Fernando Santos Tanggapi Kritikan Terlalu Defensifnya Portugal

fernando santos

 

Fernando Santos menanggapi kritikan yang menilai sepakbola Portugal terlalu defensif dan membosankan. Namun yang menjadi prioritasnya yakni kemenangan.

Portugal mampu mengantongi gelar superior pertamanya dengan memuncaki Piala Eropa 2016. Meskipun begitu, Portugal malah dihujani kritikan yang menilai kalau gaya bermain timnya amat membosankan dengan permainan yang defensif.

Untuk catatan saja, Portugal bahkan cuma menciptakan total 9 gol dari 7 pertandingannya di sepanjang turnamen Piala Eropa ataupun rata-rata 1,1 gol di tiap pertandingan. Bagaimanapun, di akhirnya mereka tetap berhasil meraih titel juara usai menaklukkan Prancis di partai final.

Dikarenakan itulah, Santos pun sering dikritik terkait gaya bermain timnya yang dianggap terlalu defensif. Tapi peracik taktik berusia 62 tahun itu menegaskan kalau kemenangan merupakan prioritas timnya.

Kalau melirik kedalam catatan statistik timnya, wajar saja jika Santos menyukai gaya bermain Portugal. Dibawah arahannya, Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan cuma pernah kalah sekali dari 21 laga kompetitif yang mereka lakoni.

Portugal pun akan tetap bermain seperti biasanya ketika melawan Rusia di Otkrytiye Arena, Rabu (21/6/2017). Menurutnya, setiap orang mempunyai penilaian yang berbeda-berda terkait gaya bermain yang bagus.

“Kami hanya mengalami sekali kekalahan dengan 3 atau 4 kali hasil seri selama ini dan saya kira nominal itu saja sudah memperlihatkan kualitas tim saya,” ungkap Santos seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Kami senantiasa ingin tampil kompetitif. Jujur saja saya lebih baik jadi juara Eropa ketimbang tampil cemerlang namun tak menjuarai apapun.”

“Yang menjadi prioritas di dalam sepakbola yakni kemangan, tak ada hal lain yang betul-betul penting,” katanya menambahkan.