Tag Archives: Liga Italia

Dani Alves Akhiri Kontraknya Dengan Juventus

 

Dani Alves akhirnya sudah menentukan masa depannya di Juventus. Pesepakbola asal Brasil itu memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dan akan pergi di bursa transfer tahun ini.

Kabar ini secara langsung dikonfirmasi oleh CEO Juve, Giuseppe Moratta. Alves memilih untuk mengakhiri kontraknya meskipun masa kerjanya baru akan selesai di Juni 2018 nanti.

“Hal ini tak membuat hubungan kami menjadi buruk, karena motivasi merupakan hal yang krusial buat para pemain,” ungkap Marotta seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Dani Alves mengatakan ke kami bahwa dia mau mencari pengalaman lainnya, alhasil dia bakal mengakhiri kontraknya dengan kesepakatan kedua belah pihak dan kami mendoakan yang terbaik baginya,” lanjut Marotta.

Rumor Dani Alves akan pergi dari Juventus mulai terhembus di minggu lalu, disaat rekan setimnya Gonzalo Higuain mengucapakn salam perpisahan untuk si pemain lewat video di Instagram. Video itu sendiri langsung di hapus oleh Higuain, meskipun sudah beredar luas di sosial media.

Di sisi lain, keinginan Alves untuk hengkang pun diduga karena kritikan publik terhadapnya. Hal ini pun tak lepas dari pernyataanya yang menyarankan Paulo Dybala unntuk hengkang dari Juventus.

Marotta mengakui kalau keputusan Alves untuk hengkang lebih dulu jelas mengecewakan Juventus. Akan tetapi, dia memastikan takkan ada perselisihan dalam hubungan mereka.

“Pastinya ada rasa kecewa dengan apa yang ia katakan terkait hal ini, namun kami bisa memastikan hubungan kedua belah pihak akan baik-baik saja,” imbuhnya.

Sejauh ini, Alves diyakini akan pergi ke Liga Inggris dan bermain untuk Manchester City. Apabila itu benar-benar terjadi, maka dia akan berjumpa lagi dengan mantan manajernya di Barcelona, Pep Guardiola.

Alves sebenarnya baru berseragam selama semusim di Juventus. Dalam kiprahnya di Bianconeri, dia mampu menciptakan 6 gol dan 7 assist yang membantu timnya menjuarai titel juara Liga Italia dan Coppa Italia serta mengantarkan tmnya lolos ke final Liga Champions.

Di Francesco Takkan Mengubah Gaya Sepakbolanya Di AS Roma

eusebio di francesco

Pelatih baru AS Roma, Eusebio Di Francesco, akan tetap memperlihatkan gaya sepakbolanya walaupun sekarang dia berada di klub sebesar I Lupi. Di Francesco pun masih akan menerapkan skema 4-3-3 yang merupakan andalannya saat melatih Sassuolo.

Di Francesco resmi menjadi pelatih baru Roma di Rabu (14/6/2017) kemarin. Peracik taktik asal Italia itu jadi suksesor Luciano Spalleti (manajer sebelumnya), yang saat ini melatih di Inter Milan.

Sebelumnya, Di Francesco menghabiskan beberapa musim melatih Sassuolo dan kerap menggunakan skema 4-3-3 sebagai andalannya. Dalam periode kepelatihannya di Sassuolo, ia juga sering mempercayakan barisan serang ke trio Domenico Berardi, Gregoire Defrel, serta Matteo Politano.

Tampaknya Di Francesco pun akan tetap menerapkan skema itu di Roma. Walaupun begitu, Roma bisa dibilang tidak begitu asing dengan skema itu.

“Walaupun saya membesut tim deretan bawah seperti Sassuolo, saya tidak pernah memiliki sikap penurut,” ungkap Di Francesco seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Bersama Roma, gaya sepakbola yang akan ditampilkan pastinya takkan berubah. Kami akan senantiasa berupaya untuk mengendalikan permainan serta bisa jadi sedikit berubah bergantung dengan lawan yang kami hadapi. Itu bergantung dengan situasi,” lanjutnya.

“Kami akan mengawalinya dengan formasi 4-3-3, yang mana adalah uapaya terbaik saya untuk menunjukkan jati diri. Akan tetapi, mungkin saja ada perubahan tergantung dengan laganya,” ucap Di Francesco.

Di sisi lain, Francesco pun diyakini takkan bermasalah dengan skema 4-3-3 di Roma lantaran ia memiliki modal yang bagus untuk formasi itu. Di barisan serang contohnya, ia dapat menurunkan Edin Dzeko selaku target man bersama Mohamed Salah serta Stephan El Shaarawy jadi striker winger. Sedangkan di barisan tengah, ia memiliki banyak pemain yang mendukung formasi tersebut, seperti Kevin Strootman, Radja Nainggolan, Daniele De Rossi, serta Leandro Paredes.

AC Milan Punya Striker Baru, Carlos Bacca Ingin Ke PSG

carlos bacca - ac milan

 

Striker AC Milan, Carlos Bacca, tampaknya akan hengkang ke Paris Saint-Germain di bursa transfer tahun ini. Bahkan, agen si pemain sudah mengindikasikan bahwa kliennya akan pindah.

Keputusan Bacca untuk hengkang dari AC Milan pun tak lepas dari langkah klubnya merekrut Andre Silva dari FC Porto. Mengingat posisi keduanya adalah striker, tentu saja Bacca harus membagi ruang di lini depan dan bersaing untuk merebutkan posisi utama.

Terkait masa depannya, Carlos Bacca sendiri akhir-akhir gencar dihubung-hubungkan dengan beberapa klub dalam semusim terakhir, di antaranya yakni Arsenal dan West Ham United. Namun, rumor transfer tebaru justru menyebutkan nama PSG yang dikabarkan meminati jasa pemain asal Kolombia itu.

“PSG? Sebenarnya Ligue 1 merupakan salah satu liga terbaik di Eropa dan Carlos juga mau meneruskan kariernya di klub Eropa dengan tingkat yang bagus,” ucap Sergio Borilla, agen si pemain, seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Dia sudah memperoleh sejumlah penawaran dari luar benua Eropa, namun dia mengatakan ke saya kalau ia tak tertarik dengan penawaran itu. Dia lebih memprioritaskan aspek olahraganya. Sekarang ini aspek keuangan tak jadi prioritasnya, meskipun ada pasar di luar Eropa tempat investasi-investasi superior tengah dilakukan. Sekarang ini kami tetap tenang dan masih belum membahaskan apa pun bersama Milan. Dia masih berada di Milan. Kalau klub merasa mereka membutuhkan sosok striker baru… pastinya akan ada rivalitas lebih besar.

“Bursa transfer baru saja dibuka dan tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi di sepanjang musim panas. Klien yang bersangkutan masih memiliki kontrak selama 3 tahun di Milan. Dia cuma mau bermain sebanyak mungkin. Beberapa klub superior Eropa telah memperlihatkan ketertarikan dan kami akan berupaya melihat semua situasinya dengan jelas,” ungkapnya.

Sudah 2 musim berkarier di AC Milan, Carlos Bacca mampu membukukan 34 gol dengan 31 di antaranya tercipta dalam Liga Italia, Serie A.

Presiden Napoli Inign Sarri Bertahan Seumur Hidupnya di Napoli

Aurelio De Laurentiis Maruzio Sarri Napolli, Aurelio De Laurentiis, Maruzio Sarri Napolli, Aurelio De Laurentiis Maruzio Sarri, Napolli, Aurelio De Laurentiis Napolli, Maruzio Sarri , Serie A, Liga Italia

Aurelio De Laurentiis selaku Presiden Napoli diketahui memiliki keinginan untuk menjadikan pelatih utama timnya yaitu Maurizio Sarri, sebagai pengasuh timnya dalam jangka waktu yang lama. Ia ingin pelatihnya bisa memiliki waktu yang panjang di Napoli seperti Sir Alex Ferguson saat mengomandoi Manchester United dari 1986 – 2013.

Napoli memang baru merekrut sang pelatih asal Italia tersebut pada musim lalu. Ia pindah dari klub  yang mengenalkan dirinya ke kompetisi tertinggi di Liga Italia yaitu Empoli. Namun saat ia pertama kali datang ke Empoli musim panas tahun 2012, klub tersebut masih berada di Liga Seri B dan naik pangkat ke Serie A pada musim setelahnya.

Sarri datang ke San Paolo menggantikan pelatih sebelumnya yaitu Rafel Benitez dan sempat membawa Napoli keperingkat pertama hingga musim dingin perdananya bersama Napoli namun sayangnya Ia mengakhiri musimnya berada diperingkat kedua klasemen terpaut 9 poin dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus.

Saat ini Napoli berada di peringkat ketiga klasemen sementara untuk pekan ini terpaut selisih satu poin. Dan selama ia mengasuh klub tersebut, tercatat ia sudah menjalani 95 pertandingan. Pelatih berusia 58 tahun tersebut sudah merasakan manisnya kemenangan sebanyak 61 pertandingan dan juga getirnya kekalahan sebanyaj 16 kali di lintas kompetisi .

Dengan hasil ini sang Presiden Napoli pun mengutarakan keinginannya di media. Ia mengatakan, “Saya memiliki intuisi bahwa Sarri merupakan pilihan yang benar. Saat saya merekrutnya dari Empoli, saya sempat melihat ada spanduk yang menentang keputusan tersebut. Namun saya selalu yakin hal itu adalah pilihan yang tepat. Dia sepertinya Ia akan menajdi pelatih Napoli untuk waktu yang lebih lama lagi,”.

Dengan kepuasan performa yang dimiliki oleh sang pelatih yang telah menekuni profesinya dari tahun 1990 lalu, De Laurentiis ingin membuat pelatih pilihannya bertahan lama di kubunya. Apalagi Sarri masih mampu berada di tiga besar klasemen walaupun ditinggalkan oleh striker andalan mereka ke Juventus yaitu Gonzalo Higuain.

Ia mengatakan, “Kami memiliki kontrak panjang dan akan lebih panjang lagi dengan klausul baru yang akan berlaku pada musim depan. Ini adalah rumahnya, dia bisa tinggal di Naples seumur hidup dan bisa menjadi Ferguson,”.

Sebuah keputusan yang berani untuk sang Presiden karena sang pelatih baru saja melatih liga tertinggi di Italia belum lama ini.

Mantan Bek Barcelona Jadi Salah Satu Faktor Kesuksean Semifinal Juventus

dani alves Score juventus vs AS monaco Liga Champions, dani alves Score juventus vs AS monaco, Liga Champions, dani alves Score, juventus vs AS monaco Liga Champions, dani alves Score juventus , AS monaco Liga Champions, dani alves juventus, dani alves, juventus, serie A, liga italia

Setelah berhasil memenangkan pertandingan menghadapi AS Monaco, Juventus akhinya berhasil memasuki babak final Liga Champions kedua mereka dari tiga tahun belakangan. Dan terlebih lagi, mantan bek kanan Barcelona mereka yaitu Dani Alves menjadi salah satu alasan terbesar di balik kesuksesan semifinal mereka.

Bek Juventus yang baru saja bergabung secara gratis dari Barcelona tersebut memang memainkan peran penting dalam beberapa pertandingan terakhirnya dimusim ini. Dan hal yang terbaru, Ia mampun menjebol gawang AS Monaco saat timnya menjamu mereka pada pagi dini hari tadi tepatnya pukul 01.45 WIB.

Dalam pertandingan tersebut sebelumnya Mario Madzukic mampu menggetarkan gawang lawannya dimenit ke 33 setelah mendapatkan bola liar yang menuju padanya dan kemudian menjelan turun minum, Alves pun juga menggandakan kedudukan dengan bola rebound juga. Sayangnya dimenit ke 69, Kylian Mbappe berhasil menjebol gawang yang dijaga oleh kiper senior Juventus, Gianluigi Buffon.

Dengan gol ini, pemain Brasil itu mampu menyumbangkan tiga gol di Liga Champions untuk timnya dan cukup gila untuk seorang bek. Ia pun mengatakan, “Saya tidak gila, ini hanya hasil dari seseorang yang bekerja dan menjalani profesinya dengan intensitas dan mencintai apa yang dimilikinya. Semua yang saya lakukan dalam hidup saya adalah hasil dari pekerjaan, profesionalisme, perhatian dan rasa hormat yang saya miliki untuk karir saya. Orang mengira saya gila, namun saat mulai bekerja, saya tahu apa yang harus saya lakukan dan apa yang membuat saya menjadi diri saya sendiri.”.

Saat ia meninggalkan Barcelona, beberapa dewan direksi Barcelona merasa bahwa dirinya akan mampu terus bermain di tingkat yang tinggi, terutama mengingat betapa sulitnya menyesuaikan tuntutan taktis sepak bola Italia.

Ia pun menjelaskan, “Sebenarnya Sepak bola di mana-mana sama saja yaitu dimainkan dengan bola, sebelas lawan sebelas. Namun satu-satunya hal yang harus kami lakukan adalah menyesuaikan diri dengan filosofi klub dan rekan-rekan saya yang lain. Kami harus tampil pada saat-saat terbesar dan itulah alasan saya berada di sini, menikmati diri saya dan  bermain di final Liga Champions.”

Pemain berusia 34 tahun tersebut juga sempat menjawab pertanyaan, tim mana yang lebih ia sukai di final,  Real Madrid atau Atletico. Ia pun menjawab, “Saya yakin Real Madrid memiliki kesulitan lebih tinggi namun takkan mudah juga menghadapi Atletico. Namun Terlepas dari siapapun lawannya, Juventus harus memiliki euforia dan kegembiraan yang memadai untuk berada di final.”.

Madrid dan Atletico akan menentukan langkahnya menuju final pada besok pagi pukul 01.45 WIB.

Pelatih Milan Dan Pelatih Roma Tak Ingin Bicarakan Masa Depannya Saat Ini

vincenzo Montella dan Luciano Spaletti, vincenzo Montella,Luciano Spaletti, vincenzo Montella AC Milan, Luciano Spaletti AS Roma, vincenzo Montella Vs Luciano Spaletti, Liga Italia, serie A

Setelah menjalani pertadingan putaran ke 35 di serie A musim ini, kedua pelatih yang bertanding dalam laga ini sepertinya tak ingin membicarakan masa depan mereka masing – masing dikubunya. Hal ini termasuk pelatih yang memenangkan pertandingan.

Pertandingan yang dimaksud diatas adalah pertandingan yang melibatkan AC Milan dan AS Roma, hari ini pukul 01.45 WIB, dini hari. Dalam pertandingan tersebut, Roma berhasil mengungguli tuan rumah dengan skor telak 1-4 dan meraih poin penuh mengejar ketertinggalan mereka terhadak pemuncak klasemen, Juventus.

Bagi pihak Milan tentu kekalahan ini membuat mereka terancam untuk tak bisa mengamankan sebuah tiket menuju Liga Eropa di akhir musim kompetisi. Namun sang pelatih menegaskan bahwa dirinya tak mempermasalahkan tentang karirnya akan dicopot oleh manajemen dimusim depan. Ia malah ingin tetap konsentrasi terhadap tujuannya berada diperingkat kelima klasemen yang terpaut enam poin.

Saat ditanya tentang masa depannya setelah mengalami kekalahan oleh Roma, Ia mengalihkannya dan berkata, “Kami harus tetap mengakhiri musim dengan bauk dan masuk zona Eropa, yang telah menjadi target kami sepanjang musim ini. Dan Ini bukan saatnya membicarakan tentang masa depan saya. Masa depan Milan ada di akhir pekan ini,”.

Ia pun menambahkan, “Saya juga setuju dengan klub untuk fokus terutama saat seperti ini, karena kami masih memiliki tujuan penting untuk dicapai,”.

Tidak hanya Montella saja, pelatih Roma pun yaitu Luciano Spalletti, juga tak ingin membicarakan masa depannya. Ia hanya mengatakan bahwa hingga saat ini Ia belum memutuskan karirnya setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Pasalnya walaupun dengan kemenangan yang diraihnya dan memperkokoh posisinya diperingkat kedua, Spaletti pun menjadi sasaran para fans Roma. Hal ini dikarenakan kemenangannya tersebut tak mengikutsertakan legenda Roma yang masih menjadi pemain di klubnya hingga saat ini, padahal ada hal yang lebih krusial dibandingkan menyenangkan seorang pemain.

Ia pun menjawab perasaannya setelah memenangi laga, “Ini bukan masalah tentang masa depan saya. Saya dan Roma akan bicara di akhir musim. Namun ada fans yang menunggu anda di rumah, dan mereka memiliki spanduk ‘Spalletti vs Totti’, mereka orang bertanya kepada saya tentang hal ini (tak memainkan Totti) terus-menerus dan saya tidak tahu harus berbuat apa lagi,”

Ia menambahkan, “Ini sangat mengecewakan, karena saya tahu Francesco (Totti) selalu menunjukkan kualitasnya dan bekerja keras dalam latihan, namun kali ini tapi saya harus membuat pilihan terbaik untuk tim,”.

Namun sayangnya, apapun hasil yang akan dimiliki Roma disisa pertandingan musim ini, mereka akan tetap berada diperingkat kedua, jika Juventus menang walau hanya sekali.

 

Pelatih Torino Senang Walaupun Menghadapi Juventus Mereka Imbang

Adem Ljajic Juventus Vs Torino Serie A, Adem Ljajic score Juventus Vs Torino Serie A, Adem Ljajic Juventus Vs Torino, Serie A, Adem Ljajic, Juventus Vs Torino, Adem Ljajic Torino, Liga Italia

Sinisa Mihajlovic yang merupakan Pelatih dari Torino, menungkapkan perasaannya tentang pertandingan terakhirnya menghadapi rival satu kotanya yaitu Juventus. Ia pun akhirnya merasa lega dan bangga dengan kemampuan yang dilakukan oleh pasukannya walaupun tak menang. Pasalnya menghadapi pemuncak klasemen untuk tim setangguh Juventus dengan kualitas para pemainnya, bermain imbang pun rasanya seperti meraih poin penuh.

Pertandingan yang diselenggarakan pada pagi dini hari tadi tanggal 7 Mei 2017 pukul 01.45 WIB, Torino mampu tampil cemerlang baik dari babak pertama maupun pada babak kedua. Padahal mereka kalah dalam hal penguasaan bola maupun dalam hal menciptakan peluang.

Mereka cenderung mampu mengimbangi penguasaan bola walaupun harus menebusnya di tiga tiga kartu kuning. Namun pada babak kedua tepatnya dimenit ke 52, Torino mendapatkan tendangan bebas yang dieksekusi baik oleh Adem Ljajic. Hingga membuat riuh laga yang berada di Juventus stadium.

Sayangnya lima menit kemudian terjadi malapetaka dikubu sang tamu, Afriyie Acquah mendapatkan kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan. Berlaga 10 orang pemain tentu tak mudah apalagi menghadapi Juventus. Mereka berhasil mempertahankan kemenangannya hingga pada menit ke 90+2, Gonzalo Higuan mematahkan kebahagian mereka. Umpan dari Miralem Pjanic mampu dibemankan olehnya menuju pojok kiri gawang.

Meskipun demikian, pelatih Torino masih merasa senang dengan hasil tesebut. Ia pun mengatakan, “Hasil seri ini setara dengan kemenangan, karena itulah saya sangat bangga dengan para pemain saya. Kami memiliki karakter, kecerdasan taktik dan tekad yang kuat. Kami melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan tim lain, yakni menghentikan Juventus untuk menang di kandang sendiri di Serie A dan juga dengan 10 pemain,”.

Ia menambahkan, “Kami adalah tim muda, jadi kami memang kekurangan pengalaman dan ‘kecerdasan’, namun yang paling penting kami, tak kekurangan determinasi untuk mencetak gol lebih dan tetap kepala dingin untuk tak kebobolan. Walaupun begitu, kami datang ke sini dan bekerja keras dan tahu bahwa kami mampu menyulitkan Juventus,”.

Mantan pelatih AC Milan tersebut juga mengatakan. “Rasanya seperti kemenangan. Pemain saya memiliki permainan yang fantastis, ada rasa pahit pada hasil akhirnya, namun tetap bangga atas penampilan mereka. Anda bisa mengalahkan sebuah tim, tapi bukan sejarah dan hari ini kami menempatkan sejarah kami di lapangan,”.

Sayangnya Torino tak mampu saat ini hanya mencapari diperingkat ke 9 klasemen dan terlalu jauh untuk masuk ke zona Liga Eropa diakhir kompetisi.

 

Pelatih Milan Ungkap Persiapan Timnya Hadapi Roma

Vincenzo Montella AC Milan, Vincenzo Montella, AC Milan, AC Milan vs AS Roma, Liga Italia, Serie A

Menjelang pertandingan yang akan mempengaruhi masa depan mereka, Vincenzo Montella sebagai pelatih AC Milan mengabarkan persiapan timnya menghadapi runner up klasemen sementara pekan ini yang diisi oleh AS Roma. Ia pun mengatakan bahwa saat ini timnya sangat antusias menantikan pertandingan yang memungkinkan mereka bermain di Liga Eropa musim depan.

Memang saat ini Milan berada di peringkat ke enam klasemen, yang memiliki selisih tujuh poin dengan peringkat diatasnya yang sudah berada di zona Liga Eropa yaitu Atalanta. Selisih itu pun dirasa masih sangat mungkin dalam empat pertandingan tersisa. Selain itu poin penuh juga dipercaya akan menjauhkan rival satu kotanya yaitu Inter Milan yang memiliki selisih tiga poin dan mengancap posisinya.

Di sisi lain, lawannya pun juga menganggap kemenangan dalam pertandingan ini sebagai pertandingan yang sangat penting, pasalnya saat ini mereka masih mampu untuk mengejar ketertinggalan dengan Juventus yang berada di puncak klasemen. Apalagi pertandingan terakhirnya Juventus hanya bermain imbang menghadapi Torino pada pagi dini hari tadi.

Jika mereka kalah menghadapi Roma, tentu harapan mereka untuk memperoleh sebuah piala pada musim ini akan pupus sudah. Dengan alasan inilah Milan dipastikan akan menghadapi lawan yang akan sangat menyulitkannya.

Meskipun demikian, sang pelatih Milan pun mengakui bahwa timnya saat ini sedang antusias untuk menghadapi Roma dalam waktu dekat. Ia mengatakan kepada Milan TV, “Pertandingan menghadapi Roma dan Atalanta adalah pertandingan yang mudah disiapkan, karena pertandingan ini membawa motivasi ekstra bagi kami,”.

Ia juga menambahkan, “Pada dasarnya Kami sedang perlu lebih banyak poin di sisa pertandingan musim ini. Pertandingan menghadapi Roma, merupakan salah satu agenda terpenting bagi kami untuk dapat bermain di kualifikasi Europa. Walaupun pertandingan menghadapi Atalanta pada laga berikutnya akan lebih berat.”.

Rencananya Milan akan menghadapi Roma pada tanggal 8 Mei besok pukul 01.45 WIB dikandangnya sendiri, stadio Giuseppe Meazza. Ia juga berharap bahwa pada pendukung Milan memberi semangat timnya agar menambah motivasi menaklukan tim yang diasuh oleh Luciano Spalletti.

 

Inter Coba Rekrut Pemain Senior Dari Roma

Daniele de Rossi and Roberto Gagliardini Italia, Daniele de Rossi and, Roberto Gagliardini Italia, Daniele de Rossi and Roberto Gagliardini, Italia, Daniele de Rossi Roma, Roberto Gagliardini Inter, Inter Milan, Serie A, Liga Italia

Belum lama Inter Milan ini dikabarkan sedang melakukan pertimbangan untuk dapat memboyong wakil kapten dari rivalnya, AS Roma. Pasalnya hingga saat ini sang pemain masih belum mendapat kepastian tentang masa depannya membela tim yang berseragam kuning merah tersebut.

Pemain yang dimaksud tadi adalah Daniele De Rossi, pemain senior di AS Roma yang telah membela klub tersebut dari awal karirnya dua dekade lalu. Hingga kini Ia pun masih tampil apik berada diposisinya menjadi gelandang bertahan walaupun usianya hingga kini telah menyentuh angka 33.

De Rossi yang telah hinggap dari tahun 2001 lalu, tentunya paham betul dengan situasi yang ada di Liga Italia. Pengalamannya dalam menghadapi berbagai klub di Serie A, dipercaya akan sangat membantu Inter dalam mewujudkan impiannya menjadi juara liga di musim depan setidaknya masuk ke zona Liga Champions diakhir musimnya.

Inter pun dikabarkan bersedia memberikan kontrak dengan masa bakti selama dua musim hingga usianya 35 tahun. Apalagi rekannya saat berlaga di timnas Italia ada dikubunya yaitu Roberto Gagliardini. Tentunya hal ini akan menambah chemistry sang pemain asal Italia tersebut dalam menjalani laga bersama timnya sehingga diyakini akan mampu mendongkrak kinerja keseluruhan tim.

Sebelumnya pemain bernomor punggung 16 itu memang sempat ditawarkan klubnya untuk memperbaharui kontrak dengan perpanjangan dua musim dan gaji sebesar5,5 juta euro, disetiap musimnya, namun hingga kini Ia belum menerima penawaran lagi tentang hal tersebut. Karena itulah Ia membuka peluang untuk tim lain yang menginginkan pengalamannya terutama di Liga Italia. Ia pun juga ingin mendapatkan kesempatan mencicipi tantangan baru untuk karirnya.

Tentu saja Inter pun melihat peluang ini dan akan berusaha mencoba merekrut sang pemain di bursa transfer setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Tercatat hingga saat ini Ia mampu tampil sebanyak 415 kali bersama timnya. Sementara pada musim ini, Ia berhasil mencetak satu angka dari 27 kali pertandingan yang diikutinya di Serie A dan sebuah gol lagi ia sumbangkan saat enam kali dimainkan di Liga Eropa.

 

Pemain Belakang Lazio Yakini Timnya Taklukan Juventus di Final Coppa

Dusan Basta Lazio vs Juventus, Dusan Basta, Lazio vs Juventus, Dusan Basta Lazio, Juventus, Serie A, Liga Italia

Pemain lini belakang dari Lazio yaitu Dusan Basta, belum lama ini meyakini bahwa timnya akan berusaha keras untuk dapat meraih gelar juara di salah satu kompetisi yang diikutinya. Ia pun juga mengatakan bahwa walaupun lawannya nanti adalah jawara musim lalu di Liga Italia Serie A yaitu Juventus namun ia tak mempermasalahkan hal tersebut dan timnya tetap ingin memenangkan pertemuan berikutnya.

Kompetisi yang diincar Basta dan rekan-rekannya belakangan memang bukanlah kompetisi Serie A, namun Coppa Italia. Pasalnya di Serie A mereka masih berada diperingkat keempat klasemen dan terpaut 19 poin padahal periode musim ini tinggal menyisakan 5 pertandingan lagi. Seandainya Juventus selalu kalah dan Lazio selalu menang hal itu takkan mempengaruhi mereka untuk ke puncak klasemen, selain itu hal itu rasanya tak akan mungkin terjadi.

Satu-satunya harapan mereka menjelam musim kompetisi berakhir adalah Coppa Italia. Saat ini Lazio sudah berhasil menuju babak final menaklukan rival satu kotanya yaitu AS Roma. Dan kini mereka menghadapi salah satu raksasa di liga Italia Juni nanti. Dan dipastikan mereka akan mempersulit sang lawan untuk meraih tiga gelar juara dimusim ini (treble)

Menghadapi Roma menurutnya sangat luar biasa , selain karena gengsi, tentu membuat mereka selangkah menuju gelar juara Coppa Italia, Hal ini membuat timnya semakin percaya diri untuk menaklukan tim yang diasuh Massimiliano Allegri.

Seperti yang dikutip oleh Football Italia, Ia mengatakan, “Menyingkirkan Roma rasanya Luar biasa namun final melawan Juventus akan sangat sulit apalagi mereka adalah tim terbaik di Serie A.  Akan tetapi kami tak pernah membuang impian untuk menjadi juara. Kami akan melakukan yang terbaik untuk dapat menjuarai kompetisi Coppa Italia.”

Sang pemain Serbia itu mengakui bahwa posisi mereka di empat besar klasemen Serie A, merupakan hasil kerja keras dan kekompakkan rekan-rakannya dari awal musim dan ia juga menyebutkan pelatihnya juga turut andil dalam pencapainan ini. Ia mengatakan, “Tak ada yang dapat menyangka bahwa kami akan melalui musim seluar biasa ini. Kami bekerja sangat keras hingga kini dan kami sangat puas dengan hasilnya. Lazio akhirnya kembali ke jajaran klub-klub besar. Suasana di ruang ganti juga bagus. Simone Inzaghi adalah pelatih hebat. Ia selalu dapat mempersiapkan tim dengan baik dan piawai dalam menyusun taktik,”.

Dalam waktu dekat Lazio akan kembali lagi menghadapi rekan sekotanya dalam ajang kompetisi Liga Serie A yang memasuki putaran ke 34 musim ini.