Pelatih City Inginkan Tiga Pemain Inggris Milik Tottenham

Josep Guardiola yang merupakan pelatih dari Manchester City, belum lama ini diberitakan bahwa dirinya telah memberikan beberapa daftar pemain kepada direktur olahraga Txiki Begiristain untuk dapat bermain di Etihad pada musim depan. Dikabarkan ia ingin memborong para pemain dari rivalnya yang saat ini berada diperingkat kedua klasemen Premier League, Tottenham Hotspurs.

Alasan mantan pelatih Bayern Munchen itu pada dasrnya sederhana. Ia ingin klubnya lebih banyak pemain asli Inggris karena Ia berfikir akan lebih mudah mereka bersaing dengan atmosfir yang mereka kenal.

Memang saat ini City tercatat hanya memiliki tiga pemain andalan di tim utama mereka yang berkebangsaan Inggris. Mereka adalah Raheem Sterling, dan Fabian Delph di posisi gelandang serta John Stones dilini belakang. Akan tetapi Sang pelatih ingin memperbanyak pemain domestik di musim depan.

Seperti yang di ungkap oleh media Inggris Evening News, Guardiola sangat tertarik untuk memboyong pemain Inggris yang berkompeten diposisinya. Tercatat Ia menginginkan pemain belakang Hotspurs yaitu Kyle Walker dan Danny Rose serta gelandang serang mereka yaitu Dele Alli.

Namun dimedia tersebut tak menyebutkan mengapa sang pelatih tak menginginkan Harry Kane, Eric Dier, Harry Winks dan Kieran Trippier. Padahal mereka juga berkebangsaan Inggris juga.

Memang sebelumnya dikabarkan bahwa Guardiola telah mengincar Rose di musim panas mendatang karena Ia ingin timnya lebih kuat dalam sisi belakang. Padahal mereka termasuk lima klub teratas yang kebobolannya paling sedikit dibandingkan Tottenham Hotspurs, Chelsea, MU dan Everton. Demiian juga dengan Walker yang berada diposisi yang sama.

Disisi lain Alli juga masuk dalam daftar pemain yang diincar oleh Guardiola, karena menurutnya sang pemain mampu dan cocok untuk bermain di timnya karena kebanyakan pemain timnya memang sangat cepat untuk bergerak.

Saatini City memang masih berada diperingkat keempat klasemen sementara di Premier League, kekalahannya menghadapi Chelsea tak mampu menggeser posisi rivalnya yang berada diatasnya yaitu Liverpool, padahal mereka bermain imbang saat menghadapi Bournemouth di putaran ke 31 kemarin.

Pelatih Napoli Puji Timnya Mampu Ungguli Kekuatan Juventus

Maurizio Sarri selaku pelatih dari Napoli sempat mengungkapkan pujiannya terhadap timnya belum lama ini. Pasalnya saat mereka berhadapan dengan Juventus di ajang kompetisi Coppa Italia, mereka mampu menghadapi serangan lawan bahkan mengunggulinya.

Pertandingan yang dimaksud oleh Sarri adalah pertandingan yang dilangsungkan pada hari ini pukul 01.45 WIB, yang diselenggarakan di markas mereka di Stadio San Paolo. Dalam pertandingan tersebut mereka mampu mengungguli jawara Liga Italia Serie A musim lalu dengan skor tipis 3-1. Sayangnya mereka tak berhasil lolos kebabak selanjutnya yang seharusnya selangkah lagi untuk meraih trofi.

Hal ini dikarenakan laga yang mereka lakukan adalah leg kedua dalam babak semi final. Pada leg sebelumnya, mereka takluk dengan skor 1-3. Ini berarti Napoli masih kalah dalam total perolehan gol di pertandingan tersebut.

Dalam laga itu memang Napoli sempat kebobolan oleh aksi mantan timnya yaitu Gonzalo Higuain di babak pertama. Untungnya Marek Hamsik menyamakan kedudukan dengan awal babak kedua. Higuain pun menambahkan keunggulan lagi untuk timnya. Lalu dapat dinetralisir kembali oleh Dier Mertens. Lorenzo Insigne pun akhirnya menambahkan angka lagi untuk mengungguli pertandingan tersebut.

Walaupun gagal ke babak final Coppa Italia, Pelatih Napoli pun merasa bangga dengan anak asuhnya karena tak sekedar menantang Juventus, namun mamou mengalahkannya terutama saat ini kualitas dari kedua tim seimbang.

Ia pun mengatakan, “Ini adalah penampilan yang hebat, kami mampu menjebol gol gawang lawan yang biasanya sangat sedikit kebobolan, namun sayangnya kami tak bisa membatalkan hasil leg pertama,”.

Pelatih Italia itu pun menambahkan, “Ada beberapa penyesalan, karena pada akhirnya 20 detik di Turin saat itu di mana kami bisa pergi dengan skor 2-2, bukan 3-1 dan itu sebenarnya dapat membuat perbedaan. Hal itu juga memberi dampak besar pada pertemuan ini, secara alami keberuntungan membuat perbedaan dalam kondisi ini,”.

Tiga hari sebelumnya Napoli juga sempat menghadapi Juventus dalam ajang kompetisi Serie A namun saat itu mereka hanya mampu mengimbangi permainan mereka dengan skor 1-1. Ia pun melanjutkan, “Hal yang baik tentang dua pertemuan terakhir kami adalah bahwa kami perlahan-lahan mampu menutup kesenjangan kualitas dengan Juventus,”.

Seratus Gol Roma Terancam Tak Jadi Piala Pada Musim Ini

Salah satu raksasa liga Italia yaitu AS Roma, saat ini sudah berhasil mencatatkan 100 gol diberbagai  kompetisi pada musim ini. Namun sayangnya mereka juga diprediksi tak akan mampu memboyong satu buah piala di kompetisi manapun saat ini walau sudah banyak menjebol gawang lawan.

Tengok saja dalam pertandingan yang baru mereka jalani pada pagi dini hari tadi. Mereka bertanding menghadapi rival satu kotanya dalam ajang kompetisi Coppa Italia 2016-2017 yang sudah memasuki babak final di Leg kedua. Memang mereka berhasil unggul dalam laga itu dengan skor 3-2 namun sayangnya mereka tak berhasil lolos kebabak selanjutnya. Hal ini dikarenakan pada leg sebelumnya mereka dipermalukan dengan skor 0-2 dan ini berarti Roma kalah dalam jumlah gol yang tercipta pada kedua laga tersebut.

Dalam pertandingan tersebut gol dari Milinkovic-Savic berhasil diimbangi oleh Stephan El Shaarawy. Namun Gol dari Ciro Immobile berhasil lagi mengungguli pertandingan tersebut. Untung Mohamed Salah berhasil lagi menyamakan kedudukan dan gol keduanya dipenghujung babak kedua membuat mereka unggul 1 angka.

Sekedar informasi, gol kedua dari Salah inilah yang membuat Roma berhasil menejebol gawang ke 100 dari berbagai kompetisi yang diikutinya pada musim ini. Tercatat hasil tersebut berasal dari 46 pertandingan yang berbeda dan penghasil gol terbanyak berasal dari kompetisi Serie A yaitu sebanyak 66 gol dari 30 pertandingan.

Dalam pertandingan Coppa Italia, mereka berhasil mencetak 9 gol dari 4 pertandingan yang diikutinya, sedangkan pada Liga Eropa, mereka berhasil mencatatkan sebanyak 24 kali dalam 10 pertandingan yang diikutinya. Pada babak Kualifikasi Liga Champions, mereka sempat menjebol 1 kali dari dua pertandingan yang diikutinya sehingga total keseluruhan menjadi 100 gol.

Kegagalan mereka diawali saat menjalani babak kualifikasi Liga Champions. Mereka tak mampu menghadapi Porto dan akhirnya harus bermain di Liga Eropa. Sayangnya di Liga ini mereka juga tak berhasil mencapai perempat final karena takluk dengan klub asal Prancis yaitu Lyon.

Kegagalan berikutnya saat mereka berhasil menuju babak final dalam ajang kompetisi Coppa Italia pada pagi dini hari tadi. Roma tak mampu membuat selisih tiga angka dengan Lazio dan menghapuskan harapan untuk memboyong Piala kompetisi itu.

Kini harapan mereka hanya tinggal bertumpu pada kompetisi Serie A saja. Saat ini mereka hanya selisih enam poin dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus. Mereka masih memiliki kesempatan 8 pertandingan sebelum musim kompetisi berakhir untuk segera menyalip poin yang diperoleh Juventus. Namun jika tak berhasil maka 100 gol yang mereka buat, takkan menjadi seseuatu pada musim ini.

 

Striker Muda Liverpool Ingin Menjadi Pilar Utama Timnya

Divock Origi yang merupakan pemain lini depan dari Liverpool belum lama ini bicara banyak tentang keinginannya untuk dapat dimainkan secara rutin oleh pelatihnya. Menurutnya Ia tak perlu membuktikan apapun karena semua yang dibutuhkan ada padanya, seperti ambisinya untuk dapat menjebol lawang lawan dan juga kemampuannya dalam melakukan hal tersebut. Ia pun memastikan bahwa dirinya ingin menjadi salah satu pilar utama timnya dalam waktu dekat.

Sang pemain asal Belgia tersebut memang tak menjadi pilihan utama dari pelatihnya saat ini yaitu  Jurgen Klopp. Pasalnya Ia kalah cemerlang dengan pemain yang sudah lebih berpengalaman dalam bertanding seperti Daniel Sturridge, Sadio Mane dan juga Roberto Firmino. Tentu saja ada kriteria lainnya yang dilihat oleh sang pelatih dalam meracik strategi dengan maksimal.

Hingga saat ini walaupun sudah diturunkan di 26 pertandingan Premier League, pemain yang baru berusia 21 tahun tersebut sudah berhasil menyumbangkan 5 gol untuk timnya ditambah empat asisst untuk rekannya. Gol terakhirnya ia lakukan saat bertanding menghadapi Everton pada tanggal 1 April kemarin dalam kompetisi Premier League. Saat itu Ia duduk dibangku cadangan dan masuk menggantikan Sadio Mane yang mengalami cedera pada menit ke 57.

Mantan pemain Lille pun mengungkapkan kepada Sky Sports tentang keinginannya memuaskan dahaga akan gol. Ia pun mengatakan,  “Saya sangat ambisius dan yakin pada kemampuan saya, namun anda harus bisa tampil semaksimal mungkin sewaktu-waktu dan juga harus menghormati keputusan pelatih. Saya rasa sebagai striker, anda selalu ingin membuat gol, jadi saya senang walaupun beban belum sepenuhnya hilang. Saya sangat senang untuk mencetak gol dan itu memotivasi saya melakukan yang lebih,”.

Pemain bernomor punggung 27 itu menambahkan tentang pembuktian dirinya untuk dapat dijadikan pemain utama. Ia mengatakan,  “Saya rasa tidak ada yang perlu saya buktikan. Saya selalu menargetkan tinggi, saya selalu ambisius dan ingin memiliki peran besar di tim ini. Saya merasa lebih baik ketimbang tahun lalu, jadi bagi saya yang penting memanfaatkan kesempatan yang didapat,”.

Iwobi : Kepercayaan Diri Arsenal Saat Ini Mulai Pulih

Alex Iwobi yang merupakan pemain sayap dari Arsenal yang terkadang menjadi striker, membeberkan bahwa saat ini timnya sudah kembali memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi dalam menjalani pertandingan liga domestik Premier League. Hal ini terjadi terutama setelah mereka melewati masa jeda Internasional kemarin.

Pertandingan perdadan dari jeda internasional tersebut, mereka menghadapi peringkat ketiga klasemen minggu lalu yaitu Manchester City dalam putaran ke 30 yang diselenggarakan pada tanggal 2 April kemarin. Laga tersebut menghasilkan skor imbang 2-2.

Pertandingan yang diselenggarakan di Emirates Stadium tersebut Arsenal sempat kebobolan hanya dalam waktu lima menit saja. Kevin de Bruyne mampu memberikan bola kepada Leroy Sane dan menembakkannya ke perut gawang yang dijaga oleh David Ospina Skor menjadi 0-1.

Arsenal terus mencoba menggasak sang tamu dan akhirnya lewat umpan dari Shkodran Mustafi, Theo Walcott berhasil menjebol gawang yang dijaga Wilfredo Caballero dimenit ke 40. Sayangnya hal tersebut tak berlangsung lama karena dua menit kemudian Sergio Aguero berhasil melanjutkan umpan yang diberikan oleh David Silva sehingga City tetap mengungguli Arsenal dengan skor 1-2 hingga babak pertama usai.

Setelah turun minum Arsenal pun mencoba menyamakan kedudukan dan pada menit ke 53, tendangan pojok yang dieksekusi oleh Mesut Ozil, mendarat diatas mustafi disundulnya menju kanan gawang sehingga skor menjadi 2-2. City pun berusaha keras mengungguli Arsenal namun sayangnya hingga babak kedua berakhir skor masih sama.

Sepertinya untuk sementara mendapatkan sebuah poin bagi Arsenal sudah cukup berharga untuk mendapatkan momentum yang baik dalam menjalani sisa pertandingan di Premier League, pasalnya dalam lima pertadingan terakhir mereka dilintas kompetisi, mereka menelan tiga kali kekalahan.

Seperti yang ditulis di situs resmi Arsenal, pemain berusia 20 tahun tersebut mengatakan, “Kami baru kembali dari jeda Internasional dan rasa percaya diri kami perlahan mulai tumbuh. Kami mampu meraih hasil bagus melawan salah satu tim terbaik di Premier League, jadi kepercayaan diri kami perlahan akan kembali dan kami harus terus melanjutkannya di laga berikutnya nanti.”

Ia pun menambahkan, “Kami akan membiarkan manajer memutuskan apa rencana untuk laga berikutnya, namun saya yakin kami akan bisa menggunakan taktik yang tepat, menurunkan tim yang tepat, dan semoga meraih hasil yang tepat.”.

Walaupun kini mereka merosot keperingkat keenam klasemen untuk sementara minggu ini namun poin mereka hanya terpaut dengan peringkat diatasnya yang diisi oleh manchester United.

Conte Pasrah Dengan Kekalahan Timnya Menghadapi Crystal Palace

Sepertinya pelatih Chelsea saat ini yaitu Antonio Conte merasa pasrah dengan apa yang dialami oleh timnya dalam pertandingan yang berlangsung pada tanggal 1 April kemarin pukul 21.00 WIB. Pasalnya mereka kembali lagi merasakan pahitnya kekalahan saat menghadapi Crystal Palace dalam ajang kompetisi Liga Inggris yang sudah memasuki putaran ke 30.

Dalam pertandingan yang diselenggarakan di Stamford Bridge tersebut Chelsea harus menelan kekalahan di hadapan pendukungnya. Padahal mereka mampu menjebol lebih dulu pertahanan yang dibuat oleh pasukan Palace bahkan dimenit kelima setelah babak pertama dimulai. Saat itu umpan Eden Hazard mampu dieksekusi dengan baik oleh Cesc Fabregas.

Sayangnya empat menit kemudian sang tamu membalas serangan dari Chelsea bahkan tak tanggung tanggung mereka menjebol gawang yang dijaga oleh Thibaut Courtuis dua gol dalam waktu dua menit. Dimenit ke 9 Christian Benteke mampu memberikan umpan yang diselesaikan baik oleh Wilfried Zaha dan dua menit kemudian, Zaha membalas kebaikan Beteke dengan memberikan umpan matang kepadanya. Skor menjadi 2-1 hingga babak pertama usai.

Setelah babak kedua dimainkan , Conte pun sempat merotasi pemainnya. Bahkan Michy Batshuayi yang jarang merumput, diturunkan untuk menunjukan keahliannya. Sayang hingga akhir babak kedua pun mereka juga tak mampu membuahkan angka lagi bahkan untuk mendapatkan sebuah poin.

Sang pelatih pun mengomentari pertandingan tersebut. Ia mengatakan, “Inilah sepakbola. Kami harus menerima kenyataan ini. Kami telah membuat angka setelah lima menit petama dan sayangnya kami kebobolan dua gol hanya dalam waktu beberapa menit saja. Saat anda kebobolan gol dengan cara tersebut, anda harus memahami situasi dan membaik dari kesalahan semacam itu,”.

Ia pun menambahkan, “Dalam setiap pertandingan terutama di Inggris, segalanya dapat terjadi. Liga ini begitu kuat. Kami menghadapi sebuah tim hari ini yang dihuni para pemain kuat. Saya kira mereka telah menunjukkan bahwa mereka tim yang bagus,”.

Namun sang pelatih akan mencoba untuk membawa pasukannya melupakan hal yang telah terjadi dan memperiapkan diri untuk menghadapi laga berikutnya yang tak kalah berat yaitu menghadapi tim yang diasuh oleh Josep Guardiola.

Ia mengatakan, “Sekarang kami harus berpikir tentang pertandingan selanjutnya. Jika kami menang hari ini kami akan senang, tapi sekarang ini penting untuk fokus pada Manchester City,”.

Chelsea akan menghadapi Manchester City pada tanggal 6 April mendatang dan bertempat di kandang mereka sendirid Stamford Bridge Stadium.

Juventus Kehilangan Pjaca Selama 6 Bulan Mendatang

Raksasa sepak bola Italia yaitu Juventus baru saja menurunkan berita di situs resminya tentang pemainnya yang belum lama ini cedera yaitu Marko Pjaca. Pasalnya sang pemain tersebut sedang menjalani operasi dan hasilnya cukup memuaskan, namun sayangnya sang pemain tak bisa langusng dimainkan bahkan dalam enam bulam mendatang.

Pjaca mendapat cedera tersebut sebenarnya bukan pada saat ia membela Juventus, namun pada saat ia dipinjamkan untuk timnasnya menghadapi Estonia dalam ajang pertandingan persahabatan pada tanggal  28 Maret lalu,  ia tak bisa meneruskan permainannya dimenit ke 62. Dan sayangnya dalam pertandingan tersebut timnasnya kalah tanpa perlawanan saat itu dengan skor 3-0

Namun hal tersebut sudah berhasil ditangani dengan baik dengan tim medis dan sudah dilakukan operasi pada tanggal 31 Maret  lalu. Dikabarkan ia mengalami cedera lutut kanan dan tak bisa beraktifitas berlatih dan juga bertanding dalam waktu yang lama.

Di situs Juventus remsinya pun mengatakan, “Hari ini Marco Pjaca menjalani operasi lutut kanan setelah mengalami robekan pada ligamen cruciatum dan meniskus eksternal saat bertugas dengan Kroasia pada pekan lalu. Operasi yang dilakukan oleh Profesor Mariani dan diawasi oleh tim dokter Juventus, Claudio Rigo, berhasil dan pemain akan mulai menjalani program rehabilitasi dengan segera,”.

Tentunya dengan hasil ini, klub pun akan mengalami kerugian yang cukup besar. Mereka tak lagi dapat menggunakan jasa pemain yang baru dibelinya pada musim panas lalu dengan dari Dinamo Zagreb.

Namun dipredikisi pemain bernomor punggung 20 di Juventus ini akan memerlukan waktu untuk memulihkan diri setidaknya hingga enam bulan kedepan akan tetapi bisa lebih cepat daripada yang seharusnya. Hal ini dikarenakan sang pemain ditangani langsung oleh Profeor Mariani, seorang ahli dalam mengatasi masalah cedera yang terbutkit sering membuat para pemain pulih lebih cepat daripada yang seharusnya, seperti yang terjadi kepada  Arkadiusz Milik dan Alessandro Florenzi beberapa waktu yang lalu.

Dengan demikian pemain berusia 21 tahun tersebut sudah dipastikan takkan bisa membela Juventus saat mereka berhadapan dengan peringkat ketiga klasemen yang diisi oleh Napoli pada tanggal 3 April mendatang.

Manolas Klarifikasi Pernyataan Yang Disalah Artikan Media

Pernyataan dari Kostas Manolas beberapa saat lalu sepertinya disalahkan oleh media. Pasalnya Ia dikabarkan menyarankan rekannya yang berada diposisi gelandang yaitu Radja Nainggolan, untuk dapat pindah dari timnya menuju klub yang lebih besar lagi. Padahal Ia tak bermaksud demikian dan tak mengungkapkan kata-kata tersebut kepada rekannya di Roma.

Manolas yang berada diposisi bertahan Roma, mengungkapkan bahwa alasan yang diungkapkan oleh rekannya untuk tetap bermain Roma menurutnya hanya omong kosong semata karena dengan kemampuannya saat ini, Ia termasuk sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia, Ia pun akan mampu bermain di level yang lebih tinggi lagi.

Dan tak hanya itu saja, pernyataan lainnya yang disalah artikan adalah saat ia mengatakan bahwa klubnya tak berada di level yang sama seperti Bayern Munchen, Barcelona bahkan Real Madrid. Dan itulah yang membuat dirinya terjebak dalam kata-katanya sendiri.

Ia pun menjelaskan pernyataannya kepada media Sky Sport Italia, “Saya tak pernah mengatakan Roma bukanlah klub besar. Jika demikian tentunya saya tak akan pernah berada di sini. Roma merupakan klub yang sangat besar. Saya pun juga tak pernah menyarankan Nainggolan untuk keluar dari Roma , seperti yang sudah saya baca,”.

Monalas pun menambahkan, ” Saya mengatakan dia pemain top, yang bisa bermain di mana saja. Tentunya pilihannya adalah miliknya sendiri, Roma adalah klub besar. Jadi bila dia ingin bertahan, maka bertahanlah,”.

Memang belakangan sang pemain berkebangsaan Belgia tersebut dikaitkan dengan beberapa klub besar di Liga Eropa. Dan yang paling santer terdengara adalah tim yang diasuh oleh Antonio Conte yaitu Chelsea. Malah Ia pun sudah pernah diminta secara langsung oleh Conter pada awal musim kompetisi kali ini. Namun Ia menolaknya.

Rival Roma yang saat ini berada diperingkat juga belakangan dikabarkan tertarik kepadanya dan ingin merekrutnya. Klub yang sedang on-fire sejak diasuh oleh pelatih barunya yaitu Stefano Pioli berharap mereka memiliki seorang gelandang baru yang cakap dilini tengah dan Nainggolan lah salah satu bidikannya. Walaupun mereka harus merogoh kantong lebih dalam, mereka tak mempermasalahkan hal tersebut, bahkan mereka rela mengeluarkan dana hingga 50 juta Euro.

MU Naikkan Gaji Kipernya Untuk Singkirkan Real Madrid

Klub sepakbola raksasa di Liga Inggris yaitu Manchester United, belakangan dikabarkan telah menyiapkan perjanjian baru untuk penjaga gawang andalannya saat ini yaitu David De Gea. Bahkan tidak itu saja, manajemen setan merah itu juga akan menaikkan gaji kipernya tak lama lagi.

Perjanjian baru dengan de Gea memang dimaksudkan untuk tetap mempertahankan sang kiper agar tetap dapat bermain dibawah mistar United untuk beberapa tahun kedepan. Pasalnya ia belakangan menjadi bidikan beberapa klub papan atas terutama yang berasal dari Liga Spanyol yaitu Real Madrid.

Memang belakangan tim yang diasuh Zinedine Zidane sangat membutuhkan palang pintu terakhir pertahannannya karena kipernya saat ini yaitu Keylor Navas, tak tampil apik dan melakukan kesalahan yang seharusnya tak terjadi dimulut gawang. Hal ini terjadi tidak hanya satu dua kali saja.

Penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut sebelumnya juga sudah diincar oleh Madrid bahkan sempat hampir berhasil melakukan tranfer permain pada musim sebelumnya namun akhirnya gagal hanya karena masalah administratif saja.

Madrid pun ingin mencobanya sekali lagi dimusim depan untuk mencicipi keahliannya, namun sayangnya kubu setan merah tersebut sepertinya juga masih ingin menggunakannya lebih lama lagi. Ia pun bersama lapis keduanya, Serigo Romero, akan mendapatkan kontrak baru seperti yang diungkap oleh media The Sun.

Dalam pemberitaannya, De Gea akan mendapatkan kenaikan gaji sekitar sepertiga dari gaji  permuinggunya saat ini. Saat ini saja gajinya sebesar 200 ribu poundseterling atau sekitar 3,3 Milayard rupuah perminggunya. Dan hal ini akan membuat dirinya sebagai salah satu pemain dengan bayaran termahal di Old Trafford, menyaingi rekannya Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic, dan Wayne Rooney.

Saat ini de Gea masih memiliki masa kontrak hingga dua musim kedepan hingga musim 2018-2019. Akan tetapi manajemen MU ingin menambahkannya semusim lagi hingga musim 2019-2020. Sementara disisi lain rekan seprofesinya yaitu Romero, hanya tersisa satu musim kedepan. Namun sang pelatih dipercaya masih ingin tetap menggunakan jasanya walaupun hanya sebagai pelapis kedua.

 

Bangganya Daley Blind Buat Mimpi Dilatih Ayahnya di Timnas Terwujud

Posisi pelatih yang ditempati Danny Blind harus di relakan karena Tim nasional Belanda telah memecat orang yang bersangkutan tersebut dikarenakan hasil yang kurang memuaskan dari laga yang ia pimpin belakangan ini. Daley Blind katakana kalau dia merasa bangga karena sempat dilatih oleh ayahnya di tim nasional.

Belanda menerima hasil negatif pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka tunduk dengan skor 0-2 melawan Bulgaria, sampai ada pada keadaan terjepit di klasemen Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2018.

De Oranje sudah berhasil catatkan 7 poin di tangan, dan finis di urutan ke 4 klasemen. Mereka berselisih 3 poin dengan Swedia yang berada di urutan ke 3 atau daerah dimana mereka bisa raih peluang playoff ke ajang Piala Dunia 2018.

Hasil yang kurang oke pada 5 laga terakhir dengan catatan 2 kali hasil positif, sekali seri, dan 2 kali mendapat hasil negatif tersebut bikin Blind perlu keluar dari jabatannya sebagai sang pelatih. Sang putra, Daley, berikan respon atas hal tersebut.

“Bekerja bersama sebagai seorang ayah dan anak pada tingkat yang paling tinggi adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” ucap pemain bek Manchester United pada akun Instagram pribadi miliknya, @blinddaley.

“Kamu tidak pernah keluar dari tanggung jawab yang kamu pegang dan kamu tidak pernah berputus asa. Saya merasa bangga dengan dirimu,” kata dia.

Blind yang saat ini sudah berumur 55 tahun, jadi pelatih dari Belanda sedari bulan Juli 2015 untuk gantikan posisi Guus Hiddink. Tetapi, di bawah pimpinannya, Belanda tunduk 5 kali lewat 9 pertandingan kompetitif.

Sang pelatih Belanda U-21, Fred Grim dipilih menjadi pelatih interim. Grim bakal membawa tim di pertandingan friendly berhadapan dengan Italia pada hari Selasa (28/3) di Amsterdam Arena.