Category Archives: Liga Inggris

Semasa Di Juventus, Ibrahimovic Menendang Saja Tidak Bisa

Zlatan Ibrahimovic

Sebelum sehebat seperti sekarang ini, Zlatan Ibrahimovic sempat menjalani masa-masa yang kurang menyenangkan awal kariernya. Salah satunya ketika masih merumput di Juventus. Seperti apa?

Memang usia Ibrahimovic saat ini sudah menginjak 36 tahun dan sudah tidak benar-benar fit setelah cedera ligamen lutut, tapi nama besar pemain Swedia itu masih membuat lawan ciut nyalinya. Oleh karenanya, Manchester United memperpanjang kontraknya.

Musim lalu, Ibrahimovic yang mengakhiri musim lebih cepat, menyabet status sebagai topskorer Manchester United dengan 28 gol di seluruh kompetisi. Sebelum pindah ke MU, Ibra merupakan raja gol untuk Paris Saint-Germain dan juga besar namanya di Inter Milan, Barcelona, dan AC Milan.

Tapi sebelum mencapai kariernya seperti sekarang, Zlatan Ibrahimovic juga harus bersusah payah dulu membangun dari awal seperti saat dia bermain untuk Malmo, Ajax Amsterdam, dan bahkan ketika pindah ke Juventus di tahun 2004.

Saat itu Zlatan Ibrahimovic memang dikenal sebagai salah satu striker muda potensial yang dimiliki oleh Ajax Amsterdam. Tapi bermain di Juventus dan Serie A adalah sesuatu yang berbeda. Fakta tersebut diungkapkan oleh mantan pelatihnya di Juventus, Fabio Capello. Menurut Capello, Ibrahimovic punya bakat besar saat itu tapi belum terasah dengan baik.

“Saat Zlatan Ibrahimovic pertama kali di Juventus, menendang saja dia tidak bisa. Saat itu dia cuma bisa memecahkan kaca gym! Kemudian Zlatan mulai berlatih menendang setiap harinya dan seperti yang semua tahu, tentunya dia berkembang pesat” tutur Fabio Capello kepada Sky.

Selama dua musim merumput bersama Il Bianconeri, Zlatan Ibrahimovic hanya mampu mencetak 26 gol dari 92 penampilan sebelum akhirnya direkrut oleh Inter Milan di bursa musim panas 2006.

Hazard: Jika Chelsea Tak Juara, Saya Ingin De Bruyne Yang Juara

Kevin de Bruyne

Gelandang andalan Chelsea, Eden Hazard mengatakan jika dia ingin Kevin de Bruyne bersama Manchester City jadi juara, jika Chelsea gagal bersaing di perebutan juara Premier League. Hazard punya alasan dibalik keinginannya itu.

Chelsea merupakan juara bertahan di Premier League 2017/2018. Namun, sampai pekan ke 18 musim ini berjalan, The Blues sudah menelan empat kekalahan sehingga tertinggal 14 angka dari City di puncak klasemen sementara.

Performa Kevin De Bruyne dan rekan-rekannya memang luar biasa musim ini. Pada musim keduanya dilatih Josep Guardiola, The Citizens tampil atraktif dan belum terkalahkan. Bahkan dalam 16 pertandingan terakhir mereka Manchester City meraih kemenangan berturut-turut.

Mengingat jarak yang besar, tidak bisa disangkal apabila akan sangat sulit bagi Chelsea dan tim-tim rival lainnya untuk mengejarCity. Hazard pun tidak membantah. Walaupun demikian, andaikan City tampil sebagai juara Premier League, maka akan bagus untuk timnas Belgia yang akan berlaga di Piala Dunia 2018.

“Kevin de Bruyne adalah temanku. Tentu saja kalau kami melawan Manchester City, aku ingin mengalahkan mereka tapi saat pertandingan kami selesai maka dia akan kembali menjadi temanku,” ungkap Eden Hazard kepada Skysports.

“Kami adalah teman baik di tim nasional Belgia dan kami akan tampil di Piala Dunia. Jadi aku ingin memenangi liga, tapi itu tidak akan mudah. Jadi jika Kevin menjuarai liga musim ini dan membawa kepercayaan diri itu ke Piala Dunia, akan bagus untuk timnas… Jadi Kevin, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan!”

“Manchester City sudah tampil menakjubkan sejak awal musim. Kerjasama mereka musim ini sangat baik, merekajuga tidak pernah kalah, bahkan ketika mereka kalah mereka bisa memenangkan pertandingan di menit-menit akhir.” tegas Eden Hazard.

David Luiz Siap Dimainkan Lawan Arsenal?

David Luiz

Manajer Chelsea, Antonio Conte mengkonfirmasi bahwa kondisi fisik David Luiz sudah semakin membaik setelah mengalami cedera lutut. Bisakah Luiz dimainkan melawan Arsenal?

David Luiz belum pernah lagi bermain setelah menjadi starter saat The Blues menggilas Qarabag dengan skor telak 4 – 0, 22 November 2017 silam. Klub mengonfirmasi kalau bek tim nasional Brasil itu mengalami cedera lutut kanan.

Dalam masa absennya, David Luiz dihujani berbagai kabar yang kurang sedap. Kabarnya, Conte memang sengaja membangku cadangkan David Luiz karena terlibat perselisihan dengannya. Mantan bek Benficad dan Paris Saint-Germain itu disebut-sebut mengkritik taktiknya.

Antonio Conte sendiri sudah membantah segala rumor yang kurang sedap itu. Mantan manajer Juventus dan tim nasional Italia tersebut bahkan berharap David Luiz bisa segera bermain mengingat kondisi fisiknya yang terus membaik.

“David Luiz sudah kembali mengikuti sesi latihan. Saya pikir perkembangannya berjalan bagus. Kami harus sedikit bersabar untuk pemulihannya, tapi di saat bersamaan kami harap bisa melihat dia kembali bermain bersama tim utama secepatnya,” ungkap Antonio Conte seperti dilansir dari Standard.

Chelsea akan berhadapan dengan AFC Bournemouth di babak perempat final Piala Liga, Kamis (21 Desember 2017). Selanjutnya, Chelsea akan melakoni tiga laga boxing day melawan Everton (23 Desember 2017), Brighton & Hove Albion (26 Desember 2017) dan Stoke City (30 Desember 2017).

Dan laga perdana Chelsea di 2018 adalah melawan Arsenal (4 Januari 2018) dini hari WIB. Apakah David Luiz sudah siap turun di laga tersebut? Mari kita saksikan bersama-sama.

Soal Performa David Silva Sejauh Ini, Guardiola: Dia Seperti Binatang Buas!

David Silva

David Silva menjadi salah satu pemain yang berjasa dibalik peforma gemilang Manchester City di musim ini. Sang manajer, Josep Guardiola mengibaratkan Silva seperti binatang buas yang sangat harus dengan kemenangan.

Silva tampil sebagai salah satu pahlawan kemenangan telak Manchester City 4 – 0 City atas Swansea City di Liberty Stadium, Kamis (14 Desember 2017) dinihari WIB. Pemain asal Spanyol itu mencetak dua gol. Dua gol The Citizens lainnya masing-masing tercatat atas nama Kevin de Bruyne dan Sergio Aguero.

Sampai sajauh ini, David Silva tercatat sudah menyumbangkan empat gol dari tiga pertandingan terakhir bersama City di Premier League. Dua gol lainnya dia buat saat mengantarkan The Citizens menang 2 – 1 atas West Ham United dan rival sekota mereka, Manchester United.

Mantan pemain Valencia itu juga sudah mencetak delapan assist di Premier League, terbanyak di tim bersama De Bruyne. Secara keseluruhan, dari 17 pekan yang sudah dijalani, Silva sudah terlibat langsung dalam proses terciptanya 13 gol City.

David Silva mencetak lima gol dan delapan assist dalam periode tersebut. Penampilan gemilangnya itu pun mendapat pujian besar dari manajer City, Josep Guardiola.

“David Silva punya segalanya, khususnya di bagian sisi kompetitifnya yang besar. Semua orang membicarakan kemampuannya, tidak diragukan lagi. Bahkan orang buta juga bisa merasakannya,” kata Josep Guardiola seperti dikutip BBC.

“Anda tidak akan bisa tahu sebenarnya bagaimana hebatnya seorang David Silva. Dia terlihat seperti pemain yang elegan. Namun saya bisa bilang dia seperti binatang buas dalam urusan memburu kemenangan di di atas lapangan.”

“Kami berdua sering membicarakan ini: ‘Kamu harus mencetak gol, Silva. Kamu punya kemampuan untuk mencetak gol. Kamu harus mencetak gol dan itu bisa membawa kita kepada kemenangan. Saya percaya kamu bisa melakukannya ..'” Josep Guardiola menegaskan.

Ibrahimovic: Guardiola Pengecut

Zlatan Ibrahimovic

Penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, kembali menyerang Josep Guardiola. Ibrahimovic mengatakan jika manajer Manchester City tersebut bukan sosok pria yang dewasa.

Zlatan Ibrahimovic dan Josep Guardiola pernah saling bekerja sama di Barcelona pada musim 2009/2010 dengan berhasil memenangkan beberapa gelar seperti La Liga, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, serta Piala Dunia Antarklub.

Tapi hubungan kedua orang itu tidak cukup baik. Ibrahimovic kerap ditepikan Guardiola walaupun berhasil mengemas 21 gol di musim tersebut, yang pada akhirnya striker berkebangsaan Swedia itu hengkang ke AC Milan di musim berikutnya.

Ibrahimovic sempat menyebut Guardiola sebagai sosok pelatih pengecut karena selalu menghindar ketika bertemu dirinya di tempat latihan Barca saat itu. Kini, Ibrahimovic dan Guardiola menjadi rival di kota Manchester. Keduanya saling bertemu dalam laga Derby Manchester di Old Trafford yang berbuntut ricuh setelah The Citizens menang 2-1.

Beberapa waktu lalu Zlatan Ibrahimovic kembali menyerang Guardiola dalam sebuah wawancara di Sky Sport Italia. Striker berusia 36 tahun tersebut menyebut manajer plontos tersebut bukanlah sosok pria yang dewasa.

“Saya mencetak banyak gol dalam enam bulan pertama, kami juga memenangkan Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol. Enam bulan pertama begitu sempurna. Tapi setelah itu, kami berganti sistem dan taktik dan itu cukup merugikan saya, jadi klub berkata kepada saya agar berdiskusi dengan Pep,” kata Zlatan Ibrahimovic.

“Saya bilang kepada Pep jika dia sudah mengorbankan saya untuk Lionel Messi, ia berkata telah memahami keinginan saya. Tapi setelah itu, dia masih mencadangkan saya, itu kembali terjadi dalam laga berikutnya dan berikutnya lagi.”

“Saya pikir dia sudah memecahkan masalah dengan sangat baik. Namun, setelah itu dia hanya diam dan bahkan tidak berani memandang saya. Saya berjalan masuk ke ruang ganti dan ia pergi keluar. Saya hendak menemuinya, tapi dia selalu menghindar seperti pengecut.”

Lukaku Masih Seret Gol Di Hadapan Tim-tim Besar

Romero Lukaku

Penyerang andalan Manchester United, Romelu Lukaku punya statistik yang cukup buruk ketika berhadapan dengan tim papan atas musim ini. Lukaku belum mencetak satu gol pun, bahkan assistpun tidak.

Lukaku direkrut MU dari Everton seharga 75 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,3 triliun pada bursa transfer musim panas lalu. Sejauh ini, penyerang tim nasional Belgia ini sudah mencetak delapan gol di Liga Inggris.

Sempat garang di pekan-pekan awal, dengan selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan perdana, perlahan tapi pasti performanya merosot. Yang paling mencolok adalah ketika MU berhadapan dengan tim-tim papan atas.

Tercatat, Lukaku belum mencetak gol atau sekadar assist saat MU bertanding melawan sesama tim enam besar. Ia mandul ketika harus berhadapan dengan tim-tim besar seperti Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Pertama ketika MU bertanding melawan Liverpool (14 Oktober 2017), Lukaku gagal mencetak gol dan assist di laga yang berakhir 0 – 0. Penampilannya itu kemudian berulang saat MU menang tipis 1 – 0 atas Tottenham Hotspur (28 Oktober 2017).

Kemudian saat MU dikalahkan Chelsea 0-1 (5 November 2017), Lukaku kembali gagal mencetak gol maupun assist. Bahkan saat MU menang 3-1 atas Arsenal (3 Desember 2017), striker berusia 24 tahun itu lagi-lagi tak berperan langsung dalam proses semua gol tim The Red Devils.

Dan yang paling baru, Lukaku gagal mencetak gol atau assist saat MU dikalahkan City 1 – 2 di Old Trafford, Minggu (10 Desember 2017). Bahkan nasib Lukaku jauh lebih buruk, sebab dua gol City tercipta berkat kesalahannya mengantisipasi bola mati.

Setelah pertandingan berakhir, Lukaku pun mendapat banyak cemoohan di media sosial. Ia pun dibully dengan beragam meme sindiran di media sosial Twitter.

Ingin Tinggal Bersama Anaknya Di Spanyol, Courtois Mungkin Pindah Ke Madrid

thibaut-courtois

Penjaga gawang Chelsea, Thibaut Courtois persoalan seputar masa depannya terus mengganggunya. Untuk itu, Courtois akan membicarakan kontrak baru dengan Chelsea dalam waktu dekat.

Kontrak Courtois bersama Chelsea tinggal tersisa kurang dari dua musim lagi atau berakhir di akhir musim 2018/2019. Dengan kondisi seperti ini maka jalan terbaik Chelsea adalah memberikan kontrak baru kepada pemain 25 tahun tersebut.

Jika tidak maka Chelsea harus menjualnya musim panas nanti agar tidak kehilangannya dengan gratis. Situasi inilah yang lantas dimanfaatkan oleh Real Madrid untuk mendekati Courtois yang belakangan memang dikait-kaitkan dengan klub ibukota Spanyol itu.

Chelsea tentu saja khawatir mengingat Courtois mungkin saja pindah ke Real Madrid mengingat kedua anaknya tinggal di sana bersama mantan kekasihnya.

“Situasi saya tidak pernah mudah, tapi saya menyadari jika hal-hal seperti akan segera datang. Saya tahu bahwa dia (eks pacar) akan kembali ke Madrid. Jadi itu juga jadi pertimbangan. Saya sangat mencintai anak-anak saya,” ujar Courtois kepada VTM seperti dilansir Soccerway.

“Ketika saya merindukan anal-anak saya, Anda terkadang berpikir, ‘Apakah saya lebih baik kembali ke Spanyol untuk beberapa tahun ke depan?’ Itulah kenapa saya ingin berpikir matang mengenai perpanjangan kontrak,” sambung Thibaut Courtois.

Walaupun demikian, Courtois menegaskan bahwa hal yang dia utamakan bukanlah uang semata karena jika dia masih merasa bahagia di Chelsea, toh kiper tim nasional Belgia ini akan senang hati menandatangani kontrak baru.

“Saya bahagia berada di sini, saya cinta dengan kota London. Situasi pribadi saya agak sedikit rumit, tapi sebenarnya saya merasa sangat nyaman di Chelsea. Saya rasa tidak alasan untuk saya tidak manandatangani kontrak baru.”

MU Harus Bermain Sesempurna Mungkin Jika Ingin Kalahkan City

Derby Manchester

Manchester United diharapkan bisa memberi kekalahan untuk Manchester City di derby akhir pekan ini. Tapi untuk bisa melakukan itu, The Red Devils harus bisa menampilkan permainan nyaris sempurna.

Manchester United akan menghadapi Manchester City di Old Trafford, Minggu (10 Desember 2017) malam WIB di laga pekan ke-16 Premier League. Derby Manchester ini lebih dari sekedar adu gengsi antara konta Manchester, karena diyakini akan turut berpengaruh dengan jalannya perburuan gelar.

Manchester City masih nyaman di puncak klasemen sementara Premier League dengan nyaman setelah tak terkalahkan di 15 pertandingan berturut, memetik 14 kemenangan dalam lajunya itu. Mengoleksi nilai 43, The Citizens sudah delapan poin di depan MU yang jadi pesaing terdekat.

The Red Devils diharapkan bisa menjegal laju City agar persaingan Premier League musim ini kembali hidup. Keberhasilan membungkam Arsenal 3-1 pekan lalu disebut jadi bekal positif.

Mantan gelandang Liverpool dan Manchester City, Dietmar Hamann yakin jika MU adalah tim yang tepat untuk menghentikan laju anak-anak asuhan Josep Guardiola. Namun syaratnya adalah: Romero Lukaku dan kawan-kawannya harus bermain sesempurna mungkin dan tampil dengan amat efisien.

“Anda harus bertahan dengan baik, Anda harus bisa memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan tidak boleh memberikan mereka peluang-peluang mudah. Saya rasa Anda harus meminimalisasi kesalahan-kesalahan,” ungkap Dietmar Hamann seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Kalau ada satu tim pada saat ini yang bisa memberi perlawana kepada City, saya akan melihat ke Manchester United. Karena di pertandingan besar macam ini, mereka biasanya amat tangguh dan sulit dibongkar. Mereka mendapatkan hasil bagus di Arsenal, saya percaya mereka bisa melanjutkannya.”

Absennya Paul Pogba juga disebut-sebut sebagai kerugian besar untuk The Red Devils. Tapi adanya David de Gea di bawah mistar setidaknya memberikan rasa aman ekstra untuk United.

Manchester City Tidak Akan ‘Tak Terkalahkan’

Manchester City

Manchester City masih belum menelan satupun kekalahan di Liga Inggris musim ini. Tapi, The Citizens diyakini tidak akan melaju sendirian di Liga Inggris musim ini.

Manchester sudah 15 pertandingan tak terkalahkan di Premier League. Rinciannya, mereka memetik 14 kali kemenangan dan sekali hasil seri. Dengan hasil itu, City memuncaki klasemen dengan raihan 43 angka. Mereka berjarak delapan poin dari Manchester United, yang ada di posisi kedua.

Mantan pemain MU, Paul Ince, menyebut jika The Citizens akan sulit begitu dominan musim ini. Pada Minggu (10 Desember 2017) malam WIB, MU yang akan menjadi lawan Sergio Aguero dan kawan-kawan berikutnya. Pertandingan itu akan diselenggarakan di stadion Old Trafford.

Manchester City baru saja meraih kekalahan pertama musim ini, menatap laga derby melawan MU. Di Liga Champions, mereka secara mengejutkan dikalahkan oleh Shakhtar Donetsk dengan skor akhir 2-1.

“Ini terasa seperti setiap orang yang Anda ajak bicara merasa sangat yakin bahwa laga derby dan bahkan liga, sudah menjadi milik Manchester City,” ungkap Paul Ince seperti yang dilansir dari Daily Star.

“Bisa-bisanya mereka menyebut Manchester United sudah tak bisa mengejar gelar juara lagi. Orang-orang mempunyai memori yang pendek. Musim lalu, saat tim Josep Guardiola melaju 10 pertandingan tak terkalahkan, semua orang bersikap positif bahwa trofi adalah milik mereka kemudian Anda semua bisa lihat apa yang terjadi.”

“Ada pendapat yang menyebutkan bahwa mereka tidak akan terkalahkan, dan saya yakin itu tidak akan. Itu tak mungkin. Hanya dibutuhkan satu atau dua cedera, katakanlah Kevin De Bruyne, Sergio Aguero, dan Gabriel Jeses sesegera mungkin keseluruhan permainan mereka akan berubah,” demikian ungkap Paul Ince.

Kemenangan Yang Jadi Modal Penting MU Untuk Hadapi Laga Derby

Manchester United

Manchester United berhasil menang atas CSKA Moskow dengan skor 2 – 1 dan memastikan mereka lolos ke fase knockout. Kemenangan tersebut merupakan modal berharga MU dalam menatap laga Derby Manchester akhir pekan ini.

MU menjamu CSKA Moskow di Old Trafford, Rabu (6 Desember 2017) dinihari WIB, dengan hanya butuh meraih satu angka. Tim asuhan Jose Mourinho ini langsung tampil menekan sejak menit pertama pertandingan. Mereka juga unggul dalam penguasaan bola. The Red Devils sempat dikejutkan oleh CSKA yang unggul lebih dulu melalui gol Vitinho pada menit ke-45.

Memasuki babak kedua, Manchester United meningkatkan intensitas penyerangan membalikkan kedudukan. Romelu Lukaku menciptakan gol balasan pada menit ke-64 sampai akhirnya Marcus Rashford membalikkan keadaan pada menit-66 dan memastikan tim tuan rumah pulang dengan membawa pulang tiga poin.

Berkat tiga poin tambahan itu, MU lolos sebagai juara Grup A dengan perolehan 15 poin disusul oleh FC Basel yang finis di bawahnya. Hasil tersebut membuat MU lebih fokus untuk menghadapi Manchester City di akhir pekan nanti.

“Kami perlu kemenangan ini, kami perlu tamabah satu poin untuk lolos, tapi kami selalu ingin menang. Kami sangat gembira, kami menghadapi pertandingan derby Manchester dengan momentum bagus,” ungkap Juan Mata kepada BT Sport.

“Ini merupakan kemenangan yang bagus dan bisa mendongkrak kepercayaan diri kami. Hari Minggu adalah sebuah pertandingan penting, kami sadar seberapa besar pentingnya ini. Besok kami istirahat kemudian pada hari Kamis kami akan memikirkan soal pertandingannya dan mudah-mudahan kami bisa memperoleh tiga poin.”

Di fase knockout, MU yang berstatus sebagai juara grup justru berpotensi berjumpa tim-tim top Eropa seperti Bayern Munich, Juventus, atau bahkan sang juara bertahan Real Madrid. Pengundian baru akan dilakukan pada 11 Desember 2017 mendatang di markas UEFA di Swiss.