Category Archives: Liga Italia

Mazzola : Inter Bisa Saja Rekrut Messi

LIonel Messi Barcelona to Inter Milan, LIonel Messi Barcelona, to Inter Milan, LIonel Messi, Barcelona to Inter Milan, LIonel Messi to Inter Milan, Barcelona,

Sandro Mazzola, yang merupakan mantan pemain Inter Milan tahun 1960-1970 mengatakan bahwa pada dasarnya jika Inter mau, mereka bisa saja membeli Lionel Messi mengingat financial yang ada saat ini di manajemen sangat cukup untuk melakukan hal tersebut. Namun tentunya sangat sulit karena masalah ikatan emosional antara sang pemain dan klubnya.

Mazzola yang kini menjadi analis sepak bola dan komentator televisi nasional Italia RAI, saat ini memang masih mengamati kondisi persepakbolaan Italia terutama mantan timnya. Ia pun sempat mengungkapkan dan dikutip oleh media Il Mattino.”Suning punya kekuatan untuk mendapatkan yang mereka inginkan, termasuk Messi,”.

Suning yang dimaksud adalah Suning Holding Group yang merupakan pemilik baru dari Inter yang diambil pada musim panas lalu yang dimiliki oleh Zhang Jindong, pendiri sekaligus presiden dari Suning Commerce Group. Ia membeli sebagian besar dari saham Inter dari konsorsium Erik Thohir, International Sports Capital S.p.A. dan dari keluarga Moratti  Internazionale Holding S.r.l tepatnya tanggal 6 Juni 2016 lalu.

Dengan kehadiran investor baru di Inter, dipercaya Inter mampu melakukan apapun termasuk membeli seorang Messi yang diperkirakan harganya menyentuh 120 juta Euro, seperti yang ditaksir oleh Transfermarkt.

Mazolla pun meyakini bahwa mantan klubnya tersebut mampu namun memang mudah. Pasalnya, Messi telah menjadi pemain yang sangat diandalkan di Camp Nou semenjak ia bergabung bersama Barcelona 2004 lalu bersama tim inti. Ia pun kini juga telah menjadi iconic di Barcelona dan sulit menghilangkan hal tersebut.

Walaupun Messi memiliki masa bakti yang hampir habis setelah musim depan berakhir, dipercaya Barcelona akan mampu mempertahankan sang pemain walaupun sudah mendekati usia 30 tahun. Perannya masih penting dalam menciptakan gol dan menguasai pertandingan terutama dimulut gawang.

Massimo Moratti, yang merupakan mantan presiden Inter Milan sebelumnya juga pernah menyatakan sekitar awal tahun lalu bahwa Inter memang akan melakukan belanja pemain bintang pada bursa transfer setelah kompetisi ini berakhir. Namun ia menepis bahwa pemain bintang yang dimaksud adalah seorang Messi.

Dan memang walaupun Inter dihubungkan dengan Messi, akan tetapi sampai dengan saat ini belum ada kabar yang terdengar mengenai penawaran kontrak Inter kepada pemuncak klasemen sementara di La Liga pekan ini yaitu Barcelona.

Pemain Belakang Lazio Yakini Timnya Taklukan Juventus di Final Coppa

Dusan Basta Lazio vs Juventus, Dusan Basta, Lazio vs Juventus, Dusan Basta Lazio, Juventus, Serie A, Liga Italia

Pemain lini belakang dari Lazio yaitu Dusan Basta, belum lama ini meyakini bahwa timnya akan berusaha keras untuk dapat meraih gelar juara di salah satu kompetisi yang diikutinya. Ia pun juga mengatakan bahwa walaupun lawannya nanti adalah jawara musim lalu di Liga Italia Serie A yaitu Juventus namun ia tak mempermasalahkan hal tersebut dan timnya tetap ingin memenangkan pertemuan berikutnya.

Kompetisi yang diincar Basta dan rekan-rekannya belakangan memang bukanlah kompetisi Serie A, namun Coppa Italia. Pasalnya di Serie A mereka masih berada diperingkat keempat klasemen dan terpaut 19 poin padahal periode musim ini tinggal menyisakan 5 pertandingan lagi. Seandainya Juventus selalu kalah dan Lazio selalu menang hal itu takkan mempengaruhi mereka untuk ke puncak klasemen, selain itu hal itu rasanya tak akan mungkin terjadi.

Satu-satunya harapan mereka menjelam musim kompetisi berakhir adalah Coppa Italia. Saat ini Lazio sudah berhasil menuju babak final menaklukan rival satu kotanya yaitu AS Roma. Dan kini mereka menghadapi salah satu raksasa di liga Italia Juni nanti. Dan dipastikan mereka akan mempersulit sang lawan untuk meraih tiga gelar juara dimusim ini (treble)

Menghadapi Roma menurutnya sangat luar biasa , selain karena gengsi, tentu membuat mereka selangkah menuju gelar juara Coppa Italia, Hal ini membuat timnya semakin percaya diri untuk menaklukan tim yang diasuh Massimiliano Allegri.

Seperti yang dikutip oleh Football Italia, Ia mengatakan, “Menyingkirkan Roma rasanya Luar biasa namun final melawan Juventus akan sangat sulit apalagi mereka adalah tim terbaik di Serie A.  Akan tetapi kami tak pernah membuang impian untuk menjadi juara. Kami akan melakukan yang terbaik untuk dapat menjuarai kompetisi Coppa Italia.”

Sang pemain Serbia itu mengakui bahwa posisi mereka di empat besar klasemen Serie A, merupakan hasil kerja keras dan kekompakkan rekan-rakannya dari awal musim dan ia juga menyebutkan pelatihnya juga turut andil dalam pencapainan ini. Ia mengatakan, “Tak ada yang dapat menyangka bahwa kami akan melalui musim seluar biasa ini. Kami bekerja sangat keras hingga kini dan kami sangat puas dengan hasilnya. Lazio akhirnya kembali ke jajaran klub-klub besar. Suasana di ruang ganti juga bagus. Simone Inzaghi adalah pelatih hebat. Ia selalu dapat mempersiapkan tim dengan baik dan piawai dalam menyusun taktik,”.

Dalam waktu dekat Lazio akan kembali lagi menghadapi rekan sekotanya dalam ajang kompetisi Liga Serie A yang memasuki putaran ke 34 musim ini.

Pelatih Roma Tak Sadari Strikernya Marah Saat Dirotasi

Edin Dzeko Luciano Spalletti AS Roma, Edin Dzeko Luciano Spalletti, AS Roma, Edin Dzeko, Luciano Spalletti AS Roma, Edin Dzeko AS Roma, Luciano Spalletti, Serie A, Liga Italia

Pada pagi dini hari tadi, tepatnya tanggal 25 April 2017 pukul 01.45, AS Roma melanjutkan perjalananya menuju juara liga Italia musim ini. Kali ini mereka menyambangi markas dari peringkat akhir klasemen minggu ini yang dihuni oleh Pescara. Dalam pertandingan putaran ke 33 tersebut mereka mampu mempermalukan tuan rumah di Stadio Adriatico – Giovanni Cornacchia dengan empat kali menggetarkan gawang lawan walau harus kemasukan satu go;

Gol tersebut dihasilkan oleh Kevin Strootman pada menit ke 44 dan satu menit kemudian Radja Nainggolan menggandakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Tiga menit setelah babak kedua dimulai Mohamed Salah mampu menambahkan lagi untuk timnya dan pada menit ke 60, ia menambah penderitaan dari tuan rumah. Namun sayangnya di menit ke 83 akhirnya Ahmad Benali mencoret catatan clean sheet yang ingin dihasilkan oleh Roma.

Ternyata kebahagiaan memenangkan pertandingan tersebut terselip perselisihan antara penyerang andalan mereka yaitu Edin Dzeko dengan pelatihnya Luciano Spalletti. Diketahui bahwa sang pemain sangat marah saat ia dirotasi oleh pelatihnya digantikan oleh rekannya Clement Grenier. Ia pun terlihat mengumpat dan terlihat penuh emosi di bangku cadangan.

Namun sang pelatih tak mengetahuinya. Ia mengatakan, “Dzeko marah? Saya tak menyadari bahwa Dzeko mengatakan pada saya, ‘mencoba jadi pintar lagi?’. Saya memang masuk ke ruang ganti dan menyapa semua orang seperti biasanya, dan tak ada masalah apa-apa”.

Ia menambahkan,  “Sepertinya saya akan coba memperbaiki (situasi) ini dengan segera karena saya tak menyadarinya. Dia terlihat marah? Untungnya, dia langsung ke bangku cadangan! Dia adalah satu-satunya striker yang saya miliki dan bisa sata katakan. tanpa dirinya saya tak akan mau bermain. Dan Itu bukan sikap kasar,”.

Spalletti pun menjelaskan alasan mengganti dirinya, “Saya menariknya keluar karena dia satu-satunya penyerang yang bermain sepanjang tahun. Emerson sudah keteteran dan saya harus menariknya, pun demikian dengan Paredes. Saya harus menarik salah satu penyerang kami, Dzeko, Salah, El Shaarawy, karena saya hanya memiliki sedikit penyerang. Ini keputusan pencegahan,”.

Berikutnya Roma akan menghadapi Lazio untuk mereka taklukan dan mendapatka poin penuh mengejar ketertinggalan mereka dari pemuncak klasemen.

Juventus Boyong Lagi Pemain Muda Berbakat Dari Argentina

Rodrigo Bentancur Boca Juniors to Juventus, Rodrigo Bentancur Boca Juniors, to Juventus, Rodrigo Bentancur, Boca Juniors to Juventus, Rodrigo Bentancur to Juventus Boca Juniors, serie A, Liga Italia

Mantan jawara Liga Italia Serie A musim lalu yaitu Juventus,  baru saja mengabarkan di situs reseminya bahwa mereka telah berhasil merekrut bintang muda Boca Juniors, Rodrigo Bentancur. Pasalnya pemain yang berposisi gelandang tersebut mampu tampil apik belakangan saat membela Klub yang berasal dari Argentina itu. Namun sang pemain dapat dimainkan setelah tanggal 1 Juti 2017 mendatang dan ia pun telah dikontrak selama lima tahun hingga 30 Juni 2022.

Pemain yang beusia 19 tahun tersebut memang merupakan bagian dari transfer striker mereka Carlos Tevez pada tahun 2015 lalu yang kini bermain di Shanghai Shenhua. Juventus memilih untuk mengaktifkan opsi perekrutan ini dan malah Bentacur telah menjalani tes medis pada awal April lalu.

Sang pemain ditebus degnan haraga 9,5 juta Euro yang dibayarkan selama dua tahun namun nilainya bisa naik selama masa kontraknya berlaku,jika Bentacur mampu memenuhi syarat yang diminta Juventus sebelumnya. Selain itu didalam kontrak juga menyebutkan bahwa seandainya sang pemain dilepas ke klub lainnya, maka mantan klubnya akan mendapatkan cipratan 50 persen dari transaksi yang terjadi saat itu.

Namun bagi sang pemain, tentu saja untuk mendapatkan kesempatan bermain di klub raksasa di Italia saat ini adalah suatu kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan. Ia pun mengatakan bahwa hal ini merupakan kehormatan besar baginya dipinang oleh jawara Serie A lima musim berturut-turut belakangan ini. Ia mengatakan, “Saya sangat bahagia dan puas bisa berada di sini. Saya senang tim besar seperti Juventus tertarik dan membawa saya ke sini. Ini merupakan kehormatan besar dan saya senang atas kesempatan ini,”

Ia pun mengakui bahwa dirinya sering menyaksikan pertandingan Liga Italia dan mengamatinya. Ia mengatakan, “Saya sering menonton Serie A, danm sepertinya sedikit berbeda dengan sepakbola Argentina. Ini adalah kompetisi yang sangat fisik, namun ini adalah kesempatan baru, saya masih muda dan saya akan berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin,”.

Pemain asal Uruguay itu juga membeberkan pembicaraannya dengan mantan pemain Juvetus saat itu Caro Tevez. Ia menjelaskan “Apakah Tevez berbicara kepada saya tentang Juventus? Saat saya tahu saya bisa pergi ke Turin, saya bicara dengannya. Ia mengatakan hal-hal hebat tentang klub ini,”.

Namun sepertinya sang pemain tak akan langsung merumput dalam waktu dekat karena Ia harus mengamati dulu dengan pertandingan timnya di Liga Italia dan jika Ia beruntung, ia akan dimainkan di pertandingan pada musim depan.

Incoming search terms:

  • pemain argentina di liga eropa
  • pemain muda argentina
  • pemain muda argentina main di liga spanyol
  • pemain mudah argentina yang terbaik
  • striker muda argentina

Mantan CEO Milan Lakukan Selebrasi Seperti Orang Gila Saat Milan Imbangi Inter

Adriano Galliani ex CEO AC Milan, Adriano Galliani ex CEO AC Milan, Adriano Galliani, ex CEO AC Milan, AC Milan, Inter Milan vs Ac milan, Serie a

Mantan CEO dari AC Milan yaitu Adriano Galliani belum lama ini mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan hasil akhir yang terjadi saat Derby Della Madonnina berlangsung. Ia pun mengaku bahwa dirinya melakukan gerakan selebrasi yang cukup menghebohkan untuk seusianya.

Galliani yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden AC Milan, memang sering menjadi pendukung setia Milan walaupun sudah tak berada di posisi kepengurusan klub tersebut. Ia pun sering terlihat berada di tirbun untuk dapat mengamati secara langsung pemain Milan yang beberapa diantaranya tak sempat Ia temui semasa di Milan.

Namun karena belum lama ini kepemilikan Milan baru saja pindah tangan dari rekan yang dikenalnya yaitu Silvio Berlusconi ke tangan konsorsium asal Tiongkok Ia memilih untuk tidak hadir di stadion sebagai rasa hormatnya terhadap pemilik klub yang baru dan menganggap dirinya masih memiliki pengaruh penting disana. Padahal momen seperti ini sangat ia nantikan dimana Milan menghadapi rivalnya yaitu Inter Milan. Akhirnya ia memilih untuk menonton pertandingan tersebut di sebuah restoran di Brera, yang masih berada di sekitar area kota Milan, bersama dengan beebrapa teman dan mantan rekan kerjanya.

Dalam pertandingan tersebut kedua tim menghasilkan skor imbang 2-2. Dan yang membuat pertandingan tersebut menarik untuknya adalah mantan klubnya terhindar dari kehilangan poin karena gol dramatis dari Cristian Zapata di penghujung injury time babak kedua tepatnya dimenit ke 97. Ia pun mengakui bahwa dirinya sangat senang  dengan hal tersebut dan melakukan selebrasi dengan seperti orang gila.

Saat dirinya diwawancara oleh Corriere della Sera tentang bagaimana ia mengungkapkan suasana saat itu, Ia pun mengatakan, “Dengan cara yang biasanya, namun kali ini saya menjadi benar-benar seperti orang gila. Pada level emosional, tidak ada yang benar-benar berubah. Saya terus mendukung Milan selamanya, walaupun jika saya tidak lagi bagian dari dewan direksi klub.”

Ia pun juga menjawab pertanyaan yang menanyakan tentang pendapatnya kepada Yonghong Li, direksi baru dari konsorsium asal Tiongkok yang memimpin Milan saat ini dan ternyata ia tidak masalah dengan hal tersebut bahkan mantan Presiden sebelumnya yaitu Silvio Berlusconi  juga berharap yang terbaik untuk Milan. Ia pun mengatakan, “Saya telah berbicara dengan Silvio Berlusconi dan ia senang. Siapa saja yang merasa kita saat ini sedang mendoakan hal buruk pada direksi baru adalah salah besar,”.

Milan yang saat ini masih berada di peringkat keenam klasemen untuk sementara di Serie A musim ini, akan menghadapi pertandingan lanjutan menghadapi Empoli pada tanggal 23 April mendatang pukul 20.00 WIB dan berusaha untuk menegejar ketertinggalan mereka untuk memperebutkan tiket menuju liga Eropa musim depan.

Incoming search terms:

  • milan inter galliani

Juventus Merevisi Kontrak Lama Paulo Dybala

Paulo Dybala new Contract, Paulo Dybala sign new Contract, Paulo Dybala 2022, Paulo Dybala Juventus, Serie A

Juara musim lalu di kompetisi Serie A yaitu Juventus, baru saja berhasil mengamankan pemain lini depan andalannya yaitu Paulo Dybala. Pasalnya hari ini tepatnya tanggal 13 April 2017, sang pemain telah resmi untuk menandatangai perubahan kontrak lamanya, termasuk perihal penambahan masa baktinya dan juga perubahan nilai gajunya yang diperoleh saat ini.

Pemain berkebangsaan Italia tersebut memang semenjak pindah ke Juventus dua tahun lalu menjadi salah satu pemain yang menjadi pilihan utama pelatihnya saat ini Massimilliano Allegri. Ia pun tercatat berperan aktif dalam membawa Juventu meraih dua gela juara pada musim lalu dan menghasilkan 23 gol di musim pertamanya di Juventus setelah membantu di 46 pertandingan.

Dimusim ini Ia pun tak kalah apik dan karenanya sang pemain banyak dilirik oleh beberapa klub top papan atas Eropa dan ingin menggunakan jasanya pada musim depan. Karena itulah Juventus mencoba memagari asetnya yang berharga dengan merevisi kontrak lamanya.

Dalam perjanjuan terbarunya, mantan pemain Palermo tersebut seharusnya dikontrak sampai dengan 2020 mendatang, namun kini diperbaharui lagi dengan kontrak terbarunya. Ia pun kini memiliki tambahan kontrak selama dua tahun lagi dan berarti akan habis pada tahun 2022 mendatang.

Seperti yang dikutip dari web resmi klub, manejemen Juventus mengumumkan di hari ini, “Dengan bahagia Juventus mengumumkan bahwa Paulo Dybala telah memperbaharui masa kontraknya hingga 30 Juni 2022 mendatang, yang berarti memperpanjang sebuah perjalanan yang dimulai pada Juli 2015 lalu. Juventus akan melangkah ke masa depan dan mereka akan melakukan hal itu dengan didampingi oleh La Joya (Dybala) selama lima tahun ke depan,”.

Ketika ia direkrut ke Turin, mantan pemain Palermo tersebut ditebus dengan nilai transfer 32 juta Euro ditambah bonus lain bernilai 8 juta Euro untuk klub lamanya. Dan kini dengan revisi kontrak terbarunya, Palermo juga mendapat kecipratan uang sebesar 8 juta Euro mengingat hal tersebut adalah bagian dari kesepakatan kedua klub saat melakukan pemindahtanganan Dybala.

Hanya saja hingga kini belum diketahui apakah ada klausul rilis dalam kontrak baru tersebut dan berapa nilai yang harus ditebus klub lain yang ingin merekrutnya namun sempat diketahui dikotrak terbarunya membuat gaji Dybala menjadi naik hingga 7 juta Euro per tahunnya. Untuk menemukan lebih banyak lagi berita bola terpercaya, kunjungi goldewa

Hanya Higuain Yang Cetak 20 Gol Lebih Di Musim Perdananya Setelah 59 Tahun Berlalu

Gonzalo Higuain juventus vs chievo april 2017, Gonzalo Higuain, juventus vs chievo april 2017, Gonzalo Higuain juventus, Juventus vs chievo april 2017, Serie A

Gonzalo Higuain yang merupakan  striker dari Juventus , pada pagi dini hari tadi telah berhasil mencatatkan namanya sebagai pemain di klubnya yang mampu mengoleksi 20 gol lebih dalam musim perdananya. Padahal catatan itu hingga kini tak ada yang pernah mencetak lebih dari 20 gol setidaknya 59 tahun belakangan.

Pencapaian lebih dari 20 gol di musim perdananya tersebut ia lakukan setelah ia bermain di ajang kompetisi Serie A putaran ke 31 pagi dini hari tadi tepatnya hari Minggu pukul 01.45. Saat itu timnya menghadapi Chievo dikandangnya sendiri, Juventus Stadium. Dan dalam pertandingan tersebut jawara musim lalu berhasil menggetarkan dua kali gawang sang tamu tanpa kebobolan sekalipun.

Kedua gol tersebut ternyata dihasilkan oleh Higuain dimasing masing babak. Pada babak pertama ia menjebolnya dimenit ke 23 setelah mendapatkan umpan dari Paulo Dybala. Namun dibabak kedua tepatnya pada menit ke 84, Stephan Lichtsteiner berhasil memberikan assist kepada Higuain dan dikoversinya menjadi sebuah gol.

Hingga saat ini serangannya yang masuk keperut gawang lawan sudah mencapai 21 gol di liga Serie A saja. Pemain berusia 29 tahun  melakukan hal tersebut setelah bertanding 31 kali laga dan berarti Ia tak pernah absen dalam kompetisi ini.

Catatan 20 gol di musim perdana pemain Juventus, memang  sebelumnya telah ada. Hal itu terjadi pada musim 1957 -1958 dimana saat itu John Charles berhasil membuat 28 gol sedangkan rekannya Omar Sivori berhasil menyumbangkan 22 gol. Tentunya musim perdana bagi Higuain belumlah selesai karena masih ada tujuh pertandingan lagi di Serie A yang akan ia taklukan dan berarti bisa jadi mengalahkan rekor John Chalers.

Dalam musim ini, Higuain telah berhasil menghasilkan 27 gol dari 42 pertandingannya bersama Juventus di berbagai kompetisi. Rekor terbaiknya adalah musim lalu saat ia mengoleksi 36 gol dalam satu musim di Serie A saja. Dan jika dilihat secara keseluruhan permainannya di Liga Italia ini, Ia telah membuat 90 gol dari 135 laga yang melibatkan namanya di kompetisi tersebut.

 

Agen Koulibaly Pasrahkan Nasib Kliennya Di Tangan Presiden Napoli

Kalidou Koulibaly Napoli to Chelsea, Kalidou Koulibaly, Napoli to Chelsea, Kalidou Koulibaly Napoli, to Chelsea, Napoli, Kalidou Koulibaly to Chelsea, Antonio Conte

Bruno Satin yang merupakan Agen dari Kalidou Koulibaly, belum lama angkat bicara perihal kabar yang mengindikasikan kliennya akan hengkang dalam waktu dekat. Pasalnya pemain bertahan dari Napoi tersebut dikabarkan telah didekati oleh Chelsea sejak musim panas lalu.

Sebelumnya memang pelatih Chelsea yang baru bergabung saat itu yaitu Antonio Conte, sempat menginginkan pemain asal Senegal di bursa transfer diawal kompetisi kali ini. Namun transaksi tersebut tak terjadi dan akhirnya Ia membeli David Luiz yang saat itu bermain dengan Paris Saint Germain.

Luiz pun memang sebelumnya sudah pernah membela Chelsea sebelumnya selama tiga musim dari musim panas tahun 2011, namun akhirnya pemain asal Brasil tersebut pindah Paris Saint Germain. Ditebus dengan nominal 50 juta Euro kemudian diambil lagi oleh Chelsea pada musim ini dengan nilai 34 Juta Euro dengan masa bakti selama 3 tahun.

Meskipun begitu ternyata pemain bernomor punggung 26 di Napoli itu diberitakan masih menjadi incaran dari Chelsea. Sang agen juga membuka suara tentang peluang kliennya untuk dapat pindah ke Premier League musim depan. Ia mengatakan di media Kiss Kiss Napoli, “Memang Chelsea sebelumnya tertarik dengan Koulibaly, namun akhirnya mereka kemudian merekrut David Luiz. Selain itu di sana ada John Terry dan Gary Cahill, jadi kompetisinya cukup ketat,”.

Kemudian Ia berkata, “Jadi, kita lihat apa yang terjadi kedepannya. Ada banyak perkembangan yang telah dibuat Koulibaly mengenai permainannya, dan itu berkat pelatih Napoli yaitu Maurizio Sarri. Yang jelas apapun yang terjadi di masa mendatang akan tergantung kepada Aurelio De Laurentiis sebagai Presiden Napoli, dan apakah dia akan memutuskan apakah bakal menerima tawaran yang masuk atau tidak.”.

Saat ini tercatat Koulibaly sudah turut membantu timnya dalam meredam laju serangan lawan sebanyak 31 kali di semua pertandingan di lintas kompetisi. 21 diataranya saat bertanding di Serie A, 9 di Liga Champions dan dua kali saat bermain di Coppa Italia. Ia pun sempat menyumbangkan sebuah gol di Serie A pada musim ini saat menghadapi AS Roma.

Pelatih Napoli Puji Timnya Mampu Ungguli Kekuatan Juventus

Napoli vs Juventus Coppa Italia 2017, Napoli vs Juventus, Coppa Italia 2017, Napoli, Juventus, Coppa Italia, Maurizio Sarri

Maurizio Sarri selaku pelatih dari Napoli sempat mengungkapkan pujiannya terhadap timnya belum lama ini. Pasalnya saat mereka berhadapan dengan Juventus di ajang kompetisi Coppa Italia, mereka mampu menghadapi serangan lawan bahkan mengunggulinya.

Pertandingan yang dimaksud oleh Sarri adalah pertandingan yang dilangsungkan pada hari ini pukul 01.45 WIB, yang diselenggarakan di markas mereka di Stadio San Paolo. Dalam pertandingan tersebut mereka mampu mengungguli jawara Liga Italia Serie A musim lalu dengan skor tipis 3-1. Sayangnya mereka tak berhasil lolos kebabak selanjutnya yang seharusnya selangkah lagi untuk meraih trofi.

Hal ini dikarenakan laga yang mereka lakukan adalah leg kedua dalam babak semi final. Pada leg sebelumnya, mereka takluk dengan skor 1-3. Ini berarti Napoli masih kalah dalam total perolehan gol di pertandingan tersebut.

Dalam laga itu memang Napoli sempat kebobolan oleh aksi mantan timnya yaitu Gonzalo Higuain di babak pertama. Untungnya Marek Hamsik menyamakan kedudukan dengan awal babak kedua. Higuain pun menambahkan keunggulan lagi untuk timnya. Lalu dapat dinetralisir kembali oleh Dier Mertens. Lorenzo Insigne pun akhirnya menambahkan angka lagi untuk mengungguli pertandingan tersebut.

Walaupun gagal ke babak final Coppa Italia, Pelatih Napoli pun merasa bangga dengan anak asuhnya karena tak sekedar menantang Juventus, namun mamou mengalahkannya terutama saat ini kualitas dari kedua tim seimbang.

Ia pun mengatakan, “Ini adalah penampilan yang hebat, kami mampu menjebol gol gawang lawan yang biasanya sangat sedikit kebobolan, namun sayangnya kami tak bisa membatalkan hasil leg pertama,”.

Pelatih Italia itu pun menambahkan, “Ada beberapa penyesalan, karena pada akhirnya 20 detik di Turin saat itu di mana kami bisa pergi dengan skor 2-2, bukan 3-1 dan itu sebenarnya dapat membuat perbedaan. Hal itu juga memberi dampak besar pada pertemuan ini, secara alami keberuntungan membuat perbedaan dalam kondisi ini,”.

Tiga hari sebelumnya Napoli juga sempat menghadapi Juventus dalam ajang kompetisi Serie A namun saat itu mereka hanya mampu mengimbangi permainan mereka dengan skor 1-1. Ia pun melanjutkan, “Hal yang baik tentang dua pertemuan terakhir kami adalah bahwa kami perlahan-lahan mampu menutup kesenjangan kualitas dengan Juventus,”.

Seratus Gol Roma Terancam Tak Jadi Piala Pada Musim Ini

AS Roma, Serie A, Champions League, Coppa Italia, Europe League

Salah satu raksasa liga Italia yaitu AS Roma, saat ini sudah berhasil mencatatkan 100 gol diberbagai  kompetisi pada musim ini. Namun sayangnya mereka juga diprediksi tak akan mampu memboyong satu buah piala di kompetisi manapun saat ini walau sudah banyak menjebol gawang lawan.

Tengok saja dalam pertandingan yang baru mereka jalani pada pagi dini hari tadi. Mereka bertanding menghadapi rival satu kotanya dalam ajang kompetisi Coppa Italia 2016-2017 yang sudah memasuki babak final di Leg kedua. Memang mereka berhasil unggul dalam laga itu dengan skor 3-2 namun sayangnya mereka tak berhasil lolos kebabak selanjutnya. Hal ini dikarenakan pada leg sebelumnya mereka dipermalukan dengan skor 0-2 dan ini berarti Roma kalah dalam jumlah gol yang tercipta pada kedua laga tersebut.

Dalam pertandingan tersebut gol dari Milinkovic-Savic berhasil diimbangi oleh Stephan El Shaarawy. Namun Gol dari Ciro Immobile berhasil lagi mengungguli pertandingan tersebut. Untung Mohamed Salah berhasil lagi menyamakan kedudukan dan gol keduanya dipenghujung babak kedua membuat mereka unggul 1 angka.

Sekedar informasi, gol kedua dari Salah inilah yang membuat Roma berhasil menejebol gawang ke 100 dari berbagai kompetisi yang diikutinya pada musim ini. Tercatat hasil tersebut berasal dari 46 pertandingan yang berbeda dan penghasil gol terbanyak berasal dari kompetisi Serie A yaitu sebanyak 66 gol dari 30 pertandingan.

Dalam pertandingan Coppa Italia, mereka berhasil mencetak 9 gol dari 4 pertandingan yang diikutinya, sedangkan pada Liga Eropa, mereka berhasil mencatatkan sebanyak 24 kali dalam 10 pertandingan yang diikutinya. Pada babak Kualifikasi Liga Champions, mereka sempat menjebol 1 kali dari dua pertandingan yang diikutinya sehingga total keseluruhan menjadi 100 gol.

Kegagalan mereka diawali saat menjalani babak kualifikasi Liga Champions. Mereka tak mampu menghadapi Porto dan akhirnya harus bermain di Liga Eropa. Sayangnya di Liga ini mereka juga tak berhasil mencapai perempat final karena takluk dengan klub asal Prancis yaitu Lyon.

Kegagalan berikutnya saat mereka berhasil menuju babak final dalam ajang kompetisi Coppa Italia pada pagi dini hari tadi. Roma tak mampu membuat selisih tiga angka dengan Lazio dan menghapuskan harapan untuk memboyong Piala kompetisi itu.

Kini harapan mereka hanya tinggal bertumpu pada kompetisi Serie A saja. Saat ini mereka hanya selisih enam poin dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus. Mereka masih memiliki kesempatan 8 pertandingan sebelum musim kompetisi berakhir untuk segera menyalip poin yang diperoleh Juventus. Namun jika tak berhasil maka 100 gol yang mereka buat, takkan menjadi seseuatu pada musim ini.