Serie A Italia 2019-2020 belum resmi digelar, namun sejumlah netizen sudah melontarkan kritik pedas kepada pertahanan Juventus, dan terkhusus bagi Matthijs de Ligt yang dianggap tidak sesuai dengan harga mahalnya di bursa transfer.

Sudah menjadi berita panas dalam perjalanan bursa transfer musim ini, dimana sosoknya begitu banyak diminati oleh klub elite Eropa. Menariknya disini ketika hati Matthijs de Ligt jatuh kepada Juventus.

Kritik pedas ini dimulai ketika Juventus menjalani pramusim 2019 dengan sangat buruk sebagaimana gawang mereka banyak kemasukkan gol oleh lawan. Alih-alih bisa memperkuat pertahan Juventus, nyatanya hati fans belum bisa menerima performanya sampai saat ini.

Spekulasi menyebutkan jika jalan karir Matthijs de Ligt di Juventus akan sedikit sulit karena harus menyesuaikan diri dengan taktik Maruizio Sarri. Satu hal yang terlihat begitu buruk dari sosok Matthijs de Ligt adalah ketika meladeni kecepatan pergerakan Joao Felix ketika Juventus dikalahkan Atletico Madrid 2-1 di ajang International Championship Cup 2019.

Penampilan buruk itu pun menghiasi halaman depan media-media Italia yang mengklaim Matthijs de Ligt tidak mampu mengimbangi kecepatan Felix, dan buruknya lagi ketika mereka menyatakan bahwa sejak kedatangannya ke Turin, jumlah kebobolan Juve bertambah.

Sampai saat ini, jumlah kebobolan Juve sudah sembilan gol dan itu terjadi di ajan pramusim. Meski bisa membela diri karena tidak bermain penuh, dan total hanya bermain sebanyak 143 menit dari lima pertandingan tersebut. Maka sejatinya masih belum terbukti kebenaran kritik tersebut, akan tetapi patut dipertimbangkan oleh sang pemain sendiri sebagai bahan masukan.

Besarnya transfer Juventus ketika menembus mahar Matthijs de Ligt dari Ajax Amsterdam adalah inti masalah ini, dan ketika sang pemain masih bermain buruk, maka wajar saja banyak fans mengeluarkan kritik tajam ketika bermain buruk, karena harga mahal sudah sepantasnya memberikan hasil yang selalu baik.