Category Archives: Liga Italia

Pelatih Timnas Italia Ingin Bungkam Semua Kritik

Giampiero Ventura

Manajer tim nasional Italia, Giampiero Ventura ingin membungkam kritik yang ditujukan pada timnya setelah gagal lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2018. Ventura optimis bahwa Italia akan mengamankan tiket ke Rusia tahun depan lewat jalur play-off.

Gli Azzurri harus menghadapi kesebelasan Swedia di laga play-off Piala Dunia dalam dua putaran. Putaran pertama diselenggarakan pada Sabtu (11 November 2017) di Solna kemudian berlanjut ke putaran kedua tiga hari kemudian atau 14 November 2017 di San Siro, Milan.

Pelatih berusia 69 tahun tersebut juga menyadari para pemainnya tengah merasakan tekanan yang sama. Skuat Italia merasa di atas angin karena rangkaian kemenangan mereka peroleh sebelum pertemuan kontra timnas Spanyol di mathday ketujuh Kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Ini adalah momen penting bagi saya san juga para pemain. Ada yang bisa memulai sebuah siklus dan yang lainnya bisa menyelesaikannya. Ini penting bagi semua orang, karena hasilnya tergantung dari usaha kami,” ucap Giampiero Ventura.

Pada laga lanjutan Grup G tersebut, Spanyol menggilas Italia 3 gol tanpa balas di Santiago Bernabeu. Setelah itu, Ciro Immobile dan kawan-kawan mengamankan dua pertandingan sisa dengan satu kali kemenangan dan hasil imbang yang membuat Italia finis sebagai runner-up Grup.

“Ada tekad dan juga keyakinan bahwa kami bisa melakukannya dengan baik, karena harapan yang besar dari semua pemain. Kemudian ada juga dukungan dari seluruh suporter. Omong-omong, terima kasih. Italia merespons saat kami membutuhkan,” kata Giampiero Ventura.

“Sebelum pertandingan menghadapi tim nasional Spanyol, kami berhasil meraih banyak kemenangan berturut-turut dan kerap bermain bagus. Setelah pertandingan itu, banyak kritik datang yang menyerang kami,” tutur Giampiero Ventura.

Giampiero Ventura menerima kritik yang ditujukan pada timnas Italia. Namun dia tidak ingin larut atas kegagalannya di fase grup karena juara dunia 2004 itu harus tampil di playoff untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Inter Milan Yang Mulai Ramaikan Persaingan Scudetto

Inter Milan

Inter Milan sedang on fire sepanjang musim 2017/2018. Catatan mereka saat ini bahkan relatif lebih oke ketimbang saat terakhir kali memenangkan Scudetto (trofi Serie A).

Inter Milan sudah mulai menunjukkan diri sebagai penantang serius peraih Scudetto musim ini. Di bawah asuhan Luciano Spalletti sejak awal musim ini, La Beneamata berkembang sangat pesat dibanding musim-musim sebelumnya.

Il Nerazzurri untuk sementara duduk di puncak klasemen Serie A musim ini dengan perolehan 26 poin dari 10 pertandingan. Mereka sudah memenangkan delapan pertandingan tanpa merasakan kekalahan. Inter Milan saat ini unggul satu poin dari Napoli di peringkat kedua yang baru main sebanyak sembilan kali.

Jumlah poin yang dikumpulkan Inter Milan saat ini ternyata lebih baik ketimbang saat terakhir meraih Scudetto di musim 2009/2010. Pada saat itu Inter Milan yang ditangani oleh Jose Mourinho mengumpulkan 25 poin dari hasil delapan kemenangan, satu imbang, dan satu kalah.

Inter Milan saat ini juga punya catatan kebobolan yang lebih sedikit. Dari 10 pertandingan sejauh ini, Samir Handanovic baru kejebolan tujuh gol, sedangkan pada musim 2009/2010 gawang Il Nerazzurri kebobolan sembilan kali.

Tapi, Inter Milan di musim terakhirnya Jose Mourinho memiliki catatan gol yang lebih tinggi di 10 pertandingan awal. Ketika itu Inter Milan jadi tim paling subur dengan membukukan 26 gol, unggul 8 gol dari Juventus dan Sampdoria sebagai pesaing terdekat.

Inter Milan asuhan Luciano Spalletti musim ini punya keunggulan di kotak penalti. Menurut catatan Whoscored, Inter Milan jadi tim yang paling banyak melepaskan tembakan di kotak penalti. Mereka melakukan 83 kali, unggul satu gol dari Napoli.

Performa oke Inter Milan saat ini juga dilakukan dengan komposisi pemain yang tidak jauh berbeda dari musim lalu. Spalletti setidaknya cuma mengubah tiga pemain di squad utama dengan memainkan Milan Skriniar di posisi bek, Borja Valero, serta Matias Vecino sebagai gelandang.

Jika Inter Milan bisa mempertahankan performa saat ini, bukan hal mustahil Mauro Icardi dan kawan-kawannya bisa memenangi Scudetto. Apalagi mereka hanya fokus di kompetisi domestik.

Bonucci Dibuat Frustasi Dengan Kartu Merahnya

Leonardo Bonucci

Pelatih mental AC Milan, Alberto Ferrarini menuturkan jika Leonardo Bonucci saat ini tengah terpuruk. Menyusul insiden kartu merah yang dia terima akhir pekan lalu.

Bek sekaligus kapten AC Milan itu diganjar kartu merah setelah menyikut pemain Genoa dalam laga di San Siro, Minggu (22 Oktober 2017) malam WIB. 10 pemain Il Rossonerri tidak mampu berbuat banyak di sisa pertandingan sehingga harus puas dengan skor imbang 0-0.

Hasil itu memperpanjang puasa kemenangan Il Diavollo Rosso yang sudah berjalan selama empat pertandingan di Serie A. Terakhir kali tim asal kota mode ini meraup tiga angka adalah ketika menumpas tim promosi SPAL 2 – 0, bulan September lalu.

Bagi Bonucci, kartu merah itu memperburuk debutnya bersama AC Milan. Pasalnya, bek tim nasional Italia ini diharapkan bisa menjadi salah satu pemain kunci yang akan mendongrak prestasi AC Milan, setelah belanja besar di musim panas. Tapi, kenyataan di awal musim ini tidak seperti harapannya.

Tidak hanya Bonucci, hasil imbang melawan Genoa akhir pekan lalu itu turut berimbas dengan pihak lain. Sang manajer, Vincenzo Montella posisinya juga diyakini semakin terancam walaupun AC Milan beberapa kali sudah memberikan dukungannya.

“Dengan kartu merah dia kemarin, Leonardo merasa terpuruk. Tapi sekarang saya yakin bahwa akan ada kelahiran kembali, seolah-olah kalau satu babak sudah berakhir dan berganti dengan babak baru. Dia lapar untuk kembali lebih tangguh dari sebelumnya,” sahut Alberto Ferrarini seperti yang dilansir Football Italia.

“AC Milan telah merekrut salah satu bak terbaik di dunia dalam diri Leonardo Bonucci, tapi di Juventus dia fokus hanya pada diri sendiri dan bukan yang lain dan dia harus kembali seperti itu bersama AC Milan. Dia bisa jadi pemain yang penting untuk AC Milan.”

Kartu merah itu membuat Leonardo Bonucci terpaksa absen di dua pertandingan AC Milan berikutnya, termasuk ketika berhadapan dengan bekas klubnya Juventus pada Sabtu malam (28 Oktober 2017) mendatang.

Kalah Lagi, AC Milan Tak Akan Pecat Montella

Montella

Jabatan manajer AC Milan di tangan Vincenzo Montella masih aman. Menyusul kekalahan yang mereka alami dari rival sekotanya, Inter Milan, dengan skor 2 – 3, pada hari Senin (16 Oktober 2017) dinihari WIB.

Bermain di Giuseppe Meazza, AC Milan dua kali tertinggal sebelum akhirnya benar-benar kalah. Hattrick Inter Milan dicetak oleh Mauro Icardi, sedangkan gol-gol balasan Il Rossoneri terjadi berkat Suso dan gol bunuh diri Samir Handanovic di babak kedua.

Untuk AC Milan, kekalahan ini merupakan kekalahan keempat yang mereka dapatkan dalam delapan pertandingan Serie A pertama. Sebelumnya, Il Diavolo Rosso tumbang 1-4 di kandang Lazio, 0-2 dari Sampdoria, lalu dipermalukan oleh AS Roma 0-2.

Mengingat belanja besar-besaran yang sudah dilakukan oleh AC Milan di bursa musim panas kemarin, Montella diyakini tengah berada dalam tekanan besar. Akan tetapi, CEO Milan Marco Fassone memastikan bahwa Montella mendapatkan waktu untuk membangun tim.

“Kami tidak akan menyerah bersama Vincenzo Montella. Ketika kami membangun (klub) kami perlu memberi waktu dan perlengkapan. Sekarang kami melihat tanda-tanda pertama yang positif. Vincenzo Montella akan sepenuhnya memiliki waktu untuk terus bekerja.” kata Marco Fassone kepada Milan TV.

Hasil ini membuat AC Milan terperosok ke peringkat 10 klasemen sementara Serie A dengan hanya meraih 12 poin dari delapangan pertandingan. Gianluigi Donnarumma terpaut 12 angka dari Napoli di puncak dan tujuh angka dari Juventus di empat besar.

“Pertandingan-pertandingan derby selalu menjadi hal yang luar biasa. Kali ini pertandingan berakhir dengan buruk untuk kami dan Inter Milan merayakan kemenangan mereka bersama fans. Lain kali, saya yakin laga derby akan menyenangkan untuk fans kami,” Marco Fassone melanjutkan.

“Posisi 10 bukanlah posisi yang pas untuk klub sebesar AC Milan dan kami harus bekerja keras, namun kami sudah menerima banyak indikasi bagus,” tutup Marco Fassone.

Napoli Lebih Baik Daripada Juventus

Juventus

Pemain sayap AS Roma, Diego Perotti mengaku suka dengan gaya permainan yang diusung oleh Napoli. Il Partenopei juga disebut-sebut lebih kuat dibandingkan Juventus.

Napoli merupakan satu-satunya tim yang masih melaju sempurna di Serie A musim ini. Tujuh pertandingan dilalui oleh Napoli dengan kemenangan. Tidak hanya itu, mereka juga menjadi tim yang paling subur dengan total 25 gol.

Dalam catatan yang dilansir oleh Whoscored, Napoli merupakan tim dengan rataan penguasaan bola paling tinggi di Seria A dengan 61%. Marek Hamsik dan rekan-rekannya juga tercatat sebagai tim dengan rataan tembakan terbanyak di tiap laga (19.9).

Pernampilan oke yang ditunjukkan oleh Il Partenopei sejauh ini membuat Diego Perotti merasa terkesan. Dia bahkan menilai bahwa Napoli saat ini jauh lebih kuat ketimbang Juventus, yang sudah enam kali memenangkan Scudetto secara berturut-turut.

“Saya senang dengan bagaimana Napoli bermain musim lalu. Mereka bermain seperti beberapa tim lain di dunia, walaupun demikian, mereka bukannya tidak terkalahkan,” ungkap Diego Perotti seperti yang dikutip Football Italia.

“Sampai hari ini, saya pikir Napoli relatif lebih baik ketimbang Juventus, setidaknya dalam gaya sepakbola mereka. Mereka tampil baik, namun kami akan mencoba memberi kekalahan kepada mereka di sini, di Roma,” sambung Diego Perotti.

“Musim lalu mereka membuat kami mengalami beberapa masalah yang menyulitkan kami dan kami harus berjuang keras di akhir musim karena kekalahan yang kami dapatkan dari mereka di sini. Mudah-mudahan, hasilnya akan berbeda,” harap Diego Perotti.

AS Roma akan berhadapan dengan Napoli di Olimpico, Minggu (15 Oktober 2017) dinihari WIB, dalam lanjutan laga Serie A. Il Giallorossi kini duduk di peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan perolehan poin 15, tertinggal enam angka dari Napoli di puncak klasemen.

 

Pirlo: Beri Waktu Sedikit Lagi Untuk Montella dan Bonucci

Leonardo Bonucci

Andrea Pirlo memberikan pembelaaan lepada Vincenzo Montella dan Leonardo Bonucci yang belum memberi dampak signifikan untuk AC Milan. Pirlo meminta agar para suporter lebih bersabar.

Montella menghadapi ekspektasi besar di musim ini menyusul belanja besar-besaran AC Milan di bursa transfer musim panas kemarin. Il Diavolo Rosso merombak skuatnya dengan merkrut beberapa nama top seperti Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, Nikola Kalinic, sampai Bonucci.

Tapi Montella tengah berada dalam tekanan besar. Il Rossonerri sejauh ini buruk dengan sudah menelan tiga kekalahan dalam tujuh pertandingan di Serie A sejauh ini dan tercecer di peringkat ketujuh di papan klasemen sementara.

Hal yang sama juga dialami oleh Leonardo Bonucci yang awalnya didatangkan untuk membuat tembok pertahanan AC Milan semakin kokoh juga belum bisa menunjukkan penampilan terbaik. Performanya di beberapa laga mendapat kritikan.

Tapi Pirlo meminta kepada pendukung ke AC Milan untuk bisa lebih bersabar lagi. Mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu menilai bahwa Il Rossonerri masih perlu waktu untuk bisa sampai ke puncak seperti dulu lagi.

“Apakah Vincenzo Montella akan dipecat? Saya harap itu tidak akan terjadi,” ungkap Andrea Pirlo kepada Gazzetta dello Sport seperti yang dilansir dari harian Soccerway.

“Dia punya tim yang baru dengan pemain-pemain baru yang dibeli di bursa musim panas kemarin. Butuh waktu dan kepercayaan diri walaupun hasilnya tidak akan langsung terlihat.”

“Untuk soal Leonardo Bonucci. Wajar saja jika dia tidak bisa membuat AC Milan seperti Juventus saat ini. Para suporter tidak bisa mengharapkan hal ini dan hal itu begitu cepat,” jelas Andrea Pirlo soal Bonucci.

“Leonardo Bonucci adalah pemain bertahan terbaik di Italia dan dia adalah salah satu yang terkuat di Eropa,” tutup Andrea Pirlo.

Milik Cedera, Callejon Siap Main Di Posisi Penyerang Tengah

Penyerang Napoli, Jose Callejon menyatakan jika dia sudah siap untuk menggantikan peran Arkadiusz Milik sebagai penyerang tengah di Napoli. Jangankan itu, andaikan ditunjuk menjadi bek pun Callejon sudah siap.

Milik terpaksa naik ke meja operasi karena ligamen lututnya robek untuk kedua kalinya dalam kurun waktu satu tahun. Mantan penyerang Ajax Amsterdam ini diperkirakan harus menepi selama sekitar empat bulan ke depan.

Absennya penyerang asal Polandia itu membuat manajer Napoli, Maurizio Sarri harus berpikir keras dalam mengatur tim, terutama di posisi penyerang. Sejauh ini Il Partenopei kerap memainkan Dries Mertens sebagai striker tengah dalam formasi 4-3-3. Pemain yang berposisi asli sebagai winger kiri itu selalu tampil oke di posisi itu.

Tapi, Sarri tentu saja tidak bisa mengandalkan Mertens bermain sebagai striker tengah dalam seluruh pertandingan. Pemain asal Belgia itu juga perlu pelapis sepadan agar bisa tetap fit. Beberapa hari lalu, Napoli dikabarkan ingin mendatangkan striker tengah yang berstatus tak punya klub. Nama-nama seperti Alberto Gilardino dan Antonio Cassono keluar sebagai kandidat.

Akan tetapi, Callejon kini mengaku sangat siap jika diminta untuk jadi penyerang tengah. Tidak hanya itu, winger tersebut siap main di posisi apa saja jika pelatih memang memintanta.

“Jika pelatih meminta saya mengisi posisi penyerang tengah, saya akan melakukannya. Jika dia meminta saya untuk menjadi bek sayap, saya juga akan melakukannya. Dengan cederanya Arkadiusz Milik, kami semua harus bersatu dan membantu tim. Saya harus dapat saran dari Mertens tentang cara bermain sebagai striker tengah” kata Callejon seperti yang dilansir dari Football Italia.

Walaupun tidak bisa memainkan Milik untuk sementara waktu, Napoli masih menunjukkan ketajamannya di lini serang. Itu dibuktikan dengan mengalahkan Feyenoord 3 – 1 dalam ajang Liga Champions di San Paolo, Rabu (27 September 2017) dinihari WIB.

Trio penyerang Il Partenopei yang diisi oleh Lorenzo Insigne, Dries Mertens, dan Jose Callejon saling bergantian mencetak gol. Sementara itu, tim tamu hanya bisa mencetak gol melalui eksekusi penalti Jens Toornstra.

Spalleti Komentari Penalti Kontroversial Inter Milan

Luciano Spalletti

Laju sempurna Inter Milan akhirnya terhenti di kandang Bologna dengan hasil imbang 1-1. Pertandingan itu turut diwarnai penalti kontroversial yang menghasilkan gol penyama untuk La Beneamata.

Bertanding di Renato De’ll Ara, Rabu (20 September 2017) dinihari WIB, Bologna bermain sedikit lebih baik. Simone Verdi membawa Bologna unggul lebih dulu pada menit 32, yang bertahan sampai jeda babak pertama. Sedangkan gol balasan Nerazzurri baru tercipta di babak kedua melalui penalti Mauro Icardi.

Penalti itu diberikan wasit kepada Inter Milan setelah pemain pengganti Eder terjatuh karena terkena tangan Ibrahima Mbaye, yang lebih dulu jatuh lantaran terpeleset. Pelatih Bologna Roberto Donadoni amat kesal karena menilai bahwa kejadian adalah faktor kecelakaan yang tidak disengaja.

Sementara itu manajer La Beneamata, Luciano Spalletti mengira timnya memang layak mendapatkan satu poin dalam pertandingan ini.

“Saya pikir berlebihan kalau Bologna mengira mereka merasa dirugikan karena penalti kami. Tapi seandainya mereka menang pun, kami tidak akan mengeluh. Saya rasa tidak memalukan kalau kami menyamakan skor. Toh kami sempat punya peluang untuk memimpin setelah 55 detik tapi malah membuangnya.” kata Luciano Spalletti seperti yang dilansir dari harian Football Italia.

Satu angka yang didapatkan di kandang Bologna memang menempatkan La Beneamata ke puncak klasemen sementara Serie A 2017/2018. Namun, posisi itu masih sangat mungkin bergeser karena Juventus dan Napoli baru akan bertanding Kamis (21 September) dinihari WIB.

Spalletti mengakui jika Il Rossoblu memang sempat merepotkan Inter Milan. “Permainan kami lebih daripada biasanya, dan kami juga tidak mampu menggerakkan bola dengan baik secara vertikal terutama di lapangan tengah.”

“Di babak kedua, permainan kami membaik. Tapi secara keseluruhan kalau Anda menggerakkan bola dengan lambat melawan sebuah tim yang rapi, Anda membuat mereka bermain dengan lebih mudah,” jelas Luciano Spalletti menegaskan.

Del Piero Kagumi Perkembangan Dybala

Paulo Dybala

Penyerang Juventus, Paulo Dybala lagi-lagi dibanjiri pujian. Dengan performanya yang sudah semakin impresif, pemain bernomor 10 Juventus itu disebut oleh legenda klub, Alessandro Del Piero membuat lawan-lawan gentar bertarung dengannya.

Dybala mengawali musim ini dengan sangat cemerlang. Dia mencetak hat-trick kala Juventus menang atas Sassuolo dengan skor 3-1 di lanjutan Serie A, Minggu (17 September 2017) akhir pekan lalu. Hebatnya lagi, salah satu gol dari Dybala itu dibuat melalui eksekusi tendangan bebas.

Dybala kini sudah mengemas delapan gol dalam empat pertandingan di Serie A. Penyerang tim nasional Argentina itu ada di puncak daftar pencetak gol terbanyak, mengalahkan penyerang Lazio, Ciro Immobile dan striker Inter Milan, Mauro Icardi.

Del Piero pun merasa kagum dengan perkembangan performa yang ditunjukkan oleh Dybala. Mantan gelandang Juventus dan tim nasional Italia tersebut menilai bahwa Dybala saat ini sudah berhasil membuat pemain-pemain lawan takut menghadapinya.

“Tendangan bebas Paulo Dybala? Saya tidak bisa bicara banyak soal itu. Itu bukan tendangan bebas yang istimewa dan tidak terlalu ke sudut tapi sudah cukup bagi dia untuk mencetak gol,” jelas Alessandro Del Piero kepada harian Sky Sport Italia.

“Dalam hal ini, saya bisa lihat Andrea Consigli (kiper Sassuolo) nyaris kagum, dan itulah yang menunjukkan bahwa permainan Paulo Dybala sudah banyak berkembang, bukan hanya persoalan gol-golnya namun juga soal bagaimana dia bermain.”

“Saya pikir pemain-pemain lawan akan takut berhadapan dengan dia, bahkan ketika dia mengambil tendangan bebas. Anda tidak tahu apa yang bisa terjadi dengan tendangan bebasnya,” jelas Alessandro Del Piero.

“Andrea Consigli bisa saja melakukan penyelamatan, namun dia sudah sangat terlambat bergerak dan terlepas dari itu, Paulo Dybala sudah mengambil tendangan bebasnya dengan sangat baik,” kata Alessandro Del Piero sambil mengakhiri pembicaraaan.

Raiola Sebut AC Milan Masih Belum Meyakinkan

AC Milan

AC Milan punya ambisi besar untuk meraih kesuksesan di musim ini. Hal tersebut mereka awali dengan belanja gila-gilaan di bursa transfer musim panas ini. Tapi, agen kondang dari pemain-pemain top dunia, Mino Raiola ragu jika Il Rossoneri bakal sukses.

AC Milan yang sudah tiga tahun berturut-turut gagal lolos ke kompetisi Eropa dan tidak pernah juara Liga Italia Serie A sejak 2011 berbenah habis-habisan menyambut musim 2017/2018. Dengan sokongan dana besar dari pemilik baru asal China, AC Milan bergerak cepat mendatangkan banyak pemain.

Total ada 11 pemain yang direkrut oleh Il Diavolo Rosso dengan total belanja mencapai lebih dari 200 juta euro. Beberapa pemain yang mereka rekrut antara lain diisi oleh nama-nama top seperti Leonardo Bonucci, Nikola Kalinic, dan Andre Silva.

Sejauh ini hasil pembelian AC Milan bisa dibilang cukup bagus ketika mereka mampu menyapu bersih enam laga kompetitif pertama dengan kemenangan. Bahkan Il Diavolo Rosso hanya kebobolan satu gol termasuk keberhasilan lolos ke fase grup Liga Europa.

Kekalahan sendiri baru diperoleh tim asuhan Vincenzo Montella saat berhadapan dengan Lazio di pekan ketiga Liga Italia Serie A, Minggu (10 September 2017) malam WIB kemarin, dengan skor 1 – 4.

Meski demikian, perjalanan AC Milan sejauh musim ini berjalan masih kurang memuaskan menurut penilaian Mino Raiola. Menurut Raiola, performa Milan masih kurang meyakinkan sebagai tim yang punya target meraih gelar juara musim ini.

“Saya tidak punya masalah apapun dengan AC Milan, tapi yang jadi masalah adalah saya tidak yakin dengan proyek AC Milan,” jelas Mino Raiola kepada RaiSport.

Raiola sendiri sempat terlibat ketegangan dengan manajemen AC Milan saat isu seputar masa depan kiper Gianluigi Donnarumma musim panas kemarin. Pada akhirnya Donnarumma memutuskan untuk bertahan di Il Diavolo Rosso dengan kenaikan gaji hingga enam juta euro per musim dan kontrak sampai 2022.