Mourinho Merasa Bukan Siapa-siapa Di MU

Jose Mourinho

Jose Mourinho dikenal sebagai salah satu manajer terbaik di dunia saat ini dan punya riwayat sukses yang besar bersama klub yang pernag dia tangani. Tapi di Manchester United, Mourinho merasa bukan siapa-siapa.

Mourinho baru saja mengantarkan Manchester United jadi juara di Liga Europa. The Red Devils berhasil menaklukkan Ajax Amsterdam dengan skor 2 – 0 di final yang berlangsung di Friends Arena, Stockholm, Kamis (25 Mei 2017) dinihari WIB kemarin.

Itu adalah trofi ketiganya pada musim perdananya ini bersama Manchester United. Sebelumnya, Mourinho sudah berhasil membawa MU meraih trofi di ajang Community Shield (kontra Leicester City) serta Piala Liga Inggris (kontra Southampton).

Memenangkan tiga piala di musim perdana tentu saja bisa dibilang sebagai pencapaian yang cukup baik. Dan untuk Mourinho pribadi, itu cuma menambah kilap di curriculum vitae miliknya, dengan sejauh ini sudah memenangkan 25 trofi sepanjang karier sebagai manajer klub sepakbola.

Namun, manajer berkebangsaan Portugal itu mengaku berada di MU membuatnya senantiasa merasa kecil, walaupun punya sukses besar. Dia merasa masih harus membuktikan diri lebih jauh di hadapan manajer-manajer legendaris klub ini seperti Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Busby sukses memenangkan lima gelar liga, dua Piala FA, lima Charity Shield yang kini menjadi Community Shield, serta satu trofi Piala Champions yang kini bernama Liga Champions. Sementara Ferguson tentu saja punya warisan lebih besar untuk MU.

Pria berkebangsaan Skotlandia ini memenangkan di antaranya 13 gelar liga, lima Piala FA, empat Piala Liga Inggris, 10 Community Shield, serta dua trofi Liga Champions. Itu belum termasuk trofi-trofi lain seperti Piala Winners, Piala Super Eropa, Piala Interkontinental, ataupun Piala Dunia Antarklub.

“Kadang-kadang saya terdiam beberapa saat dan melihat kembali ke belakang, saya melakukan banyak hal. Saya punya hal-hal yang tidak dipunya oleh orang lain. Saya pernah sukses di Spanyol, Italia, dan di Inggris,” ungkap Mourinho seperti yang dilansir dari Express.

“Tapi entah kenapa di klub ini, saya merasa bahwa saya belum melakukan apa-apa, terutama karena Anda punya dua legenda dalam hal gelar dan trofi-trofi. Saya merasa bukan siapa-siapa dan saya merasa bahwa saya harus selalu membuktikan diri.”