Pelatih Roma Tak Sadari Strikernya Marah Saat Dirotasi

Edin Dzeko Luciano Spalletti AS Roma, Edin Dzeko Luciano Spalletti, AS Roma, Edin Dzeko, Luciano Spalletti AS Roma, Edin Dzeko AS Roma, Luciano Spalletti, Serie A, Liga Italia

Pada pagi dini hari tadi, tepatnya tanggal 25 April 2017 pukul 01.45, AS Roma melanjutkan perjalananya menuju juara liga Italia musim ini. Kali ini mereka menyambangi markas dari peringkat akhir klasemen minggu ini yang dihuni oleh Pescara. Dalam pertandingan putaran ke 33 tersebut mereka mampu mempermalukan tuan rumah di Stadio Adriatico – Giovanni Cornacchia dengan empat kali menggetarkan gawang lawan walau harus kemasukan satu go;

Gol tersebut dihasilkan oleh Kevin Strootman pada menit ke 44 dan satu menit kemudian Radja Nainggolan menggandakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Tiga menit setelah babak kedua dimulai Mohamed Salah mampu menambahkan lagi untuk timnya dan pada menit ke 60, ia menambah penderitaan dari tuan rumah. Namun sayangnya di menit ke 83 akhirnya Ahmad Benali mencoret catatan clean sheet yang ingin dihasilkan oleh Roma.

Ternyata kebahagiaan memenangkan pertandingan tersebut terselip perselisihan antara penyerang andalan mereka yaitu Edin Dzeko dengan pelatihnya Luciano Spalletti. Diketahui bahwa sang pemain sangat marah saat ia dirotasi oleh pelatihnya digantikan oleh rekannya Clement Grenier. Ia pun terlihat mengumpat dan terlihat penuh emosi di bangku cadangan.

Namun sang pelatih tak mengetahuinya. Ia mengatakan, “Dzeko marah? Saya tak menyadari bahwa Dzeko mengatakan pada saya, ‘mencoba jadi pintar lagi?’. Saya memang masuk ke ruang ganti dan menyapa semua orang seperti biasanya, dan tak ada masalah apa-apa”.

Ia menambahkan,  “Sepertinya saya akan coba memperbaiki (situasi) ini dengan segera karena saya tak menyadarinya. Dia terlihat marah? Untungnya, dia langsung ke bangku cadangan! Dia adalah satu-satunya striker yang saya miliki dan bisa sata katakan. tanpa dirinya saya tak akan mau bermain. Dan Itu bukan sikap kasar,”.

Spalletti pun menjelaskan alasan mengganti dirinya, “Saya menariknya keluar karena dia satu-satunya penyerang yang bermain sepanjang tahun. Emerson sudah keteteran dan saya harus menariknya, pun demikian dengan Paredes. Saya harus menarik salah satu penyerang kami, Dzeko, Salah, El Shaarawy, karena saya hanya memiliki sedikit penyerang. Ini keputusan pencegahan,”.

Berikutnya Roma akan menghadapi Lazio untuk mereka taklukan dan mendapatka poin penuh mengejar ketertinggalan mereka dari pemuncak klasemen.