Category Archives: Liga Inggris

Duel Chelsea Vs Manchester City Panaskan Premier League Pekan Ini

Manchester City vs Chelsea - Premier League

Premier League pekan ketujuh akan dipanaskan oleh duel antara dua tim raksasa Inggris: Chelsea dan Manchester City. Duel ini berpeluang memberikan perubahan di tangga klasemen, terutama di puncak klasemen.

Chelsea dan Manchester City akan beradu kekuatan di Stamford Bridge, Sabtu (30 September 2017) malam WIB. Sebagai dua tim yang masuk sebagai kandidat juara, pertandingan ini diperkirakan akan berjalan dengan sangat panas dan sengit.

Manchester City membawa beberapa misi ke Stamford Bridge. Tim asuhan Josep Guardiola itu bakal berupaya melanjutkan start tidak terkalahkan sejauh ini dan mempertahankan posisi teratas. The Citizens saat ini mengumpulkan 16 poin, hanya unggul selisih gol dari Manchester United di posisi dua.

Selain itu Manchester City membawa misi balas dendam setelah musim lalu dikalahkan Chelsea baik kandang maupun tandang. Mengalahkan juara bertahan bisa jadi sinyal ancaman dari City kepada para rival lainnya, bahwa mereka calon terkuat untuk merebut gelar.

Sementara Chelsea tentunya tidak akan mau dipermalukan di kandang sendiri. Tiga poin akan sangat penting untuk menjaga jarak dengan posisi teratas. The Blues saat ini ada di peringkat tiga dengan perolehan 13 angka alias tiga poin dari Manchester City dan Manchester United di urutan teratas.

Terlepas dari kekalahan di pekan perdana, perjalanan Chelsea bisa dibilang cukup bagus menuju laga ini dengan lima pertandingan berturut-turut tanpa kekalahan. Selain itu kemenangan atas tim raksasa La Liga, Atletico Madrid, di ajang Liga Champions pada tengah pekan ini juga bisa menyuntukkan kepercayaan diri.

Pada lain kesempatan, Mancehster United adalah tim yang paling diuntungkan dengan pertemuan Chelsea dan Manchester City akhir pekan ini.

The Red Devils yang akan menjamu tim juru kunci, Crystal Palace, punya kesempatan untuk memimpin klasemen sendirian andai Manchester City terganjal oleh Chelsea. Kalaupun Chelsea yang kalah, setidaknya berkurang tekanan dari tim-tim pengejar untuk MU.

Mendy Cedera Panjang, Guendogan Minta Rekan-rekan Di City Beri Dukungan

Benjamin Mendy

Gelandang serang Manchester City, Ilkay Guendogan tahu betul bagaimana perasaan Benjamin Mendy setelah mengalami cedera lutut. Guendogan meminta kepada rekan-rekan setimnya di Manchester City untuk terus memberi semangat kepada Mendy.

Mendy mendapatkan cedera tersebut saat Manchester City mengalahkan Crystal Palace dengan skor telak 5 – 0, Sabtu (23 September 2017) lalu. Bek tim nasional Prancis itu bermaksud menekel Andros Townsend, namun malah cedera.

Manchester City sendiri untuk saat ini belum tahu persis seberapa parah cedera yang dialami oleh Mendy walaupun ada ketakutan ligamen lutut si pemain mengalami kerusakan. Oleh karena itu, Mendy pun akan dikirim ke Barcelona untuk bertemu dengan dokter Ramon Cugat.

Benjamin Mendy sendiri masih terlihat di kota Manchester ketika menyaksikan langsung aksi dari rekan-rekan setimnya saat mengalahkan Shakhtar Donetsk 2 gol tanpa balas di ajang Liga Champions, Rabu (27 September 2017) dinihari WIB tadi.

Jika memang ada ligamen lutut yang rusak maka Benjamin Mendy mau tidak mau bakal absen dalam waktu yang cukup lama dan ini tentu mengecewakan untuknya, mengingat ini merupakan musim debutnya tampil di Premier League bersama The Citizens.

Guendogan, yang juga mengalami nasib yang sama seperti Mendy dan sempat absen panjang, coba memberi semangat kepada rekannya itu. Pemain asal Jerman itu bahkan meminta penggawa City yang lain untuk terus menyemangati Mendy yang tengah terpukul.

“Tentu saja kami sudah bicara dengannya tapi kami tidak ingin membahas soal. Saya rasa dia adalah yang paling kecewa. Tugas kami saat ini adalah terus memberikan dukungan dan selalu ada ketika dia membutuhkan kami” ujar Ilkay Guendogan terkait Mendy.

“Saya tahu betapa sulit situasi yang dialaminya saat ini. Tidak banyak yang bisa saya bicarakan saat ini. Kami sebisa mungkin harus bersikap normal. Kami berdoa agar dia bisa cepat sembuh dan akan terus memberikan dukungan dengan berbagai cara.”

 

Kane Ingin Samai Level Ronaldo Dan Messi

Harry Kane

Tidak bisa dibantah lagi bahwa Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi merupakan dua pemain sepakbola terbaik dunia saat ini. Harry Kane pun termotivasi untuk bisa menyamai level Ronaldo dan Messi.

Bukti mudah bahwa Ronaldo dan Messi adalah pesepakbola terbaik dunia adalah sejak tahun 2008, gelar pemain terbaik dunia selalu jadi langganan bagi kedua pemain itu. Ronaldo mengumpulkan empat gelar sementara Messi lebih baik dengan lima.

Kehebatan dari kedua pemain tersebut pada akhirnya membuat banyak pemain muda yang meroket saat ini dibanding-bandingkan dengan Ronaldo atau Messi. Tidak terkecuali Kane yang kariernya sedang bersinar bersama Tottenham Hotspur.

Sempat dianggap hanya sensasi satu musim setelah membuat 21 gol di musim 2014/2015, Kane pada akhirnya berhasil membuktikan bahwa dia layak menyandang predikat sebagai salah satu pemain sepakbola terbaik dunia saat ini.

Penyerang tim nasional Inggris ini mencetak 30 gol di dua musim terakhir yang diselingi 28 gol semusim dan membuat namanya meroket sehingga menjadi target buruan banyak klub besar Eropa. Wajar jika Kane mulai dibanding-bandingkan dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Tapi menurut Kane, hal tersebut tidak membuatnya pusing dan justru malah mendapatkan suntikan motivasi untuk bisa tampil lebih baik, atau bahkan jadi sehebat kedua bintang itu.

“Saya menjadikan anggapan tersebut sebagai sebuah motivasi agar bisa tampil lebih baik lagi. Akan sulit menghindari itu dengan maraknya media sosial saat ini” ujar Harry Kane seperti yang dilansir dari harian Soccerway.

“Saya berharap bisa menjadi salah satu pemain terbaik dunia, jadi saat orang mulai mengangkat itu dan membanding-bandingkan saya dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, tentunya itu jadi pemacu semangat untuk bisa tampil seperti mereka dan maju ke tahap berikutnya,” tutup Harry Kane.

MU Samai Pencapaian Mereka Di 6 Tahun Silam

Manchester United

Manchester United belum terkalahkan sampai pekan ke-enam Premier League 2017/2018. Prestasi ini membuat MU menyamai rekor mereka di di musim 2011/2012.

MU saat ini duduk di peringkat kedua klasemen sementara Premier League dengan perolehan 16 poin. Mereka sudah mencetak 17 gol dan hanya kebobola sebanyak dua kali saat ditahan imbang Stoke City 2 – 2 pada pekan ke-empat.

Perolehan poin dari The Red Devils sendiri sebenarnya sama dengan Manchester City, namun anak-anak asuh Jose Mourinho ini kalah dalam urusan selisih gol. The Citizens saat ini sudah mengemas 22 gol dengan dua kali kebobolan.

Pencapaian United musim ini ternyata sama dengan yang mereka raih musim 2011/2012. Kala itu mereka mengoleksi 16 poin dengan lima kemenangan dan satu kali imbang. Stoke juga jadi satu-satunya tim yang ketika itu bisa mengimbangi The Red Devils dengan skor 1 – 1, yang terjadi di pekan keenam.

Manchester United juga dalam situasi saling kejar-kejaran dengan Manchester City pada enam musim lalu. Tapi, mereka bisa berada di puncak klasemen lantaran unggul selisih gol dengan memasukan 22 kali dan kebobolan lima kali. Sementara The Citizens hanya mengemas 19 gol dengan kemasukan lima kali.

Kekalahan pertama MU di musim 2011/2012 baru terjadi pada pekan kesembilan. Kala itu tim yang masih ditangani oleh Sir Alex Ferguson tersebut dikalahkan oleh Manchester City 1 – 6 di stadion Old Trafford.

Pada akhir musim MU gagal keluar sebagai juara dengan menempati posisi runner-up. Secara dramatis The Red Devils kalah selisih gol dengan The Citizens, yang kala itu menjadi juara walaupun sama-sama mengoleksi 89 poin.

Nah, pada musim ini tren tidak terkalahkan Manchester United besutan Jose Mourinho bisa saja berakhir di pekan kedelapan. Mereka harus berhadapan dengan Liverpool di Anfield pada Sabtu (14 September 2017) malam WIB.

Kondisi kebugaran pemain dalam pertandingan itu bisa sangat mempengaruhi MU. Pertandingan tersebut dilakukan setelah jeda internasional. Seperti halnya The Red Devils ditahan imbang oleh Stoke City usai jeda internasional September ini.

Untuk Amankan 3 Poin, MU Bermain Dengan 5 Bek

Manchester united

Manchester United kurang mendominasi seperti biasanya saat berhadapan dengan Southampton. Manajer MU, Jose Mourinho, mengaku mengistruksikan para pemainnya bermain bertahan agar bisa mengamankan poin penuh.

The Red Devils memetik kemenangan 1 – 0 saat berkunjung ke markas Southampton di St Mary Stadium, Sabtu (23 September 2017) malam WIB. Gol semata wayang dalam pertandingan itu dibukukan oleh Romelu Lukaku pada menit ke-20.

Dalam pertandingan kontra Southampton, MU kalah dalam hal penguasaan bola dalam data yang dilansir oleh Sport Radar. Mereka mencatatkan penguasaan bola hanya sebesar 37 persen di sepanjang pertandingan.

Pada babak kedua, The Saints bahkan sempat membuat barisan pertahanan MU keteteran. Mereka melakukan enam kali percobaan, dua mengarah ke gawang. Sementara itu, MU yang mengandalkan serangan balik, dua kali melepaskan tembakan, satu tendangan mengarah ke gawang.

MU melakukan pendekatan yang lebih defensif di sepanjang babak kedua. Mourinho bahkan sampai memakai formasi 5 bek di menit-menit akhir pertandingan. Mourinho menurunkan Chris Smalling di menit ke-75 dan Daley Blind untuk menggantikan Marcus Rashford pada masa injury time babak kedua.

“Tidak mungkin kami selalu bermain di kualitas tertinggi, tapi kami tetap bekerja keras. Kami melakukannya selama 25 menit, apa yang banyak dilakukan oleh banyak tim selama 90 menit, saya memakai formasi lima bek dan bertahan,” kata Jose Mourinho di BBC.

“Kami mempunyai dua kesempatan untuk mengakhiri pertandingan, itu merupakan suatu hal yang bisa kami lakukan. Tapi, saya salut dengan semangat para pemain, mereka mencoba untuk bermain, mereka memasukkan striker kedua, untuk bermain lebih terarah. Tapi, kami berjuang sangat keras dan saya bahagia dengan kemenangan ini.”

“Saya tidak memainkan pemain-pemain utama saya di laga melawan Burton Albion kemarin. Mungkin itu karena cuaca panas sebab kami tidak banyak memperoleh sinar matahari yang terik di Manchester. Saya merasa anak-anak tidak tajam, jadi yang harus kami lakukan untuk mengamankan poin,” jelas Jose Mourinho.

Oxlade Chamberlain Tampil Buruk, Klopp Membela

alex-oxlade-chamberlain

Alex-Oxlade Chamberlain belum berhasil menunjukkan kontribusi nyata pasca direkrut oleh Liverpool. Manajer The Reds, Juergen Klopp memberikan pembelaan dan menyatakan punya penjelasan soal ini.

Chamberlain didatangkan Liverpool pada bursa transfer musim panas lalu dari Arsenal. Biaya transfernya sendiri tidak bisa dibilang murah, yakni mencapai 35 juta poundsterling.

Tapi sejauh ini, Alex-Oxlade Chamberlain belum bisa menunjukkan performa terbaiknya. Pemain berkebangsaan Inggris ini dua kali dimainkan sebagai pengganti saat menghadapi Manchester City dan Burnley di Premier League.

Mantan gelandang bertahan Arsenal ini kemudian mendapatkan kesempatan memulai pertandingan dan tampil penuh saat Liverpool berhadapan dnegan Leicester City di Piala Liga Inggris. Namun belum ada kontribusi nyata yang dia berikan.

Dari tiga kesempatan tampil sejauh ini, Chamberlain malah belum sekalipun merasakan kemenangan. Liverpool digilas 0 – 5 dari Manchester City dan imbang 1 – 1 saat menghadapi Burnley. Mereka kemudian takluk 0 – 2 dari Leicester dan langsung tersingkir dari Piala Liga Inggris.

Pada akhirnya Chamberlain turut menjadi sorotan, karena dinilai belum memberikan kontribusi berarti untuk tim barunya ini. Klopp pun pasang badan untuk membela dan menyebut bahwa terlalu cepat untuk menilai Chamberlain sementara proses adaptasinya baru saja dimulai.

“Begitulah dunia sepakbola, cukup cepat. Saya tidak sadar akan itu tapi saya bisa membayangkannya. Alex-Oxlade Chamberlain punya beberapa situasi bagus dan beberapa situasi yang benar-benar sedang kurang beruntung,” ungkap Juergen Klopp seperti yang dilansir dari Liverpool Echo.

“Anda bisa melihat dia sedang mencoba untuk menyesuaikan diri dengan gaya permainan kami. Dia punya sedikit masalah dengan betisnya, bukan sebuah cedera namun sepertinya kami perlu segra menanganinya dengan lebih baik.”

“Itu adalah kesempatan pertamanya untuk tampil dari menit awal. Alex-Oxlade Chamberlain tidak menampilkan permainan terbaik dalam hidupnya, jadi mungkin orang-orang bertanya ‘apa dampak yang bisa dia berikan?”. Tapi saya tidak pernah ragu dengan kemampuannya,” imbuh Juergen Klopp.

Klopp Yakin Liverpool Bisa Keluar Dari Situasi Buruk

Juergen-Klopp

Liverpool tengah dalam laju buruk dengan tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Masih di awal musim, The Reds dinilai sudah berada di bawah tekanan.

Liverpool tanpa kemenangan di empat pertandingan terakhirnya. Sejak digilas dengan skor 0 – 5 dari Manchester City, anak-anak Anfield ini ditahan imbang oleh Sevilla dan Burnley kemudian kalah lagi dari Leicester City.

Hasil-hasil itu sudah menempatkan The Merseyside Gangs dalam keraguan, apakah bisa bersaing untuk gelar-gelar di musim ini. Kekalahan dari Leicester City malah sudah membuat mereka kehilangan peluang di Piala Liga Inggris.

Di Premier League, kekalahan dari Manchester City dan hasil imbang melawan Burnley menahan mereka di posisi delapan klasemen sementara dengan perolehan delapan poin. Saat ini mereka sudah tertinggal lima angka dari Manchester City dan Manchester United di puncak klasemen.

Juergen Klopp tidak membantah kalau saat ini timnya sedang berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Namun sebagai manajer, dia sangat yakin jika para pemainnya punya mentalitas yang dibutuhkan untuk bangkit dan menegaskan pentingnya untuk fokus ke depan.

“Para pemain saya sudah membuktikannya beratus-ratus kali soal bangkit. Cibiran ini terdengar seperti kami tak punya poin sama sekali dan benar-benar tim terburuk di liga. Tentu saja kami punya masalah-masalah dan itulah sebabnya kami baru mengumpulkan delapan poin dan bukan 15,” kata Juergen Klopp seperti dikutip Soccerway.

“Tapi kita bisa membuat situasinya lebih serius dibandingkan saat ini atau kita bisa menerima apa adanya. Kami masih menyimpan banyak tugas yang harus dilakukan. Akan sama kalaupun kami punya 15 poin, hanya rasanya saja berbeda tapi tugasnya tetap sama.”

“Ya, kami punya karakter yang tepat. Terkadang kami meresponnya dengan sangat baik, terkadang kurang sempurna. Ya memang seperti itu. Kami bisa berkembang di masing-masing bagian permainan kami. Tentu saja kami bisa merubah keadaan. Kalau Anda mengambil informasi yang tepat dari hal-hal yang kami lakukan sejauh ini, maka itu selalu membantu.”

Liverpool akan kembali berhadapan dengan Leicester City di lanjutan Premier League, Sabtu (23 September 2017) malam WIB akhir pekan ini.

MU Dan City Jadi Kandidat Kuat Juara Premier League Musim Ini

Manchester United

Setelah lima musim, Manchester United akhirnya kembali menjadi salah satu klub yang jadi favorit dalam perburuan gelar juara Premier League. Walaupun musim kompetisi baru berjalan lima pekan, setidaknya sudah ada indikasi yang mengarah ke sana.

Indikasi yang dimaksud adalah bagaimana sekarang, puncak klasemen Premier League sama-sama dikuasai oleh Manchester City dan Manchester United. Perolehan poin mereka sama, jumlah gol yang dicetak sama, hanya berbeda di jumlah gol tandang, pun demikian dengan jumlah gol yang bersarang di gawang mereka. Singkatnya, duo Manchester ini betul-betul sama-sama kuat.

Akan tetapi, menurut gelandang Manchester United, Ander Herrera, yang lebih jadi favorit untuk meraih gelar juara liga justru bukan timnya, melainkan Manchester City. Menurut pemain asal Spanyol itu, banyaknya uang yang telah dihamburkan The Citizens jadi alasan kuat mengapa Manchester Biru lebih diunggulkan.

Manchester City sendiri memang menjadi tim Premier League yang paling boros di bursa transfer musim panas lalu. Dengan dana sebesar 226 juta poundsterling, mereka merekrut pemain-pemain top dunia macam Danilo, Kyle Walker, Benjamin Mendy, Bernardo Silva, dan Ederson.

Alasan utama di balik aktivitas tersebut adalah karena pemain-pemain City musim lalu, khususnya yang berposisi sebagai bek sayap, dianggap tidak bisa bermain seperti keinginan Josep Guardiola. Hal itu terbukti dengan nihilnya gelar yang mampu direngkuh oleh City.

Menurut Herrera, kegagalan Manchester City dan Guardiola untuk merengkuh titel itulah yang akan menjadi motivasi utama bagi The Citizens untuk tampil lebih baik musim ini.

“Mereka akan berpikir bahwa harus mereka harus bisa memenangkan gelar. Kami berhasil mendapat tiga gelar musim lalu, sehingga mereka merasa kewajiban mereka lebih besar. Tetapi, ketika Anda bermain untuk Manchester United, memenangi gelar menjadi sebuah ekspektasi sekaligus kewajiban, meski saya lebih suka menyebutnya sebagai kewajiban,” kata Ander Herrera.

Nah, untuk urusan meraih gelar bagi The Red Devils, selain merupakan sebuah kewajiban, Herrera juga memandangnya sebagai sebuah kebutuhan untuk mempertahankan David de Gea dari kejaran Real Madrid.

David Luiz Absen, Conte Andalkan Christensen Sebagai Bek Tengah

christensen

David Luiz akan absen pada tiga pertandingan akibat kartu merah yang dia terima. Selama bek tim nasional Brasil itu absen, manajer Antonio Conte untuk sementara akan menunjuk Andreas Christensen untuk mengawal tembok pertahanan Chelsea.

David Luiz menerima hadiah kartu merah langsung ketika The Blues ditahan imbang 0 – 0 oleh Arsenal di Stamford Bridge, Minggu (17 September 2017). Mantan bek Paris Saint-Germain ini diusir wasit akibat pelanggaran kerasnya terhadap Sead Kolasinac.

Kartu merah langsung itu akan membuat David Luiz dijatuhi hukuman skorsing sebanyak tiga pertandingan, yaitu saat Chelsea berhadan dengan Nottingham Forest (20 September 2017), Stoke City (23 September 2017), dan Manchester City (30 September 2017).

Setelah David Luiz diusir dari lapangan di laga kontra Arsenal itu, manajer Chelsea Antonio Conte memasukkan Christensen untuk menutup lubang di lini belakang The Blues. Conte sepertinya akan kembali memainkan Christensen dalam tiga laga ke depan dimana ini merupakan pekan-pekan krusial.

Conte ternyata lebih percaya dengan kemampuan Christensen dibandingkan rekrutan musim panas lalu senilai 29 juta poundsterling, Antonio Rudiger yang sebenarnya juga bisa dimainkan di posisi bek tengah.

“Saya rasa saya punya cara untuk mengatasi masalah ini, ” jawab Antonio Conte ketika ditanya mengenai absennya David Luiz.

“Andreas Christensen adalah pemain yang masih sangat muda, tapi saya pikir dia adalah pemain bagus dan saya memercayainya. Sekarang dia punya kemungkinan untuk main dan sekarang dia harus mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk main,” kata Conte seperti dikutip Soccerway.

Andreas Christensen direkrut The Blues dari Brondby di musim panas 2012 silam. Setelah dipinjamkan ke Borussia Moenchengladbach selama dua musim terakhir, bek berkebangsaan Denmark itu masuk ke dalam rencana Conte pada musim ini.

Sam Allardyce Ogah Kembali Ke Palace Gantikan De Boer

Sam-Allardyce

Kursi manajer Crystal Palace saat ini tengah kosong menyusul pemecatan Frank de Boer. Sam Allardyce yang pernah menduduki kursi manajer The Eagles mengaku tidak berminat untuk kembali menjabat di posisi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Frank de Boer hanya menjabat sebagai manajer Crystal Palace selama 77. Pria asal Belanda itu diberhentikan setelah The Eagles selalu kalah dan gagal mencetak satu gol pun dalam empat laga pertama Premier League musim ini.

Usai pemecatan De Boer, nama Roy Hodgson langsung muncul sebagai kandidat yang paling mungkin menggantikannya. Hodgson saat ini memang tengah menganggur setelah terakhir melatih tim nasional Inggris di Piala Eropa 2016.

Chairman Palace, Steve Parish, sempat bertemu dan bicara dengan Allardyce usai pemecatan De Boer. Namun, Allardyce mengaku sudah tidak bersedia kembali ke posisi manajer Palace.

“Agar semua orang merasa jelas dan spekulasi tidak semakin menyebar kemana-mana, saya bicara dengan Steve sore ini dan mengatakan saya tidak berminat kembali ke sana,” ungkap Sam Allardyce kepada harian Sky Sports.

Sam Allardyce terhitung berhasil saat jadi manajer Palace pada musim lalu. Menggantikan Alan Pardew pada di bulan 2016, dia berhasil meloloskan Crystal Palace dari ancaman degradasi dan finis di posisi ke-14. Lebih hebatnya lagi, manajer berkebangsaan Inggris ini membawa The Eagles mengalahkan Arsenal, Chelsea, dan Liverpool.

Namun, Allardyce kemudian memilih untuk meninggalkan jabatannya setelah musim lalu berakhir. Pria yang saat ini berusia 62 tahun tersebut sudah memutuskan pensuin.

“Saya sudah membuat keputusan untuk tidak mengambil pekerjaan apapun dengan sepakbola. Sekarang saya sangat menikmati hidup saya dan enjoy menyaksikan manajer lain menghadapi tekanan Premier League,” kata Sam Allardyce.

“Ada tekanan yang sangat besar sebagai seorang manajer saat ini, lebih besar daripada sebelumnya, di Premier League seperti yang kita lihat dengan perginya Frank de Boer yang begitu cepat,” ujar Sam Allardyce.