Pogba Analisa Pelatih lamanya Di Juventus

Paul Pogba yang merupakan pemain gelandang andalan dari Manchester United, belum lama ini mengungkapkan kekagumannya terhadap pelatih Chelsea yaitu Antonio Conte. Pasalanya sang pelatih tersebut menurutnya telah memberikan warna yang cukup positif dalam Liga Premier musim ini. Hal ini menjadi semacam nostalgia bagi Pogba karena Ia sempat diasuh oleh Conte saat Ia masih melatih Juventus.

Conte memang sempat mengasuh Juventus pada tahun 2011 -2014 sedangkan Pogba sempat direkrut oleh Conte dari 2012 lalu hingga 2016 kemarin. Pogba pun bahkan pernah mencicipi gelar juara Liga Italaia saat itu sebanyak dua kali saat diasuh Conte. Kini mereka pun akan kembali bertemu, hanya saja tidak berkerjasama sebagai tim namun sebaliknya hanya sebagai lawan.

Sang pemain asal Prancis itu pun kemudian mengungkapkan analisanya tentang Chelsea saat akan bertemu dalam ajang kompetisi Premier League nanti malam WIB. Ia mengatakan kepada MUTV. “Chelsea memiliki tim hebat dan semua orang tahu itu. Saat anda bermain di Premier League, anda tidak hanya membutuhkan keberuntungan, namun anda juga harus menciptakannya,”.

Ia pun menambahkan, “Saat ini mereka memiliki pelatih yang terus mendorong mereka dan mereka juga memiliki pemain yang ingin menunjukkan pada dunia bahwa Chelsea masih ada, tidak seperti yang terjadi pada musim lalu, Hanya saja anda tak pernah tahu di kompetisi Premier League, itulah indahnya. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi walau mereka sudah bermain bagus musim ini.”

Hingga saat ini, MU telah dua kali menelan pil pahit ketika berjumpa dengan Chelsea, namun geladang bernomor punggung 6 di MU tersebut  juga mengatakan bawa dirinya mengerti strategi yang akan dibawa oleh Conte pada pertandingan menghadapi timnya malam nanti. Ia mengatakan, “Secara taktis Ia tak ingin kemasukan gol. Dan memang kami tidak pernah mencetak angka ke gawang Chelsea, jadi semoga akhir pekan ini kami bisa dan kami harus melakukannya,”.

Ia pun menambahkan, “Formasi yang mereka usung, mereka tahu apa yang mereka lakukan. Itu sama persis saat di Juventus ketika Conte masih di sana. Anda tahu latihannya selalu sama jadi pemain tahu apa yang harus mereka lakukan.”

Setelah menghadapi Chelsea, Manchester United akan menghadapi Anderlecht di leg kedua dalam ajang kompetisi Liga Eropa yang sudah memasuki perempat final, pada tanggal 21 April mendatang.

 

Rooney Tak Di Tinggal di Old Trafford Saat MU Hadapi Perempat Final Liga Eropa

Striker andalan Manchester United yang kini tak menjadi andalan lagi yaitu Wayne Rooney, bisa dipastikan tak akan membantu timnya untuk menjalani pertandingan Liga Eropa yang sudah memasuki babak perempat final. Padahal pertandingan sepenting itu Ia selalu dilibatkan sebelum pelatih barunya yaitu Jose Mourinho mengasuh di Old Trafford.

Memang pertandingan yang rencananya diselenggarakan pada tanggal 14 April besok pukul 02.05 WIB, Arsenal akan menghadapi leg pertama perebutan tiket menuju semi final menghadapi perwakilan dari negara Belgia, RSC Anderlecht. Namun kapten kesebelasan setan merah tersebut ditinggal dimarkasnya saja seperti yang diungkapkan  sang pelatihnya saat konfrensi Pers di Brussels karena alasan cedera.

Seperti yang dilansir Goal International, Ia mengatakan, “Rooney tidak bahagia dengan kondisinya saat ini karena Ia merasa kurang nyaman dengan cedera engkelnya.”

Namun saat ditanyakan tentang keberadaannya membantu tim saat pertandingan menghadapi Chelsea dalam kompetisi Premier League di akhir pekan nanti, sang pelatih asala Portugal tersebut hanya mengatakan, “Kita lihat saja nanti.”.

Saat dilihat kondisi sang pemain, sepertinya Ia malah merasa nyaman dengan absennya diberbagai pertandingan penting MU. Ia pun tak ingin mengakhiri karirnya dengan cara tak mampu memberikan kontribusi yang apik bersama timnya yang telah ia bela selama dua bela musim kompetisi. Padahal penampilannya cukup lumayan hingga saat ini dan tak jarang Ia mendapatkan pengharagaan sebagai pemain terbaik dan sering membantu tim meraih gelar juara.

Namun pemain yang berusia 31 tahun tersebut kini dalam satu bulan terakhir, Rooney sering diselimuti oleh masalah kebugaran yang mengakibatkan cedera. Padahal menurut Daily Mail, Ia bersedia bermain dengan lebih bugar jika saja sang pelatih memberinya kesempatan.

Mantan pemain Everton itu tercatat hanya memainkan lima pertandingan di berbagai kompetisi sejak ia menjadi pencetak gol sepanjang masa timnya. Dan terakhir kali Ia merumput bersama timnya saat mereka menghadapi West Bromwich Albion, sayangnya Ia tak mampu menunjukkan kemampuannya dan berakhir imbang tanpa angka.

Kondisi jarang digunakan timnya belakangan membuat efek domino di tim nasional. Pasalnya Ia akhirnya tak dipanggil oleh pelatih timnas Inggris yaitu Gareth Southgate untuk bermain di kompetisi Piala Dunia.

Juventus Merevisi Kontrak Lama Paulo Dybala

Juara musim lalu di kompetisi Serie A yaitu Juventus, baru saja berhasil mengamankan pemain lini depan andalannya yaitu Paulo Dybala. Pasalnya hari ini tepatnya tanggal 13 April 2017, sang pemain telah resmi untuk menandatangai perubahan kontrak lamanya, termasuk perihal penambahan masa baktinya dan juga perubahan nilai gajunya yang diperoleh saat ini.

Pemain berkebangsaan Italia tersebut memang semenjak pindah ke Juventus dua tahun lalu menjadi salah satu pemain yang menjadi pilihan utama pelatihnya saat ini Massimilliano Allegri. Ia pun tercatat berperan aktif dalam membawa Juventu meraih dua gela juara pada musim lalu dan menghasilkan 23 gol di musim pertamanya di Juventus setelah membantu di 46 pertandingan.

Dimusim ini Ia pun tak kalah apik dan karenanya sang pemain banyak dilirik oleh beberapa klub top papan atas Eropa dan ingin menggunakan jasanya pada musim depan. Karena itulah Juventus mencoba memagari asetnya yang berharga dengan merevisi kontrak lamanya.

Dalam perjanjuan terbarunya, mantan pemain Palermo tersebut seharusnya dikontrak sampai dengan 2020 mendatang, namun kini diperbaharui lagi dengan kontrak terbarunya. Ia pun kini memiliki tambahan kontrak selama dua tahun lagi dan berarti akan habis pada tahun 2022 mendatang.

Seperti yang dikutip dari web resmi klub, manejemen Juventus mengumumkan di hari ini, “Dengan bahagia Juventus mengumumkan bahwa Paulo Dybala telah memperbaharui masa kontraknya hingga 30 Juni 2022 mendatang, yang berarti memperpanjang sebuah perjalanan yang dimulai pada Juli 2015 lalu. Juventus akan melangkah ke masa depan dan mereka akan melakukan hal itu dengan didampingi oleh La Joya (Dybala) selama lima tahun ke depan,”.

Ketika ia direkrut ke Turin, mantan pemain Palermo tersebut ditebus dengan nilai transfer 32 juta Euro ditambah bonus lain bernilai 8 juta Euro untuk klub lamanya. Dan kini dengan revisi kontrak terbarunya, Palermo juga mendapat kecipratan uang sebesar 8 juta Euro mengingat hal tersebut adalah bagian dari kesepakatan kedua klub saat melakukan pemindahtanganan Dybala.

Hanya saja hingga kini belum diketahui apakah ada klausul rilis dalam kontrak baru tersebut dan berapa nilai yang harus ditebus klub lain yang ingin merekrutnya namun sempat diketahui dikotrak terbarunya membuat gaji Dybala menjadi naik hingga 7 juta Euro per tahunnya. Untuk menemukan lebih banyak lagi berita bola terpercaya, kunjungi goldewa

Arsenal Akan Perpanjang Kontrak Wenger Beserta Dana Segar

Arsene Wenger yang saat ini masih menajdi pelatih Arsenal sepertinya akan terus melanjutkan perjuangannya membawa Arsenal menuju performa yang lebih baik terlepas performanya yang tak stabil dan terancam tak mendapatkan tiket menuju liga Champions. Bahkan Ia akan mendapat sokongan dana besar dari pemilik Arsenal untuk dapat mendongkrak kinerja timnya pada musim depan.

Arsenal memang belakangan tak tampil sekokoh pada tengah musim pertamanya. Tercatat mereka yang sempat masuk dua besar kini rela mencicipi posisi peringkat keenam klasemen dan dibayang-bayangi oleh peringkat dibawahnya yang memiliki poin yang sama. Apalagi kesempatan mereka menjadi juara di Liga Champions musim ini sudah hilang karena disingkirkan Bayern Munchen.

Dalam lima pertandingan terakhirnya di Premier League, Arsenal juga harus mengalami tiga kali kekalahan dan sekali menang. Hal ini membuat para supporter mereka menuntuk pelatihnya digani dengan segera terutama saat Ia tak mampu lagi memberikan gelar juara kompetisi tersebut 12 sejak musim yang lalu.

Meskipun demikian, manajemen Arsenal ternyata masih ingin memberikan kesempatan kepada pelatihnya yang telah mengabdi selama dua dekade tersebut. Mereka akan mencoba memperpanjang selama dua musim lagi dan mencoba mencari penggantinya tanpa tergesa-gesa. Selain itu Arsenal juga ingin menyokong kebutuhan Wenger pada musim depan dan melihat perubahan yang akan terjadi.

Dikabarkan ada beberapa pemain yang ingin dilepas Arsenal dan merekrut yang baru pada bursa musim panas mendatang. Sebut saja Olivier Giroud yang saat ini kalah pamor dengan Mesut Ozil dan Alexis Sanchez. Ia diprediksi akan digantikan dengan Alexandre Lacazette, yang merupakan striker dari Olympique Lyonnais.

The Gunners sepertinya juga akan mencoba merekrut pemain sayap dari Crystal Palace yaitu Wilfried Zaha. Namun sayangnya mereka harus bersaing ketat dengan rivalnya di liga Inggris yaitu Tottenham Hotspurs dan Manchester City di bursa transfer nanti.

Selain itu mereka juga berusaha mencoba mendapatkan striker Glasgow Celtic, Moussa Dembele sekaligus rekannya yang berada di posisi bek kiri yaitu Kieran Tierney, namun kali ini mereka harus berhadapan dengan Chelsea.

Arsenal sepertinya juga memperhatikan palang pintu terakhirnya karena dikahawtirkan David Ospina kemungkinan akan angkat kaki dari Emirates. Mereka akan mencari penggantinya dengan Jordan Pickford, kiper dari Sunderland dan juga Jack Butland daru Stoke City.

 

Ranieri Pada Dasarnya Tak Ingin Jual Kante

Mantan pelatih dari Leicester City yaitu Claudio Ranieri belum lama ini mengatakan bahwa pada dasarnya Ia tak ingin melepaskan pemain vitalnya pada musim panas 2016 namun akhirnya ia tak memiliki kuasa untuk mempertahankannya.

Pemain yang dimaksud oleh Ranieri adalah gelandang mereka yang dijual ke Chelsea yaitu N’Golo Kante. Pemain asal Prancis tersebut memang menjadi salah satu pilar dan mampu berperan aktif membawa timnya menyabet gelar juara Premier League, padahal selama sejarah Leicester berdiri mereka tak pernah sekalipun memboyong piala tersebut.

Namun sayangnya Ia harus dilepaskan manajemen dengan nilai 32 juta pounsterling pada musim ini kepada Chelsea, padahal sebelumnya saat Kante direkrut Liecester dari Caen, Ia hanya ditebus sekitar 5,6 juta poundsterling saja.

Dan kini saat bermain dengan tim barunya juga bermain apik bahkan menjadi pilar utama juga di tim utama. Keahliannya dalam mengejar bola dan staminanya yang besar, dipercaya mampu untuk meredam serangan lawan-lawannya sehingga Chelsea pun kini berada diperingkat pertama klasemen sementara pekan ini. Ia pun juga memiliki kesempatan bersama timnya untuk mengejar gelar lainnya di Eropa yaitu Premier League.

Ranieri sebenarnya sempat melarang untuk melepaskan pemain intinya seperti Mahrez, Vardy dan juga Kante akhirnya tak mampu menahan semuanya. Padahal ketiganya merupakan pusat serangannya dimulai. Ia mengatakan kepada Sky Sports, “Saya tidak ingin menjual Kante. Saya juga tidak ingin menjual Mahrez dan Vardy karena saya percaya ketiga pemain ini merupakan jantung dari tim,”.

Ia pun membeberkan kejadian tersebut, “Saya katakan pada manajemen, ‘Kami harus mulai menciptakan dongeng yang mampu terus berlanjut. Saya percaya bahwa kami mampu melakukan sesuatu di Liga Champions’., Saya sempat mengatakan kesalahan terbesar adalah percaya pada para pemain sebelum saya dipecat. Namun kini saya sadar saya benar percaya pada mereka.”

Beberpa pengamat mengungkapkan kemampuan Kante dan sering membandingkannya  dengan pendahulunya di Chelsea yang berada diposisi gelandang, Claude Makelele. Ranieri pun juga menanggapinya, “Makelele mulai bermain ketika ia lebih muda dan di posisi winger kanan. Setelah itu, dia tak terlalu banyak bergerak dan lebih mengorganisir permainan. Kante adalah pemain serius. Dia lahir untuk sepakbola”.

Hingga kini Leicester pasca ditinggal Kante berada di posisi sebelas dengan pelatih barunya yaitu Craig Shakespeare. .

 

Hanya Higuain Yang Cetak 20 Gol Lebih Di Musim Perdananya Setelah 59 Tahun Berlalu

Gonzalo Higuain yang merupakan  striker dari Juventus , pada pagi dini hari tadi telah berhasil mencatatkan namanya sebagai pemain di klubnya yang mampu mengoleksi 20 gol lebih dalam musim perdananya. Padahal catatan itu hingga kini tak ada yang pernah mencetak lebih dari 20 gol setidaknya 59 tahun belakangan.

Pencapaian lebih dari 20 gol di musim perdananya tersebut ia lakukan setelah ia bermain di ajang kompetisi Serie A putaran ke 31 pagi dini hari tadi tepatnya hari Minggu pukul 01.45. Saat itu timnya menghadapi Chievo dikandangnya sendiri, Juventus Stadium. Dan dalam pertandingan tersebut jawara musim lalu berhasil menggetarkan dua kali gawang sang tamu tanpa kebobolan sekalipun.

Kedua gol tersebut ternyata dihasilkan oleh Higuain dimasing masing babak. Pada babak pertama ia menjebolnya dimenit ke 23 setelah mendapatkan umpan dari Paulo Dybala. Namun dibabak kedua tepatnya pada menit ke 84, Stephan Lichtsteiner berhasil memberikan assist kepada Higuain dan dikoversinya menjadi sebuah gol.

Hingga saat ini serangannya yang masuk keperut gawang lawan sudah mencapai 21 gol di liga Serie A saja. Pemain berusia 29 tahun  melakukan hal tersebut setelah bertanding 31 kali laga dan berarti Ia tak pernah absen dalam kompetisi ini.

Catatan 20 gol di musim perdana pemain Juventus, memang  sebelumnya telah ada. Hal itu terjadi pada musim 1957 -1958 dimana saat itu John Charles berhasil membuat 28 gol sedangkan rekannya Omar Sivori berhasil menyumbangkan 22 gol. Tentunya musim perdana bagi Higuain belumlah selesai karena masih ada tujuh pertandingan lagi di Serie A yang akan ia taklukan dan berarti bisa jadi mengalahkan rekor John Chalers.

Dalam musim ini, Higuain telah berhasil menghasilkan 27 gol dari 42 pertandingannya bersama Juventus di berbagai kompetisi. Rekor terbaiknya adalah musim lalu saat ia mengoleksi 36 gol dalam satu musim di Serie A saja. Dan jika dilihat secara keseluruhan permainannya di Liga Italia ini, Ia telah membuat 90 gol dari 135 laga yang melibatkan namanya di kompetisi tersebut.

 

Ozil Hanya Dengarkan Wenger Dibandingkan Kritik Pakar Bola

Sempat mendapat serbuan kritikan dari berbagai pihak, pemain gelandang serang Arsenal yaitu Mesut Ozil  ternyata tak pernah terlalu memikirkan hal tersebut. Ia merasa apa saat ini ia hanya perlu mendengar apa yang diucapkan oleh pelatihnya yaitu Arsene Wenger dibandingkan dengan para pakar sepak bola manapun. Ia pun juga telah meyakini dirinya telah memberikan yang terbaik untuk timnya seperti yang telah ia lakukan selama ini.

Pemain asal Jerman tersebut memang telah mampu membantu tim yang ia bela untuk mendapatkan gelar juara, mulai saat ia bermain bersama Werden Bremen di Liga Jerman, Real Madrid di liga Spanyol dan Arsenal di Liga Inggris. Bahkan Ia pun sempat ikut serta dalam memenangkan gelar juara timnas Jerman saat kompetisi Piala Dunia 2014 di Brazil menaklukan Argentina.

Namun belakangan Ia sering mendapatkan sindiran karena disinyalir kemampuannya semakin menurun terutama setelah Ia hengkang dari Madrid dimusim panas 2013 lalu. Namun hal itu tak menjadi beban pikiran untuknya.

Seperti yang dituliskan di Daily Mail, pemain berusia 29 tahun tersebut mengatakan, “Memang saya banyak mendengar hal tersebut (kritikan yang ditujukan kepadanya), akan tetapi saya tak memikirkannya. Apa yang dikatakan pelatih menurut saya lebih penting. Sedangkan apa yang dikatakan oleh para pakar sangat tak menarik dan bahkan takkan menarik seterusnya untuk saya. Saya tahu apa yang saya mampu, saya sudah meraih banyak sukses. Harapan klub sangat tinggi, dan juga dari diri saya sendiri.”

Memang Ozil sempat memiliki ambisi untuk dapat memenangkan penghargaan pemain terbaik kelas dunia, namun ia merasa bahwa hal tersebut akan sulit diwujudkan tanpa memenangkan gelar juara Liga Champions.

“Untuk melakukannya (menjadi pemain terbaik dunia), anda harus mampu memenangkan Liga Champions, jika tidak itu amat sulit. Saya pikir semua pemain menginginkan piala itu, namun itu bukan tujuan utama saya. Seandainya nanti saya menang, itu bagus, namun menurut saya gelar juara bersama klub lebih penting.

Saat ini Arsenal masih berada diperingkat keenam klasemen dan akan bertanding dengan Crystal Palace yang berada diperingkat kelima dari dasar klasemen pada tanggal 11 April besok pukul 02.00 WIB.

 

Agen Koulibaly Pasrahkan Nasib Kliennya Di Tangan Presiden Napoli

Bruno Satin yang merupakan Agen dari Kalidou Koulibaly, belum lama angkat bicara perihal kabar yang mengindikasikan kliennya akan hengkang dalam waktu dekat. Pasalnya pemain bertahan dari Napoi tersebut dikabarkan telah didekati oleh Chelsea sejak musim panas lalu.

Sebelumnya memang pelatih Chelsea yang baru bergabung saat itu yaitu Antonio Conte, sempat menginginkan pemain asal Senegal di bursa transfer diawal kompetisi kali ini. Namun transaksi tersebut tak terjadi dan akhirnya Ia membeli David Luiz yang saat itu bermain dengan Paris Saint Germain.

Luiz pun memang sebelumnya sudah pernah membela Chelsea sebelumnya selama tiga musim dari musim panas tahun 2011, namun akhirnya pemain asal Brasil tersebut pindah Paris Saint Germain. Ditebus dengan nominal 50 juta Euro kemudian diambil lagi oleh Chelsea pada musim ini dengan nilai 34 Juta Euro dengan masa bakti selama 3 tahun.

Meskipun begitu ternyata pemain bernomor punggung 26 di Napoli itu diberitakan masih menjadi incaran dari Chelsea. Sang agen juga membuka suara tentang peluang kliennya untuk dapat pindah ke Premier League musim depan. Ia mengatakan di media Kiss Kiss Napoli, “Memang Chelsea sebelumnya tertarik dengan Koulibaly, namun akhirnya mereka kemudian merekrut David Luiz. Selain itu di sana ada John Terry dan Gary Cahill, jadi kompetisinya cukup ketat,”.

Kemudian Ia berkata, “Jadi, kita lihat apa yang terjadi kedepannya. Ada banyak perkembangan yang telah dibuat Koulibaly mengenai permainannya, dan itu berkat pelatih Napoli yaitu Maurizio Sarri. Yang jelas apapun yang terjadi di masa mendatang akan tergantung kepada Aurelio De Laurentiis sebagai Presiden Napoli, dan apakah dia akan memutuskan apakah bakal menerima tawaran yang masuk atau tidak.”.

Saat ini tercatat Koulibaly sudah turut membantu timnya dalam meredam laju serangan lawan sebanyak 31 kali di semua pertandingan di lintas kompetisi. 21 diataranya saat bertanding di Serie A, 9 di Liga Champions dan dua kali saat bermain di Coppa Italia. Ia pun sempat menyumbangkan sebuah gol di Serie A pada musim ini saat menghadapi AS Roma.

Pelatih City Inginkan Tiga Pemain Inggris Milik Tottenham

Josep Guardiola yang merupakan pelatih dari Manchester City, belum lama ini diberitakan bahwa dirinya telah memberikan beberapa daftar pemain kepada direktur olahraga Txiki Begiristain untuk dapat bermain di Etihad pada musim depan. Dikabarkan ia ingin memborong para pemain dari rivalnya yang saat ini berada diperingkat kedua klasemen Premier League, Tottenham Hotspurs.

Alasan mantan pelatih Bayern Munchen itu pada dasrnya sederhana. Ia ingin klubnya lebih banyak pemain asli Inggris karena Ia berfikir akan lebih mudah mereka bersaing dengan atmosfir yang mereka kenal.

Memang saat ini City tercatat hanya memiliki tiga pemain andalan di tim utama mereka yang berkebangsaan Inggris. Mereka adalah Raheem Sterling, dan Fabian Delph di posisi gelandang serta John Stones dilini belakang. Akan tetapi Sang pelatih ingin memperbanyak pemain domestik di musim depan.

Seperti yang di ungkap oleh media Inggris Evening News, Guardiola sangat tertarik untuk memboyong pemain Inggris yang berkompeten diposisinya. Tercatat Ia menginginkan pemain belakang Hotspurs yaitu Kyle Walker dan Danny Rose serta gelandang serang mereka yaitu Dele Alli.

Namun dimedia tersebut tak menyebutkan mengapa sang pelatih tak menginginkan Harry Kane, Eric Dier, Harry Winks dan Kieran Trippier. Padahal mereka juga berkebangsaan Inggris juga.

Memang sebelumnya dikabarkan bahwa Guardiola telah mengincar Rose di musim panas mendatang karena Ia ingin timnya lebih kuat dalam sisi belakang. Padahal mereka termasuk lima klub teratas yang kebobolannya paling sedikit dibandingkan Tottenham Hotspurs, Chelsea, MU dan Everton. Demiian juga dengan Walker yang berada diposisi yang sama.

Disisi lain Alli juga masuk dalam daftar pemain yang diincar oleh Guardiola, karena menurutnya sang pemain mampu dan cocok untuk bermain di timnya karena kebanyakan pemain timnya memang sangat cepat untuk bergerak.

Saatini City memang masih berada diperingkat keempat klasemen sementara di Premier League, kekalahannya menghadapi Chelsea tak mampu menggeser posisi rivalnya yang berada diatasnya yaitu Liverpool, padahal mereka bermain imbang saat menghadapi Bournemouth di putaran ke 31 kemarin.

Pelatih Napoli Puji Timnya Mampu Ungguli Kekuatan Juventus

Maurizio Sarri selaku pelatih dari Napoli sempat mengungkapkan pujiannya terhadap timnya belum lama ini. Pasalnya saat mereka berhadapan dengan Juventus di ajang kompetisi Coppa Italia, mereka mampu menghadapi serangan lawan bahkan mengunggulinya.

Pertandingan yang dimaksud oleh Sarri adalah pertandingan yang dilangsungkan pada hari ini pukul 01.45 WIB, yang diselenggarakan di markas mereka di Stadio San Paolo. Dalam pertandingan tersebut mereka mampu mengungguli jawara Liga Italia Serie A musim lalu dengan skor tipis 3-1. Sayangnya mereka tak berhasil lolos kebabak selanjutnya yang seharusnya selangkah lagi untuk meraih trofi.

Hal ini dikarenakan laga yang mereka lakukan adalah leg kedua dalam babak semi final. Pada leg sebelumnya, mereka takluk dengan skor 1-3. Ini berarti Napoli masih kalah dalam total perolehan gol di pertandingan tersebut.

Dalam laga itu memang Napoli sempat kebobolan oleh aksi mantan timnya yaitu Gonzalo Higuain di babak pertama. Untungnya Marek Hamsik menyamakan kedudukan dengan awal babak kedua. Higuain pun menambahkan keunggulan lagi untuk timnya. Lalu dapat dinetralisir kembali oleh Dier Mertens. Lorenzo Insigne pun akhirnya menambahkan angka lagi untuk mengungguli pertandingan tersebut.

Walaupun gagal ke babak final Coppa Italia, Pelatih Napoli pun merasa bangga dengan anak asuhnya karena tak sekedar menantang Juventus, namun mamou mengalahkannya terutama saat ini kualitas dari kedua tim seimbang.

Ia pun mengatakan, “Ini adalah penampilan yang hebat, kami mampu menjebol gol gawang lawan yang biasanya sangat sedikit kebobolan, namun sayangnya kami tak bisa membatalkan hasil leg pertama,”.

Pelatih Italia itu pun menambahkan, “Ada beberapa penyesalan, karena pada akhirnya 20 detik di Turin saat itu di mana kami bisa pergi dengan skor 2-2, bukan 3-1 dan itu sebenarnya dapat membuat perbedaan. Hal itu juga memberi dampak besar pada pertemuan ini, secara alami keberuntungan membuat perbedaan dalam kondisi ini,”.

Tiga hari sebelumnya Napoli juga sempat menghadapi Juventus dalam ajang kompetisi Serie A namun saat itu mereka hanya mampu mengimbangi permainan mereka dengan skor 1-1. Ia pun melanjutkan, “Hal yang baik tentang dua pertemuan terakhir kami adalah bahwa kami perlahan-lahan mampu menutup kesenjangan kualitas dengan Juventus,”.