakhir dengan kemenangan.

Setelah jeda internasional, MU akan menghadapi ujian besar pertama mereka saat berkunjung ke markas Liverpool pada 14 Oktober 2017 mendatang.

Gol Yang Buat Fellaini Makin Percaya Diri

Fellaini

FellainiDua gol yang dibuat oleh Marouane Fellaini turut mengantarkan Manchester United menang atas Crystal Palace dengan skor telak 4 – 0. Gol-gol tersebut sudah membuat Fellaini semakin percaya diri.

Di stadion Old Trafford, Sabtu (30 September 2017) malam WIB, Juan Mata membuka keunggulan The Red Devils melalui gol cepat. Fellaini menciptakan dua gol MU berikutnya, yang diakhiri oleh gol dari Romelu Lukaku di lima menit terakhir.

Fellaini saat ini sudah mencetak empat gol dalam delapan penampilannya di musim ini. Jumlah gol yang sama yang dia bukukan di sepanjang musim 2015/2016 dan 2016/2017, dan kemungkinan besar akan melebihi musim terbaiknya di 2014/2015 (7 gol).

Namun, ada hal lebih penting yang dirasakan oleh Fellaini. Tidak hanya semakin penting dalam rencana permainan Jose Mourinho, pesepakbola tim nasional Belgia itu turut membungkam keraguan terhadap dirinya setelah sempat menerima kritikan habis-habisan di musim-musim sebelumnya.

“Aku rasa kemenangan ini sangat bagus untuk kepercayaan diri, untuk suporter dan untuk kami. Kupikir kami bisa tampil lebih baik lagi namun kami harus terus maju. Mencetak gol rasanya selalu menyenangkan. Kami terus bermain, menciptakan banyak peluang, kami menekan dan semua pemain tampil baik.” ungkap Marouane Fellaini kepada MUTV.

“Aku menikmati saat-saat mencetak gol dan saat aku berhasil mencetak gol, hal itu selalu menjadi bonus untukku. Aku sudah mencetak dua gol pada hari ini dan itu bagus untuk kepercayaan diriku, namun yang paling penting adalah kemenangan tim yang berarti tiga poin.”

Kemenangan atas Crystal Palace kali ini menjadi modal bagus bagi Manchester United menjelang jeda internasional. Dalam laga selanjutnya, MU akan melawat ke markas Liverpool, Anfield Stadium pada 14 Oktober 2017 mendatang.

MU Samai Pencapaian Mereka Di 6 Tahun Silam

Manchester United

Manchester United belum terkalahkan sampai pekan ke-enam Premier League 2017/2018. Prestasi ini membuat MU menyamai rekor mereka di di musim 2011/2012.

MU saat ini duduk di peringkat kedua klasemen sementara Premier League dengan perolehan 16 poin. Mereka sudah mencetak 17 gol dan hanya kebobola sebanyak dua kali saat ditahan imbang Stoke City 2 – 2 pada pekan ke-empat.

Perolehan poin dari The Red Devils sendiri sebenarnya sama dengan Manchester City, namun anak-anak asuh Jose Mourinho ini kalah dalam urusan selisih gol. The Citizens saat ini sudah mengemas 22 gol dengan dua kali kebobolan.

Pencapaian United musim ini ternyata sama dengan yang mereka raih musim 2011/2012. Kala itu mereka mengoleksi 16 poin dengan lima kemenangan dan satu kali imbang. Stoke juga jadi satu-satunya tim yang ketika itu bisa mengimbangi The Red Devils dengan skor 1 – 1, yang terjadi di pekan keenam.

Manchester United juga dalam situasi saling kejar-kejaran dengan Manchester City pada enam musim lalu. Tapi, mereka bisa berada di puncak klasemen lantaran unggul selisih gol dengan memasukan 22 kali dan kebobolan lima kali. Sementara The Citizens hanya mengemas 19 gol dengan kemasukan lima kali.

Kekalahan pertama MU di musim 2011/2012 baru terjadi pada pekan kesembilan. Kala itu tim yang masih ditangani oleh Sir Alex Ferguson tersebut dikalahkan oleh Manchester City 1 – 6 di stadion Old Trafford.

Pada akhir musim MU gagal keluar sebagai juara dengan menempati posisi runner-up. Secara dramatis The Red Devils kalah selisih gol dengan The Citizens, yang kala itu menjadi juara walaupun sama-sama mengoleksi 89 poin.

Nah, pada musim ini tren tidak terkalahkan Manchester United besutan Jose Mourinho bisa saja berakhir di pekan kedelapan. Mereka harus berhadapan dengan Liverpool di Anfield pada Sabtu (14 September 2017) malam WIB.

Kondisi kebugaran pemain dalam pertandingan itu bisa sangat mempengaruhi MU. Pertandingan tersebut dilakukan setelah jeda internasional. Seperti halnya The Red Devils ditahan imbang oleh Stoke City usai jeda internasional September ini.

Untuk Amankan 3 Poin, MU Bermain Dengan 5 Bek

Manchester united

Manchester United kurang mendominasi seperti biasanya saat berhadapan dengan Southampton. Manajer MU, Jose Mourinho, mengaku mengistruksikan para pemainnya bermain bertahan agar bisa mengamankan poin penuh.

The Red Devils memetik kemenangan 1 – 0 saat berkunjung ke markas Southampton di St Mary Stadium, Sabtu (23 September 2017) malam WIB. Gol semata wayang dalam pertandingan itu dibukukan oleh Romelu Lukaku pada menit ke-20.

Dalam pertandingan kontra Southampton, MU kalah dalam hal penguasaan bola dalam data yang dilansir oleh Sport Radar. Mereka mencatatkan penguasaan bola hanya sebesar 37 persen di sepanjang pertandingan.

Pada babak kedua, The Saints bahkan sempat membuat barisan pertahanan MU keteteran. Mereka melakukan enam kali percobaan, dua mengarah ke gawang. Sementara itu, MU yang mengandalkan serangan balik, dua kali melepaskan tembakan, satu tendangan mengarah ke gawang.

MU melakukan pendekatan yang lebih defensif di sepanjang babak kedua. Mourinho bahkan sampai memakai formasi 5 bek di menit-menit akhir pertandingan. Mourinho menurunkan Chris Smalling di menit ke-75 dan Daley Blind untuk menggantikan Marcus Rashford pada masa injury time babak kedua.

“Tidak mungkin kami selalu bermain di kualitas tertinggi, tapi kami tetap bekerja keras. Kami melakukannya selama 25 menit, apa yang banyak dilakukan oleh banyak tim selama 90 menit, saya memakai formasi lima bek dan bertahan,” kata Jose Mourinho di BBC.

“Kami mempunyai dua kesempatan untuk mengakhiri pertandingan, itu merupakan suatu hal yang bisa kami lakukan. Tapi, saya salut dengan semangat para pemain, mereka mencoba untuk bermain, mereka memasukkan striker kedua, untuk bermain lebih terarah. Tapi, kami berjuang sangat keras dan saya bahagia dengan kemenangan ini.”

“Saya tidak memainkan pemain-pemain utama saya di laga melawan Burton Albion kemarin. Mungkin itu karena cuaca panas sebab kami tidak banyak memperoleh sinar matahari yang terik di Manchester. Saya merasa anak-anak tidak tajam, jadi yang harus kami lakukan untuk mengamankan poin,” jelas Jose Mourinho.