Sam Allardyce Tinggalkan Crystal Palace Dan Langsung Pensiun

Sam Allardyce Tinggalkan Crystal Palace Dan Langsung Pensiun

Crystal Palace takkan dilatih lagi oleh Sam Allardyce untuk musim depan. Pasalnya, Big Sam memutuskan untuk tinggalkan kursi pelatih Palace dan langsung pensiun. Allardyce memang baru melatih Palace sedari bulan Desember 2016 More »

‘Manchester United Memainkan Paul Pogba Di Posisi Yang Kurang Tepat’

‘Manchester United Memainkan Paul Pogba Di Posisi Yang Kurang Tepat’

  Gelandang Manchester United, Paul Pogba, dinilai belum mampu memperlihatkan kualitas terbaiknya di musim pertama bersama Manchester United. Pesepakbola dari Prancis itu pun dinilai akan lebih cemerlang di musim selanjutnya. Berkiprah di More »

Pertandingan Terakhir Liga Inggris 2016/2017 Dibanjiri Gol

Pertandingan Terakhir Liga Inggris 2016/2017 Dibanjiri Gol

  Liga Inggris 2016/2017 telah berakhir dengan pertandingan tearkhir di Minggu (21/5/2017) malam. Partai pamungkuas Premier League musim ini dituntaskan dengan banyak gol. Total ada 10 laga di minggu terakhir yang dilakoni More »

Barcelona Sudah Siapkan Acara Perpisahan Untuk Luis Enrique

Barcelona Sudah Siapkan Acara Perpisahan Untuk Luis Enrique

  Pelatih Barcelona, Luis Enrique, takkan melatih di Camp Nou lagi usai La Liga musim ini berakhir. Alhasil, Blaugrana pun telah membuat salam perpisahan buat manajernya itu. Barcelona akan berhadapan dengan Eibar More »

Klopp Ingin Gerarrd Jadi Suksesornya Selaku Pelatih Liverpool

Klopp Ingin Gerarrd Jadi Suksesornya Selaku Pelatih Liverpool

  Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, masih memiliki kontrak yang berperiode hingga 2022 nanti. Akan tetapi, kini peracik taktik berkebangsaan Jerman itu telah behrarap Steven Gerrard mejadi penggantinya di Anfield. Pelatih Juergen Klopp More »

 

City, Liverpool, Arsenal Akan Memperebutkan Tiket Liga Champions

City, Liverpool, Arsenal

 

Laga terakhir Premier League 2016/2017 bakal menyajikan rivalitas sengit untuk 3 tim yakni Manchester City, Liverpool, Arsenal. Ketiga tim ini bakal memperebutkan 2 tiket sisa lolos ke Liga Champions musim depan.

Penghujung partai Premier League bisa dibilang tidak menyajikan banyak rivalitas lagi. Pasalnya, titel juara sudah diamankan oleh Chelsea, lalu Tottenham Hotspur pun dipastikan finis peringkat 2, sedangkan untuk 3 tim yang terdegradasi juga sudah diketahui yakni Hull City, Middlesbrough, serta Sunderland.

Walaupun begitu, rupanya masih ada rivalitas yang belum terselesaikan, itu adalah perebutan tiket lolos ke turnamen Eropa di musim depan. Selain Chelsea dengan Spurs yang sejauh ini telah memastikan diri langsung lolos ke putaran grup, masih ada 3 tempat kosong di turnamen Eropa yang dapat diperebutkan.

Detailnya yakni ada 2 tiket lolos ke Liga Champions, satunya lolos otomatis ke putaran grup sedangkan satunya harus menjalani kualifikasi. Lantas untuk tim yang gagal memperoleh 2 tiket itu, maka mereka bisa ikutserta di turnamen tingkat dua Eropa, yakni Liga Europa.

Sejauh ini City menempati posisi yang paling menjajikan untuk merebut tiket lolos langsung ke putaran grup Liga Champions ataupun di peringkat 3 besar. The Citizens kini masih menduduki peringkat 3 dan mencatatkan 75 poin, lalu dibawahnya ada Liverpool dengan menorehkan 73 poin, serta Arsenal yang membukukan 72 poin.

Torehan positif di Vicarage Road kontra Watford bakal memastikan merek finis di peringkat 3. Apabila bermain seri, maka City harus berharap keberuntungan agar Liverpool kedodoran di laganya.

Di sisi lain, Liverpool bakal menyambut Middlesbrough yang telah terdegradasi di markas sendiri. Hanya dengan 3 poin yang bakal memastikan mereka dapat finis 4 besar. Seandainya ditahan imbang, maka tim arahan Juergen Klopp butuh keberuntungan dari dewi fortuna dengan beharap Arsenal juga kedodoran, agar tidak tergusur ke peringkat 5 klasemen.

Untuk Arsenal, mereka bakal dihadapkan ujian berat dengan menghadapi Everton di Emirates Stadion. The Gunners sendiri harus berharap banyak dengan nasib mereka agar dapat maju ke 4 besar, serta menjaga torehan mereka yang selalu finis di 4 besar selama 2 dekade belakangan.

Laga Terakhir Premier League

Arsenal vs Everton
Burnley vs West Ham United
Chelsea vs Sunderland
Hull City vs Tottenham Hotspur
Leicester City vs Bournemouth
Liverpool vs Middlesbrough
Manchester United vs Crystal Palace
Southampton vs Stoke City
Swansea City vs West Bromwich Albion
Watford vs Manchester City

Di Ambang Laga Terakhir, Alonso Ungkap Penyesalan Di Masa Lalu

Xabi Alonso

Gelandang Bayern Munchen, Xabi Alonso akan gantung sepatu di akhir musim. Walaupun berhasil memenangkan berbagai gelar dan penghargaan, masih ada kegagalan-kegagalan yang dia sesalkan.

Alonso sudah membuat keputusan untuk mengakhiri perjalanannya di dunia sepakbola pada bulan Maret silam. Belasan trofi bergengsi sudah dia raih selama 18 tahun menjalani karier sebagai pemain sepakbola profesional.

Namun semua perjalanan Alonso tidak semuanya manis. Ada tiga penyesalan yang sudah dia rasakan. Yang pertama, pemain 35 tahun itu menyesal karena gagal mengantarkan Real Sociedad meraih juara La Liga pada musim 2002/2003.

Kegagalan tersebut bisa dibilang cukup menyakitkan. Real Sociedad harus merelakan posisinya sebagai pemimpin klasemen direbut oleh Real Madrid usai menelan kekalahan 2 – 3 dari Celta Vigo di pekan ke 37.

Penyesalan kedua adalah ketika dia menjalani musim terakhir bersama Liverpool. Saat itu The Reds harus puas finis di peringkat dua di bawah Manchester United. Dan penyesalan terjadi bersama Bayer Munchen yang menjadi klub terakhirnya.

“Mungkin saya merasakan tiga penyesalan sebagai pemain sepakbola. Dengan Real Sociedad, klub awal saya, kami satu pertandingan lagi untuk memenangi La Liga di musim 2002/2003. Bersama Liverpool kami sangat dekat dengan Premier League. Dengan Bayern Munchen, kami sudah sangat dekat dengan Liga Champions,” ungkap Xabi Alonso.

“Tapi mungkin itu terlalu terlalu berlebihan jika dibicarakan. Jika Anda bisa memangilnya sebagai sebuah penyesal… namun ini hanyalah soal sepakbola,” sambungnya.

“Ketika saya melihat ke masa lalu, saya juga bisa merasa bahagia karena saya telah melakukan apa yang saya inginkan, menentukan jalan saya,” tegas mantan pemain tim nasional Spanyol itu.

Akhir pekan ini Xabi Alonso akan tampil di laga terakhirnya ketika Bayern Munich berhadapan dengan Freiburg di Allianz Arena, Sabtu (20 Mei 2017).

Agen : Belum Ada Kabar City Untuk Yaya Toure

Yaya Toure manchester City,Yaya Toure, manchester City, Liga Inggris, premier League, Yaya Toure manchester City new contract, Yaya Toure new contract

Sepertinya Yaya Toure saat ini benar-benar sedang berada di ambang pintu untuk meninggalkan Manchester City dan hal yang sama dikatakan oleh agen gelandang tersebut yang menyatakan bahwa tidak ada kontrak baru sejauh mata memandang.

Yaya diboyong City saat Roberto Mancini memegang kursi kepelatihan. Ia direkrut dari Barcelona di musim panas 2010 dengan biaya penebusan sebesar 24 juta Poundsterling dengan masa kontrak lima tahun kemudian diperpanjang selama tiga tahun lagi. Sebelum di Barcelona, pemain bernomor punggung 42 itu juga pernah membela AS Monaco dan sebelumnya Olympiacos F.C.

Bersama Pep Guardiola, pelatih barunya di awal musim ini, pemain asal Pantai Gading tersebut cukup sering diturunkan secara reguler. Tercatat ia telah 29 kali tampil dalam semua kompetisi, 24 diantaranya di Liga Premier. Namun sayangnya masa baktinya akan berakhir bulan depan.

“Kami belum mendengar apapun hingga saat ini,” kata agent Toure, Dimitri Seluk, kepada Sky Sports. “Saya telah membaca diberbagai media tentang kontrak terbaru City untuknya namun saya tidak tahu apa-apa tentang hal tersebut. Terakhir kali saya berbicara dengan seseorang di manajemen City yaitu pada bulan Maret di Monaco.”

Ada beberapa klub dari Italia, China dan Liga Primer juga, yang dikaitkan dengan pemain yang berusia 34 pekan lalu, meski media BBC mengungkapkan bahwa ada kemungkinan pembaharuan ditimnya saat ini.

“Kami memiliki banyak kemungkinan,” lanjut agen pemain tersebut. “Yaya sempat disodorkan kontrak dari berbagai klub, tawaran yang sangat menarik. Bahkan Ada klub yang sudah memenuhi syarat untuk bermain Liga Champions musim depan, namun untuk Yaya, Manchester City adalah klub yang sangat spesial. Dia telah memberikan hatinya ke klub dan dia akan merasa sulit untuk meninggalkan City.”

Memang sebelumnya gelandang City itu sempat ditawar untuk bermain di Chinese Super League membela Jiangsu Suning, satu pemilik dengan Inter Milan,  dengan tawaran yang cukup menggiurkan. Ia di sodorkan 520 ribu poundsterling per pekan. Namun sempat ditolaknya karena pada dasarnya lebih senang dengan permainan sepak bola dibandingkan dengan uang yang melimpah.

Guardiola Sudah Pasti Akan Di Pecat Jika Di Munchen Atau Barcelona

Pep Guardiola Manchester City, Pep Guardiola, Manchester City, Premier Legaue, liga Inggris, Pep Guardiola sacked

Manajer Manchester City  yaitu Pep Guardiola, meyakini bahwa Bayern Munchen dan Barcelona akan memecatnya jika dia mendapatkan hasil yang serupa seperti yang ia lakukan di klub barunya, walaupun ia mampu berada di empat besar klasemen, dan masuk ke Liga Champions untuk musim depan.

Memang Guardiola mengambil alih posisi kepelatihan di Etihad pada awal musim tahun 2016 lalu. Sang pelatih asal Spanyol tersebut memang mampu meraih Piala saat ia melatih di klub nomor satu Spanyol yaitu Barcelona dan saat Ia melatih klub nomor satu di Jerman yaitu Munchen. Ia pun menjadi salah satu pelatih yang dicari didunia, namun sepertinya Ia sulit menemukan kesuksesannya di Liga Inggris.

Timnya kini tak mungkin mengakhiri musim ini lebih tinggi dari peringkat tiga klasemen Premier League, dan berarti Ia tak mampu mengangkat piala di kompetisi tersebut pada musim ini , dan juga kompetisi Liga Champions. Itu juga berarti bahwa ini adalah musim dimana Ia tak mendapatkan gelar juara apapun untuk pertama kalinya di jenjang karirnya.

“Di Barcelona atau Bayern Munich, di sana Anda harus menang dengan selish jauh,” kata Guardiola dalam sebuah konferensi pers, Senin kemarin . “Jika tidak, mereka tidak memberi Anda kesempatan kedua. Tekanan yang saya dapatkan saat saya tiba di Barcelona pertama kali, Saat saya tidak memiliki sesuatu untuk dipertahankan di klub itu, dalam enam bulan Anda keluar”

Guardiola pun kini siap untuk menerima” kesempatan kedua “yang dia percayakan klubnya kepada dirinya, namun dia mengatakan bahwa Ia bisa kehilangan pekerjaannya di musim depan jika hasilnya tidak membaik.

” Di sini mereka memberi saya kesempatan kedua. Dan kami akan mencoba untuk melakukannya. Jika situasi saya di klub besar saya akan dipecat, saya keluar. Yakin. Pasti, “tambahnya.” Di klub yang pernah saya asuh sebelumnya, saya pasti tidak akan ada di sini, namun di sini kita memiliki kesempatan kedua dan kami akan berusaha melakukannya lebih baik dari musim ini.”

“Jika apa yang terjadi musim depan tidak berjalan dengan baik, Saya masih akan memiliki kontrak satu tahun lagi, dan jika tidak berjalan dengan baik lagi mereka akan mengganti manajer. Saya tidak akan tinggal di sini karena saya Pep atau apa yang telah saya lakukan sejak lama.”.

City masih memiliki satu pertandingan terakhir dimusim ini menghadapi Watford, namun merak harus menang apapun yang terjadi. Karena jika tidak, walaupun imbang sekalipun, mereka kemungkinan bisa digeser satu atau dua peringkat dibawahnya. Jadi sangat krusial.

Walau Mendominasi Laga, Inter Tak Raih Poin Lagi

Mauro Icardi Inter Milan vs Sassuolo 14 May 2017 Serie A, Mauro Icardi Inter Milan vs Sassuolo 14 May 2017, Serie A, Mauro Icardi Inter Milan vs Sassuolo, 14 May 2017 Serie A, Mauro Icardi, Inter Milan vs Sassuolo, Mauro Icardi Inter Milan, vs Sassuolo, Inter Milan vs Sassuolo

Hasil buruk menimpa lagi untuk salah satu klub sepak bola raksasa Italia, Inter milan. Mereka harus takluk lagi menghadapi tim papan bawah klasemen dan ini merupakan delapan pertandingan di Serie A yang tak mampu mereka menangkan satu kali pun walaupun mereka telah memecat pelatih mereka, Stefano Pioli. Malah dalam delapan pertandingan terakhir, ini merupakan kekalahan keenam mereka.

Dalam pertandingan terbaru mereka, Inter menjamu peringkat ke 14 klasemen untuk minggu lalu yaitu Sassuolo di Stadio Giuseppe Meazza. Namun mereka akhirnya harus tunduk dengan mereka dan merelakan seluruh poin yang seharusnya mampu mereka manfaatkan untuk mendongkrak peringkat mereka naik dan mengamankan tempat bermain di Liga Eropa pada musim depan.

Padahal di laga tersebut, mereka mampu mendominasi pertandingan, baik dalam hal menciptakan peluang maupun penguasaan bola. Namun mereka harus menelan dua buah bola keperut gawang mereka, walaupun sempat sekali membalas. Dan yang lebih menyedihkan lagi mereka kebobolan lebih dulu di kedua babaknya.

Dua gol tersebut dilakukan oleh pemain yang sama yaitu Pietro Iemmello.Striker Sassuolo tersebut mampu mengolah umpan yang mematikan dari Domenico Berardi dan membenamkannya ke pojok kanan gawang dimenit ke 36. Sebuah gol lagi dilakukannya lima menit setelah turun minum. Kali ini umpan dari Pol Lirola dengan mudah ia eksekusi dengan baik dan membuat skor mereka bertambah.

Dua puluh menit menjelang babak kedua berakhir, Eder mampu memperkecil kekalahan timnya dari bola liar namun sayang usahanya tak dilanjutkan oleh rekan-rekannya hingga babak kedua berakhir.

Sebelum rentetan hasil buruk di delapan pertandingan, Inter sempat perkasa menghadapi Atalanta bahkan luar biasa bertanding dikandang sendiri dengan skor 7-1.  Saat itu pelatih mereka masih Pioli, yang mengatur strategi dan akhirnya membuat Mauro Icardi dan Evan Banega masing masing melakukan Hattrick.

Namun dengan kekalahan ini, Inter harus turun peringkat lagi digantikan oleh Fiorentina yang unggul saat menghadapi Lazio. Mereka harus merelakan mimpi mereka untuk berada di Zona Liga Eropa seandainya dua pertandingan terakhir mereka tak mampu mereka menangkan. Masalahnya mereka akan menghadapi pertandingan brikutnya melawan peringkag keempat klasemen yaitu Lazio yang sangat tangguh.

Tundukkan West Ham, Liverpool Perlu Sekali Menang Untuk Ke Liga Champions

West Ham United vs Liverpool Premier League 14 Mei 2017, West Ham United vs Liverpool Premier League, West Ham United vs Liverpool, Premier League 14 Mei 2017, West Ham United, Liverpool, Liga Inggris

Liverpool sepertinya mampu mempertahankan takdir mereka untuk tetap berada di empat besar klasemen pada minggu ini. Pasalnya mereka mampu menaklukan West Ham United pada pertandingan terakhir mereka, dan menggeser kembali posisi Manchester City yang menempati posisi ketiganya di papan peringkat Premier League.

Dalam pertandingan terbaru mereka yang diselenggarakan tanggal 14 Mei kemarin pukul 20.15 WIB, Liverpool tampil cemerlang dan mampu mendominasi pertandingan. Mereka mampu unggul dalam hal penguasaan bola dan juga dalam hal menciptakan peluang. Hasilnya tim yang diasuh Jurgen Klopp itu mampu mengadakan pesta gol di Olympic Stadium, dengan menjebol empat kali gawang tuan rumah, tanpa balas.

Awalnya mereka kesulitan menjebol pertahanan West Ham namun 10 menit sebelum turun minum Philippe Coutinho mampu menyediakan umpan manis menuju Daniel Sturridge dan mengarahkannya menuju perut gawang. Skor pun menjadi 0-1 hingga babak pertama usai.

Setelah istirahat, The Reds beberapa kali melakukan aksi berbahaya namun dapat dinetralisir. Hanya saja pada menit ke 57, Coutinho mampu melepaskan tembakan dari jarak jauh dan membenamkannya ke pojok kiri bawah gawang. Skorpun mengganda.

Selang empat menit kemudian, Coutinho mampu melakukan aksi solo setelah menerima umpan dari Georginio Wijnaldum dan menyelesaikannya dengan baik. Skorpun bertambah menjadi 0-3. Dan terakhir dimenit ke 76, Divock Origi membuat West Ham semakin terlihat menyedihkan dihadapan pendukungnya. Hingga babak kedua berakhir, skor berakhir menjadi 0-4.

Pertandingan tersebut memang cukup penting bagi Liverpool pasalnya, Arsenal yang berada dua peringkat dibawahnya masih membuat mereka tak aman hingga akhir musim. Apalagi selisih empat poin dalam tiga pertandingan, membuat peluang mereka tergusur masih besar.

Namun dengan kemenangan menghadapi West Ham, tim Merseyside hanya perlu memenangkan pertandingan terakhirnya menghadapi Middlesbrough dan mereka akan menyempurnakan langkah mereka menuju Liga Champions. Hanya saja Manchester City yang terpaut satu poin dibawahnya, masih memiliki satu pertandingan tundanya dan membuat mereka akan menempati peringkat ketiga diakhir musim.

Sang pelatih pun senang dengan hasil performa timnya. Ia mengatakan,  “Itu adalah permainan yang fantastis tapi sulit. Namun pada akhirnya sangat menakjubkan walau awalnya tidak begitu bagus. Setelah itu kami mengendalikan permainan dan mengambil peluang kami,”.

Ia menambahkan,  “Kami mencetak beberapa gol yang benar-benar bagus tapi di babak pertama West Ham memiliki peluang besar dan besar – terutama untuk menyamakan kedudukan sebelum paruh waktu. Itu sangat tidak beruntung bagi West Ham, tapi sangat beruntung dari posisi kami.”

Resm Juara EPL, Conte Ingin Tetap Menangkan Dua Laga Terakhir Musim Ini

Antonio Conte win West Brom vs chelsea, Antonio Conte, West Brom vs chelsea, West Brom, chelsea, Premier League Winner, Juara Liga Inggris, Premier League Winner 2016-17

Pelatih Chlesea saat ini yaitu Antonio Conte,saat ini resmi membawa timnya memenangkan gelar juara Premier League, padahal mereka masih memiliki dua pertandingan yang tersisa. Ia pun masih tetap ingin memenangkan kedua laga tersebut sehingga timnya akan dapat menutup musim kompetisi 2016-2017 dengan cara yang sangat luar biasa.

Conte memang baru musim ini menginjak kakinya ke Liga Premier Inggris. Sebelumnya pelatih berusia 47 tahun tersebut lebih sering melatih untuk tim di liga Italia bahkan menjadi pelatih timnas Italia pun pernah ia jalani. Namun yang sungguh diluar dugaan Ia mampu membawa timnya menjuarai Liga sepak bola tertinggi di Inggris dimusim perdananya.

Chelsea mampu meraih gelar juara Liga Premier setelah menaklukan West Bromwich Albion pada pagi dini hari tadi pukul 02.00 WIB. Dengan skor tipis 1-0, pertandingan yang diselenggarakan di markas West Brom yaitu The Hawthorns Stadium,  memastikan mereka akan langsung meraih gelar juara walaupun masih tersisa dua pertandingan lagi.  Dan ini membuat mereka dipastikan akan bermain di Liga Champions musim depan.

Hingga saat ini mereka telah mengumpulkan 87 poin dan tak mungkin disusul oleh tim lainnya termasuk Tottenham Hotspurs yang berada tepat dibawahnya. Mereka telah berhasil memainkan 36 pertandingan, dengan 28 kemenangan, lima kali kalah dan tiga kali imbang. Dan dengan demikian, Chelsea telah mengumpulkan 87 poin dan tidak mungkin mampu dikejar oleh tim lainnya.

Pelatih asal Italia itu mengungkapkan perasaannya kepada BBC Sport, “Bagi saya, meraih gelar juara di musim perdana saya di Inggris, membuat saya sangat bangga dengan prestasi tersebut. Para pemain menunjukkan profesionalisme, komitmen, kerja keras dan kemauan yang hebat untuk mencoba memenangkan liga ini. Namun Kami memiliki dua pertandingan untuk merayakannya, maka kami akan berusaha membuat musim ini dari yang hebat menjadi fantastis.”

Namun pekerjaan Conte tidak hanya saat ini saja, mereka masih dapat menambah satu piala lagi saat mereka bertemu dengan Arsenal dalam ajang komeptisi FA Cup yang sudah memasuki babak final pada tanggal 26 Mei mendatang di Wembley Stadium.

 

Juventus Resmi Permanenkan Bek Munchen

Medhi Benatia Bayern Munchen to Juventus, Medhi Benatia Bayern Munchen, to Juventus, Medhi Benatia, Bayern Munchen to Juventus, Medhi Benatia to Juventus, Bayern Munchen, Serie A

Belum lama ini, Juventus telah mengumumkan penandatanganan permanen pemain belakang dari Bayern Munich yaitu Medhi Benatia. Dikabarkan peringkat pertama klasemen Liga Italia tersbut berhasil memboyong sang pemain dengan biaya tebusan sebesar 17 juta Euro.

Benatia merupakan pemain Munchen yang dibeli dari AS Roma musim panas 2014 lalu. Ia ditebus dengan nilai 26 juta Euro dengan masa kontrak selama lima tahun. Namun sayangnya ia tak mampu rutin merumput bersama Die Roten dan terhitung hanya diturnkan 46 kali dalam dua musim saja.

Dan akhirnya musim panas ini, Munchen meminjamkan sang pemain yang kini berusia 30 tahun itu, kepada Juventus untuk berjaga jaga di lini pertahanan mereka.

Memang dalam menjalani musim ini, bersama Juventus ia juga hanya menjadi pelapis kedua saja. Tercatat ia hanya tampil di 12 kali di ajang Serie A, dengan total 1096 menit dan  sempat mencetak satu gol yang sangat krusial, ke gawang AC Milan dalam kemenangan 2-1 yang diraih pada Maret lalu.

Pemain yang kini beromor punggung 4 di Juventus tersebut juga sempat dimainkan 5 kali dalam ajang Liga Champions serta satu kali dalam kompetisi Coppa Italia. Dan nampaknya ia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Benatia sudah tampil dalam 20 laga bersama Juve dengan total 1096 menit. Ia mencetak satu gol yang sangat krusial, yakni ke gawang AC Milan dalam kemenangan 2-1 yang diraih La Vecchia Signora pada Maret lalu. (juve/pra)

Dengan performanya yang apik walau hanya jadi cadangan,  Juventus ingin mempermanenkan dirinya, dan mengambil opsi pembelian mereka untuk bek tersebut. Ia pun direncanakan akan memiliki kontrak dalam waktu tiga tahun kedepan..

Sebuah pernyataan di situs resmi Nyonya Tua, Juventus menuliskan pernyataannya yang berbunyi,  “Juventus Football Club SpA mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan opsi mereka, untuk akuisisi pemain tersebut secara langsung, yaitu Medhi El Mouttaqui-Benatia, dari FC Bayern Munchen AG dengan biaya sebesar 17 juta Euro, yang harus dibayar lebih dari dua tahun. Pemain yang disebutkan tadi telah menandatangani kontrak dengan Juventus sampai dengan 30 Juni 2020 mendatang.”

Pemain asal  Maroko tersebut akhirnya pada musim depan rela rela menjadi cadangan bagi Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci di Turin.

Presiden Napoli Inign Sarri Bertahan Seumur Hidupnya di Napoli

Aurelio De Laurentiis Maruzio Sarri Napolli, Aurelio De Laurentiis, Maruzio Sarri Napolli, Aurelio De Laurentiis Maruzio Sarri, Napolli, Aurelio De Laurentiis Napolli, Maruzio Sarri , Serie A, Liga Italia

Aurelio De Laurentiis selaku Presiden Napoli diketahui memiliki keinginan untuk menjadikan pelatih utama timnya yaitu Maurizio Sarri, sebagai pengasuh timnya dalam jangka waktu yang lama. Ia ingin pelatihnya bisa memiliki waktu yang panjang di Napoli seperti Sir Alex Ferguson saat mengomandoi Manchester United dari 1986 – 2013.

Napoli memang baru merekrut sang pelatih asal Italia tersebut pada musim lalu. Ia pindah dari klub  yang mengenalkan dirinya ke kompetisi tertinggi di Liga Italia yaitu Empoli. Namun saat ia pertama kali datang ke Empoli musim panas tahun 2012, klub tersebut masih berada di Liga Seri B dan naik pangkat ke Serie A pada musim setelahnya.

Sarri datang ke San Paolo menggantikan pelatih sebelumnya yaitu Rafel Benitez dan sempat membawa Napoli keperingkat pertama hingga musim dingin perdananya bersama Napoli namun sayangnya Ia mengakhiri musimnya berada diperingkat kedua klasemen terpaut 9 poin dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus.

Saat ini Napoli berada di peringkat ketiga klasemen sementara untuk pekan ini terpaut selisih satu poin. Dan selama ia mengasuh klub tersebut, tercatat ia sudah menjalani 95 pertandingan. Pelatih berusia 58 tahun tersebut sudah merasakan manisnya kemenangan sebanyak 61 pertandingan dan juga getirnya kekalahan sebanyaj 16 kali di lintas kompetisi .

Dengan hasil ini sang Presiden Napoli pun mengutarakan keinginannya di media. Ia mengatakan, “Saya memiliki intuisi bahwa Sarri merupakan pilihan yang benar. Saat saya merekrutnya dari Empoli, saya sempat melihat ada spanduk yang menentang keputusan tersebut. Namun saya selalu yakin hal itu adalah pilihan yang tepat. Dia sepertinya Ia akan menajdi pelatih Napoli untuk waktu yang lebih lama lagi,”.

Dengan kepuasan performa yang dimiliki oleh sang pelatih yang telah menekuni profesinya dari tahun 1990 lalu, De Laurentiis ingin membuat pelatih pilihannya bertahan lama di kubunya. Apalagi Sarri masih mampu berada di tiga besar klasemen walaupun ditinggalkan oleh striker andalan mereka ke Juventus yaitu Gonzalo Higuain.

Ia mengatakan, “Kami memiliki kontrak panjang dan akan lebih panjang lagi dengan klausul baru yang akan berlaku pada musim depan. Ini adalah rumahnya, dia bisa tinggal di Naples seumur hidup dan bisa menjadi Ferguson,”.

Sebuah keputusan yang berani untuk sang Presiden karena sang pelatih baru saja melatih liga tertinggi di Italia belum lama ini.

Mantan Bek Barcelona Jadi Salah Satu Faktor Kesuksean Semifinal Juventus

dani alves Score juventus vs AS monaco Liga Champions, dani alves Score juventus vs AS monaco, Liga Champions, dani alves Score, juventus vs AS monaco Liga Champions, dani alves Score juventus , AS monaco Liga Champions, dani alves juventus, dani alves, juventus, serie A, liga italia

Setelah berhasil memenangkan pertandingan menghadapi AS Monaco, Juventus akhinya berhasil memasuki babak final Liga Champions kedua mereka dari tiga tahun belakangan. Dan terlebih lagi, mantan bek kanan Barcelona mereka yaitu Dani Alves menjadi salah satu alasan terbesar di balik kesuksesan semifinal mereka.

Bek Juventus yang baru saja bergabung secara gratis dari Barcelona tersebut memang memainkan peran penting dalam beberapa pertandingan terakhirnya dimusim ini. Dan hal yang terbaru, Ia mampun menjebol gawang AS Monaco saat timnya menjamu mereka pada pagi dini hari tadi tepatnya pukul 01.45 WIB.

Dalam pertandingan tersebut sebelumnya Mario Madzukic mampu menggetarkan gawang lawannya dimenit ke 33 setelah mendapatkan bola liar yang menuju padanya dan kemudian menjelan turun minum, Alves pun juga menggandakan kedudukan dengan bola rebound juga. Sayangnya dimenit ke 69, Kylian Mbappe berhasil menjebol gawang yang dijaga oleh kiper senior Juventus, Gianluigi Buffon.

Dengan gol ini, pemain Brasil itu mampu menyumbangkan tiga gol di Liga Champions untuk timnya dan cukup gila untuk seorang bek. Ia pun mengatakan, “Saya tidak gila, ini hanya hasil dari seseorang yang bekerja dan menjalani profesinya dengan intensitas dan mencintai apa yang dimilikinya. Semua yang saya lakukan dalam hidup saya adalah hasil dari pekerjaan, profesionalisme, perhatian dan rasa hormat yang saya miliki untuk karir saya. Orang mengira saya gila, namun saat mulai bekerja, saya tahu apa yang harus saya lakukan dan apa yang membuat saya menjadi diri saya sendiri.”.

Saat ia meninggalkan Barcelona, beberapa dewan direksi Barcelona merasa bahwa dirinya akan mampu terus bermain di tingkat yang tinggi, terutama mengingat betapa sulitnya menyesuaikan tuntutan taktis sepak bola Italia.

Ia pun menjelaskan, “Sebenarnya Sepak bola di mana-mana sama saja yaitu dimainkan dengan bola, sebelas lawan sebelas. Namun satu-satunya hal yang harus kami lakukan adalah menyesuaikan diri dengan filosofi klub dan rekan-rekan saya yang lain. Kami harus tampil pada saat-saat terbesar dan itulah alasan saya berada di sini, menikmati diri saya dan  bermain di final Liga Champions.”

Pemain berusia 34 tahun tersebut juga sempat menjawab pertanyaan, tim mana yang lebih ia sukai di final,  Real Madrid atau Atletico. Ia pun menjawab, “Saya yakin Real Madrid memiliki kesulitan lebih tinggi namun takkan mudah juga menghadapi Atletico. Namun Terlepas dari siapapun lawannya, Juventus harus memiliki euforia dan kegembiraan yang memadai untuk berada di final.”.

Madrid dan Atletico akan menentukan langkahnya menuju final pada besok pagi pukul 01.45 WIB.