Pelatih Arsenal Senang Dengan Aksi Mantan Striker MU

Saat menghadapi Manchester United dalam ajang kompetisi Premier League putaran ke-36, diakui oleh pelatih mereka yaitu Arsene Wenger timnya merasa tegang. Namun kemudian setelah mereka mampu mengatasinya dengan kesabaran dan ketajaman didepan gawang, akhirnya mereka berhasil membuatk gol dan menyelesaikannya dengan skor 2-0.

Kedua tim sama kuat baik dalam hal penguasaan bola maupun menciptakan peluang. Arsenal beberapa kali hampir membuat angka dari aksi Danny Welbeck, Aaron Ramsey dan Alexis Sanchez, namun akhirnya Granit Xhaka memecahkan kebuntuan mereka di menit ke-54 dengan tembakan melewati gelandan MU, Ander Herrera.

Tiga menit kemudian, Welbeck mampu menggandakan angka dengan sundulan keras setelah menerima umpan dari Alex Oxlade-Chamberlain di sebelah kanan.

“Itulah jenis goal yang Anda inginkan dari Danny,” kata Wenger. “Itu adalah gol yang bagus, saya turut senang untuknya, dia memiliki semua kemampuan yang dibutuhkan striker, mudah-mudahan, itu akan memberinya semangat.”

Meskipun awalnya ia tidak menanggapi saran bahwa Welbeck selalu melakukan yang terbaik untuk melawan United, namun pada akhirnya Ia senang sang striker tersebut mampu mencetak gol menghaapi klub di mana ia menghabiskan masa 13 tahun disana.

Wellbeck pun sempat melakukan pembelaan tentang penjebolan mantan klubnya tersebut, “Saya tumbuh di sana dan semuanya jadi tempat istimewa dalam hidup saya. “Tapi begitu kita sampai di lapangan, lain urusannya. Bila Anda dapat mencetak angka, Anda harus bahagia, bukan?”

Gol tersebut adalah gol yang keempat dari musim yang sempat menyelimutinya dengan cedera dan, sebenarnya jika Ia beruntung, ia bisa mencetak dua gol lagi di babak pertama. Namun Dua kali tendangannya ditepis oleh pertahanan terakhir MU, David de Gea.

Saat itu Arsenal mengalami tekanan hebat namun sebuah terobosan selalu terjadi. Wenger merasa senang karena mereka tetap percaya bahwa itu akan terjadi.

“Kemenangan itu dibangun dengan sabar di mana di babak pertama Anda bisa melihat kami sedikit tegang, di babak kedua kami melepaskan hal tersebut dan mencetak gol,” katanya kepada SkySports. “Itu adalah kemenangan yang bagus.”

Wenger yakin bahwa  mereka mendapatkan momentum kembal (walaupun terlambat) setelah kemenangan atas Manchester City, Leicester City dan saat ini Manchester United. Seandainya  sekali lagi mereka mampu meraih kemenangan disisa pertandingan musim ini, finish di puncak empat masih mungkin dilakukan.

Wenger mengatakan, “Secara matematis masih mungkin. Kami memiliki sedikit keberuntungan hari ini dengan gol pertama Kami  dan kami mulai sedikit gugup namun perlahan hal itu menjadi lebih baik.”.

Pemain Bek City Ingin Hasil Hadapi Palace Diterapkan Di Laga Berikutnya

Belum lama ini Vincent Kompany mengungkapkan perasaannya setelah melaksanakan pertandingan terakhirnya kermarin. Pasalnya pemain belakang Manchester City tersebut , mampu menyumbangkan sebuah gol untuk timnya menggandakan kedudukan saat itu dan timnya meraih poin penuh dan mempertahankan posisinya di zona Liga Champions.

Dalam pertandingan tersebut, City menjamu Crystal Palace yang berada di peringkat kelima dari dasar klasemen di Etihad Stadium. Mereka berhasil mengungguli lawannya dengan menjebloskan bola sebanyak lima kali. Dan yang lebih penting lagi, mereka melakukan hal tersebut dengan catatan clean sheet alias, tanpa kebobolan hingga akhir pertandingan. Dan salah satu pemain yang turut berpartisipasi dalam pesta gol tersebut adalah Vincent Kompany.

Menurut pemain asal belgia itu, pertahanan lawan sangat ketat. Mereka mampu menjebol gawang lawan dimenit ke 2 setelah pertandingan dimulai melalui aksu dari David Silva, Namun setelah gol tersebut, semua serangannya gagal.

Seperti yang diungkap dari BBC, Ia mengatakan, “saat itu hanya 1-0 setelah babak pertama dimulain dain ini tak mudah. Kami terus menembak dan terus mencoba membuat peluang serta kami memaksa untuk pergi dengan cara kami. Kami butuh itu,”.

Untungnya empat menit setelah turun minum, Ia mampu menggandakan skor setelah mendapatkan umpan dari Kevin de Bruyne kepojok kanan atas gawang lawan. Tiga gol lainnya akhirnya dihasilkan oleh Kevin De Bruyne dimenit ke 59,  Raheem Sterling dimenit ke 82 dan diselesaikan dengan baik oleh tandukan Nicolas Otamendi saat memasuki injury time bababk kedua.

Gol yang dihasilkan Kompany saat itu cukup cantik, namun Ia tak ingin disebut sebagai gol terbaiknya hingga saat ini. Ia mengatakan, “Ini tergantung bila anda berbicara tentang emosi. Gol saat menghadapi Manchester United tentu akan selalu menjadi yang terbaik. Seolah Anda bisa menutup mata dan terbang. Namun saya senang dengan performa tim di babak kedua. Kami mencetak banyak gol dan juga clean sheet,”.

Ia pun menambahkan, “Kami ingin men-set permainan di kandang ini dan ini tak bisa berpikir lebih baik lagi. Kami perlu untuk mengulang performa ini di pertandingan selanjutnya,”.

Pada pertandingan selanjutnya, City akan menghadapi jawara musim lalu yaitu Leicester City pada tanggal 13 Mei mendatang.

Pelatih Milan Dan Pelatih Roma Tak Ingin Bicarakan Masa Depannya Saat Ini

Setelah menjalani pertadingan putaran ke 35 di serie A musim ini, kedua pelatih yang bertanding dalam laga ini sepertinya tak ingin membicarakan masa depan mereka masing – masing dikubunya. Hal ini termasuk pelatih yang memenangkan pertandingan.

Pertandingan yang dimaksud diatas adalah pertandingan yang melibatkan AC Milan dan AS Roma, hari ini pukul 01.45 WIB, dini hari. Dalam pertandingan tersebut, Roma berhasil mengungguli tuan rumah dengan skor telak 1-4 dan meraih poin penuh mengejar ketertinggalan mereka terhadak pemuncak klasemen, Juventus.

Bagi pihak Milan tentu kekalahan ini membuat mereka terancam untuk tak bisa mengamankan sebuah tiket menuju Liga Eropa di akhir musim kompetisi. Namun sang pelatih menegaskan bahwa dirinya tak mempermasalahkan tentang karirnya akan dicopot oleh manajemen dimusim depan. Ia malah ingin tetap konsentrasi terhadap tujuannya berada diperingkat kelima klasemen yang terpaut enam poin.

Saat ditanya tentang masa depannya setelah mengalami kekalahan oleh Roma, Ia mengalihkannya dan berkata, “Kami harus tetap mengakhiri musim dengan bauk dan masuk zona Eropa, yang telah menjadi target kami sepanjang musim ini. Dan Ini bukan saatnya membicarakan tentang masa depan saya. Masa depan Milan ada di akhir pekan ini,”.

Ia pun menambahkan, “Saya juga setuju dengan klub untuk fokus terutama saat seperti ini, karena kami masih memiliki tujuan penting untuk dicapai,”.

Tidak hanya Montella saja, pelatih Roma pun yaitu Luciano Spalletti, juga tak ingin membicarakan masa depannya. Ia hanya mengatakan bahwa hingga saat ini Ia belum memutuskan karirnya setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Pasalnya walaupun dengan kemenangan yang diraihnya dan memperkokoh posisinya diperingkat kedua, Spaletti pun menjadi sasaran para fans Roma. Hal ini dikarenakan kemenangannya tersebut tak mengikutsertakan legenda Roma yang masih menjadi pemain di klubnya hingga saat ini, padahal ada hal yang lebih krusial dibandingkan menyenangkan seorang pemain.

Ia pun menjawab perasaannya setelah memenangi laga, “Ini bukan masalah tentang masa depan saya. Saya dan Roma akan bicara di akhir musim. Namun ada fans yang menunggu anda di rumah, dan mereka memiliki spanduk ‘Spalletti vs Totti’, mereka orang bertanya kepada saya tentang hal ini (tak memainkan Totti) terus-menerus dan saya tidak tahu harus berbuat apa lagi,”

Ia menambahkan, “Ini sangat mengecewakan, karena saya tahu Francesco (Totti) selalu menunjukkan kualitasnya dan bekerja keras dalam latihan, namun kali ini tapi saya harus membuat pilihan terbaik untuk tim,”.

Namun sayangnya, apapun hasil yang akan dimiliki Roma disisa pertandingan musim ini, mereka akan tetap berada diperingkat kedua, jika Juventus menang walau hanya sekali.

 

Pelatih Torino Senang Walaupun Menghadapi Juventus Mereka Imbang

Sinisa Mihajlovic yang merupakan Pelatih dari Torino, menungkapkan perasaannya tentang pertandingan terakhirnya menghadapi rival satu kotanya yaitu Juventus. Ia pun akhirnya merasa lega dan bangga dengan kemampuan yang dilakukan oleh pasukannya walaupun tak menang. Pasalnya menghadapi pemuncak klasemen untuk tim setangguh Juventus dengan kualitas para pemainnya, bermain imbang pun rasanya seperti meraih poin penuh.

Pertandingan yang diselenggarakan pada pagi dini hari tadi tanggal 7 Mei 2017 pukul 01.45 WIB, Torino mampu tampil cemerlang baik dari babak pertama maupun pada babak kedua. Padahal mereka kalah dalam hal penguasaan bola maupun dalam hal menciptakan peluang.

Mereka cenderung mampu mengimbangi penguasaan bola walaupun harus menebusnya di tiga tiga kartu kuning. Namun pada babak kedua tepatnya dimenit ke 52, Torino mendapatkan tendangan bebas yang dieksekusi baik oleh Adem Ljajic. Hingga membuat riuh laga yang berada di Juventus stadium.

Sayangnya lima menit kemudian terjadi malapetaka dikubu sang tamu, Afriyie Acquah mendapatkan kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan. Berlaga 10 orang pemain tentu tak mudah apalagi menghadapi Juventus. Mereka berhasil mempertahankan kemenangannya hingga pada menit ke 90+2, Gonzalo Higuan mematahkan kebahagian mereka. Umpan dari Miralem Pjanic mampu dibemankan olehnya menuju pojok kiri gawang.

Meskipun demikian, pelatih Torino masih merasa senang dengan hasil tesebut. Ia pun mengatakan, “Hasil seri ini setara dengan kemenangan, karena itulah saya sangat bangga dengan para pemain saya. Kami memiliki karakter, kecerdasan taktik dan tekad yang kuat. Kami melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan tim lain, yakni menghentikan Juventus untuk menang di kandang sendiri di Serie A dan juga dengan 10 pemain,”.

Ia menambahkan, “Kami adalah tim muda, jadi kami memang kekurangan pengalaman dan ‘kecerdasan’, namun yang paling penting kami, tak kekurangan determinasi untuk mencetak gol lebih dan tetap kepala dingin untuk tak kebobolan. Walaupun begitu, kami datang ke sini dan bekerja keras dan tahu bahwa kami mampu menyulitkan Juventus,”.

Mantan pelatih AC Milan tersebut juga mengatakan. “Rasanya seperti kemenangan. Pemain saya memiliki permainan yang fantastis, ada rasa pahit pada hasil akhirnya, namun tetap bangga atas penampilan mereka. Anda bisa mengalahkan sebuah tim, tapi bukan sejarah dan hari ini kami menempatkan sejarah kami di lapangan,”.

Sayangnya Torino tak mampu saat ini hanya mencapari diperingkat ke 9 klasemen dan terlalu jauh untuk masuk ke zona Liga Eropa diakhir kompetisi.

 

Pelatih Milan Ungkap Persiapan Timnya Hadapi Roma

Menjelang pertandingan yang akan mempengaruhi masa depan mereka, Vincenzo Montella sebagai pelatih AC Milan mengabarkan persiapan timnya menghadapi runner up klasemen sementara pekan ini yang diisi oleh AS Roma. Ia pun mengatakan bahwa saat ini timnya sangat antusias menantikan pertandingan yang memungkinkan mereka bermain di Liga Eropa musim depan.

Memang saat ini Milan berada di peringkat ke enam klasemen, yang memiliki selisih tujuh poin dengan peringkat diatasnya yang sudah berada di zona Liga Eropa yaitu Atalanta. Selisih itu pun dirasa masih sangat mungkin dalam empat pertandingan tersisa. Selain itu poin penuh juga dipercaya akan menjauhkan rival satu kotanya yaitu Inter Milan yang memiliki selisih tiga poin dan mengancap posisinya.

Di sisi lain, lawannya pun juga menganggap kemenangan dalam pertandingan ini sebagai pertandingan yang sangat penting, pasalnya saat ini mereka masih mampu untuk mengejar ketertinggalan dengan Juventus yang berada di puncak klasemen. Apalagi pertandingan terakhirnya Juventus hanya bermain imbang menghadapi Torino pada pagi dini hari tadi.

Jika mereka kalah menghadapi Roma, tentu harapan mereka untuk memperoleh sebuah piala pada musim ini akan pupus sudah. Dengan alasan inilah Milan dipastikan akan menghadapi lawan yang akan sangat menyulitkannya.

Meskipun demikian, sang pelatih Milan pun mengakui bahwa timnya saat ini sedang antusias untuk menghadapi Roma dalam waktu dekat. Ia mengatakan kepada Milan TV, “Pertandingan menghadapi Roma dan Atalanta adalah pertandingan yang mudah disiapkan, karena pertandingan ini membawa motivasi ekstra bagi kami,”.

Ia juga menambahkan, “Pada dasarnya Kami sedang perlu lebih banyak poin di sisa pertandingan musim ini. Pertandingan menghadapi Roma, merupakan salah satu agenda terpenting bagi kami untuk dapat bermain di kualifikasi Europa. Walaupun pertandingan menghadapi Atalanta pada laga berikutnya akan lebih berat.”.

Rencananya Milan akan menghadapi Roma pada tanggal 8 Mei besok pukul 01.45 WIB dikandangnya sendiri, stadio Giuseppe Meazza. Ia juga berharap bahwa pada pendukung Milan memberi semangat timnya agar menambah motivasi menaklukan tim yang diasuh oleh Luciano Spalletti.

 

Ini alasan Buffon Selalu Bersedia Menukarkan Jersey-nya

Penjaga gawang senior Italia yaitu Gianluigi Buffon, memiliki kebiasaan yang jarang dimiliki oleh para pemain sepak bola lainnya terlebih pemain bintang kelas dunia. Pasalnya bisa dipastikan Ia akan selalu memberikan jersey miliknya seandainya ada yang ingin meminta bertukar dengan pemain manapun. Dan belum lama ini Ia pun mengungkapkan alasan mengapa ia tak menolak permintaan tersebut.

Buffon saat ini memang sudah tak muda lagi bahkan usianya yang hampir menyentuh kepala empat. Sangat jarang ada pemain sepak bola yang sudah melewati masa keemasan namun tetap dipakai keahliannya. Apalagi yang memintanya untuk bertahan adalah klub papan atas di Eropa seperti Juventus.

Namun kenyataannya ia mampu membawa Juventus memenangkan berbagai kompetisi, terutama di Liga Serie A. Ia ikut andil membawa timnya menyabet gelar kompetisi tersebut 5 kali berturut-turut dan musim ini ia juga mampu melakukannya, bahkan mencatatkan timnya menjadi tim nomor satu dengan kebobolan gol paling yang sedikit.

Selain kepiawaiannya dalam menetralisir serangan, pemain asal Italia tersebut juga dikenal dengan kepribadiannya yang ramah baik juga termasuk dengan lawannya sehingga Ia pun juga dihormati baik di dalam maupun diluar lapangan.

Salah satu buktinya adalah jika ada pemain lain yang ingin menukarkan jerseynya miliknya Ia pun selalu mau melakukannya. Alasannya adalah Ia menganggap bertukar jersey merupakan penghormatan sang pemain terhadap lawannya. Ia mengatakan, “Saya memang senang bertukar jersey dengan siapa pun karena itu adalah sebuah tanda penghormatan mereka terhadap saya,”.

Ia juga mengungkapkan alasan lainnya dan dan membuat janji pada dirinya sendiri. Ia mengatakan, “Saya ingat saat saya masih muda, saya pernah meminta untuk bertukar jersey dengan seorang pemain setelah pertandingan berakhir dan dia bilang tidak. Saat itu saya benar-benar kecewa, sehingga saya memutuskan bila saya menjadi pemain besar, saya akan malu berperilaku seperti itu. ”

Namun saat pemain bernomor punggung 1 ditanya siapakah pemain yang dimaksud itu, ia hanya menjawab, “Siapa orang itu? Saya tak bisa bilang!”.

Buffon dan timnya  kini masih berada diperingkat pertama klasmene di Liga Serie A dan mereka juga masih melaju di babak semifinal Liga Champions yang dalam waktu dekat akan menghadapi AS Monaco untuk pertandingan Leg kedua.

Maradona Ingin Latih Napoli Suatu Saat Nanti

Diego Maradona, belum lama ini sempat mengutarakan keinginannya untuk dapat melatih tim yang sempat melejitkan namanya saat itu yaitu Napoli. Meskipun demikian, ia tak serta merta langsung mewujudkan impiannya dalam waktu dekat setidaknya setelah ia menyelesaikan masalah yang menyelimutinya.

Memang siapa yang tak kenal dengan legenda sepak bola asal Argentina di era 1980-1990 an itu. Selain memiliki segudang keahlian, Ia pernah mencatatkan namanya dua kali sebagai pemain dengan transfer termahal saat Ia pindah dari Boca Juniors menuju Barcelona pada tahun 1982 dan juga saat dari Barcelona menuju Napoli 1984. Ia juga pernah bermain untuk Sevilla walaupun biaya transfernya tak begitu tinggi.

Selain menjadi pemain, ia pernah menjadi pelatih di Textil Mandiyu, Racing Club, timnas Argentina dan juga klub dari Arab, Al Wasl. Namun hingga setengah dekade ini, Ia belum melatih tim mana pun.

Ia pun sempat ditanya dalam suatu acara di Italia yaitu Amici yang dipandu oleh presenter terkenal Italia, Maria De Filippi, tentang keinginannya untuk melatih Napoli suatu saat nanti. Ia pun mengatakan, “Apakah saya akan melatih Napoli? Jika memang banyak menginginkannya, maka, ya saya akan melatih. ”

Namun Ia pun menyadari, bahwa  harus menyelesaikan masalah hukum yang dialaminya di Italia dan mengatakan,  “Namun yang pertama kali dilakukan adalah, saya harus menyelesaikan kasus yang saya hadapi di Italia. Setelah itu saya bisa bekerja untuk Napoli di Italia dan juga di dunia,”

Masalah yang dimaksud adalah dugaan dirinya uang terlibat dengan kasus penggelapan pajak saat ia masih bermain di Italia. Ia pun tercatat pada tahun 2013 lalu menggelapkan pajak sebesar 39 juta Euro dan hingga kini belum terselesaikan.

Ia mengatakan, “Kami harus melakukan segala hal dengan baik karena saya menginginkan sebuah tim penenang, sebuah tim yang mampu untuk bermain pada level yang sama dengan Juventus, Inter Milan, AC Milan dan AS Roma,”.

Sang legenda pun sempat menjawab saat ditanya tentang kecanduan dengan kokain yang pernah dialaminya beberapa waktu lalu. Ia pun menjelaskan, “Sekarang saya tidak lagi menggunakan obat-obatan tersebut dan saya menikmati bermain sepak bola dengan anak-anak saya”

Saat ini Napoli masih diasuh oleh Maurizio Sarri sejak 2015 lalu dan semenjak kepemimpinannya, Ia mampu membawa Napoli ke tiga besar klasemen di Serie A hingga kini. Hanya saja belum lama ini terdengar kabar bahwa dirinya sedang dirayu untuk melatih rivalnya yaitu Inter Milan dengan gaji yang lebih menggiurkan.

Inter Coba Rekrut Pemain Senior Dari Roma

Belum lama Inter Milan ini dikabarkan sedang melakukan pertimbangan untuk dapat memboyong wakil kapten dari rivalnya, AS Roma. Pasalnya hingga saat ini sang pemain masih belum mendapat kepastian tentang masa depannya membela tim yang berseragam kuning merah tersebut.

Pemain yang dimaksud tadi adalah Daniele De Rossi, pemain senior di AS Roma yang telah membela klub tersebut dari awal karirnya dua dekade lalu. Hingga kini Ia pun masih tampil apik berada diposisinya menjadi gelandang bertahan walaupun usianya hingga kini telah menyentuh angka 33.

De Rossi yang telah hinggap dari tahun 2001 lalu, tentunya paham betul dengan situasi yang ada di Liga Italia. Pengalamannya dalam menghadapi berbagai klub di Serie A, dipercaya akan sangat membantu Inter dalam mewujudkan impiannya menjadi juara liga di musim depan setidaknya masuk ke zona Liga Champions diakhir musimnya.

Inter pun dikabarkan bersedia memberikan kontrak dengan masa bakti selama dua musim hingga usianya 35 tahun. Apalagi rekannya saat berlaga di timnas Italia ada dikubunya yaitu Roberto Gagliardini. Tentunya hal ini akan menambah chemistry sang pemain asal Italia tersebut dalam menjalani laga bersama timnya sehingga diyakini akan mampu mendongkrak kinerja keseluruhan tim.

Sebelumnya pemain bernomor punggung 16 itu memang sempat ditawarkan klubnya untuk memperbaharui kontrak dengan perpanjangan dua musim dan gaji sebesar5,5 juta euro, disetiap musimnya, namun hingga kini Ia belum menerima penawaran lagi tentang hal tersebut. Karena itulah Ia membuka peluang untuk tim lain yang menginginkan pengalamannya terutama di Liga Italia. Ia pun juga ingin mendapatkan kesempatan mencicipi tantangan baru untuk karirnya.

Tentu saja Inter pun melihat peluang ini dan akan berusaha mencoba merekrut sang pemain di bursa transfer setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Tercatat hingga saat ini Ia mampu tampil sebanyak 415 kali bersama timnya. Sementara pada musim ini, Ia berhasil mencetak satu angka dari 27 kali pertandingan yang diikutinya di Serie A dan sebuah gol lagi ia sumbangkan saat enam kali dimainkan di Liga Eropa.

 

Arsenal Bersedia Lepaskan Ozil Dengan Tebusan 42 Juta Euro

Belum lama ini peringkat keenam klasemen sementara di Premier League pekan ini yaitu Arsenal mengungkapkan harga yang dibandrol untuk geladang serang andalannya yaitu Mesut Ozil. Dikabarkan nilai yang dibutuhkan untuk dapat memboyong pulang sang pemain asal Jerman itu, sebesar 42,2 juta poundsterling.

Memang masa bakti Ozil akan berkahir pada musim kompetisi mendatang. Namun saat ingin diperpanjang kontraknya pada awal musim ini, sang pemain meminta kenaikan gaji yang sangat tinggi, sempat beberapa kali pertemuan namun akhirnya gagal dan tak menemui titik temu.

Hal yang sama terjadi pada rekannya di posisi lini serang yaitu Alexis Sanchez. Ia pun meminta kenaikan gaji yang besar juga saat diminta untuk perpanjangan kontrak yang berakhir dimusim depan.

Sempat menjadi pertimbangan dari manajemen terutama pelatih mereka yaitu Arsene Wenger, untuk melanjutkan kerjasamanya atau harus menyudahinya. Dan jika memang harus menyelamatkan kedua pemain tersebut, sempat terdengar kabar bahwa Arsenal harus menjual beberapa pemain andalannya.

Beberapa klub dikabarkan tergiur dengan keahlian sang pemain bernomor punggung 11 itu. Salah satu diantaranya adalah Fenerbahce. Tim asal Turki itu awalnya ingin mengangkat performa mereka dimusim depan dengan merekrut Ozil namun dengan harga yang ditawarkan tersebut dikabarkan mereka akan mundur teratur.

Memang masih ada beberapa klub papan atas di Liga eropa yang memiliki dana besar untuk memilikinya sebut saja rivalnya di Liga Inggris yaitu Manchester United dan klub raksasa di kampung halamannya Jerman, Bayern Munchen. Namun hingga kini masih belum ada kabar lagi tentang keinginan kedua kubu tersebut melanjutkan ke tingkat yang lebih serius.

Dengan harga tinggi seperti itu memang kedua tim tersebut tak akan masalah mengenai kendala financial namun belakangan aksinya dilapangan membuat banyak pengamat merasa performanya kian menurun. Entah karena isu yang sedang menyelimuti Arsenal, atau memang ia sendiri tak kerasan tinggal di London Utara. Yang jelas, performanya terlihat semakin menurun dan dipercaya akan mempengaruhi jumlah perebutan pembelian sang pemain terutama dengan nilai besar yang diminta oleh Arsenal.

Alasan Presiden Sampdoria Sarankan Strikernya Tak Pindah Ke Juventus

Massimo Ferrero yang merupakan Presiden UC Sampdoria  belum lama ini menyarankan untuk pemain andalannya dilini serang yaitu Patrik Schick, untuk tidak pergi dari klubnya, terutama untuk pindah menuju rivalnya di Liga Italia Serie A, Juventus. Ia pun meyakini bahwa sang pemain akan tak produktif lagi mencetak angka seandainya Ia memilih bersama jawara musim lalu di Serie A.

Memang pemain muda yang berusia 21 tahun tersebut mampu tampil cukup apik membela timnya dimusim ini. Tercatat dari 28 pertandingan yang diikutinya di Serie A, Ia menjadi starter sebanyak 10 kali. Ia pun sempat menyumbangkan 11 gol dan juga 1 assist. Saat diturunkan di Coppa Italia, ia pun tiga kali tampil dan menjebol dua gawang lawannya.

Hal ini membuat Juventus dikabarkan tertarik dengan pemain dari klub yang saat ini berada di peringkat ke 10 papan klasemen. Bahkan ketertarikan sang pemain berkebangsaan Republik Ceko ini direkomendasikan secara langsung dari Pavel Nedved, yang menjabat wakil presiden Juventus.

Malah dikabarkan keinginan Juventus untuk memboyong sang pemain ke Turin, tak hanya keinginan sementara, Juventus dikabarkan telah menyediakan dana sebesar 25 juta Euro agar sang pemain dapat pindah setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Namun sepertinya Presiden klub dari Sampdoria tak menyukai rencana kepindahan sang pemain pada musim depan. Pasalnya Ia memprediksi bahwa sang pemain tak akan produktif lagi malah akan lebih sering menghiasi bangku cadangan dimusim depan.

Seperti yang diungkapkan di Football Italia, Ia pun mengatakan, “Pada dasarnya Ia memiliki bakat yang tak ada habisnya. Ia berdarah dingin, klinis dan pintar. Setiap minggu ia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Kami akan senang untuk dapat meningkatkan kemampuannya atau malah menghapus klausul pelepasannya. Saya juga sering bicara dengan agennya dan saya akan melakukannya lagi dalam waktu dekat,”.

Ia pun menambahkan “Saya akan senang untuk dapat meningkatkan klausulnya hingga 50 juta Euro, namun tentu kami perlu meninjau kontraknya. Yang jelas Ia sudah berada di jalurnya, namun sepertinya meninggalkan Sampdoria dan pergi ke tim seperti Juve akan menjadi kontraproduktif bagi sang pemain. Anda akan bisa melihat bahwa dia tak akan bermain dengan segera. Namun jika ia bertahan di sini setahun lagi, makan dia akan jadi monster dan kami akan coba meyakinkannya,” tandasnya.