Category Archives: Liga Lain

Prediksi Sporting CP VS Aves 15 Januari 2018

Prediksi Sporting CP VS Aves 15 Januari 2018

Ajang Portugal Primeira Liga sudah kembali diselenggarakan dan pada akhir pekan ini, akan menyajikan satu pertandingan seru yang tidak untuk kita lewatkan. Kali ini akan hadir di tengah-tengah kita pertandingan antara Sporting CP melawan Aves yang akan berlangsung di Stadion José Alvalade pada hari Senin, 15 Januari 2018 mulai pukul 03:15 dinihari WIB.

Kembali lagi menjadi tuan rumah dalam kompetisi Portugal Primeira Liga ini, tentunya membuat Sporting CP akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya saat menjamu Aves di dalam laga nanti. Untuk sementara, Sporting CP menempati peringkat 2 klasemen sementara Portugal Primeira Liga dengan perolehan 43 poin.

Sementara dari kubu tim tamu, walau Aves secara susunan squad tidak lebih unggul daripada Sporting CP, mereka tentu saja tidak akan menyerah begitu saja. Mereka bekerja maksimal untuk bisa memperoleh kemenangan dari kandang Sporting CP. Untuk sementara, Aves menempati peringkat 16 klasemen sementara Portugal Primeira Liga dengan perolehan 14 poin.

Head to Head Sporting CP Vs Aves:
07/08/2017 CD Aves 0 – 2 Sporting Lisboa
24/02/2007 Sporting Lisboa 0 – 0 CD Aves
24/09/2006 CD Aves 0 – 2 Sporting Lisboa
12/03/2001 Sporting Lisboa 2 – 0 CD Aves
15/10/2000 CD Aves 3 – 4 Sporting Lisboa

Lima Pertandingan Terakhir Sporting CP:
11/01/2018 CD Cova Piedade 1 – 2 Sporting Lisboa
08/01/2018 Sporting Lisboa 5 – 0 Marítimo
04/01/2018 SL Benfica 1 – 1 Sporting Lisboa
30/12/2017 Belenenses 1 – 1 Sporting Lisboa
21/12/2017 Sporting Lisboa 6 – 0 União da Madeira

Lima Pertandingan Terakhir Aves:
11/01/2018 Rio Ave 4 – 4/p/4 – 5 CD Aves
07/01/2018 GD Chaves 1 – 1 CD Aves
04/01/2018 CD Aves 1 – 2 Moreirense FC
17/12/2017 GD Estoril 3 – 2 CD Aves
13/12/2017 União da Madeira 1 – 5 CD Aves

Prediksi Skor Sporting CP Vs Aves : 3 – 0

Incoming search terms:

  • prediksi sporting cp vs aves
  • prediksi sporting lisbon vs aves
  • sekuad sporting cp vs aves

Minim Prestasi, Tevez Ditendang Shanghai Shenhua

Carlos Tevez

Carlos Tevez kembali ke Argentina setelah melewati satu musim yang gagal total di China. Walaupun karier sepakbolanya jeblok, Tevez pulang dengan segunung uang.

Tevez baru saja menyelesaikan kepindahannya ke Boca Juniors di Liga Argentina. Striker 31 tahun itu pulang ke Boca setelah menjalani satu musim yang sangat mengecewakan bersama Shanghai Shenhua.

Pada Desember 2016, Shanghai Shenhua membuat kejutan dengan membeli Tevez senilai 71,6 juta poundsterling. Angka tersebut menjadikan Tevez sebagai pesepakbola termahal keenam di dunia, saat itu, mantan pemain Machester United dan Manchester City ini hanya kalah mahal dari Paul Pogba, Gareth Bale, Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, dan Neymar.

Tevez juga memperoleh gaji setinggi langit dari klub raksasa China Super League itu. Dia dibayar 615.000 pound sterling per pekan, atau sekitar Rp 11,1 miliar.

Menandatangani kontrak berdurasi dua tahun, Tevez ternyata hanya merumpit semusim di Shanghai Shenhua. Dia tidak mampu menunjukkan ketajamannya di Liga China. Performa yang buruk dan sering cedera membuat Shanghai memutuskan melepasnya lebih cepat.

Selama sekitar setahun membela Shanghai Shenhua, Tevez cuma bermain 16 kali. Dalam periode itu dia hanya melesakkan empat gol saja. Selain minim prestasi, Tevez juga kerap memunculkan kontroversi di China.

Pada suatu saat dia asik berlibur ke Disneyland Shanghai bersama seluruh anggota keluarganya, padahal di saat bersamaan teman-temannya sedang bertanding di kompetisi domestik.

Tevez dibayar super mahal oleh Shanghai Shenhua, tapi setahun di sana dia sangat minim kontribusi. Shanghai memperoleh hasil buruk tahun lalu setelah finis di posisi 11 dan terdepak di Liga Champions Asia ketika masih di fase kualifikasi.

PSG Akan Rekrut Gelandang Baru Januari Nanti

Paris Saint-Germain

Paris Saint-Germain sepertinya akan ikut beraktifitas dalam bursa transfer musim dingin bulan Januari mendatang. Kebutuhan akan seorang pemain di sektor gelandang bertahan baru menjadi alasannya.

Walaupun punya squad berlimpah dan bertabur bintang seperti Neymar dan Kylian Mbappe, PSG ternyata masih kekuarangan pemain di posisi gelandang bertahan. PSG sebenarnya punya satu sosok gelandang bertahan yang tangguh dalam diri Thiago Motta. Namun, Motta sudah berumur 35 tahun dan belakangan ini diganggu cedera lutut.

Selama Motta absen, pelatih Unai Emery memainkan Adrien Rabiot di posisi gelandang bertahan. Emery juga melakukan eksperimen dengan memainkan Giovani Lo Celso di posisi tersebut saat PSG mengalahkan Rennes 4 – 1 pada akhir pekan lalu.

Akan tetapi, Emery merasa butuh seorang pemain dengan jam terbang dan pengalaman yang lebih banyak di posisi gelandang bertahan sebagai pelapis andai Motta cedera lagi. Selama ini Motta memang berfungsi sebagai penyeimbang lini tengah yang mampu bertahan maupun menyerang sama baiknya.

“Kami kekurangan seorang pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan seperti Thiago Motta, seorang pemain nomor enam sejati,” ungkap Unai Emery seperti yang dilansir dari Soccerway.

“Sepertinya kami akan mencari seorang pemain dengan jam terbang dan pengalaman yang lebih baik dalam posisi itu. Bahkan mereka yang telah mengisi peran itu, seperti Giovani Lo Celso pada hari Sabtu, sudah bekerja dengan sangat baik,” kata Unai Emery.

Paris Saint-Germain saat ini ada di puncak klasemen sementara Ligue One Prancis dengan perolehan 47 poin dari 18 pertandingan. Les Parisiens unggul sembilan poin ata AS Monaco yang menempel ketat di peringkat kedua.

Neymar Yakin Mbappe Masih Bisa Tampil Lebih Baik Lagi

Kylian Mbappe

Penampilan Kylian Mbappe bersama Paris Saint-Germain sejauh ini mengundang decak kagum Neymar. Menurut Neymar, pemain berkebangsaan Prancis itu masih bisa lebih baik lagi.

Mbappe, yang baru direkrut dari AS Monaco dengan status pinjaman di bursa transfer musim panas lalu, mencetak satu gol saat PSG menggasak Celtic Glasgow dengan skor 5-0 di matchday 1 Liga Champions, Rabu (13 September 2017) dini hari WIB.

Itu merupakan gol kedua Mbappe dalam dua kali penampilan bersama PSG. Sebelumnya, penyerang berusia 18 tahun itu juga mencetak gol saat melakukan debutnya bersama Les Parisiens di laga kontra FC Metz di Ligue One akhir pekan lalu.

Melalui golnya ke gawang Celtic Glasgow, Mbappe mencatatkan sejarah sebagai pemain muda pertama yang mencetak gol untuk dua klub berbeda di Liga Champions. Demikian seperti dalam data yang dilansir dari situs Opta.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Neymar mengirimkan pujian atas penampilan Mbappe. Menurut pemain termahal di dunia itu, Mbappe masih belum sampai di level terbaik dan masih sangat mungkin tampil lebih baik lagi.

“Selalu menyenangkan bisa bekerja sama dengan pemain hebat, walaupun Kylian Mbappe sekarang masih sangat muda. Bagi saya, dia pemain hebat dan dia punya potensi dan bisa berkembang jauh lebih baik daripada sekarang ini,” kata Neymar seperti yang dilansir dari Soccerway.

Neymar menambahkan bahwa hasil bagus yang diraih timnya kali ini tidak terlepas dari kerja keras tim secara keseluruhan. Menurut kapten tim nasional Brasil ini, bermain di kandang Celtic Glasgow tidak pernah mudah.

“Ya, tidak pernah mudah memang bermain di sini, tapi kami memberikan penampilan yang hebat sebagai sebuah tim. Selamat kepda seluruh rekan-rekan. Mencetak lima gol di sini tentu saja tidak mudah,” jelas Neymar.

PSG untuk sementara ada di puncak klasemen sementara Grup B dengan perolehan tiga poin. Les Parisiens unggul selisih gol atas Bayern Muenchen yang di saat bersamaan menang 3 – 0 atas tim raksasa Belgia, R.S.C. Anderlecht.

 

Pihak PSG Santai Soal Ancaman FFP

nasser al-khelaifi

Orang nomor satu Paris Saint Germain Nasser Al-Khelaifi menyatakan pihak yang masih selalu saja mencemaskan banderol tinggi Neymar dan kemungkinan klub itu terkena Financial Fair Play supaya tidak perlu memikirkannya lebih jauh.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam sesi perkenalan Neymar, Jumat (4/8/2017) malam WIB, satu hari usai pesepakbola tim nasional Brasil berusia 25 tahun itu resmi angkat koper dari Barcelona.

Untuk bisa menggunakan servis bekas pemain Santos ini, Les Parisiens harus mengucurkan dana sangat besar yakni senilai 222 juta euro (Rp 3,5 triliun) yang tidak lain adalah nominal dalam klausul penjualan (buyout clause) di dalam kontrak sang pemain di Los Azulgrana.

Banderol transfer setinggi gunung itu juga membuat beberapa kubu mempertanyakan kans tim besutan Unai Emery tersandung peraturan Financial Fair Play (FFP) karena merogoh kocek dalam jumlah amat sangat besar.

“Untuk saat ini harga ittu mahal, namun untuk dua atau tiga tahun? Saya rasa angka itu sama sekali tak mahal karena kami pasti akan mendapatkan uang lebih banyak lagi,” kata Khelaifi seperti dilansir BBC.

“Inilah kemampuan PSG. Ini menjadi langkah transfer luar biasa. Kami bakal amat terbuka dengan Financial Fair Play, saya punya sebuah kesatuan yang solid. Apabila anda masih berpikir tentang (harga transfer Neymar dan FFP), silakan anda minum secangkir kopi dan jangan mengkhawatirkannya,” tuturnya.

Disamping mengangkat prestasi PSG, kehadiran Neymar juga bakal menguntungkan klub dari segi komersil melalui penjualan merchandise dan lain-lain.

Bosz Sebal Dolberg Dipanggil The Next Ibrahimovic

Kasper Dolberg

Moncernya penampilan Kasper Dolberg bersama Ajax Amsterdam membuat namanya dibandingkan mantan pemain bintang di tim itu seperti Zlatan Ibrahimovic juga Denis Bergkamp. Namun sang pelatih, Peter Bosz kurang setuju dengan anggapan itu.

Dolberg tampil sangat mengesankan bersama Ajax Amsterdam setelah memperoleh kesempatan untuk bermain bersama tim senior di musim 2016/2017. Pemain berusia 19 tahun tersebut tampil cukup mengesankan.

Dolberg sendiri merupakan pemain yang berasal dari Denmark. Sepanjang musim ini, pemain yang lahir di Silkeborg, Denmark itu sudah berhasil mencetak 23 gol dengan rincian 16 di Eredivisie, enam di Liga Europa, serta sekali di kualifikasi Liga Champions.

Penampilan itu yang membuat Dolberg memperoleh julukan The Next Ibrahimovic dan dibandingkan dengan legenda Ajax Amsterdam lainnya, Bergkamp. Dolberg punya kesempatan untuk melawan tim yang sedang dibela oleh Ibrahimovic di final Liga Europa yang pertemukan Ajax vs Manchester United, Kamis (25 Mei 2017).

Namun pelatih Ajax Amsterdam, Bosz, meminta agar tidak ada lagi yang membandingkan antara Kasper Dolberg dengan Ibrahimovic ataupun Bergkamp, yang jelas sudah teruji jempolan sebagai striker haus gol di berbagai liga di benua biru. Apa katanya?

“Saya tidak suka ada yang membandingkan antara pemain satu dengan pemain lainnya, tidak ada Zlatan Ibrahimovic atau Dennis Bergkamp yang lain. Kasper Dolberg berbeda dengan pemain lain, soal performa ataupun kepribadiannya,” tutur Peter Bosz seperti yang dilansir dari Daily Mail.

“Ketika kami mengawali musim ini, Kasper Dolberg masih bermain untuk tim U-19 Ajax dan selama masa pramusim, manajemen tim meminta saya untuk terus mengamati .”

“Jika saya memasukkan dia ke dalam, dia bisa memainkan laga final Liga Europa dalam usia 19 tahun. Kasper Dolberg akan menjadi pemain hebat karena dia punya potensi,” sambung Bosz.

Sementara itu, walaupun bertanding lawan Manchester United, Dolberg tidak bisa bertemu Ibrahimovic saat ini karena Ibrahimovic masih menjalani pemulihan karena cedera lutut. Pencetak 28 gol untuk Manchester United itu merupakan pemain Ajax Amsterdam di era 2001-2004.