Category Archives: Liga Italia

Mantan CEO Milan Lakukan Selebrasi Seperti Orang Gila Saat Milan Imbangi Inter

Adriano Galliani ex CEO AC Milan, Adriano Galliani ex CEO AC Milan, Adriano Galliani, ex CEO AC Milan, AC Milan, Inter Milan vs Ac milan, Serie a

Mantan CEO dari AC Milan yaitu Adriano Galliani belum lama ini mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan hasil akhir yang terjadi saat Derby Della Madonnina berlangsung. Ia pun mengaku bahwa dirinya melakukan gerakan selebrasi yang cukup menghebohkan untuk seusianya.

Galliani yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden AC Milan, memang sering menjadi pendukung setia Milan walaupun sudah tak berada di posisi kepengurusan klub tersebut. Ia pun sering terlihat berada di tirbun untuk dapat mengamati secara langsung pemain Milan yang beberapa diantaranya tak sempat Ia temui semasa di Milan.

Namun karena belum lama ini kepemilikan Milan baru saja pindah tangan dari rekan yang dikenalnya yaitu Silvio Berlusconi ke tangan konsorsium asal Tiongkok Ia memilih untuk tidak hadir di stadion sebagai rasa hormatnya terhadap pemilik klub yang baru dan menganggap dirinya masih memiliki pengaruh penting disana. Padahal momen seperti ini sangat ia nantikan dimana Milan menghadapi rivalnya yaitu Inter Milan. Akhirnya ia memilih untuk menonton pertandingan tersebut di sebuah restoran di Brera, yang masih berada di sekitar area kota Milan, bersama dengan beebrapa teman dan mantan rekan kerjanya.

Dalam pertandingan tersebut kedua tim menghasilkan skor imbang 2-2. Dan yang membuat pertandingan tersebut menarik untuknya adalah mantan klubnya terhindar dari kehilangan poin karena gol dramatis dari Cristian Zapata di penghujung injury time babak kedua tepatnya dimenit ke 97. Ia pun mengakui bahwa dirinya sangat senang  dengan hal tersebut dan melakukan selebrasi dengan seperti orang gila.

Saat dirinya diwawancara oleh Corriere della Sera tentang bagaimana ia mengungkapkan suasana saat itu, Ia pun mengatakan, “Dengan cara yang biasanya, namun kali ini saya menjadi benar-benar seperti orang gila. Pada level emosional, tidak ada yang benar-benar berubah. Saya terus mendukung Milan selamanya, walaupun jika saya tidak lagi bagian dari dewan direksi klub.”

Ia pun juga menjawab pertanyaan yang menanyakan tentang pendapatnya kepada Yonghong Li, direksi baru dari konsorsium asal Tiongkok yang memimpin Milan saat ini dan ternyata ia tidak masalah dengan hal tersebut bahkan mantan Presiden sebelumnya yaitu Silvio Berlusconi  juga berharap yang terbaik untuk Milan. Ia pun mengatakan, “Saya telah berbicara dengan Silvio Berlusconi dan ia senang. Siapa saja yang merasa kita saat ini sedang mendoakan hal buruk pada direksi baru adalah salah besar,”.

Milan yang saat ini masih berada di peringkat keenam klasemen untuk sementara di Serie A musim ini, akan menghadapi pertandingan lanjutan menghadapi Empoli pada tanggal 23 April mendatang pukul 20.00 WIB dan berusaha untuk menegejar ketertinggalan mereka untuk memperebutkan tiket menuju liga Eropa musim depan.

Juventus Merevisi Kontrak Lama Paulo Dybala

Paulo Dybala new Contract, Paulo Dybala sign new Contract, Paulo Dybala 2022, Paulo Dybala Juventus, Serie A

Juara musim lalu di kompetisi Serie A yaitu Juventus, baru saja berhasil mengamankan pemain lini depan andalannya yaitu Paulo Dybala. Pasalnya hari ini tepatnya tanggal 13 April 2017, sang pemain telah resmi untuk menandatangai perubahan kontrak lamanya, termasuk perihal penambahan masa baktinya dan juga perubahan nilai gajunya yang diperoleh saat ini.

Pemain berkebangsaan Italia tersebut memang semenjak pindah ke Juventus dua tahun lalu menjadi salah satu pemain yang menjadi pilihan utama pelatihnya saat ini Massimilliano Allegri. Ia pun tercatat berperan aktif dalam membawa Juventu meraih dua gela juara pada musim lalu dan menghasilkan 23 gol di musim pertamanya di Juventus setelah membantu di 46 pertandingan.

Dimusim ini Ia pun tak kalah apik dan karenanya sang pemain banyak dilirik oleh beberapa klub top papan atas Eropa dan ingin menggunakan jasanya pada musim depan. Karena itulah Juventus mencoba memagari asetnya yang berharga dengan merevisi kontrak lamanya.

Dalam perjanjuan terbarunya, mantan pemain Palermo tersebut seharusnya dikontrak sampai dengan 2020 mendatang, namun kini diperbaharui lagi dengan kontrak terbarunya. Ia pun kini memiliki tambahan kontrak selama dua tahun lagi dan berarti akan habis pada tahun 2022 mendatang.

Seperti yang dikutip dari web resmi klub, manejemen Juventus mengumumkan di hari ini, “Dengan bahagia Juventus mengumumkan bahwa Paulo Dybala telah memperbaharui masa kontraknya hingga 30 Juni 2022 mendatang, yang berarti memperpanjang sebuah perjalanan yang dimulai pada Juli 2015 lalu. Juventus akan melangkah ke masa depan dan mereka akan melakukan hal itu dengan didampingi oleh La Joya (Dybala) selama lima tahun ke depan,”.

Ketika ia direkrut ke Turin, mantan pemain Palermo tersebut ditebus dengan nilai transfer 32 juta Euro ditambah bonus lain bernilai 8 juta Euro untuk klub lamanya. Dan kini dengan revisi kontrak terbarunya, Palermo juga mendapat kecipratan uang sebesar 8 juta Euro mengingat hal tersebut adalah bagian dari kesepakatan kedua klub saat melakukan pemindahtanganan Dybala.

Hanya saja hingga kini belum diketahui apakah ada klausul rilis dalam kontrak baru tersebut dan berapa nilai yang harus ditebus klub lain yang ingin merekrutnya namun sempat diketahui dikotrak terbarunya membuat gaji Dybala menjadi naik hingga 7 juta Euro per tahunnya.

Hanya Higuain Yang Cetak 20 Gol Lebih Di Musim Perdananya Setelah 59 Tahun Berlalu

Gonzalo Higuain juventus vs chievo april 2017, Gonzalo Higuain, juventus vs chievo april 2017, Gonzalo Higuain juventus, Juventus vs chievo april 2017, Serie A

Gonzalo Higuain yang merupakan  striker dari Juventus , pada pagi dini hari tadi telah berhasil mencatatkan namanya sebagai pemain di klubnya yang mampu mengoleksi 20 gol lebih dalam musim perdananya. Padahal catatan itu hingga kini tak ada yang pernah mencetak lebih dari 20 gol setidaknya 59 tahun belakangan.

Pencapaian lebih dari 20 gol di musim perdananya tersebut ia lakukan setelah ia bermain di ajang kompetisi Serie A putaran ke 31 pagi dini hari tadi tepatnya hari Minggu pukul 01.45. Saat itu timnya menghadapi Chievo dikandangnya sendiri, Juventus Stadium. Dan dalam pertandingan tersebut jawara musim lalu berhasil menggetarkan dua kali gawang sang tamu tanpa kebobolan sekalipun.

Kedua gol tersebut ternyata dihasilkan oleh Higuain dimasing masing babak. Pada babak pertama ia menjebolnya dimenit ke 23 setelah mendapatkan umpan dari Paulo Dybala. Namun dibabak kedua tepatnya pada menit ke 84, Stephan Lichtsteiner berhasil memberikan assist kepada Higuain dan dikoversinya menjadi sebuah gol.

Hingga saat ini serangannya yang masuk keperut gawang lawan sudah mencapai 21 gol di liga Serie A saja. Pemain berusia 29 tahun  melakukan hal tersebut setelah bertanding 31 kali laga dan berarti Ia tak pernah absen dalam kompetisi ini.

Catatan 20 gol di musim perdana pemain Juventus, memang  sebelumnya telah ada. Hal itu terjadi pada musim 1957 -1958 dimana saat itu John Charles berhasil membuat 28 gol sedangkan rekannya Omar Sivori berhasil menyumbangkan 22 gol. Tentunya musim perdana bagi Higuain belumlah selesai karena masih ada tujuh pertandingan lagi di Serie A yang akan ia taklukan dan berarti bisa jadi mengalahkan rekor John Chalers.

Dalam musim ini, Higuain telah berhasil menghasilkan 27 gol dari 42 pertandingannya bersama Juventus di berbagai kompetisi. Rekor terbaiknya adalah musim lalu saat ia mengoleksi 36 gol dalam satu musim di Serie A saja. Dan jika dilihat secara keseluruhan permainannya di Liga Italia ini, Ia telah membuat 90 gol dari 135 laga yang melibatkan namanya di kompetisi tersebut.

 

Agen Koulibaly Pasrahkan Nasib Kliennya Di Tangan Presiden Napoli

Kalidou Koulibaly Napoli to Chelsea, Kalidou Koulibaly, Napoli to Chelsea, Kalidou Koulibaly Napoli, to Chelsea, Napoli, Kalidou Koulibaly to Chelsea, Antonio Conte

Bruno Satin yang merupakan Agen dari Kalidou Koulibaly, belum lama angkat bicara perihal kabar yang mengindikasikan kliennya akan hengkang dalam waktu dekat. Pasalnya pemain bertahan dari Napoi tersebut dikabarkan telah didekati oleh Chelsea sejak musim panas lalu.

Sebelumnya memang pelatih Chelsea yang baru bergabung saat itu yaitu Antonio Conte, sempat menginginkan pemain asal Senegal di bursa transfer diawal kompetisi kali ini. Namun transaksi tersebut tak terjadi dan akhirnya Ia membeli David Luiz yang saat itu bermain dengan Paris Saint Germain.

Luiz pun memang sebelumnya sudah pernah membela Chelsea sebelumnya selama tiga musim dari musim panas tahun 2011, namun akhirnya pemain asal Brasil tersebut pindah Paris Saint Germain. Ditebus dengan nominal 50 juta Euro kemudian diambil lagi oleh Chelsea pada musim ini dengan nilai 34 Juta Euro dengan masa bakti selama 3 tahun.

Meskipun begitu ternyata pemain bernomor punggung 26 di Napoli itu diberitakan masih menjadi incaran dari Chelsea. Sang agen juga membuka suara tentang peluang kliennya untuk dapat pindah ke Premier League musim depan. Ia mengatakan di media Kiss Kiss Napoli, “Memang Chelsea sebelumnya tertarik dengan Koulibaly, namun akhirnya mereka kemudian merekrut David Luiz. Selain itu di sana ada John Terry dan Gary Cahill, jadi kompetisinya cukup ketat,”.

Kemudian Ia berkata, “Jadi, kita lihat apa yang terjadi kedepannya. Ada banyak perkembangan yang telah dibuat Koulibaly mengenai permainannya, dan itu berkat pelatih Napoli yaitu Maurizio Sarri. Yang jelas apapun yang terjadi di masa mendatang akan tergantung kepada Aurelio De Laurentiis sebagai Presiden Napoli, dan apakah dia akan memutuskan apakah bakal menerima tawaran yang masuk atau tidak.”.

Saat ini tercatat Koulibaly sudah turut membantu timnya dalam meredam laju serangan lawan sebanyak 31 kali di semua pertandingan di lintas kompetisi. 21 diataranya saat bertanding di Serie A, 9 di Liga Champions dan dua kali saat bermain di Coppa Italia. Ia pun sempat menyumbangkan sebuah gol di Serie A pada musim ini saat menghadapi AS Roma.

Pelatih Napoli Puji Timnya Mampu Ungguli Kekuatan Juventus

Napoli vs Juventus Coppa Italia 2017, Napoli vs Juventus, Coppa Italia 2017, Napoli, Juventus, Coppa Italia, Maurizio Sarri

Maurizio Sarri selaku pelatih dari Napoli sempat mengungkapkan pujiannya terhadap timnya belum lama ini. Pasalnya saat mereka berhadapan dengan Juventus di ajang kompetisi Coppa Italia, mereka mampu menghadapi serangan lawan bahkan mengunggulinya.

Pertandingan yang dimaksud oleh Sarri adalah pertandingan yang dilangsungkan pada hari ini pukul 01.45 WIB, yang diselenggarakan di markas mereka di Stadio San Paolo. Dalam pertandingan tersebut mereka mampu mengungguli jawara Liga Italia Serie A musim lalu dengan skor tipis 3-1. Sayangnya mereka tak berhasil lolos kebabak selanjutnya yang seharusnya selangkah lagi untuk meraih trofi.

Hal ini dikarenakan laga yang mereka lakukan adalah leg kedua dalam babak semi final. Pada leg sebelumnya, mereka takluk dengan skor 1-3. Ini berarti Napoli masih kalah dalam total perolehan gol di pertandingan tersebut.

Dalam laga itu memang Napoli sempat kebobolan oleh aksi mantan timnya yaitu Gonzalo Higuain di babak pertama. Untungnya Marek Hamsik menyamakan kedudukan dengan awal babak kedua. Higuain pun menambahkan keunggulan lagi untuk timnya. Lalu dapat dinetralisir kembali oleh Dier Mertens. Lorenzo Insigne pun akhirnya menambahkan angka lagi untuk mengungguli pertandingan tersebut.

Walaupun gagal ke babak final Coppa Italia, Pelatih Napoli pun merasa bangga dengan anak asuhnya karena tak sekedar menantang Juventus, namun mamou mengalahkannya terutama saat ini kualitas dari kedua tim seimbang.

Ia pun mengatakan, “Ini adalah penampilan yang hebat, kami mampu menjebol gol gawang lawan yang biasanya sangat sedikit kebobolan, namun sayangnya kami tak bisa membatalkan hasil leg pertama,”.

Pelatih Italia itu pun menambahkan, “Ada beberapa penyesalan, karena pada akhirnya 20 detik di Turin saat itu di mana kami bisa pergi dengan skor 2-2, bukan 3-1 dan itu sebenarnya dapat membuat perbedaan. Hal itu juga memberi dampak besar pada pertemuan ini, secara alami keberuntungan membuat perbedaan dalam kondisi ini,”.

Tiga hari sebelumnya Napoli juga sempat menghadapi Juventus dalam ajang kompetisi Serie A namun saat itu mereka hanya mampu mengimbangi permainan mereka dengan skor 1-1. Ia pun melanjutkan, “Hal yang baik tentang dua pertemuan terakhir kami adalah bahwa kami perlahan-lahan mampu menutup kesenjangan kualitas dengan Juventus,”.

Seratus Gol Roma Terancam Tak Jadi Piala Pada Musim Ini

AS Roma, Serie A, Champions League, Coppa Italia, Europe League

Salah satu raksasa liga Italia yaitu AS Roma, saat ini sudah berhasil mencatatkan 100 gol diberbagai  kompetisi pada musim ini. Namun sayangnya mereka juga diprediksi tak akan mampu memboyong satu buah piala di kompetisi manapun saat ini walau sudah banyak menjebol gawang lawan.

Tengok saja dalam pertandingan yang baru mereka jalani pada pagi dini hari tadi. Mereka bertanding menghadapi rival satu kotanya dalam ajang kompetisi Coppa Italia 2016-2017 yang sudah memasuki babak final di Leg kedua. Memang mereka berhasil unggul dalam laga itu dengan skor 3-2 namun sayangnya mereka tak berhasil lolos kebabak selanjutnya. Hal ini dikarenakan pada leg sebelumnya mereka dipermalukan dengan skor 0-2 dan ini berarti Roma kalah dalam jumlah gol yang tercipta pada kedua laga tersebut.

Dalam pertandingan tersebut gol dari Milinkovic-Savic berhasil diimbangi oleh Stephan El Shaarawy. Namun Gol dari Ciro Immobile berhasil lagi mengungguli pertandingan tersebut. Untung Mohamed Salah berhasil lagi menyamakan kedudukan dan gol keduanya dipenghujung babak kedua membuat mereka unggul 1 angka.

Sekedar informasi, gol kedua dari Salah inilah yang membuat Roma berhasil menejebol gawang ke 100 dari berbagai kompetisi yang diikutinya pada musim ini. Tercatat hasil tersebut berasal dari 46 pertandingan yang berbeda dan penghasil gol terbanyak berasal dari kompetisi Serie A yaitu sebanyak 66 gol dari 30 pertandingan.

Dalam pertandingan Coppa Italia, mereka berhasil mencetak 9 gol dari 4 pertandingan yang diikutinya, sedangkan pada Liga Eropa, mereka berhasil mencatatkan sebanyak 24 kali dalam 10 pertandingan yang diikutinya. Pada babak Kualifikasi Liga Champions, mereka sempat menjebol 1 kali dari dua pertandingan yang diikutinya sehingga total keseluruhan menjadi 100 gol.

Kegagalan mereka diawali saat menjalani babak kualifikasi Liga Champions. Mereka tak mampu menghadapi Porto dan akhirnya harus bermain di Liga Eropa. Sayangnya di Liga ini mereka juga tak berhasil mencapai perempat final karena takluk dengan klub asal Prancis yaitu Lyon.

Kegagalan berikutnya saat mereka berhasil menuju babak final dalam ajang kompetisi Coppa Italia pada pagi dini hari tadi. Roma tak mampu membuat selisih tiga angka dengan Lazio dan menghapuskan harapan untuk memboyong Piala kompetisi itu.

Kini harapan mereka hanya tinggal bertumpu pada kompetisi Serie A saja. Saat ini mereka hanya selisih enam poin dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus. Mereka masih memiliki kesempatan 8 pertandingan sebelum musim kompetisi berakhir untuk segera menyalip poin yang diperoleh Juventus. Namun jika tak berhasil maka 100 gol yang mereka buat, takkan menjadi seseuatu pada musim ini.

 

Juventus Kehilangan Pjaca Selama 6 Bulan Mendatang

marko Pjaca injury Estonia vs croatia, marko Pjaca injury, Estonia vs croatia, marko Pjaca, injury, marko Pjaca Juventus injury,marko Pjaca Juventus

Raksasa sepak bola Italia yaitu Juventus baru saja menurunkan berita di situs resminya tentang pemainnya yang belum lama ini cedera yaitu Marko Pjaca. Pasalnya sang pemain tersebut sedang menjalani operasi dan hasilnya cukup memuaskan, namun sayangnya sang pemain tak bisa langusng dimainkan bahkan dalam enam bulam mendatang.

Pjaca mendapat cedera tersebut sebenarnya bukan pada saat ia membela Juventus, namun pada saat ia dipinjamkan untuk timnasnya menghadapi Estonia dalam ajang pertandingan persahabatan pada tanggal  28 Maret lalu,  ia tak bisa meneruskan permainannya dimenit ke 62. Dan sayangnya dalam pertandingan tersebut timnasnya kalah tanpa perlawanan saat itu dengan skor 3-0

Namun hal tersebut sudah berhasil ditangani dengan baik dengan tim medis dan sudah dilakukan operasi pada tanggal 31 Maret  lalu. Dikabarkan ia mengalami cedera lutut kanan dan tak bisa beraktifitas berlatih dan juga bertanding dalam waktu yang lama.

Di situs Juventus remsinya pun mengatakan, “Hari ini Marco Pjaca menjalani operasi lutut kanan setelah mengalami robekan pada ligamen cruciatum dan meniskus eksternal saat bertugas dengan Kroasia pada pekan lalu. Operasi yang dilakukan oleh Profesor Mariani dan diawasi oleh tim dokter Juventus, Claudio Rigo, berhasil dan pemain akan mulai menjalani program rehabilitasi dengan segera,”.

Tentunya dengan hasil ini, klub pun akan mengalami kerugian yang cukup besar. Mereka tak lagi dapat menggunakan jasa pemain yang baru dibelinya pada musim panas lalu dengan dari Dinamo Zagreb.

Namun dipredikisi pemain bernomor punggung 20 di Juventus ini akan memerlukan waktu untuk memulihkan diri setidaknya hingga enam bulan kedepan akan tetapi bisa lebih cepat daripada yang seharusnya. Hal ini dikarenakan sang pemain ditangani langsung oleh Profeor Mariani, seorang ahli dalam mengatasi masalah cedera yang terbutkit sering membuat para pemain pulih lebih cepat daripada yang seharusnya, seperti yang terjadi kepada  Arkadiusz Milik dan Alessandro Florenzi beberapa waktu yang lalu.

Dengan demikian pemain berusia 21 tahun tersebut sudah dipastikan takkan bisa membela Juventus saat mereka berhadapan dengan peringkat ketiga klasemen yang diisi oleh Napoli pada tanggal 3 April mendatang.

Manolas Klarifikasi Pernyataan Yang Disalah Artikan Media

Radja Nainggolan Antonio Conte , Roma to Chelsea, AS Roma, to Inter Milan, Radja Nainggolan to Inter Milan, Radja Nainggolan to AS Roma, Serie A

Pernyataan dari Kostas Manolas beberapa saat lalu sepertinya disalahkan oleh media. Pasalnya Ia dikabarkan menyarankan rekannya yang berada diposisi gelandang yaitu Radja Nainggolan, untuk dapat pindah dari timnya menuju klub yang lebih besar lagi. Padahal Ia tak bermaksud demikian dan tak mengungkapkan kata-kata tersebut kepada rekannya di Roma.

Manolas yang berada diposisi bertahan Roma, mengungkapkan bahwa alasan yang diungkapkan oleh rekannya untuk tetap bermain Roma menurutnya hanya omong kosong semata karena dengan kemampuannya saat ini, Ia termasuk sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia, Ia pun akan mampu bermain di level yang lebih tinggi lagi.

Dan tak hanya itu saja, pernyataan lainnya yang disalah artikan adalah saat ia mengatakan bahwa klubnya tak berada di level yang sama seperti Bayern Munchen, Barcelona bahkan Real Madrid. Dan itulah yang membuat dirinya terjebak dalam kata-katanya sendiri.

Ia pun menjelaskan pernyataannya kepada media Sky Sport Italia, “Saya tak pernah mengatakan Roma bukanlah klub besar. Jika demikian tentunya saya tak akan pernah berada di sini. Roma merupakan klub yang sangat besar. Saya pun juga tak pernah menyarankan Nainggolan untuk keluar dari Roma , seperti yang sudah saya baca,”.

Monalas pun menambahkan, ” Saya mengatakan dia pemain top, yang bisa bermain di mana saja. Tentunya pilihannya adalah miliknya sendiri, Roma adalah klub besar. Jadi bila dia ingin bertahan, maka bertahanlah,”.

Memang belakangan sang pemain berkebangsaan Belgia tersebut dikaitkan dengan beberapa klub besar di Liga Eropa. Dan yang paling santer terdengara adalah tim yang diasuh oleh Antonio Conte yaitu Chelsea. Malah Ia pun sudah pernah diminta secara langsung oleh Conter pada awal musim kompetisi kali ini. Namun Ia menolaknya.

Rival Roma yang saat ini berada diperingkat juga belakangan dikabarkan tertarik kepadanya dan ingin merekrutnya. Klub yang sedang on-fire sejak diasuh oleh pelatih barunya yaitu Stefano Pioli berharap mereka memiliki seorang gelandang baru yang cakap dilini tengah dan Nainggolan lah salah satu bidikannya. Walaupun mereka harus merogoh kantong lebih dalam, mereka tak mempermasalahkan hal tersebut, bahkan mereka rela mengeluarkan dana hingga 50 juta Euro.

Khedira Sebut Masuk Juve Hal yang Benar

Sami Khedira bersyukur dengan keputusan yang ia ambil untuk masuk ke klub Juventus. Hal tersebut dikatakan menjadi sebuah keputusan yang amat benar.

Khedira bergabung dengan skuat Bianconeri dari Real Madrid sedari awal musim 2015/2016. Ia hadir ke klub tersebut dengan bebas biaya transfer.

2 titel juara telah diberikan Khedira pada Juventus. Trofi Liga Italia dan Coppa Italia pada musim kemarin menjadi sebuah bukti nyata.

Performa oke dari Khedira saat bermain untuk Juve selalu berjalan sampai dengan musim ini. Ia telah tampil sampai dengan 35 kali di tiap kompetisi dengan menyumbangkan angka sampai dengan 4 cetak angka dan 2 kali assist.

Performa okenya didapat lewar keyakinan dari sang pelatih tim nasional Jerman yaitu Joachim Loew, yang telah berikan sebuah kepercayaan berupa ban kapten Die Mannschaft ketika melangsungkan pertandingan berhadapan dengan Azerbaijan.

Khedira membawa Jerman raih hasil positif dengan skor 4-1. Oleh sebab itulah, ia merasa bersyukur dengan pilihan yang telah dia ambil untuk bergabung bersama Juve.

“Saya berada pada salah satu masa paling oke dalam masa depan saya sebagai pemain sepak bola. Saya berada pada keadaan yang baik dan temukan jalan yang pas,” ujar Khedira.

“Bergabung bersama klub Juventus adalah sebuah keputusan yang pas. Saya telah lebih oke menjadi seorang pemain di tempat ini, jadi lebih fleksibel dilihat dari taktik. Saya raih lebih banyak kebebasan untuk terus melaju sampai ke posisi pemain paling depan juga,” kata dia.