Tag Archives: Manchester United

Ibrahimovic: Guardiola Pengecut

Zlatan Ibrahimovic

Penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, kembali menyerang Josep Guardiola. Ibrahimovic mengatakan jika manajer Manchester City tersebut bukan sosok pria yang dewasa.

Zlatan Ibrahimovic dan Josep Guardiola pernah saling bekerja sama di Barcelona pada musim 2009/2010 dengan berhasil memenangkan beberapa gelar seperti La Liga, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, serta Piala Dunia Antarklub.

Tapi hubungan kedua orang itu tidak cukup baik. Ibrahimovic kerap ditepikan Guardiola walaupun berhasil mengemas 21 gol di musim tersebut, yang pada akhirnya striker berkebangsaan Swedia itu hengkang ke AC Milan di musim berikutnya.

Ibrahimovic sempat menyebut Guardiola sebagai sosok pelatih pengecut karena selalu menghindar ketika bertemu dirinya di tempat latihan Barca saat itu. Kini, Ibrahimovic dan Guardiola menjadi rival di kota Manchester. Keduanya saling bertemu dalam laga Derby Manchester di Old Trafford yang berbuntut ricuh setelah The Citizens menang 2-1.

Beberapa waktu lalu Zlatan Ibrahimovic kembali menyerang Guardiola dalam sebuah wawancara di Sky Sport Italia. Striker berusia 36 tahun tersebut menyebut manajer plontos tersebut bukanlah sosok pria yang dewasa.

“Saya mencetak banyak gol dalam enam bulan pertama, kami juga memenangkan Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol. Enam bulan pertama begitu sempurna. Tapi setelah itu, kami berganti sistem dan taktik dan itu cukup merugikan saya, jadi klub berkata kepada saya agar berdiskusi dengan Pep,” kata Zlatan Ibrahimovic.

“Saya bilang kepada Pep jika dia sudah mengorbankan saya untuk Lionel Messi, ia berkata telah memahami keinginan saya. Tapi setelah itu, dia masih mencadangkan saya, itu kembali terjadi dalam laga berikutnya dan berikutnya lagi.”

“Saya pikir dia sudah memecahkan masalah dengan sangat baik. Namun, setelah itu dia hanya diam dan bahkan tidak berani memandang saya. Saya berjalan masuk ke ruang ganti dan ia pergi keluar. Saya hendak menemuinya, tapi dia selalu menghindar seperti pengecut.”

Lukaku Masih Seret Gol Di Hadapan Tim-tim Besar

Romero Lukaku

Penyerang andalan Manchester United, Romelu Lukaku punya statistik yang cukup buruk ketika berhadapan dengan tim papan atas musim ini. Lukaku belum mencetak satu gol pun, bahkan assistpun tidak.

Lukaku direkrut MU dari Everton seharga 75 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,3 triliun pada bursa transfer musim panas lalu. Sejauh ini, penyerang tim nasional Belgia ini sudah mencetak delapan gol di Liga Inggris.

Sempat garang di pekan-pekan awal, dengan selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan perdana, perlahan tapi pasti performanya merosot. Yang paling mencolok adalah ketika MU berhadapan dengan tim-tim papan atas.

Tercatat, Lukaku belum mencetak gol atau sekadar assist saat MU bertanding melawan sesama tim enam besar. Ia mandul ketika harus berhadapan dengan tim-tim besar seperti Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Pertama ketika MU bertanding melawan Liverpool (14 Oktober 2017), Lukaku gagal mencetak gol dan assist di laga yang berakhir 0 – 0. Penampilannya itu kemudian berulang saat MU menang tipis 1 – 0 atas Tottenham Hotspur (28 Oktober 2017).

Kemudian saat MU dikalahkan Chelsea 0-1 (5 November 2017), Lukaku kembali gagal mencetak gol maupun assist. Bahkan saat MU menang 3-1 atas Arsenal (3 Desember 2017), striker berusia 24 tahun itu lagi-lagi tak berperan langsung dalam proses semua gol tim The Red Devils.

Dan yang paling baru, Lukaku gagal mencetak gol atau assist saat MU dikalahkan City 1 – 2 di Old Trafford, Minggu (10 Desember 2017). Bahkan nasib Lukaku jauh lebih buruk, sebab dua gol City tercipta berkat kesalahannya mengantisipasi bola mati.

Setelah pertandingan berakhir, Lukaku pun mendapat banyak cemoohan di media sosial. Ia pun dibully dengan beragam meme sindiran di media sosial Twitter.

MU Harus Bermain Sesempurna Mungkin Jika Ingin Kalahkan City

Derby Manchester

Manchester United diharapkan bisa memberi kekalahan untuk Manchester City di derby akhir pekan ini. Tapi untuk bisa melakukan itu, The Red Devils harus bisa menampilkan permainan nyaris sempurna.

Manchester United akan menghadapi Manchester City di Old Trafford, Minggu (10 Desember 2017) malam WIB di laga pekan ke-16 Premier League. Derby Manchester ini lebih dari sekedar adu gengsi antara konta Manchester, karena diyakini akan turut berpengaruh dengan jalannya perburuan gelar.

Manchester City masih nyaman di puncak klasemen sementara Premier League dengan nyaman setelah tak terkalahkan di 15 pertandingan berturut, memetik 14 kemenangan dalam lajunya itu. Mengoleksi nilai 43, The Citizens sudah delapan poin di depan MU yang jadi pesaing terdekat.

The Red Devils diharapkan bisa menjegal laju City agar persaingan Premier League musim ini kembali hidup. Keberhasilan membungkam Arsenal 3-1 pekan lalu disebut jadi bekal positif.

Mantan gelandang Liverpool dan Manchester City, Dietmar Hamann yakin jika MU adalah tim yang tepat untuk menghentikan laju anak-anak asuhan Josep Guardiola. Namun syaratnya adalah: Romero Lukaku dan kawan-kawannya harus bermain sesempurna mungkin dan tampil dengan amat efisien.

“Anda harus bertahan dengan baik, Anda harus bisa memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan tidak boleh memberikan mereka peluang-peluang mudah. Saya rasa Anda harus meminimalisasi kesalahan-kesalahan,” ungkap Dietmar Hamann seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Kalau ada satu tim pada saat ini yang bisa memberi perlawana kepada City, saya akan melihat ke Manchester United. Karena di pertandingan besar macam ini, mereka biasanya amat tangguh dan sulit dibongkar. Mereka mendapatkan hasil bagus di Arsenal, saya percaya mereka bisa melanjutkannya.”

Absennya Paul Pogba juga disebut-sebut sebagai kerugian besar untuk The Red Devils. Tapi adanya David de Gea di bawah mistar setidaknya memberikan rasa aman ekstra untuk United.

Kemenangan Yang Jadi Modal Penting MU Untuk Hadapi Laga Derby

Manchester United

Manchester United berhasil menang atas CSKA Moskow dengan skor 2 – 1 dan memastikan mereka lolos ke fase knockout. Kemenangan tersebut merupakan modal berharga MU dalam menatap laga Derby Manchester akhir pekan ini.

MU menjamu CSKA Moskow di Old Trafford, Rabu (6 Desember 2017) dinihari WIB, dengan hanya butuh meraih satu angka. Tim asuhan Jose Mourinho ini langsung tampil menekan sejak menit pertama pertandingan. Mereka juga unggul dalam penguasaan bola. The Red Devils sempat dikejutkan oleh CSKA yang unggul lebih dulu melalui gol Vitinho pada menit ke-45.

Memasuki babak kedua, Manchester United meningkatkan intensitas penyerangan membalikkan kedudukan. Romelu Lukaku menciptakan gol balasan pada menit ke-64 sampai akhirnya Marcus Rashford membalikkan keadaan pada menit-66 dan memastikan tim tuan rumah pulang dengan membawa pulang tiga poin.

Berkat tiga poin tambahan itu, MU lolos sebagai juara Grup A dengan perolehan 15 poin disusul oleh FC Basel yang finis di bawahnya. Hasil tersebut membuat MU lebih fokus untuk menghadapi Manchester City di akhir pekan nanti.

“Kami perlu kemenangan ini, kami perlu tamabah satu poin untuk lolos, tapi kami selalu ingin menang. Kami sangat gembira, kami menghadapi pertandingan derby Manchester dengan momentum bagus,” ungkap Juan Mata kepada BT Sport.

“Ini merupakan kemenangan yang bagus dan bisa mendongkrak kepercayaan diri kami. Hari Minggu adalah sebuah pertandingan penting, kami sadar seberapa besar pentingnya ini. Besok kami istirahat kemudian pada hari Kamis kami akan memikirkan soal pertandingannya dan mudah-mudahan kami bisa memperoleh tiga poin.”

Di fase knockout, MU yang berstatus sebagai juara grup justru berpotensi berjumpa tim-tim top Eropa seperti Bayern Munich, Juventus, atau bahkan sang juara bertahan Real Madrid. Pengundian baru akan dilakukan pada 11 Desember 2017 mendatang di markas UEFA di Swiss.

Juan Mata Tunggu Dukungan Fans Di Laga Derby

Juan Mata

Manchester United akan menjalani pertandingan derby kontra Manchester City akhir pekan ini. Atmosfer Old Trafford disebut akan menjadi energi tambahan The Red Devils dalam menatap laga derby.

The Red Devils akan menjamu The Citizens, Minggu (10 Desember 2017) malam WIB. Sergio Aguero dan kawan-kawan masih menyandang status sebagai tim yang sama sekali belum terkalahkan di sepanjang Premier League musim ini.

Manchester City membukukan 14 kemenangan secara berturut-turut dan sekali hasil imbang, hingga memuncaki klasemen dengan perolehan 43 poin. Mereka berjarak delapan angka dari Manchester United yang ada di posisi kedua klasemen.

Gelandang The Red Devils, Juan Mata, menyadari jika Manchester City sedang sangat impresif belakangan ini. Oleh karena itu, dia mengharapkan dukungan luar biasa dari para pendukung yang hadir di The Theatre of Dreams.

Mata mencontohkan bahwa pertandingan melawan City dalam ajang Piala Liga Inggris musim lalu, sebagai laga idamannya. The Red Devils berhasil memetik kemenangan tipis 1-0, yang akhirnya turut membawa mereka ke tangga juara.

“Laga derby selalu terasa spesial untuk saya. Saya mengingat betul laga derby terakhir melawan Manchester City di Old Trafford, musim lalu di ajang Piala Liga Inggris, kami berhasil menang” kata Juan Mata di blog pribadinya.

“Itu merupakan kemenangan penting karena membuat kami melaju kencang dalam kompetisi tersebut dan pada akhirnya menjadi juara di Wembley. Dalam hal ini, Premier League, dan melihat hasil akhir yang didapat oleh City sejauh ini, pertandingan akan menuntut performa bagus untuk memetik kemenangan.”

“Bermain di Old Trafford akan memberi kami kami kekuatan dan motivasi tambahan, dan saya yakin bahwa dukungan dari para pendukung kami di stadion akan luar biasa,” demikian ungkap Juan Mata mengakhiri pembicaraan.

Dunk Cetak Dua Gol Bunuh Diri Ke Dua Tim Manchester

Lewis Dunk

Lewis Dunk, pemain Brighton & Hove Albion, membuat sebuah rekor yang kurang oke setelah tercatat membuat gol bunuh diri lagi ketika menghadapi klub dari kota Manchester.

Gol bunuh diri Dunk membuat timnya menelan kekalahan 1 – 0 ketika berkunjung ke markas Manchester United, Old Trafford Stadium pada hari Sabtu (25 November 2017) malam WIB. Gol itu awalnya tercatat atas nama Ashley Young lalu kemudian diubah menjadi gol bunuh diri Lewis Dunk.

“Awalnya saya pikir itu adalah gol saya. Tapi kemudian diputuskan jadi gol bunh diri. Anda cuma harus berusaha menembak ke arah target, tapi yang paling penting adalah kami menang dan mendapatkan tiga poin,” kata Ashley Young dalam MUTV.

Menurut laporan yang dirangkum di ManUtd.com, saat ini Dunk tercatat sebagai pemain pertama dalam sejarah Premier League yang mencetak gol bunuh diri ke gawang Manchester United dan Manchester City dalam satu musim kompetisi yang sama.

Ya, pada awal musim ini Lewis Dunk sudah pernah membuat gol bunuh diri lain ketika Brighton menghadapi Manchester City pada bulan Agustus. Saat itu Sergio Aguero dan kawan-kawannya menang 2-0 dan bek 26 tahun tersebut mencetak gol yang kedua.

Dunk kini juga tercatat dalam TransferMarkt.co.uk ada di urutan pertama Premier League 2017/2018 dalam hal membobol gawang tim sendiri. Jika pemain lain mencetak satu gol, Dunk sudah punya dua gol bunuh diri, dan keduanya dibuat saat menghadapi klub dari kota Manchester.

Daftar pencetak gol bunuh diri di Premier League 2017/2018 sejauh ini:
Lewis Dunk : 2 gol
Michy Batshuayi: 1 gol
DeAndre Yedlin: 1 gol
Kyle Walker: 1 gol
Joel Ward: 1 gol
Federico Fernandez: 1 gol
César Azpilicueta: 1 gol

Benitez: Pogba Hebat, Tapi Belum Sehebat Gerrard

Paul Pogba

Berita menarik sekitar taruhan bola terbaik berasal dari Pelatih Newcastle United, Rafael Benitez yang melontarkan komentar mengenai gelandang Manchester United, Paul Pogba. Walau mengakui kehebatan Pogba, Benitez menyebut kemampuan Pogba belum sekelas Steven Gerrard.

Pogba langsung tampil gemilang dalam partai comeback untuk United. Dia membantu The Red Devils memetik kemenangan atas Newcastle United dengan sumbangan satu gol dan assistnya. Dalam pertandingan itu, MU meraih kemenangan telak 4 – 1.

Dalam pertandingan di Old Trafford, Minggu (19 November 2017) dinihari WIB, Pogba dimainkan sebagai starter dan berada di atas lapangan 70 menit. Mantan pemain Juventus ini menyumbangkan satu gol dan menyumbang satu assist untuk gol Anthony Martial.

Situs pencatat whoscored melansir data bahwa Pogba melepaskan dua tembakan, serta dua kali melepaskan umpan terarah. Benitez mengakui jika permainan Pogba hebat, namun masih belum ada di tingkatan Steven Gerrard dengan performa yang ditunjukkan itu. Pogba harus tampil lebih konsisten lagi.

Steven Gerrard dan Rafael Benitez pernah bekerja sama ketika keduanya memperkuat Liverpool. Salah satu gelar juara yang berhasil mereka dapatkan adalah Liga Champions di musim 2004/2005.

“Saya rasa tidak, Paul Pogba dan Steven Gerrard adalah pemain di level yang berbeda. Stevie merupakan pemain top selama bertahun-tahun,” kata Rafael Benitez di Sky Sports.

“Dia bermain konsisten dan selalu bisa diandalkan setiap pertandingan, dengan atau tanpa bola. Steven Gerrard merupakan pemain top. Paul Pogba merupakan pemain hebat, tapi dia haris bisa konsisten selama bertahun-tahun seperti Steven Gerrard selama 15 tahun.”

“Paul Pogba bukan pemain milik saya, jadi saya tidak akan berbicara soal dia, seperti mayoritas pemain Manchester United,” demikian ungkap Rafael Benitez.

MU Buru Dua Bakat Muda Italia

Manchester United

Manchester United terus fokus dalam proyek mengumpulkan talenta-talenta berbakat yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Yang jadi target The Red Devils kali ini adalah dua remaja berbakat asal Italia.

Transfer Market Web melaporkan bahwa pencari bakat MU sengaja terbang ke Siprus pekan ini untuk menyaksikan penampilan tim nasional U-18 Italia kontra timnas Jerman U-18. Pencari bakat MU ditugaskan oleh Nicky Butt untuk mengamati dua pemain muda berbakat milik Italia yang tampil di laga tersebut.

Kedua pemain yang diamati oleh The Red Devils adalah penyerang Inter Milan Primavera, Davide Merola serta penjaga gawang Atalanta, Marco Carnesecchi. Dalam beberapa tahun terakhir, MU memang berusaha meningkatkan kualitas tim akademi mereka. Pasalnya, sejak Class 92, Manchester United belum mampu melahirkan pemain hebat lagi.

Tim akademi Manchester United saat ini ditangani oleh Nicky Butt. Tidak hanya berburu pemain-pemain muda bertalenta, MU juga membidik beberapa pencari bakat top. Sebelumnya MU sudah membajak pencari bakat Juventus, Javier Ribalta, pada musim panas lalu.

Sementara untuk pemain, The Red Dvils dalam beberapa tahun terakhir telah merekrut banyak talenta berbakat dari seluruh dunia. Nama-nama itu antara lain: Tahith Chong, Largie Ramazani, Arnau Puigmal, Aliou Traore, hingga Di’Shon Bernard.

Para pemain muda yang saat ini memperkuat tim akademi diharapkan bisa berkembang dan menembus tim utama dalam waktu dekat. Beberapa nama dari tim akademi MU yang diperkirakan siap dipromosikan ke tim senior adalah Angel Gomes dan Tahith Chong.

Lukaku Harus Tingkatkan Skill Kuasai Bola

Romero Lukaku

Penyerang Manchester United, Romelu Lukaku sedang dalam puasa mencetak gol untuk Manchester United. Lukaku dituntut untuk meningkatkan teknik, khususnya dalam kemampuan menahan bola.

Lukaku sudah tujuh pertandingan di semua ajang absen mencetak gol untuk MU. Terakhir kali dia menjebol gawang MU terjadi di laga melawan Crystal Palace pada 30 September 2017 silam. Lukaku tidak bisa berkutik di pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge akhir pekan lalu. MU menelan kekalahan 0 – 1 dari The Blues di pertandingan itu.

Di sepanjang pertandingan, Lukaku hanya mampu membukukan satu tendangan ke gawang dalam data yang dilansir oleh Whoscored. Mantan pemain Chelsea, Ray Wilkins, memberi saran kepada mantan penyerang Everton tersebut agar permainannya lebih oke lagi.

“Saya pikir Romero Lukaku sedang menjadi sorotan, dia membutuhkan servis, dia membutuhkan servis untuk dirinya. Satu hal yang ingin saya katakan mengenai Romelu Lukaku pada saat ini adalah kita tahu dia bisa mencetak banyak gol, tak ada masalah dengan hal itu. Dia harus meningkatkan kemampuan dalam menguasai bola,” kata Ray Wilkins di Sky Sports.

“Ketika bola datang padanya, dia tidak menahan bola itu agar pemain lain bisa terlibat ke dalam permainan sebanyak dia seharusnya sejauh yang saya ketahui. Kemudian dia akan berada di dalam kotak penalti lebih banyak, andai dia bisa membawa lebih banyak orang ada di sana.”

“Romelu Lukaku melakukannya dan dia melakukan serangan ke gawang. Namun, pada saat ini, penguasaan bolanya masih kurang dan saya pikir itu mempengaruhi seluruh permainannya. Tapi sebagai pemain di posisi penyerang tengah, Anda membutuhkan sodoran bola”

Romero Lukaku sebenarnya sudah tampil cukup mengesankan di sepanjang musim ini. Penyerang tim nasional Belgia itu sudah berhasil mencetak 11 gol untuk Manchester United di seluruh ajang kompetitif.

 

Kemenangan Dalam Laga ke-400 Mourinho Di Inggris

Jose Mourinho

Sebuah catatan spesial dalam kemenangan Manchester United di markas Swansea City 2 – 0. Sang manajer, Jose Mourinho baru saja menjalani laga ke-400 di kompetisi kasta tertinggi Inggris (Premier League).

Di Stadion Liberty, Rabu (25 Oktober 2017) dinihari WIB, dua gol dari Jesse Lingard memastikan MU maju ke perempatfinal Piala Liga Inggris. Hasil ini turut mengembalikan The Red Devils ke jalur kemenangan setelah di akhir pekan lalu menderita kekalahan mengejutkan dari tim promosi Huddersfield Town 1 – 2 di Premier League.

Kemenangan tandang tersebut sekaligus menandai laga ke-400 Mourinho selama menjalani karier sebagai manajer di Inggris. Selain MU, mantan manajer FC Porto, Inter Milan, dan Real Madrid tersebut juga pernah membesut Chelsea dalam dua periode.

Dalam 400 pertandingan itu, Mourinho tercatat mencetak 252 kemenangan, 89 imbang, dan 59 kekalahan. Manajer berkebangsaan Portugal tersebut juga sudah menjuarai semua kompetisi di Inggris dengan meraih tiga medali juara Premier League, satu Piala FA, dan empat Piala Liga, serta trofi minor (Community Shield).

“Tentu saja saya masih punya semangat yang sama seperti dulu, saat saya pertama kali datang ke Inggris. Tapi tahun 2004 itu sudah sangat lama sekali,” ucap Jose Mourinho.

“Semangat saya tentu saja masih sama, perbedaannya hanyalah sekarang saya sudah lebih matang dengan cara yang berbeda dalam merespons banyak hal. Tapi saya masih sama, saya ingin menang dan saya benci ketika saya kalah,” cetus Jose Mourinho dilansir situs resmi Manchester United.

Kemenangan atas Swansea City kali ini memberi modal berharga bagi Manchester United, yang akan menghadapi laga sulit di akhir pekan ini. Pasalnya, MU akan menjamu tim peringkat ketiga klasemen Tottenham Hotspur di Old Trafford pada lanjutan Premier League.

Incoming search terms:

  • kata jose mourinho tentang sombong