Tag Archives: Liverpool

Didekati City Dan Chelsea, Kenapa Van Dijk Pilih Liverpool?

Virgil van Dijk

Virgil van Dijk sebenarnya sempat didekati oleh dua klub raksasa Premier League, Manchester City dan Chelsea sebelum akhirnya memilih Liverpool. Ada alasan khusus Van Dijk memilih Liverpool, apa itu?

Van Dijk menjadi topik pembicaraaan hangat di bursa transfer musim panas lalu ketika tiga klub raksasa Premier League, Liverpool, Chelsea, dan Manchester City memperebutkannya. The Reds yang ada di barisan terdepan gagal mendapatkan Van Dijk karena protes Southampton ke otoritas Premier League.

Di minggu akhir Desember lalu jelang dibukanya bursa transfer musim dingin, Van Dijk kembali dihubung-hubungkan dengan tiga klub tersebut. Sempat beredar beberapa rumor, Van Dijk akhirnya resmi jadi milik Liverpool saat bursa transfer musim dingin dibuka pada 1 Januari kemarin.

Liverpool berhasil unggul dari Chelsea dan Manchester City dalam perburuan Van Dijk setelah mengeluarkan dana 75 juta poundsterling. Tentunya ini kabar menggembirakan untuk Liverpool mengingat mereka perlu sosok bek seperti Van Dijk.

Perekrutan Van Dijk ini boleh dibilang sebagai prestasi tersendiri mengingat The Reds harus bersaing dengan Manchester City dan Chelsea yang punya kekuatan finansial lebih kuat ditambah lagi punya peluang meraih trofi lebih besar.

Tapi, Virgil Van Dijk punya alasan lain mengapa akhirnya dia memilih melanjutkan kariernya bersama The Reds.

“Saya menjatuhkan pilihan saya kepada Liverpool karena kebesaran klub ini, suporter, pemain, manajer, seluruh elemen di sini luar biasa,” tutur Virgil Van Dijk seperti yang dilansir dari Soccerway.

“Anda bisa lihat sendiri bagaimana luar biasanya atmosfer ketika kami bermain di kandang. Saya sangat bahagia karena punya kesempatan bermain bersama klub ini,” jelas Virgil Van Dijk.

Debut Virgil van Dijk bersama Liverpool pun ternyata berlangsung manis. Van Dijk yang notabene merupakan bek bahkan menjadi pahlawan The Reds karena mencetak gol yang memenangkan Liverpool.

Naby Keita Akan Pindah Ke Liverpool Sesuai Rencana Di Musim Panas Mendatang

Naby Keita

Beredar rumor Liverpool ingin mempercepat kedatangan Naby Keita dari RasenBallsport Leipzig, yang transfernya sudah disepakati oleh kedua pihak. Namun RB Leipzig dengan tegas membatah kabar tersebut.

Liverpool dan RB Leipzig sudah sepakat soal transfer Keita pada musim panas lalu. Pemain yang berposisi gelandang itu dibeli oleh The Reds dengan nilai 48 juta pound sterling.

Walaupun transfernya sudah disepakati, Keita baru akan pindah klub pada musim panas tahun 2018 ini. Kemudian beredar gosip bahwa Liverpool ingin mempercepat kedatangannya, yakni pada bursa transfer Januari ini, menyusul hengkangnya Philippe Coutinho ke Barcelona beberapa hari lalu.

Namun hal tersebut dibantah oleh pelatih RB Leipzig, Ralph Hasenhuettl. Hasenhuettl menegaskan situasinya sejauh ini belum berubah dan menyebut sang pemain tidak ingin pergi dengan meninggalkan catatan buruk.

Keita kesulitan sepanjang paruh pertama musim ini. Dia baru berhasil mencetak dua gol dan satu assist dari 13 penampilan di Bundesliga sejauh ini.

“Situasi saat ini masih tetap sama. Kami tidak punya alasan untuk menjual Naby Keita sebelum akhir musim. Itu saja. Dia akan bermain melawan Schalke 04 di akhir pekan dan semoga dia bisa bermain oke,” ungkap Hasenhuettl seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Hanya itu yang ingin saya bilang. Saya rasa Naby ingin menyelesaikan musim dengan cara yang bagus di RB Leipzig. Dia ingin pergi dengan catatan yang bagus. Dia menampilkan banyak performa bagus untuk klub, menurut saya dia akan bermain sebaik mungkin di sisa musim.”

“Naby Keita mungkin ingin memperbaiki beberapa aspek sebelum pergi. Dia ingin pergi setelah menampilkan semua kualitasnya karena dia sempat menampilkan beberapa penampilan yang kurang memuaskan di paruh pertama musim,” demikian tutup Ralph Hasenhuettl.

Liverpool Harus Cermat Dalam Mencari Pengganti Coutinho

Phillipe Coutinho

Pada bursa transfer musim dingin kali ini, Liverpool tentu harus bergegas mencari pemain untuk menggantikan Philippe Coutinho. Namun, The Reds disarankan untuk tidak terburu-buru.

Liverpool baru saja mendapatkan uang banyak, hasil penjualan Coutinho sebesar 143 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,7 triliun dari Barcelona. Dengan uang dalam jumlah besar ini, Liverpool pun bisa mendatangkan pengganti yang sesuai dengan Coutinho.

Tapi para suporter pun merasa was-was mengingat Liverpool punya sejarah buruk saat mencari pemain baru untuk menggantikan pemain bintang yang pergi. Contoh saja ketika menjual Luis Suarez pada 2014 silam.

Memperoleh uang sekitar 75 juta poundsterling, Liverpool malah menghabiskan untuk mendatangkan 10 pemain yang kemampuannya pas-pasan. Sementara Suarez digantikan oleh Mario Balotelli yang ternyata tampil sangat buruk.

Ditambah lagi para pemain barunya banyak yang gagal, Liverpool pun jeblok di musim 2014/2015 dan hanya mengakhiri musim di peringkat keenam sehingga gagal tampil di Liga Champions.

Maka dari itu Liverpool untuk tidak mengulangi kesalahan mereka,s erta lebih cermat dan teliti dalam mendatangkan pemain baru saat ini. The Reds pun disarankan merekrut pemain top yang bisa menjadi pengganti Coutinho.

“Liverpool butuh pemain dengan kualitas top. Mereka sudah mengeluarkan 75 juta poundsterling untuk Virgil van Dijk dan kami harus membawa pemain dengan kualitas yang sama di posisi penyerang,” ungkap mantan pemain Liverpool, Phil Thompson, kepada Sky Sports.

Sejauh ini Liverpool dikabarkan sedang melakukan pendekatan kepada sejumlah pemain top seperti Riyad Mahrez, Thomas Lemar, Alexis Sanchez, Julian Brandt, Christian Pulisic, serta Manuel Lanzini.

Hazard Ungkap Alasan Kepergian Salah Dari Chelsea

Mohamed Salah

Gelandang Chelsea, Eden Hazard menilai bahwa Mohamed Salah adalah pemain top. Namun sayangnya Salah tak pernah memperoleh kesempatan unjuk gigi di Chelsea.

Salah pertama kali merumput di Premier League pada musim panas 2013/2014 setelah diboyong Jose Mourinho dari FC Basel ke Chelsea. Namun, karena dinilai kurang berhasil, Salah kemudian dipinjamkan The Blues ke Fiorentina pada pertengahan musim 2014/2015.

Bersama La Viola, Salah sukses mencetak sembilan gol dari 26 penampilan di seluruh ajang kompetitif. Catatan tersebut membuat AS Roma tertarik meminjamnya di awal musim 2015/2016 dan mempermanenkan pria berkebangsaan Mesir itu di musim berikutnya.

Bersama AS Roma, Salah semakin menggila dengan menjadi andalan di sektor penyerangan. Dia mencetak 34 gol dari 83 penampilan di seluruh ajang kompetitif. Liverpool pada akhirnya memboyong Salah ke Anfield pada musim panas 2017/2018. Bersama Liverpool, Salah sudah mencetak 14 gol dari 19 laga kompetitifnya.

Nah, akhir pekan nanti untuk pertama kalinya Salah akan bertanding melawan mantan timnya, Chelsea di Anfield, Minggu (26 November 2017) dinihari WIB. Jelang pertemuan itu Hazard yang pernah satu tim dengan Salah di Chelsea menjelaskan alasan pemain 25 tahun itu terdepak dari Stamford Bridge.

“Mohamed Salah adalah salah satu pemain baik saya dan kami masih saling kontak. Dia adalah pemain top. Tapi sayangnya dia tidak mendapat kesempatan di Chelsea karena beberapa alasan, mungkin karena manajernya,” kata Eden Hazard seperti dilansir dari The Guardian.

“Apakah dia pergi karena pemain lainnya? Saya tidak tahu. Dia punya kualitas, tapi pada periode itu seingat saya Chelsea punya saya, Willian, Oscar, jadi itu mungkin agak sulit untuk dia. Yang pasti dia pemain top dan kami tahu kualitasnya,” sambung Eden Hazard.

“Selalu menyenangkan bertanding melawan teman, tapi pemain Liverpool bukan hanya Mohamed Salah. Mereka punya banyak pemain berkualitas,” tegas Eden Hazard.

Salah Si Mesin Gol Baru Liverpool

Mohamed Salah

Dulu ada Luis Suarez yang bisa diandalkan sebagai mesin gol Liverpool, juga sempat Daniel Sturridge tajam-tajamnya. Sekarang Liverpool sudah punya sosok pencetak gol baru, dia adalah Mohamed Salah.

Liverpool belakangan sempat kehilangan sosok yang bisa diandalkan untuk mencetak gol. Dalam tiga musim terakhir, tidak ada satupun sosok yang bisa benar-benar tampil sebagai mesin gol.

Di musim 2014/2015, Steven Gerrard menyabet gelar top skorer klub dengan torehan 13 gol. Pada musim selanjutnya Sturridge mencatatkan jumlah yang sama, yang relatif rendah untuk pemain di posisi penyerang. Musim lalu, Philippe Coutinho tampil sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim dengan 14 gol.

Padahal sebelumnya Liverpool sempat punya mesin gol yang sangat bisa diandalkan, Luis Suarez. Suarez mencetak total 78 gol dalam tiga musim berturut-turut dari 2011/2012 sampai 2013/2014. Musim 2013/2014 menjadi periode terbaiknya dengan torehan 31 gol satu musim. Di musim yang sama, Sturridge mengalami masa terbaiknya dengan menorehkan 24 gol.

Hengkangnya Suarez ke Barcelona membuat harapan kemudian diembankan Liverpool ke Sturridge. Tapi mantan penyerang Chelsea itu justru kerap mengalami cedera yang membuat performanya merosot. Alhasil dalam tiga musim terakhir, tak ada lagi sosok mesin gol di lini depan Liverpool. Faktanya dua dari tiga musim tersebut, gelar top skorer direbut oleh pemain berposisi gelandang serang.

Namun penantian Liverpool sepertinya sudah mendapatkan jawaban di musim ini. Walaupun tidak mendatangkan sosok penyerang tengah murni di bursa transfer musim panas, kedatangan Salah membuat lini serang Liverpool semakin tajam. Striker tim nasional Mesir itu sejauh ini sangat produktif dengan mencetak 13 gol dari 16 pertandingan kompetitif.

Di Premier League, mantan pemain Chelsea dan AS Roma itu sementara berada di puncak daftar top skorer dengan sembilan gol. Sebuah catatan yang bisa dianggap mengejutkan, terlebih mengingat posisinya bukanlah seorang penyerang murni.

Henderson dan Lallana Sudah Kembali, Klopp Malah Sakit

Juergen Klopp

Liverpool memperoleh suntikan tenaga berharga dengan kembalinya dua pemain andalan dari cedera. Namun, kini malah sang manajer, Juergen Klopp, yang absen karena sakit.

Jordan Henderson dan Adam Lallana sudah kembali mengikuti latihan secara penuh setelah pulih dari cedera masing-masing. Henderson mengalami cedera di bagian paha dan absen dalam kemenangan Liverpool 4 – 1 atas West Ham United sebelum jeda internasional dua pekan silam.

Sementara Lallana belum sekalipun merumput di musim ini karena cedera paha pada Agustus lalu. Tapi keduanya sudah sama-sama mengikuti sesi latihan tim utama, Rabu (15 November 2017) dan kemungkinan bisa tampil untuk laga melawan Southampton, Sabtu (18 November 2017) mendatang.

Hanya saja, Klopp belum berkesempatan melihat keduanya kembali ke sesi latihan karena dia sendiri justru absen pada hari tersebut. Manajer berkebangsaan Jerman ini dilaporkan sakit sehingga harus diperiksa di rumah sakit hari itu.

Liverpool menyebut untuk saat ini Klopp belum perlu diopname karena sakitnya itu, namun kemungkinan bakal memerlukan pemeriksaan lanjutan.

“Juergen Klopp sudah menjalani pemeriksaan oleh tim dokter dan sebagai akibatnya akan absen dari latihan pada hari Rabu. Saat ini tak ada rencana untuk Juergen tetap berada di rumah sakit melebihi yang dijadwalkan sebagai pemeriksaan dan oleh karena itu dia bisa pulang ke malam ini,” ungkap pernyataan dalam situs resmi Liverpool.

“Namun, Juergen Klopp mungkin akan butuh pemeriksaan lanjutan ke depannya. Manajemen klub meminta privasi Juergen, keluarga, dan pasien-pasien lainnya dihormati saat media mengunjungi rumah sakit,” imbuhnya.

Belum jelas apakah Klopp bakal bisa mengikuti sesi konferensi pers resmi menjelan laga melawan Southampton, atau kapan dia akan kembali memimpin latihan.

Kekasih Danny Ins Berfoto Seksi Untuk Majalah Olahraga

Danny Ings

Pacar striker Liverpool, Danny Ings saat ini sedang diliputi perasaan gembira. Beberapa waktu lalu, Georgia Gibbs terpilih menjadi model majalah olahraga top Amerika Serikat.

Georgia baru saja menjalani sesi pemotretan untuk edisi terbaru majalah Sports Illustrated di Aruba, pulau yang di daerah utara Venezuela. Dia merupakan pendatang baru yang dipercaya memamerkan rancangan pakaian renang atau swimsuit kenamaan.

Dalam kabar yang dilansir oleh El Balon Rosa, Minggu (5 November 2017) kemarin, model asal Australia tersebut mengunjungi berbagai tempat untuk sesi pemotretan bikini. Dia menuai banyak pujian dari follower-nya di Instagram karena mampu tampil cantik walaupun dengan make up yang sederhana.

Georgia Gibbs

Georgia Gibbs

Nama Georgia tentu saja akan semakin terkenal setelah sesi pemotretan ini. Sebab finalis Miss Universe Australia 2014 tersebut diperhitungkan sebagai rookie terbaik Sports Illustrated tahun 2018.

Gelar SI Swimsuit 2017 Rookie Of The Year telah dimenangkan oleh Bianca Balti asal Italia. Model 32 tahun tersebut mendapatkan perolehan suara terbanyak, dibanding nama-nama yang sudah lebih dulu terkena; seperti model Victoria’s Secret Kelly Gale dan Lais Ribeiro.

Nama Georgia Gibbs mulai dikenal di kalangan WAGs sejak menjadi kekasih dari striker Liverpool Danny Ings pada September 2016 silam. Hubungan keduanya terendus usai tertangkap kamera berganden tangan saat berjalan-jalan di kotra Manchester.

Tidak cuma itu saja, Ings juga menghabiskan waktu bersama sang model dengan menyaksikan pertunjukan musik Book of Mormon di London Barat. Danny Ings dan Georgia Gibbs kemudian makan malam romantis di Shangri-La Hotel, at The Shard, London.

Kala itu Ings tengah absen membela Liverpool akibat cedera ligamen anterior atau ACL. Kehadiran Gibbs menjadi penyemangat Ings untuk pulih dan kembali tampil di atas lapangan hijau.

James Milner Senang Bisa Kembali Jadi Gelandang

James Milner

James Milner gembira bisa kembali lagi dimainkan di posisi gelandang di Liverpool musim ini. Milner mengakui jika dia lebih menikmati perannya sebagai pemain tengah.

Milner, yang posisi aslinya sebagai seorang gelandang, digeser oleh manajer Juergen Klopp untuk bermain di posisi bek kiri sepanjang musim lalu. The Reds memang tidak punya banyak pemain di sektor itu menyusul performa buruk Alberto Moreno.

Performanya pun terbilang oke sebagai seorang bek sayap ketika dia mampu tampil di 40 pertandingan dan melesakkan tujuh gol yang kebanyakan dibuat dari eksekusi penalti. Sektor kiri pertahanan Liverpool pun terbilang amat. Namun, tetap saja Milner merasa tak nyaman bermain di posisi tersebut.

Musim ini, JamesMilner akhirnya kembali mendapatkan posisi sebagai gelandang box-to-box. Posisi bek kiri Liverpool kini ditempati Moreno yang mendapat kepercayaan Klopp setelah tampil oke di pramusim. Hal itu dilakoni oleh Milner dalam tiga pertandingan terakhir Liverpool, termasuk ketika mengalahkan Huddersfield Town akhir pekan lalu.

James Milner mengaku senang bisa ditempatkan di posisi aslinya sebagai gelandang. Mantan pemain Manchester City ini pun menjelaskan mengapa musim lalu bersedia digeser sedikit posisinya ke belakang. Milner mengakui dirinya harus kembali meningkatkan kemampuan sebagai gelandang setelah musim lalu bermain sebagai seorang bek sayap.

“Musim lalu saya diminta oleh manajer untuk berganti posisi dan saya melakukannya sebaik yang saya bisa. Saya bilang waktu itu, saya tidak terlalu menikmati bermain di posisi itu, saya tidak suka. Tapi kepentingan tim adalah yang paling penting dan anda akan melakukan apa yang diminta, seperti itulah kondisinya,” jelas James Milner.

“Sekarang saya sangat menikmati permainan sepakbola saya karena saya kembali ditempatkan di lini tengah tahun ini. Sekarang saya hanya ingin tampil sebanyak mungkin dan memberikan kontribusi semaksimal mungkin kepada tim,” tutur James Milner.

Sudah Cetak 100 Gol, Sturridge Ingin Cetak 100 Gol Lagi

Daniel Sturridge

Sebuah torehan spesial diciptkan oleh Daniel Sturridge saat mengantarkan Liverpool menggilas Huddersfield Town 3 – 0 akhir pekan lalu. Sturridge menyebut jika dia masih belum puas dengan hal itu.

Penyerang Liverpool tersebut membuka kebuntuan dengan mencetak gol pertama dalam pertandingan di Anfield Stadium, Sabtu (28 Oktober 2017) malam WIB. Roberto Firmino menggandakan keunggulan tim tuan rumah sebelum Georginio Wijnaldum menyempurnakan kemenangan The Reds.

“Huddersfield Town menyulitkan kami dan skor 0 – 0 di babak pertama itu bisa menjadi salah satu hari di mana banyak hal tidak sesuai dengan harapan kami. Anda merasakan tekanan dari suporter, dan beberapa hal lainnya,” jelas Daniel Sturridge dalam situs resmi Liverpool.

“Namun kami sudah menunjukkan kerja keras kami, kami memperlihatkan karakter kami, kami tampil dan memainkan pertandingan terbaik kami dan kami bermain seperti yang biasa kami lakukan.”

Kebahagiaan lain yang dia rasakan selain kemenangan Liverpool, Sturridge pantas merayakan sebuah pencapaian untuk dirinya sendiri. Penyerang tim nasional Inggris ini sudah berhasil mencetak 100 gol di level klub dalam 270 kali penampilan.

Masing-masing 62 gol dibuat Sturridge bersama Liverpool; 24 gol bersama Chelsea; delapan gol bersama Bolton Wanderers, dan enam gol ketika memperkuat Manchester City. Torehan spesialnya ini membuat Daniel Sturridge merasa semakin termotivasi.

“Aku tidak memikirkan hal-hal semacam ini, aku bahkan tidak ingat berapa gol yang sudah aku ciptakan. Aku bersyukur kepada Tuhan atas berkatnya dan atas izinnya aku mencapai gol sampai sebanyak ini,” jelas Daniel Sturridge.

“Mudah-mudahan aku bisa lebih banyak lagi mencetak gol dan mudah-mudahan aku bisa mencetak 100 gol lagi sebelum aku pensiun suatu saat nanti,” kata Daniel Sturridge sembari mengakhiri pembicaraan.

Hukuman Atas Satu Kesalahan Liverpool

Liverpool

Juergen Klopp merasa sangat kesal karena Liverpool hanya mampu meraih hasil imbang melawan Newcastle United. Gagal memaksimalkan dominasi, gawang Liverpool justru kebobolan karena satu kesalahan besar.

Liverpool hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke St. James’ Park, hari Minggu (1 Oktober 2017) malam WIB. Unggul lebih dulu melalui Philippe Coutinho, gawang The Reds kebobolan oleh Joselu dan gagal mendapatkan kembali posisi unggul.

Hasil tersebut membuat Klopp sangat kecewa. Sebab dia merasa Liverpool tampil amat dominan dan seharusnya bisa meraih poin penuh, alih-alih malah kecolongan lewat serangan balik. Sementara Gol Joselu pun kian membuatnya kesal. Dua bek tengah Liverpool gagal menghalau pergerakan Joselu dengan baik, kemudian kelabakan ketika Joselu mendapatkan umpan terobosan.

Joel Matip awalnya memang berhasil melakukan tekel dan menendang bola. Namun aksinya tersebut justru membuahkan gol, karena bola memantul Joselu dan masuk ke gawang. Hasil ini melanjutkan tren buruk Liverpool. Dalam tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang, The Reds cuma menang sekali.

Klopp kesal dengan lengahnya pertahanan timnya, namun di sisi lain, manajer berkebangsaan Jerman itu juga melihat banyak aspek positif untuk dikembangkan.

“Seperti yang bisa Anda lihat, ini bukan hasil yang kami harapkan. Kami menciptakan peluang dan menciptakan peluang, kemudian melakukan satu kesalahan, sebuah kesalahan nyata, dan kami mendapatkan hukuman atas itu,” ungkap Juergen Klopp seperti dilansir dari Sky Sports.

“Saya rasa lawan membuat kesalahan dan mereka tidak merasakan hukuman itu. Pada akhirnya, man of the match-nya dari Newcastle United dan kami punya penguasaan bola 80% atau sekitar itulah. Itulah situasinya dan bagaimana dunia melihatnya, dan kami hanya perlu terus berjalan.”

“Kami punya banyak kesempatan, dan hanya sekali mencetak gol. Lawan tidak punya terlalu banyak peluang dan juga mencetak sekali, itulah faktanya. Saya harap anak-anak kembali dari jeda internasional dengan sehat dan kami akan kembali berlari,” tambah Juergen Klopp.