Luka Jovic baru saja mengungkapkan apa yang ada di hatinya sekarang ini. Jovic merasa sangat percaya diri bisa sukses dan memberikan kontribusi terhadap perjalanan Real Madrid di masa yang akan datang.

Jika membedah penampilan Luka Jovic dalam dua musim terakhir, dirinya terbilang cukup konsisten dengan bermain baik di Bundesliga Jerman bersama dengan Eintracht Frankfurt. Total Eintracht Frankfurt mengemas total 27 gol dan 7 assist di semua kompetisi.

Di bursa transfer musim panas 2019 ini, Real Madrid diam-diam mengejutkan publik Spanyol dengan sukses menyabet tanda tangan Luka Jovic dengan mahar 60 juta Euro dari Eintracht Frankfurt. Dengan banderol super mahal tersebut, Luka Jovic sangat ingin membuktikan atas keraguan banyak pihak.

“Segalanya berjalan dengan sangat cepat bagi saya. Beberapa tahun yang lalu, saya masih bermimpi untuk bermain di Red Star. Namun sekarang saya sudah bermain di semifinal Liga Europa, bermain di Piala Dunia, dan bahkan pindah ke Real Madrid. Ini benar-benar sesuatu yang luar biasa.” cetus Luka Jovic.

“Menurut saya, kepercayaan diri adalah senjata awal bagi seorang penyerang. Saya tidak pernah meragukan kualitas saya. Saya merasa saya punya kualitas yang bagus sejak lahir dan saya tidak pernah meragukan itu. Besarnya kepercayaan diri saya itu bahkan sempat membuat rekan saya di Timnas, Stefan Mitrovic mengatakan ‘Wah, saya bisa melakukan banyak hal hebat jika saya memiliki kepercayaan diri sepertimu.”

Luka Jovic menambahkan sisi buruknya andai tidak mampu mengawali musim dengan sangat baik, dan dirinya merasa tidak panik. Rasa optimis sang pemain adalah rasa senang di akhir musim depan.

“Saya pikir, bagi seorang penyerang bukan sebuah awal tetapi ketika di akhir. Hal itu juga sama seperti saya, di mana saya lahir di sebuah desa kecil di Serbia, yang hanya memiliki 105 keluarga, dan mungkin anda tidak pernah mendengar nama desa saya.”

“Namun yang terpenting adalah ke mana kisah ini akan berakhir. Apa saja yang akan saya raih? Seperti apa akhir karir saya? Saya sendiri tidak tahu, tetapi saya memiliki mimpi yang besar dan yang terjadi sekarang adalah sebuah bukti bahwa proses itu ada.” tutup Luka Jovic.