Tag Archives: Juventus

Striker Muda Sampdoria Belum Pasti Akan Pindah Ke Juventus

patrik schick

 

Pemain muda Sampdoria, Patrik Schick, menjadi incaran Juventus dalam bursa transfer kali ini. Laporan terbaru mengabarkan kalau kedua belah pihak akan segera mencapai kesepakatan.

Schick merupakan penyerang muda yang berkiprah di Sampdoria. Pesepakbola 21 tahun itu mulai melambungkan namanya usai berhasil menciptakan 11 gol bersama Blucerchiati dalam Serie A 2016/2017.

Berkat performanya, Juventus pun dikabarkan serius ingin membawa pulang talenta muda asal Republik Ceko itu. Lebih lagi, Chairman Sampdoria Massimo Ferrero, tak keberatan untuk melepaskan Schick ke Bianconeri.

Schick sendiri mengatakan kalau kesepakatan transfer itu kemungkinan bakal diselesaikann setelah dirinya menuntaskan pekerjaannya di timnas Repbulik Ceko dalam pertandingan kontra Norwegia, tepatnya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018, Sabtu (10/6/2017) nanti.

“Juventus? Mungkin saja. Kemungkinan besar kami bakal menyelesaikan transfer itu usai pertandingan kontra Norwegia, namun sulit untuk memastikannya,” ujar Schick seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Saat ini segalanya tengah berjalan dan saya pun masih memiliki sejumlah opsi lain. Saya tak mengetahui apa pun mengenai hal itu dan saya tak dapat menanggapi lebih jauh tentang hal itu,” katanya menambahkan.

Di sisi lain, memang ada sejumlah klub lainnya yang juga dikabarkan meminati jasa si pemain. Dalam Serie A saja, Juve harus bersaing dengan Napoli, Inter Milan, serta AS Roma yang dikabarkan juga mengincar Schick.

Sedangkan dalam Liga Inggris, Arsenal dengan Tottenham Hotspur pun dilaporkan amat meminati Schick. Akan tetapi, sejauh ini belum ada laporan resmi terkait penawaran dari klub-klub itu.

Di luar itu, salah satu petinggi Juventus Pavel Nedved sempat mengatakan bahwa Schick merupakan penerus Zlatan Ibrahimovic.

Incoming search terms:

  • pemain sampdoria yang pindah ke juve

Juventus Melemah Karena Gol Casemiro

Casemiro

Tampil dominan di sepanjang babak pertama kala berhadapan dengan Real Madrid, performa Juventus merosot drastis setelah turun minum yang akhirnya berujung dengan kekalahan. Massimiliano Allegri mengaku jika timnya kurang pengalaman di laga-laga seperti ini.

Juventus dipaksa mengakui keunggulan Real Madrid di final Liga Champions. Dalam pertandingan yang diselenggarakan di Millennium Stadium, Cardiff, Wales pada hari Minggu (4 Juni 2017) dinihari WIB, Il Bianconeri kalah dengan skor cukup telak, 1 – 4.

Sepanjang babak pertama, Juventus masih bisa meredam serangan-serangan dari Real Madrid namun juga tetap tampil agresif. Sempat kebobolan lebih dulu melalui gol yang dibuat oleh Cristiano Ronaldo, Juventus berhasil membalas melalui gol indah Mario Mandzukic.

Setelah imbang 1 – 1 di babak pertama, permainan Juventus mengendur yang berujung gol Casemiro di menit ke-61. Hanya berselang tiga menit, gawang yang dikawal oleh Gianluigi Buffon kembali kebobolan. Ronaldo lagi-lagi yang jadi pencetak gol untuk memperbesar keunggulan Madrid. Kemenangan Madrid kemudian dimantapkan oleh Marco Asensio yang mencetak gol di menit ke-90.

Allegri mengakui jika Juventus memang kurang berpengalaman dalam laga-laga seperti ini, dan juga tidak mampu menjaga level permainannya di sepanjang paruh kedua. Selain itu, gol Casemiro juga dinilai oleh Allegri sudah membuat mental anak-anak asuhnya menurun.

“Permainan kami menurun dratis sepanjang babak kedua. Kami kebobolan dan bukannya berjuang dengan sekuat tenaga untuk bertahan, kami justru dipaksa menyerah. Itulah sektor yang harus kami benahi untuk menghadapi musim depan,” ungkap Massimiliano Allegri seperti dilansir situs resmi Juventus.

“Gol kedua Real Madrid benar-benar memukul telak mental kami, tapi mereka juga memang kuat di babak kedua. Mereka tidak bisa keluar di babak pertama tapi mereka meningkatkan tempo setelah jeda, menunjukkan kelasnya, dan membuktikan mereka pantas menang.”

“Kami tidak bisa menjaga level permainan kami dengan baik di sepanjang babak kedua, seharusnya kami bisa lebih menjaga permainan di babak pertama, terlepas dari fakta bahwa kami layak meraih kemenangan,” tutup Massimiliano Allegri.

Kirimkan Tiket Final Liga Champions, Ramos Ingin Mengolok Pique Lagi?

paulo dybala, lionel messi

 

Pemain Real Madrid, Sergio Ramos, sering sekali mengolok Gerard Pique yang jadi rivalnya di Barcelona. Usai mengejek Pique di kesuksesan timnya menjuarai La Liga, sekarang Ramos mengganggu koleganya lagi.

Seperti yang diketahui, Ramos nantinya bakal melakoni laga krusial di partai final Liga Champions yang mempertemukan Madrid vs Juventus di Stadion Milennium, Cardiff, Minggu (4/6/2017) nanti. Partai krusial ini menjadi kans Los Blancos untuk membukukan titel Liga Champions ke-12, dan berpotensi melahirkan rekor juara 2 kali secara beruntun dalam format kompetisi yang baru.

Dalam pertandingan nanti, Ramos rupanya sudah mengirimkan sejumlah undangan tersendiri untuk teman-temannya agar bisa menyaksikan langsung di stadion Cardiff. Namun ada yang hal menarik dibalik semua itu, sebab Ramos juga mengundang Pique yang merupakan pesaingnya di Barcelona.

“Nyaris 20 orang. Saya juga mengirimkan undangan untuk Pique. Akan tetapi, ia tak memberikan respon,” ujar Ramos seperti yang dilansir dari salah satu media.

Kedua pesepakbola ini, yang mengaku tak memiliki persoalan pribadi disaat bermain bareng di timnas Spanyol, memang sering mengejek satu sama lain terkait klub masing-masing yang mereka bela saat ini.

Bahkan, Pique sempat mengolok-olok Madrid ketika mereka terdiskualifikasi dari kompetisi Copa del Rey lantaran memainkan pemain yang sedang dilarang bermain, maupun menyindir El Real terkait kemenangannya atas Bayern Munich dalam Liga Champions 2016/2017.

Di sisi lain, Ramos pun sempat mengolok-olok Barca saat berhasil menang dramatis kontra Paris Saint-Germain dalam Liga Champions musim ini, lantaran dianggap cenderung dibela oleh wasit. Tak hanya itu, Ramos bahkan sempat ikut mengumandangkan chant olokan dalam perayaan titel juara Liga Spanyol yang berlangsung di Plaza de Cibeles di akhir minggu lalu.

Mantan Bek Barcelona Jadi Salah Satu Faktor Kesuksean Semifinal Juventus

dani alves Score juventus vs AS monaco Liga Champions, dani alves Score juventus vs AS monaco, Liga Champions, dani alves Score, juventus vs AS monaco Liga Champions, dani alves Score juventus , AS monaco Liga Champions, dani alves juventus, dani alves, juventus, serie A, liga italia

Setelah berhasil memenangkan pertandingan menghadapi AS Monaco, Juventus akhinya berhasil memasuki babak final Liga Champions kedua mereka dari tiga tahun belakangan. Dan terlebih lagi, mantan bek kanan Barcelona mereka yaitu Dani Alves menjadi salah satu alasan terbesar di balik kesuksesan semifinal mereka.

Bek Juventus yang baru saja bergabung secara gratis dari Barcelona tersebut memang memainkan peran penting dalam beberapa pertandingan terakhirnya dimusim ini. Dan hal yang terbaru, Ia mampun menjebol gawang AS Monaco saat timnya menjamu mereka pada pagi dini hari tadi tepatnya pukul 01.45 WIB.

Dalam pertandingan tersebut sebelumnya Mario Madzukic mampu menggetarkan gawang lawannya dimenit ke 33 setelah mendapatkan bola liar yang menuju padanya dan kemudian menjelan turun minum, Alves pun juga menggandakan kedudukan dengan bola rebound juga. Sayangnya dimenit ke 69, Kylian Mbappe berhasil menjebol gawang yang dijaga oleh kiper senior Juventus, Gianluigi Buffon.

Dengan gol ini, pemain Brasil itu mampu menyumbangkan tiga gol di Liga Champions untuk timnya dan cukup gila untuk seorang bek. Ia pun mengatakan, “Saya tidak gila, ini hanya hasil dari seseorang yang bekerja dan menjalani profesinya dengan intensitas dan mencintai apa yang dimilikinya. Semua yang saya lakukan dalam hidup saya adalah hasil dari pekerjaan, profesionalisme, perhatian dan rasa hormat yang saya miliki untuk karir saya. Orang mengira saya gila, namun saat mulai bekerja, saya tahu apa yang harus saya lakukan dan apa yang membuat saya menjadi diri saya sendiri.”.

Saat ia meninggalkan Barcelona, beberapa dewan direksi Barcelona merasa bahwa dirinya akan mampu terus bermain di tingkat yang tinggi, terutama mengingat betapa sulitnya menyesuaikan tuntutan taktis sepak bola Italia.

Ia pun menjelaskan, “Sebenarnya Sepak bola di mana-mana sama saja yaitu dimainkan dengan bola, sebelas lawan sebelas. Namun satu-satunya hal yang harus kami lakukan adalah menyesuaikan diri dengan filosofi klub dan rekan-rekan saya yang lain. Kami harus tampil pada saat-saat terbesar dan itulah alasan saya berada di sini, menikmati diri saya dan  bermain di final Liga Champions.”

Pemain berusia 34 tahun tersebut juga sempat menjawab pertanyaan, tim mana yang lebih ia sukai di final,  Real Madrid atau Atletico. Ia pun menjawab, “Saya yakin Real Madrid memiliki kesulitan lebih tinggi namun takkan mudah juga menghadapi Atletico. Namun Terlepas dari siapapun lawannya, Juventus harus memiliki euforia dan kegembiraan yang memadai untuk berada di final.”.

Madrid dan Atletico akan menentukan langkahnya menuju final pada besok pagi pukul 01.45 WIB.

Pemain Belakang Lazio Yakini Timnya Taklukan Juventus di Final Coppa

Dusan Basta Lazio vs Juventus, Dusan Basta, Lazio vs Juventus, Dusan Basta Lazio, Juventus, Serie A, Liga Italia

Pemain lini belakang dari Lazio yaitu Dusan Basta, belum lama ini meyakini bahwa timnya akan berusaha keras untuk dapat meraih gelar juara di salah satu kompetisi yang diikutinya. Ia pun juga mengatakan bahwa walaupun lawannya nanti adalah jawara musim lalu di Liga Italia Serie A yaitu Juventus namun ia tak mempermasalahkan hal tersebut dan timnya tetap ingin memenangkan pertemuan berikutnya.

Kompetisi yang diincar Basta dan rekan-rekannya belakangan memang bukanlah kompetisi Serie A, namun Coppa Italia. Pasalnya di Serie A mereka masih berada diperingkat keempat klasemen dan terpaut 19 poin padahal periode musim ini tinggal menyisakan 5 pertandingan lagi. Seandainya Juventus selalu kalah dan Lazio selalu menang hal itu takkan mempengaruhi mereka untuk ke puncak klasemen, selain itu hal itu rasanya tak akan mungkin terjadi.

Satu-satunya harapan mereka menjelam musim kompetisi berakhir adalah Coppa Italia. Saat ini Lazio sudah berhasil menuju babak final menaklukan rival satu kotanya yaitu AS Roma. Dan kini mereka menghadapi salah satu raksasa di liga Italia Juni nanti. Dan dipastikan mereka akan mempersulit sang lawan untuk meraih tiga gelar juara dimusim ini (treble)

Menghadapi Roma menurutnya sangat luar biasa , selain karena gengsi, tentu membuat mereka selangkah menuju gelar juara Coppa Italia, Hal ini membuat timnya semakin percaya diri untuk menaklukan tim yang diasuh Massimiliano Allegri.

Seperti yang dikutip oleh Football Italia, Ia mengatakan, “Menyingkirkan Roma rasanya Luar biasa namun final melawan Juventus akan sangat sulit apalagi mereka adalah tim terbaik di Serie A.  Akan tetapi kami tak pernah membuang impian untuk menjadi juara. Kami akan melakukan yang terbaik untuk dapat menjuarai kompetisi Coppa Italia.”

Sang pemain Serbia itu mengakui bahwa posisi mereka di empat besar klasemen Serie A, merupakan hasil kerja keras dan kekompakkan rekan-rakannya dari awal musim dan ia juga menyebutkan pelatihnya juga turut andil dalam pencapainan ini. Ia mengatakan, “Tak ada yang dapat menyangka bahwa kami akan melalui musim seluar biasa ini. Kami bekerja sangat keras hingga kini dan kami sangat puas dengan hasilnya. Lazio akhirnya kembali ke jajaran klub-klub besar. Suasana di ruang ganti juga bagus. Simone Inzaghi adalah pelatih hebat. Ia selalu dapat mempersiapkan tim dengan baik dan piawai dalam menyusun taktik,”.

Dalam waktu dekat Lazio akan kembali lagi menghadapi rekan sekotanya dalam ajang kompetisi Liga Serie A yang memasuki putaran ke 34 musim ini.

Pogba Analisa Pelatih lamanya Di Juventus

Paul Pogba and Antonio Conte juventus, Paul Pogba Antonio Conte juventus, Pogba Antonio Conte, juventus, Pogba, Antonio Conte Chelsea, Pogba Manchester United, Manchester united vs Chelsea, Premier league

Paul Pogba yang merupakan pemain gelandang andalan dari Manchester United, belum lama ini mengungkapkan kekagumannya terhadap pelatih Chelsea yaitu Antonio Conte. Pasalanya sang pelatih tersebut menurutnya telah memberikan warna yang cukup positif dalam Liga Premier musim ini. Hal ini menjadi semacam nostalgia bagi Pogba karena Ia sempat diasuh oleh Conte saat Ia masih melatih Juventus.

Conte memang sempat mengasuh Juventus pada tahun 2011 -2014 sedangkan Pogba sempat direkrut oleh Conte dari 2012 lalu hingga 2016 kemarin. Pogba pun bahkan pernah mencicipi gelar juara Liga Italaia saat itu sebanyak dua kali saat diasuh Conte. Kini mereka pun akan kembali bertemu, hanya saja tidak berkerjasama sebagai tim namun sebaliknya hanya sebagai lawan.

Sang pemain asal Prancis itu pun kemudian mengungkapkan analisanya tentang Chelsea saat akan bertemu dalam ajang kompetisi Premier League nanti malam WIB. Ia mengatakan kepada MUTV. “Chelsea memiliki tim hebat dan semua orang tahu itu. Saat anda bermain di Premier League, anda tidak hanya membutuhkan keberuntungan, namun anda juga harus menciptakannya,”.

Ia pun menambahkan, “Saat ini mereka memiliki pelatih yang terus mendorong mereka dan mereka juga memiliki pemain yang ingin menunjukkan pada dunia bahwa Chelsea masih ada, tidak seperti yang terjadi pada musim lalu, Hanya saja anda tak pernah tahu di kompetisi Premier League, itulah indahnya. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi walau mereka sudah bermain bagus musim ini.”

Hingga saat ini, MU telah dua kali menelan pil pahit ketika berjumpa dengan Chelsea, namun geladang bernomor punggung 6 di MU tersebut  juga mengatakan bawa dirinya mengerti strategi yang akan dibawa oleh Conte pada pertandingan menghadapi timnya malam nanti. Ia mengatakan, “Secara taktis Ia tak ingin kemasukan gol. Dan memang kami tidak pernah mencetak angka ke gawang Chelsea, jadi semoga akhir pekan ini kami bisa dan kami harus melakukannya,”.

Ia pun menambahkan, “Formasi yang mereka usung, mereka tahu apa yang mereka lakukan. Itu sama persis saat di Juventus ketika Conte masih di sana. Anda tahu latihannya selalu sama jadi pemain tahu apa yang harus mereka lakukan.”

Setelah menghadapi Chelsea, Manchester United akan menghadapi Anderlecht di leg kedua dalam ajang kompetisi Liga Eropa yang sudah memasuki perempat final, pada tanggal 21 April mendatang.

 

Khedira Sebut Masuk Juve Hal yang Benar

Sami Khedira bersyukur dengan keputusan yang ia ambil untuk masuk ke klub Juventus. Hal tersebut dikatakan menjadi sebuah keputusan yang amat benar.

Khedira bergabung dengan skuat Bianconeri dari Real Madrid sedari awal musim 2015/2016. Ia hadir ke klub tersebut dengan bebas biaya transfer.

2 titel juara telah diberikan Khedira pada Juventus. Trofi Liga Italia dan Coppa Italia pada musim kemarin menjadi sebuah bukti nyata.

Performa oke dari Khedira saat bermain untuk Juve selalu berjalan sampai dengan musim ini. Ia telah tampil sampai dengan 35 kali di tiap kompetisi dengan menyumbangkan angka sampai dengan 4 cetak angka dan 2 kali assist.

Performa okenya didapat lewar keyakinan dari sang pelatih tim nasional Jerman yaitu Joachim Loew, yang telah berikan sebuah kepercayaan berupa ban kapten Die Mannschaft ketika melangsungkan pertandingan berhadapan dengan Azerbaijan.

Khedira membawa Jerman raih hasil positif dengan skor 4-1. Oleh sebab itulah, ia merasa bersyukur dengan pilihan yang telah dia ambil untuk bergabung bersama Juve.

“Saya berada pada salah satu masa paling oke dalam masa depan saya sebagai pemain sepak bola. Saya berada pada keadaan yang baik dan temukan jalan yang pas,” ujar Khedira.

“Bergabung bersama klub Juventus adalah sebuah keputusan yang pas. Saya telah lebih oke menjadi seorang pemain di tempat ini, jadi lebih fleksibel dilihat dari taktik. Saya raih lebih banyak kebebasan untuk terus melaju sampai ke posisi pemain paling depan juga,” kata dia.