Danny Rose Tuntut Kenaikan Gaji Dari Spurs

Danny Rose

Danny Rose memberi konfirmasi ia butuh bayaran lebih tinggi di Tottenham Hotspur. Maka dari itu dia menuntut kontrak anyar ke manajemen The Lilywhites.

Rose merupakan salah seorang pemain tumpuan Spurs di barisan bertahan. Fullback kiri itu telah berseragam Spurs semenjak tahun 2007 dengan mencatatkan 144 penampilan dan 10 gol. Bisa dibilang Rose adalah alah satu pemain paling senior Spurs.

Normal saja apabila Rose sangat dihormati oleh rekan-rekannya dan dia kini memegang jabatan sebagai wakil kapten andaikan Hugo Lloris absen. Dari musim ke musim, kontribusi Rose kian penting bagi tim.

Walau begitu Rose merasa masih belum sepenuhnya dihargai pihak klub lantaran kontraknya saat ini belum memuaskan. Rose sejatinya baru memperpanjang kontrak beberapa bulan lalu sampai tahun 2021, akan tetapi gajinya diklaim masih berada di belakang para bintang lainnya mulai dari Harry Kane, Christian Eriksen, Dele Alli, dan Hugo Lloris.

Maka dari itu Rose meminta manajemen klub agar menaikkan gajinya lagi sehingga dirinya tak memiliki niat pergi dimana sekarang pemain beruia 27 tahun tersebut sedang dalam incaran Chelsea dan Manchester City.

“Cedera membuat saya tersiksa. Maka ketika anda memiliki waktu untuk berpikir dan banyak berandai-andai saat itu, hal itu tak mudah saya atasi,” ujar Rose seperti dilansir The Sun.

“Satu hal, saya mengetahui berapa ilai saya dan saya mau memastikan mendapat gaji yang layak. Saya sudah tampil sebaik sayang saya perbuat supaya bisa mendapat bayaran yang pantas. Dalan kehidupan ini, apabila anda merasa layak dibanderol mahal, mengapa cari yang lebih sedikit? Saya bukan tipe itu,” sambungnya.

“Andaikan saya sampai ke level seperti musim lalu, itu juga berlaku bagi pemain manapun, saya mau memastikan jika saya harus mendapat bayaran selayaknya. Saya tak tahu seberapa lama akan bertahan di tingkat ini. Saya tentu tak bodoh untuk tak berusaha meraih lebih, gelar, trofi, dan uang.”

“Mungkin saja ada orang berpikir misi utama saya ialah uang, namun bukan itu. Walau saya sadar layak dihargai berapa.”