Tag Archives: AS Roma

AS Roma Ikat Nainggolan Sampai 2021

radja nainggolan

Gelandang andalan AS Roma, Radja Nainggolan mengakhiri tanda tanya soal masa depan yang sempat mengganggunya selama beberapa waktu lalu. Gelandang tim nasional Belgia itu menandatangani kontrak baru yang akan berlaku sampai 2021.

Kontrak Nainggolan sebelumnya akan berakhir pada musim panas tahun 2020 mendatang. Namun, pembicaraan kontrak baru sempat berjalan sehingga dia dikaitkan dengan beberapa klub top Eropa seperti Manchester United, Chelsea, dan Inter Milan.

Namun, pada Kamis (27 Juli 2017) waktu setempat, Radja Nainggolan akhirnya membubuhkan tanda tangannya di kontrak baru berdurasi empat tahun. Mantan pemain Cagliari ini akan bertahan di Olimpico Stadium sampai 30 Juni 2021.

“Saya rasa saya sudah menunjukkan bahwa inilah yang selalu menjadi keinginan saya. Saya sangat bahagia, terutama karena klub dan saya akhirnya bisa melanjutkan petualangan serta meraih kesuksesan bersama,” tutur Nainggolan dalam situs resmi AS Roma.

Presiden AS Roma, James Pallotta, merasa sangat bahagia karena akhirnya bisa mengikat Nainggolan lebih lama lagi. Ia menyatakan jika kontrak baru ini sekaligus jadi jawaban atas spekulasi mengenai transfer Nainggolan.

“Kami sangat bahagia karena Radja sudah memercayakan masa depan jangka panjangnya dan tahun-tahun terpenting dalam kariernya bersama AS Roma. Musim lalu, dia bisa dibilang salah satu gelandang terbaik dunia dan bukan hal yang mengejutkan kalau dia dikaitkan dengan beberapa klub besar di Eropa.” Pallotta menuturkan.

“Sudah tidak ada pertanyaan lagi dia akan pergi ke mana musim depan. Dia cinta dengan AS Roma dan kami juga bahagia dengan kehadirannya di sini,” kata Pallotta.

Radja Nainggolan pertama kali memperkuat AS Roma setelah direkrut dari Cagliari pada bursa transfer musim dingin tahun 2014 silam. Hingga kini, ia sudah tampil dalam 161 pertandingan untuk Il Giallorossi dan mencetak 27 gol serta 18 assist, termasuk 14 gol di semua kompetisi musim lalu.

Di Francesco Takkan Mengubah Gaya Sepakbolanya Di AS Roma

eusebio di francesco

Pelatih baru AS Roma, Eusebio Di Francesco, akan tetap memperlihatkan gaya sepakbolanya walaupun sekarang dia berada di klub sebesar I Lupi. Di Francesco pun masih akan menerapkan skema 4-3-3 yang merupakan andalannya saat melatih Sassuolo.

Di Francesco resmi menjadi pelatih baru Roma di Rabu (14/6/2017) kemarin. Peracik taktik asal Italia itu jadi suksesor Luciano Spalleti (manajer sebelumnya), yang saat ini melatih di Inter Milan.

Sebelumnya, Di Francesco menghabiskan beberapa musim melatih Sassuolo dan kerap menggunakan skema 4-3-3 sebagai andalannya. Dalam periode kepelatihannya di Sassuolo, ia juga sering mempercayakan barisan serang ke trio Domenico Berardi, Gregoire Defrel, serta Matteo Politano.

Tampaknya Di Francesco pun akan tetap menerapkan skema itu di Roma. Walaupun begitu, Roma bisa dibilang tidak begitu asing dengan skema itu.

“Walaupun saya membesut tim deretan bawah seperti Sassuolo, saya tidak pernah memiliki sikap penurut,” ungkap Di Francesco seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Bersama Roma, gaya sepakbola yang akan ditampilkan pastinya takkan berubah. Kami akan senantiasa berupaya untuk mengendalikan permainan serta bisa jadi sedikit berubah bergantung dengan lawan yang kami hadapi. Itu bergantung dengan situasi,” lanjutnya.

“Kami akan mengawalinya dengan formasi 4-3-3, yang mana adalah uapaya terbaik saya untuk menunjukkan jati diri. Akan tetapi, mungkin saja ada perubahan tergantung dengan laganya,” ucap Di Francesco.

Di sisi lain, Francesco pun diyakini takkan bermasalah dengan skema 4-3-3 di Roma lantaran ia memiliki modal yang bagus untuk formasi itu. Di barisan serang contohnya, ia dapat menurunkan Edin Dzeko selaku target man bersama Mohamed Salah serta Stephan El Shaarawy jadi striker winger. Sedangkan di barisan tengah, ia memiliki banyak pemain yang mendukung formasi tersebut, seperti Kevin Strootman, Radja Nainggolan, Daniele De Rossi, serta Leandro Paredes.

Incoming search terms:

  • liga italia

Gianluigi Buffon Dukung Juventus Rekrut Wojciech Szczesny

wojciech szczesny - as roma

 

Kiper Arsenal, Wojciech Szczesny, dikabarkan akan hengkang ke Juventus. Rumor transfer ini berdasarkan pernyataan dari kiper sekaligus kapten Juve, Gianluigi Buffon.

Kontrak Buffon dengan Juve sejatinya akan ahbis di musim panas tahun depan. Mengingat usianya yang sudah menginjak 39 tahun, Buffon pun diyakini akan langsung menutup karier nantinya.

Disebabkan itulah, Juventus dengan timnas Italia harus mencari suksesor untuk mengisi posisi kiper. Penjaga gawang AC Milan, Gianluigi Donnarumma, sudah direncanakan untuk meneruskan posisi Buffon di timnas. Sedangkan Juve kabarnya sedang mengincari Szczesny, yang memang bermain cemerlang di sepanjang musim 2016/2017 bersama AS Roma.

Szczesny bahkan mampu mencatatkan total 14 clean sheet di Serie A, raihan terbaik yang mengungguli Buffon, Donnarumma, serta Pepe Reina (Napoli) yang sama-sama membukukan 12 clean sheet.

“Ini mungkin akan jadi tahun terakhir dan aku mau jadi sosok protagonis lantaran aku senantiasa memimpikan untuk menjadi seperti itu,” ucap Buffon dalam konferensi pers menjelang pertandingan Italia kontra Liechtenstein.

“Untuk melakukan itu aku mesti jadi pemain krusial. Aku akan berupaya untuk menggapainya di musim depan,” lanjutnya seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Hasrat tim yakni sebuah hasil dari apa yang sudah Anda persembahkan dan raih di sepanjang tahun. Sampai saat ini aku selalu jadi sosok yang rasional serta aku selalu mencari arti dari banyak hal. Adalah hal yang tepat kalau Juve mengincar Szczesny dan terdapat kiper bertalenta seperti Donnarumma di timnas.”

“Untuk diriku ini akan memberikan motivasi tambahan karena walaupun aku sudah menginjak usia 39-40 tahun, aku mesti bersaing mempertahankan posisiku. Jika aku tak mau tampil lagi, aku akan berada di rumah lantaran Donnarumma serta Szczesny merupakan kiper yang betul-betul oke, bukan disebabkan seseorang telah memberin mereka sesuatu.”

Di luar itu, Szczesny telah melewati 2 tahun kariernya bersama Roma sebagai pemain pinjaman. Sejatinya Szczesny bersedia dipermanenkan, namun I Lupi mempertimbangkannya lagi usai Arsenal meminta 20 juta Euro untuk transfernya.

Soal Rumor Transfer Radja Nainggolan Ke Manchester United

Pemain tengah AS Roma, Radja Nainggolan, belakangan ini gencar dikait-kaitkan dalam rumor transfer dengan Manchester Untied. Terkait hal itu, pesepakbola asal Belgia itu pun menanggapi soal potensinya hengkang ke Old Trafford.

Peracik taktik Man Utd, Jose Mourinho, punya rencana besar untuk merombak lini depannya demi meningkatkan daya serang The Red Devils di musim depan. Sejauh ini ada banyak sejumlah pemain top yang mereka diincar, salah satunya yakni Nainggolan. Pihak ‘Setan Merah’ pun dikabarkan akan segera memberikan penawaran untuk si pemain dalam bursa transfer musim panas ini.

Di sisi lain, rumor transfer itu rupanya juga disadari oleh Nainggolan. Akan tetapi, ia tak mau begitu memusingkan persoalan itu. Selain faktor liburan musim panas, dia juga menempatkan AS Roma sebagai prioritas dalam kariernya. Namun dia pun menunggu apa keputusan akhir yang akan dipilih oleh Giallorossi.

“Itu bisa saja benar, bisa juga tidak benar. Nantikan saja. Saya bakal menjalani liburan lebih dulu dan kemudian baru membahaskannya,” ujar Nainggolan.

“Benak saya saat ini hanya ke liburan dan membuat diri sesantai mungkin, saya takkan memusingkan masa depan untuk saat ini.”

“Saya telah berkali-kali menegaskan bahwa saya mau menetap di Roma, saya telah berjanji akan hal itu. Saya senantiasa menghormati mereka, kini giliran Roma dengan kami yang bakal melihat apakah mereka melakukan hal yang serupa,” ungkap Nainggolan kepada salah satu media.

Tak hanya Man Utd, ada pula klub lain seperti Chelsea dan Juventus yang juga dikabarkan tertarik dengan Nainggolan. Wajar saja kalau banyak klub yang mengincar si pemain, mengingat performa Nainggolan yang tampil cemerlang di sepanjang musim bersama Roma.

“Saya merupakan orang yang selalu menepati kata-kata saya serta Roma pun sudah menjanjikan saya. Saya menantikan hal itu. Saya tidak memberikan peringatan, saya bahagia bisa bermain di Roma,” kata Nainggolan.

Incoming search terms:

  • rumor transfer radja nainggolan

Selama 25 Tahun, Francesco Totti Mengukir Sejarah AS Roma

francesco totti

 

Striker AS Roma, Francesco Totti, telah menjalani pertandingan terakhirnya dalam seragam I Giallorossi. Selama 2 dekade lebih setia membela satu klub, ia mengukir banyak sejarah.

Pertandingan giornata ke-38 Serie A 2016/2017, jadi acara perpisahan Totti bersama Roma. Dalam laga yang mempertemukan Roma vs Genoa di Stadion Olimpico, Minggu (28/5/2017) kemarin, Totti baru tampil di menit 54 sebagai pemain pengganti.

Bermain di paruh kedua, Totti dkk. memastikan kemenangan Roma dengan skor akhir 3-2. Torehan positif itu pun terbilang krusial untuk I Lupi, sebab torehan ini memastikan mereka finis di peringkat 2 dan berhak maju ke fase grup Liga Champions 2017/2018.

Berkarier dengan Roma sedari tahun 1992, Totti lantas belum pernah meninggalkan klub sekalipun hingga ujung kariernnya. Walaupun kerap memperoleh penawaran dari sejumlah klub superior Eropa ketika masih di usia produktif, Totti enggan berpaling dan tetap setia dengan Roma.

Sepanjang kariernya bersama Roma, Totti mampu membukukan satu scudetto di musim 2000/2001. Tak hanya itu, Totti pun sudah memuncaki 2 titel juara Coppa Italia serta 2 titel Piala Super Italia.

Selama 25 tahun bersama La Maggica, Totti menjadi salah satu pemain yang memiliki total penampilan terbanyak bersama Roma. Di sisi lain, ia pun menjadi top skorer di sejarah Roma.

Berikut sejumlah torehan yang tercatat selama 25 tahun Totti berkiprah dengan AS Roma, seperti yang dikutip dari salah satu media:

786 – total penampilannya di pertandingan kompetitif bersama Roma di seluruh turnamen (pencapaian klub)

307 – total gol dalam pertandingan kompetitif bersama Roma di seluruh turnamen (pencapaian klub)

25 – total musim selama berkiprah di Serie A, setara dengan Paolo Maldini (AC Milan)

23 – total musim yang mana Totti menciptakan gol di Serie A (pencapaian)

32 – total gol paling banyak dalam satu musim (2006/2007). Dia meraih Sepatu Emas Serie A dengan torehan 26 gol disaat itu dan juga Sepatu Emas Eropa

16 – umurnya saat menjalani debut bersama Roma

40 – umurnya disaat ia menjalani laga terakhirnya bersama Roma

22 – umurnya saat dia mengemban tugas sebagai kapten Roma, ataupun yang termuda di sepanjang masa Serie A

1 – titel juara Serie A di musim 2000/2001

9 – sebagai runner-up Serie A

16 – kartu merah di sepanjang kariernya

Incoming search terms:

  • sejarah francesco totti

Pelatih Roma Tak Sadari Strikernya Marah Saat Dirotasi

Edin Dzeko Luciano Spalletti AS Roma, Edin Dzeko Luciano Spalletti, AS Roma, Edin Dzeko, Luciano Spalletti AS Roma, Edin Dzeko AS Roma, Luciano Spalletti, Serie A, Liga Italia

Pada pagi dini hari tadi, tepatnya tanggal 25 April 2017 pukul 01.45, AS Roma melanjutkan perjalananya menuju juara liga Italia musim ini. Kali ini mereka menyambangi markas dari peringkat akhir klasemen minggu ini yang dihuni oleh Pescara. Dalam pertandingan putaran ke 33 tersebut mereka mampu mempermalukan tuan rumah di Stadio Adriatico – Giovanni Cornacchia dengan empat kali menggetarkan gawang lawan walau harus kemasukan satu go;

Gol tersebut dihasilkan oleh Kevin Strootman pada menit ke 44 dan satu menit kemudian Radja Nainggolan menggandakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Tiga menit setelah babak kedua dimulai Mohamed Salah mampu menambahkan lagi untuk timnya dan pada menit ke 60, ia menambah penderitaan dari tuan rumah. Namun sayangnya di menit ke 83 akhirnya Ahmad Benali mencoret catatan clean sheet yang ingin dihasilkan oleh Roma.

Ternyata kebahagiaan memenangkan pertandingan tersebut terselip perselisihan antara penyerang andalan mereka yaitu Edin Dzeko dengan pelatihnya Luciano Spalletti. Diketahui bahwa sang pemain sangat marah saat ia dirotasi oleh pelatihnya digantikan oleh rekannya Clement Grenier. Ia pun terlihat mengumpat dan terlihat penuh emosi di bangku cadangan.

Namun sang pelatih tak mengetahuinya. Ia mengatakan, “Dzeko marah? Saya tak menyadari bahwa Dzeko mengatakan pada saya, ‘mencoba jadi pintar lagi?’. Saya memang masuk ke ruang ganti dan menyapa semua orang seperti biasanya, dan tak ada masalah apa-apa”.

Ia menambahkan,¬† “Sepertinya saya akan coba memperbaiki (situasi) ini dengan segera karena saya tak menyadarinya. Dia terlihat marah? Untungnya, dia langsung ke bangku cadangan! Dia adalah satu-satunya striker yang saya miliki dan bisa sata katakan. tanpa dirinya saya tak akan mau bermain. Dan Itu bukan sikap kasar,”.

Spalletti pun menjelaskan alasan mengganti dirinya, “Saya menariknya keluar karena dia satu-satunya penyerang yang bermain sepanjang tahun. Emerson sudah keteteran dan saya harus menariknya, pun demikian dengan Paredes. Saya harus menarik salah satu penyerang kami, Dzeko, Salah, El Shaarawy, karena saya hanya memiliki sedikit penyerang. Ini keputusan pencegahan,”.

Berikutnya Roma akan menghadapi Lazio untuk mereka taklukan dan mendapatka poin penuh mengejar ketertinggalan mereka dari pemuncak klasemen.

Seratus Gol Roma Terancam Tak Jadi Piala Pada Musim Ini

AS Roma, Serie A, Champions League, Coppa Italia, Europe League

Salah satu raksasa liga Italia yaitu AS Roma, saat ini sudah berhasil mencatatkan 100 gol diberbagai  kompetisi pada musim ini. Namun sayangnya mereka juga diprediksi tak akan mampu memboyong satu buah piala di kompetisi manapun saat ini walau sudah banyak menjebol gawang lawan.

Tengok saja dalam pertandingan yang baru mereka jalani pada pagi dini hari tadi. Mereka bertanding menghadapi rival satu kotanya dalam ajang kompetisi Coppa Italia 2016-2017 yang sudah memasuki babak final di Leg kedua. Memang mereka berhasil unggul dalam laga itu dengan skor 3-2 namun sayangnya mereka tak berhasil lolos kebabak selanjutnya. Hal ini dikarenakan pada leg sebelumnya mereka dipermalukan dengan skor 0-2 dan ini berarti Roma kalah dalam jumlah gol yang tercipta pada kedua laga tersebut.

Dalam pertandingan tersebut gol dari Milinkovic-Savic berhasil diimbangi oleh Stephan El Shaarawy. Namun Gol dari Ciro Immobile berhasil lagi mengungguli pertandingan tersebut. Untung Mohamed Salah berhasil lagi menyamakan kedudukan dan gol keduanya dipenghujung babak kedua membuat mereka unggul 1 angka.

Sekedar informasi, gol kedua dari Salah inilah yang membuat Roma berhasil menejebol gawang ke 100 dari berbagai kompetisi yang diikutinya pada musim ini. Tercatat hasil tersebut berasal dari 46 pertandingan yang berbeda dan penghasil gol terbanyak berasal dari kompetisi Serie A yaitu sebanyak 66 gol dari 30 pertandingan.

Dalam pertandingan Coppa Italia, mereka berhasil mencetak 9 gol dari 4 pertandingan yang diikutinya, sedangkan pada Liga Eropa, mereka berhasil mencatatkan sebanyak 24 kali dalam 10 pertandingan yang diikutinya. Pada babak Kualifikasi Liga Champions, mereka sempat menjebol 1 kali dari dua pertandingan yang diikutinya sehingga total keseluruhan menjadi 100 gol.

Kegagalan mereka diawali saat menjalani babak kualifikasi Liga Champions. Mereka tak mampu menghadapi Porto dan akhirnya harus bermain di Liga Eropa. Sayangnya di Liga ini mereka juga tak berhasil mencapai perempat final karena takluk dengan klub asal Prancis yaitu Lyon.

Kegagalan berikutnya saat mereka berhasil menuju babak final dalam ajang kompetisi Coppa Italia pada pagi dini hari tadi. Roma tak mampu membuat selisih tiga angka dengan Lazio dan menghapuskan harapan untuk memboyong Piala kompetisi itu.

Kini harapan mereka hanya tinggal bertumpu pada kompetisi Serie A saja. Saat ini mereka hanya selisih enam poin dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus. Mereka masih memiliki kesempatan 8 pertandingan sebelum musim kompetisi berakhir untuk segera menyalip poin yang diperoleh Juventus. Namun jika tak berhasil maka 100 gol yang mereka buat, takkan menjadi seseuatu pada musim ini.

 

Manolas Klarifikasi Pernyataan Yang Disalah Artikan Media

Radja Nainggolan Antonio Conte , Roma to Chelsea, AS Roma, to Inter Milan, Radja Nainggolan to Inter Milan, Radja Nainggolan to AS Roma, Serie A

Pernyataan dari Kostas Manolas beberapa saat lalu sepertinya disalahkan oleh media. Pasalnya Ia dikabarkan menyarankan rekannya yang berada diposisi gelandang yaitu Radja Nainggolan, untuk dapat pindah dari timnya menuju klub yang lebih besar lagi. Padahal Ia tak bermaksud demikian dan tak mengungkapkan kata-kata tersebut kepada rekannya di Roma.

Manolas yang berada diposisi bertahan Roma, mengungkapkan bahwa alasan yang diungkapkan oleh rekannya untuk tetap bermain Roma menurutnya hanya omong kosong semata karena dengan kemampuannya saat ini, Ia termasuk sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia, Ia pun akan mampu bermain di level yang lebih tinggi lagi.

Dan tak hanya itu saja, pernyataan lainnya yang disalah artikan adalah saat ia mengatakan bahwa klubnya tak berada di level yang sama seperti Bayern Munchen, Barcelona bahkan Real Madrid. Dan itulah yang membuat dirinya terjebak dalam kata-katanya sendiri.

Ia pun menjelaskan pernyataannya kepada media Sky Sport Italia, “Saya tak pernah mengatakan Roma bukanlah klub besar. Jika demikian tentunya saya tak akan pernah berada di sini. Roma merupakan klub yang sangat besar. Saya pun juga tak pernah menyarankan Nainggolan untuk keluar dari Roma , seperti yang sudah saya baca,”.

Monalas pun menambahkan, ” Saya mengatakan dia pemain top, yang bisa bermain di mana saja. Tentunya pilihannya adalah miliknya sendiri, Roma adalah klub besar. Jadi bila dia ingin bertahan, maka bertahanlah,”.

Memang belakangan sang pemain berkebangsaan Belgia tersebut dikaitkan dengan beberapa klub besar di Liga Eropa. Dan yang paling santer terdengara adalah tim yang diasuh oleh Antonio Conte yaitu Chelsea. Malah Ia pun sudah pernah diminta secara langsung oleh Conter pada awal musim kompetisi kali ini. Namun Ia menolaknya.

Rival Roma yang saat ini berada diperingkat juga belakangan dikabarkan tertarik kepadanya dan ingin merekrutnya. Klub yang sedang on-fire sejak diasuh oleh pelatih barunya yaitu Stefano Pioli berharap mereka memiliki seorang gelandang baru yang cakap dilini tengah dan Nainggolan lah salah satu bidikannya. Walaupun mereka harus merogoh kantong lebih dalam, mereka tak mempermasalahkan hal tersebut, bahkan mereka rela mengeluarkan dana hingga 50 juta Euro.

Incoming search terms:

  • gosip bola dunia as roma