Tag Archives: Mourinho

Matic: Mourinho Manajer Terbaik!

Nemanja Matic

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic sedikit bercerita soal Jose Mourinho. Matic menyatakan jika sebenarnya Mourinho bukanlah sosok sombong. Matic juga mengatakan jika tidak mudah bekerjasama dengan Mourinho karena dia bukanlah tipe orang yang cepat puas.

Matic kembali bekerja sama dengan Mourinho di MU setelah direkrut dari Chelsea di bursa transfer musim panas kemarin setelah sebelumnya juga sempat direkrut ke Stamford Bridge dari Benfica pada musim panas 2014 silam. Di klub barunya, gelandang tim nasional Serbia itu tampil impresif dan hampir tidak tergantikan di lini tengah.

Saat ini, kerjasama antara Matic dan Mourinho membantu MU tidak terkalahkan dalam 12 pertandingannya, termasuk meraih 10 kemenangan. Start bagus MU sejauh ini bisa jadi karena tuntutan sangat tinggi dari sang manajer.

“Jose Mourinho adalah seorang manajer terbaik yang pernah bekerjasama bersamaku. Kadang-kadang memang tidak mudah bekerja dengan dia karena dia adalah orang yang punya tuntutan tinggi,” ungkap nemanja Matic kepada seperti yang dilansir dari ESPNFC.

“Bahkan saat anda merasa sudah sampai di level terbaik anda dalam sebuah pertandingan, dia akan mengira bahwa Anda masih bisa lebih baik di pertandingan berikutnya. Aku bekerja sama dengan sempurna dengan dia di Chelsea, dan fakta bahwa Mourinho adalah pelatih Manchester United adalah faktor penentu dalam memilih tujuan baruku,” kata Nemanja Matic melanjutkan.

Jose Mourinho sendiri dinilai sebagai sosok yang kontroversial. Akan tetapi, Nemanja Matic meyakinkan bahwa manajer berkebangsaa Portugal tersebut punya kepribadian yang berbeda dari yang sering dikira oleh kebanyakan orang selama ini.

“Secara pribadi, dia sepenuhnya berbeda dari apa yang sering orang katakan. Orang ini memiliki banyak kebaikan. Dia sangat bijak, sama sekali bukan orang yang dingin atau sombong, seperti yang sering diberitakan oleh media. Menurut saya dia adalah manajer terbaik,” terang Nemanja Matic

Di musim ini, Matic selalu menjadi andalan Manchester United di Liga Primer Inggris. Ia juga memperoleh kepercayaan menjadi starter dalam tiga laga perdana Liga Champions.

Mourinho Mau Tandatangan Di Kontrak Baru di MU, Asalkan…

Jose Mourinho

Jose Mourinho mengaku siap menandatangani kontrak baru dengan Manchester United. Namun ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dulu: Mourinho ingin mendapat kenaikan gaji sesuai pencapaian yang sudah dia persembahkan kepada klub.

Mourinho datang ke Manchester United di akhir musim 2015/2016 untuk menggantikan Louis van Gaal yang dipecat oleh manajemen The Red Devils. Di sana dia mendapatkan kontrak selama tiga musim dan saat ini sudah menjalani setengahnya.

Kontrak lama kerjasama Mourinho dan MU akan berakhir di musim panas 2019 mendatang. Media Guardian melaporkan, pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menerima upah sebesar 15 juta poundsterling atau sekitar Rp 268,3 miliar dalam satu tahun.

Mourinho mempersembahkan titel Community Shield, Piala Liga Inggris serta Liga Europa pada musim perdananya melatih di Old Trafford. Dia juga berhasil mengantarkan The Red Devils kembali ke Liga Champions walaupun hanya finis di peringkat enam Premier League musim lalu.

Kinerja MU bersama Jose Mourinho tersebut makin meningkat memasuki musim 2017/2018. Romero Lukaku dan kawan-kawan belum terkalahkan di Liga Inggris. Mereka juga menghuni puncak klasemen sementara Grup A Liga Champions. Atas pertimbangan tersebut, Mourinho merasa pantas mendapat penghargaan berupa kenaikan gaji termasuk tambahan beberapa insentif.

Jika manajemen MU menuruti, Mourinho akan menjadi pelatih yang memperoleh bayaran tertinggi di Inggris. Talksport mencatat, saat ini, mantan manajer FC Porto, Inter Milan, Chelsea dan Real Madrid itu memiliki gaji sama besarnya seperti Josep Guardiola di Manchester City.

Kabar keinginan Mourinho mendapat kenaikan upah datang tidak lama setelah dirinya mengaku tidak akan mengakhiri karier kepelatihannya di Old Trafford. Sosok berusia 54 tahun ini juga menyatakan tertarik menangani Paris Saint-Germain di masa depan.

Walaupun demikian, Jose Mourinho dikabarkan masih belum akan meninggalkan Manchester dalam waktu dekat ini. Sejauh ini, dia sudah memimpin MU dalam 76 pertandingan di seluruh ajang kompetitif dengan 46 kemenangan, 20 imbang, 10 kalah, plus gol 138 dan 52 kali kebobolan.

Mourinho Jadi Lebih Sabar Sejak Latih MU

Jose Mourinho

Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengungkapkan bahwa dirinya merasa menjadi pelatih yang lebih baik semenjak menangani Manchester United, khususnya dalam hal pengendalian emosi. Mourinho merasa dia meraih sukses di musim pertamanya di Old Trafford.

Mourinho sedang memasuki musim keduanya melatih The Red Devils. Pada 2016/2017, manajer berkebangsaan Portugal tersebut memang kurang sukses di Premier League, dengan hanya finis di peringkat 6, namun dia berhasil mengantar MU meraih Piala Ligaris Ing dan Liga Europa, yang turut meloloskan ke Liga Champions.

Bagi Mourinho, Manchester United merupakan klub raksasa Eropa keempat sejak namanya meroket ketika menangani FC Porto. Sebelumnya, pria berusia 54 tahun itu pernah menjabat sebagai manajer Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.

Untuk persoalan karakter pribadi, Sudah menjadi rahasia umum jika di masa lalu Mourinho sering membuat kontroversi dan dan psywar saat berbicara di konferensi pers jelang pertandingan untuk mendapat keunggulan psikologis atas lawan.

Mourinho juga beberapa kali diusir wasit dari pinggir lapangan karena melakukan protes secara belebihan kepada ofisial. Tidak jarang, serangkaian perisitiwa itu berbuntut sanksi denda bagi sang manajer. Namun hal itu sudah sangat jarang terjadi sejak dia melatih MU.

“Sekarang saya merasa bahwa saya adalah seorang pelatih yang jauh lebih baik daripada sebelumnya,” ungkap Mourinho kepada media Portugal, Record seperti yang dilansir dari Manchester Evening News.

“Terutama adalah karena pengendalian emosi yang sudah jauh lebih baik. Bagaimana cara saya mengatasi banyak kesulitan. Saya sekarang sudah merasa lebih sabar dan matang.”

Setelah hanya finis di peringkat keenam di Premier League musim lalu, Mourinho kini ditargetkan meraih titel juara. MU pun sedang berada di jalur positif setelah tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pertama, yang enam di antaranya berakhir dengan kemenangan.

Setelah jeda internasional, MU akan menghadapi ujian besar pertama mereka saat berkunjung ke markas Liverpool pada 14 Oktober 2017 mendatang.

Untuk Amankan 3 Poin, MU Bermain Dengan 5 Bek

Manchester united

Manchester United kurang mendominasi seperti biasanya saat berhadapan dengan Southampton. Manajer MU, Jose Mourinho, mengaku mengistruksikan para pemainnya bermain bertahan agar bisa mengamankan poin penuh.

The Red Devils memetik kemenangan 1 – 0 saat berkunjung ke markas Southampton di St Mary Stadium, Sabtu (23 September 2017) malam WIB. Gol semata wayang dalam pertandingan itu dibukukan oleh Romelu Lukaku pada menit ke-20.

Dalam pertandingan kontra Southampton, MU kalah dalam hal penguasaan bola dalam data yang dilansir oleh Sport Radar. Mereka mencatatkan penguasaan bola hanya sebesar 37 persen di sepanjang pertandingan.

Pada babak kedua, The Saints bahkan sempat membuat barisan pertahanan MU keteteran. Mereka melakukan enam kali percobaan, dua mengarah ke gawang. Sementara itu, MU yang mengandalkan serangan balik, dua kali melepaskan tembakan, satu tendangan mengarah ke gawang.

MU melakukan pendekatan yang lebih defensif di sepanjang babak kedua. Mourinho bahkan sampai memakai formasi 5 bek di menit-menit akhir pertandingan. Mourinho menurunkan Chris Smalling di menit ke-75 dan Daley Blind untuk menggantikan Marcus Rashford pada masa injury time babak kedua.

“Tidak mungkin kami selalu bermain di kualitas tertinggi, tapi kami tetap bekerja keras. Kami melakukannya selama 25 menit, apa yang banyak dilakukan oleh banyak tim selama 90 menit, saya memakai formasi lima bek dan bertahan,” kata Jose Mourinho di BBC.

“Kami mempunyai dua kesempatan untuk mengakhiri pertandingan, itu merupakan suatu hal yang bisa kami lakukan. Tapi, saya salut dengan semangat para pemain, mereka mencoba untuk bermain, mereka memasukkan striker kedua, untuk bermain lebih terarah. Tapi, kami berjuang sangat keras dan saya bahagia dengan kemenangan ini.”

“Saya tidak memainkan pemain-pemain utama saya di laga melawan Burton Albion kemarin. Mungkin itu karena cuaca panas sebab kami tidak banyak memperoleh sinar matahari yang terik di Manchester. Saya merasa anak-anak tidak tajam, jadi yang harus kami lakukan untuk mengamankan poin,” jelas Jose Mourinho.

Dikartu Merah Saat Lawan Salt Lake, Mourinho Bela Valencia

Antonio Valencia

Gelandang bertahan Manchester United, Antonio Valencia menerima ‘hadiah’ merah dalam kemenangan Manchester United atas Real Salt Lake 2 – 1. Manajer MU, Jose Mourinho tidak setuju dengan hukuman yang diterima oleh anak asuhnya itu.

Memainkan laga pramusim di Stadion Rio Tinto, Selasa (18 Juli 2017), MU bangkit dari ketinggalan satu gol yang dicetak Luis Silva di menit 23. Enam menit berselang, Henrikh Mkhitaryan mencetak gol yang membuat skor menjadi berimbang 1 – 1, kemudian pemain anyar Romelu Lukaku memastikan kemenangan The Red Devils dengan golnya di menit 38.

Valencia, yang menggantikan Timothy Fosu-Mensah saat jeda babak pertama, hanya tampil di atas lapangan selama 20 menit. Pemain tim nasional Ekuador tersebut diusir dari permainan setelah melakukan tekel keras kepada pemain lawan, Sebastian Saucedo dari belakang.

Setelah insiden tersebut, Valencia sempat di lapangan selama dua menit sementara Saucedo menerima perawatan. Wasit Allen Chapman meminta Jose Mourinho mengganti Valencia, namun ditolak sehingga kartu merah pun diacungkan.

“Saya pikir penundaan itu karena wasit meminta saya untuk mengganti Antonio Valencia dengan pemain lain dan saya tidak mau melakukannya karena saya tidak setuju dengan kartunya,” kata Jose Mourinho seperti yang dilansir Mirror.

“Saucedo, saya pikir itu nama pemain Salt Lake, saya lihat dia sangat agresif di babak kedua. Itulah yang terjadi. Beberapa aksi lainnya sedikit membahayakan pemain saya.”

“Juan Mata mengalami bengkak engkel, tapi saya harap tidak ada yang parah. Dia mungkin perlu waktu istirahat selama eberapa hari, mungkin satu minggu.”

“Mereka adalah pemain-pemain muda yang sangat antusias bermain melawan Manchester United, tapi ini hanya pertandingan persahabatan dan mentalitasnya berbeda. Ini adalah pramusim, jadi itu bukan masalah besar. Ini adalah pengalaman yang bagus, atau kami bermain dengan kekurangan satu pemain,” tambah Jose Mourinho.

 

Mourinho Merasa Bukan Siapa-siapa Di MU

Jose Mourinho

Jose Mourinho dikenal sebagai salah satu manajer terbaik di dunia saat ini dan punya riwayat sukses yang besar bersama klub yang pernag dia tangani. Tapi di Manchester United, Mourinho merasa bukan siapa-siapa.

Mourinho baru saja mengantarkan Manchester United jadi juara di Liga Europa. The Red Devils berhasil menaklukkan Ajax Amsterdam dengan skor 2 – 0 di final yang berlangsung di Friends Arena, Stockholm, Kamis (25 Mei 2017) dinihari WIB kemarin.

Itu adalah trofi ketiganya pada musim perdananya ini bersama Manchester United. Sebelumnya, Mourinho sudah berhasil membawa MU meraih trofi di ajang Community Shield (kontra Leicester City) serta Piala Liga Inggris (kontra Southampton).

Memenangkan tiga piala di musim perdana tentu saja bisa dibilang sebagai pencapaian yang cukup baik. Dan untuk Mourinho pribadi, itu cuma menambah kilap di curriculum vitae miliknya, dengan sejauh ini sudah memenangkan 25 trofi sepanjang karier sebagai manajer klub sepakbola.

Namun, manajer berkebangsaan Portugal itu mengaku berada di MU membuatnya senantiasa merasa kecil, walaupun punya sukses besar. Dia merasa masih harus membuktikan diri lebih jauh di hadapan manajer-manajer legendaris klub ini seperti Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Busby sukses memenangkan lima gelar liga, dua Piala FA, lima Charity Shield yang kini menjadi Community Shield, serta satu trofi Piala Champions yang kini bernama Liga Champions. Sementara Ferguson tentu saja punya warisan lebih besar untuk MU.

Pria berkebangsaan Skotlandia ini memenangkan di antaranya 13 gelar liga, lima Piala FA, empat Piala Liga Inggris, 10 Community Shield, serta dua trofi Liga Champions. Itu belum termasuk trofi-trofi lain seperti Piala Winners, Piala Super Eropa, Piala Interkontinental, ataupun Piala Dunia Antarklub.

“Kadang-kadang saya terdiam beberapa saat dan melihat kembali ke belakang, saya melakukan banyak hal. Saya punya hal-hal yang tidak dipunya oleh orang lain. Saya pernah sukses di Spanyol, Italia, dan di Inggris,” ungkap Mourinho seperti yang dilansir dari Express.

“Tapi entah kenapa di klub ini, saya merasa bahwa saya belum melakukan apa-apa, terutama karena Anda punya dua legenda dalam hal gelar dan trofi-trofi. Saya merasa bukan siapa-siapa dan saya merasa bahwa saya harus selalu membuktikan diri.”