Category Archives: Liga Inggris

De Gea Kejar Gelar Golden Glove Musim Ini

David de gea

Kiper andalan Manchester United, David De Gea berambisis memenangkan salah satu gelar bergengsi di Premier League. De Gea ingin memenangkan gelar kiper terbaik (Golden Glove).

Sejak direkrut oleh MU pada 2011 dari Atletico Madrid untuk menjadi Edwin van der Sar, De Gea sama sekali belum pernah meraih gelar Golden Glove. De Gea merasa sangat yakin bisa memenangkan penghargaan tersebut musim ini.

De Gea punya peluang besar meraih gelar Golden Glove musim ini. Kiper tim nasional Spanyol tersebut sudah mencatatkan 13 clean sheet dan 68 penyelamatan dari 23 penampilan di ajang Premier League.

“Tentu saja, saya ingin memenangkan penghargaan itu (Golden Glove). Tidak hanya untuk tahun ini, namun saya ingin memenangkannya setiap tahun,” ujar David De Gea seperti yang dilansir dari situs resmi Manchester United.

“Saya merasa jika penghargaan ini bisa menjadi ukuran seberapa baik tim kami bertahan. Saya merasa kami sudah bertahan dengan baik sebagai tim musim ini,” kata David De Gea melanjutkan.

Jika berhasil meraih gelar Golden Glove, De Gea akan mempersembahkannya untuk para pemain bertahan MU. Sepanjang musim ini, para bek The Red Devils telah mencatatkan 599 clearance, 270 intersep, dan 69 intersep.

“Ini akan menjadi trofi bagi untuk saya dan untuk seluruh pemain dalam tim, terutama untuk pemain bertahan yang sudah melindungi gawang saya,” demikian tutup David De Gea.

Jika berhasil, David De Gea akan menjadi kiper kedua Manchester United yang berhasil meraih gelar Golden Glove. Sebelumnya, Edwin van Der Sar berhasil meraihnya pada musim 2008/2009.

Berikut jumlah clean sheet yang dicatatkan kiper-kiper Liga Inggris:

  • 13 – David De Gea (Manchester United)
  • 12 – Thibaut Courtois (Chelsea)
  • 10 – Ederson (Manchester City)
  • 9 – Petr Cech (Arsenal), Hugo Lloris (Tottenham), Nick Pope (Burnley)

Pasang Harga Tiket Paling Mahal Sedunia, Kenapa Arsenal Irit Belanja?

Arsenal

Pantas saja jika para suporter Arsenal kesal dengan klub kesayangannya saat ini. The Gunners justru menekan anggaran belanja padahal harga tiket mereka paling mahal sedunia.

Begitulah hasil studi yang dilakukan oleh UEFA kepada klub-klub Eropa untuk musim 2016/2017. Arsenal merupakan klub yang memasang harga tiket paling tinggi di antara klub-klub lain di dunia.

Jika harga tiket untuk satu pertandingan, tiket musiman, dan fasilitas meet and greet tersebut digabung maka akan keluar angka 74,09 poundsterling atau setara dengan Rp 1,3 juta untuk rata-rata harga tiket menyasikan The Gunners beraksi di Emirates Stadium.

Untuk posisi kedua harga tiket termahal adalah Chelsea di mana mereka memasang harga sebesar 68,71 pound atau Rp 1,26 juta dalam satu pertandingan di Stamford Bridge. Di posisi ketiga ada Real Madrid yang memasang harga 55,91 pound atau setara dengan Rp 1,029 juta untuk menonton di Santiago Bernabeu.

Liverpool ada di peringkat keempat sebagai klub yang memasang harga tiket termahal dengan 55,68 pound atau Rp 1,025 juta melihat aksi Mohamed Salah dan rekan-rekannya di Anfield. Bayern Munchen menempati peringkat kelima dengan 54,92 pound (Rp 1,01 juta).

Di peringkat keenam dan kejutuh masing-masing ada nama Manchester United (53,41 poundsterling setara dengan Rp 986 ribu ) serta Barcelona (51,59 poundsterling atau setara dengan Rp 950 ribu).

Tentunya fakta bahwa Arsenal sebagai pemilik tiket pertandingan termahal di dunia tak serta-merta membuat mereka berani keluar uang banyak untuk belanja. Setidaknya itu yang dikeluhkan sebagian besar fans The Gunners belakangan ini.

Memang Arsenal bisa berdalih musim ini tidak memperoleh pemasukan besar karena gagal ke Liga Champions. Namun, kegagalan itu juga adalah imbas dari dari keras kepalanya manajemen klub yang tidak bersedia mengeluarkan banyak untuk mendatangkan pemain top. Itu berimbas pada penampilan klub di lapangan dan terlihat musim ini ketika mereka tercecer di posisi keenam klasemen dan tersingkir dari Piala FA walaupun berstatus juara bertahan.

Didekati City Dan Chelsea, Kenapa Van Dijk Pilih Liverpool?

Virgil van Dijk

Virgil van Dijk sebenarnya sempat didekati oleh dua klub raksasa Premier League, Manchester City dan Chelsea sebelum akhirnya memilih Liverpool. Ada alasan khusus Van Dijk memilih Liverpool, apa itu?

Van Dijk menjadi topik pembicaraaan hangat di bursa transfer musim panas lalu ketika tiga klub raksasa Premier League, Liverpool, Chelsea, dan Manchester City memperebutkannya. The Reds yang ada di barisan terdepan gagal mendapatkan Van Dijk karena protes Southampton ke otoritas Premier League.

Di minggu akhir Desember lalu jelang dibukanya bursa transfer musim dingin, Van Dijk kembali dihubung-hubungkan dengan tiga klub tersebut. Sempat beredar beberapa rumor, Van Dijk akhirnya resmi jadi milik Liverpool saat bursa transfer musim dingin dibuka pada 1 Januari kemarin.

Liverpool berhasil unggul dari Chelsea dan Manchester City dalam perburuan Van Dijk setelah mengeluarkan dana 75 juta poundsterling. Tentunya ini kabar menggembirakan untuk Liverpool mengingat mereka perlu sosok bek seperti Van Dijk.

Perekrutan Van Dijk ini boleh dibilang sebagai prestasi tersendiri mengingat The Reds harus bersaing dengan Manchester City dan Chelsea yang punya kekuatan finansial lebih kuat ditambah lagi punya peluang meraih trofi lebih besar.

Tapi, Virgil Van Dijk punya alasan lain mengapa akhirnya dia memilih melanjutkan kariernya bersama The Reds.

“Saya menjatuhkan pilihan saya kepada Liverpool karena kebesaran klub ini, suporter, pemain, manajer, seluruh elemen di sini luar biasa,” tutur Virgil Van Dijk seperti yang dilansir dari Soccerway.

“Anda bisa lihat sendiri bagaimana luar biasanya atmosfer ketika kami bermain di kandang. Saya sangat bahagia karena punya kesempatan bermain bersama klub ini,” jelas Virgil Van Dijk.

Debut Virgil van Dijk bersama Liverpool pun ternyata berlangsung manis. Van Dijk yang notabene merupakan bek bahkan menjadi pahlawan The Reds karena mencetak gol yang memenangkan Liverpool.

Setelah Saling Hina, Mourinho Ingin Berdamai Dengan Conte

Jose Mourinho

Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengakui jika kata-katanya sudah menyinggung perasaan manajer Chelsea ,Antonio Conte. Mourinho ingin perang kata selesai setelah saling lempar hinaan.

Mourinho sempat membuat Conte naik pitam setelah menyindir manajer Chelsea itu dan Juergen Klopp selaku manajer Liverpool sebagai seorang badut, karena kedua manajer kerap berapi-api di pinggir lapangan, khususnya setelah tim mereka mencetak gol.

Memperoleh hinaan seperti itu, Conte pun tidak tinggal diam. Mantan manajer Juventus dan tim nasional Italia tersebut mengatakan jika Mourinho sudah pikun karena dulu juga pernah bertingkah demikian.

Mourinho pun membalas Conte dengan komentar yang lebih pedas. Manajer berkebangsaan Portugal tersebut menyindir Conte yang sempat dihukum empat bulan karena kasus pengaturan pertandingan. Dalam kasus itu sendiri, Conte pada prosesnya dinyatakan tak bersalah sama sekali.

Tak terima dengan komentar Mourinho, Conte membalasnya dengan mengecap mantan manajer Real Madrid dan Chelsea itu sebagai manusia kerdil dan penuh kepalsuan. Conte pada akhirnya menegaskan jika hinaan Mourinho akan menjadi urusan pribadi yang tidak akan pernah dia lupakan.

Dan sekarang, Jose Mourinho berusaha untuk meredakan perselisihan di antara dirinya dengan Antonio Conte. Mourinho ingin mengakhiri ketegaangan setelah keduanya melontarkan hinaan.

“Saya pikir ketika seseorang menghina orang lain, Anda harus siap menerima adanya balasan, atau Anda bisa memperkirakan adanya hinaan. Saya dia dia saling menghina, dan menurut saya hinaan itu sudah cukup untuk mengakhiri cerita,” ujar Jose Mourinho seperti yang dilansir dari Sky Sports.

Ingin berdamai dengan Jose Mourinho, Conte?

Naby Keita Akan Pindah Ke Liverpool Sesuai Rencana Di Musim Panas Mendatang

Naby Keita

Beredar rumor Liverpool ingin mempercepat kedatangan Naby Keita dari RasenBallsport Leipzig, yang transfernya sudah disepakati oleh kedua pihak. Namun RB Leipzig dengan tegas membatah kabar tersebut.

Liverpool dan RB Leipzig sudah sepakat soal transfer Keita pada musim panas lalu. Pemain yang berposisi gelandang itu dibeli oleh The Reds dengan nilai 48 juta pound sterling.

Walaupun transfernya sudah disepakati, Keita baru akan pindah klub pada musim panas tahun 2018 ini. Kemudian beredar gosip bahwa Liverpool ingin mempercepat kedatangannya, yakni pada bursa transfer Januari ini, menyusul hengkangnya Philippe Coutinho ke Barcelona beberapa hari lalu.

Namun hal tersebut dibantah oleh pelatih RB Leipzig, Ralph Hasenhuettl. Hasenhuettl menegaskan situasinya sejauh ini belum berubah dan menyebut sang pemain tidak ingin pergi dengan meninggalkan catatan buruk.

Keita kesulitan sepanjang paruh pertama musim ini. Dia baru berhasil mencetak dua gol dan satu assist dari 13 penampilan di Bundesliga sejauh ini.

“Situasi saat ini masih tetap sama. Kami tidak punya alasan untuk menjual Naby Keita sebelum akhir musim. Itu saja. Dia akan bermain melawan Schalke 04 di akhir pekan dan semoga dia bisa bermain oke,” ungkap Hasenhuettl seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Hanya itu yang ingin saya bilang. Saya rasa Naby ingin menyelesaikan musim dengan cara yang bagus di RB Leipzig. Dia ingin pergi dengan catatan yang bagus. Dia menampilkan banyak performa bagus untuk klub, menurut saya dia akan bermain sebaik mungkin di sisa musim.”

“Naby Keita mungkin ingin memperbaiki beberapa aspek sebelum pergi. Dia ingin pergi setelah menampilkan semua kualitasnya karena dia sempat menampilkan beberapa penampilan yang kurang memuaskan di paruh pertama musim,” demikian tutup Ralph Hasenhuettl.

Liverpool Harus Cermat Dalam Mencari Pengganti Coutinho

Phillipe Coutinho

Pada bursa transfer musim dingin kali ini, Liverpool tentu harus bergegas mencari pemain untuk menggantikan Philippe Coutinho. Namun, The Reds disarankan untuk tidak terburu-buru.

Liverpool baru saja mendapatkan uang banyak, hasil penjualan Coutinho sebesar 143 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,7 triliun dari Barcelona. Dengan uang dalam jumlah besar ini, Liverpool pun bisa mendatangkan pengganti yang sesuai dengan Coutinho.

Tapi para suporter pun merasa was-was mengingat Liverpool punya sejarah buruk saat mencari pemain baru untuk menggantikan pemain bintang yang pergi. Contoh saja ketika menjual Luis Suarez pada 2014 silam.

Memperoleh uang sekitar 75 juta poundsterling, Liverpool malah menghabiskan untuk mendatangkan 10 pemain yang kemampuannya pas-pasan. Sementara Suarez digantikan oleh Mario Balotelli yang ternyata tampil sangat buruk.

Ditambah lagi para pemain barunya banyak yang gagal, Liverpool pun jeblok di musim 2014/2015 dan hanya mengakhiri musim di peringkat keenam sehingga gagal tampil di Liga Champions.

Maka dari itu Liverpool untuk tidak mengulangi kesalahan mereka,s erta lebih cermat dan teliti dalam mendatangkan pemain baru saat ini. The Reds pun disarankan merekrut pemain top yang bisa menjadi pengganti Coutinho.

“Liverpool butuh pemain dengan kualitas top. Mereka sudah mengeluarkan 75 juta poundsterling untuk Virgil van Dijk dan kami harus membawa pemain dengan kualitas yang sama di posisi penyerang,” ungkap mantan pemain Liverpool, Phil Thompson, kepada Sky Sports.

Sejauh ini Liverpool dikabarkan sedang melakukan pendekatan kepada sejumlah pemain top seperti Riyad Mahrez, Thomas Lemar, Alexis Sanchez, Julian Brandt, Christian Pulisic, serta Manuel Lanzini.

Tiga Pemain Chelsea Yang Sebaiknya Hengkang Di Bulan Januari

Chelsea

Chelsea sebenarnya punya stok pemain yang tidak terlalu banyak, namun banyak dari pemain mereka yang tidak mendapatkan kesempatan bermain. Mereka butuh menit bermain yang rutin agar karir mereka tidak berakhir di Stamford Bridge. Para pemain yang kurang menit bermain ini mungkin bisa memperoleh kesempatan untuk membuktikan diri di tempat lain.

Oleh karena itu, beberapa pemain ini mungkin harus angkat koper dariStamford Bridge dalam waktu dekat mengingat bursa transfer musim dingin bulan Januari sudah dibuka. Berikut ini adalah lima pemain yang harus segera hengkang dari Chelsea untuk menyelamatkan karir mereka:

David Luiz
Dia datang, dia pergi dan dia kembali. Mungkin sekarang sudah saatnya untuk pergi lagi. Mantan bek Paris Saint-Germain ini sudah tidak masuk ke starting eleven Chelsea karena dua orang: Antonio Conte dan Andreas Christensen.

Conte tidak suka dengan sikapnya dan Christensen tampil mengesankan sehingga mendapatkan tempat di tim. Luiz hampir dilupakan oleh suporter The Blues karena ini dan itu bukan hal yang bagus bagi pemain Brasil.

Baba Rahman
Baba Rahman masih menjadi pemain Chelsea. Fullback kiri ini telah pulih dari cedera namun tidak masuk dalam squad Premier League atau skuat Liga Champions musim ini.

Baba Rahman tidak memiliki kesempatan bermain untuk klub musim ini dan Antonio Conte ingin dia meningkatkan kebugarannya dan bermain secara reguler di tempat lain sebelum masuk di tim utama Chelsea.

Michy Batshuayi
Satu hal yang jelas saat ini adalah Michy Batshuayi tidak pernah mendapatkan kepercayaan dari sang manajer, Antonio Conte. Pemain Belgia itu tidak mengesankan sang manajer dalam sejumlah pertandingan yang diberikan.

Mantan pemain Olympique Marseille itu hanya menjadi cadangan Chelsea sejak kedatangannya dan tidak akan pernah menjadi striker utama mereka. Dia bahkan berada di tidak dipercayan menjadi starter ketika Alvaro Morata sedang tak bermain bisa.

Data dan Fakta Jelang Duel Arsenal VS Chelsea

Arsenal VS Chelsea

Duel derby London antara Arsenal dan Chelsea sudah selalu menyita perhatian dalam beberapa waktu belakangan. Saking sengitnya, Selalu ada kartu merah yang mewarnai pertarungan ‘The Gunners’ melawan ‘The Blues’.

Arsenal gantian menjadi tuan rumah dalam laga kontra melawan Chelsea di Emirates Stadium, Kamis (4 Januari 2017) di lanjutan Premier League. Dalam pertemuan pertama musim ini di Stamford Bridge pertengahan September silam, kedua tim sama-sama membawa pulang satu poin atas hasil imbang.

Pertemuan dua tim top London ini belakangan selalu berjalan dengan sengit. Tercatat ada enam kartu merah yang mewarna pertemuan terakhir seluruh ajang kompetitif.

Dalam pertandingan terakhir di Stamford Bridge lalu, David Luiz dihadiahi kartu merah oleh wasit jelang akhir pertandingan. Dalam tiga pertemuan terakhir, Chelsea bahkan tidak pernah menuntaskan pertandingan dengan tim lengkap berisi 11 pemain.

Selain itu ada data dan fakta menarik yang ada dalam pertandingan ini. Chelsea adalah satu dari dua tim yang paling banyak meraih kemenangan kala mengunjungi Emirates Stadium. Namun, di bawah Antonio Conte kiprah The Blues tak terlalu apik saat berhadapan Arsenal.

Data dan fakta laga Arsenal vs Chelsea seperti dicatat Opta

  • Arsenal meraih kemenangan alam pertemuan yang sama musim lalu dengan skor 3-0, setelah laju tanpa kemenangan di lima laga berturut-turut di Emirates Stadium (3 seri, 2 kalah).
  • Di seluruh ajang kompetitif, tak ada tim yang memenangkan lebih banyak partai tandang ke Emirates Stadium kecuali Chelsea sebanyak lima kali. Jumlah yang sama diraih oleh Manchester United.
  • Ada enam kartu merah dalam tujuh pertemuan terakhir antara kedua tim ini di seluruh ajang kompetitif, dengan The Gunners harus kehilangan satu pemainnya yang diusir di tiga pertandingan terakhir secara berturut-turut.
  • Sebanyak 21 gol yang diperoleh Chelsea dalam kompetisi teratas musim ini dibuat oleh pemain asal Spanyol. Gol ini lebih banyak ketimbang klub-klub lain manapun dalam Liga teratas Eropa.
  • Derby London kali ini merupakan Derby ke-60 yang dijalani oleh Arsene Wenger. Chelsea menjadi tim yang paling sering dihadapi Wenger sebagai manajer Arsenal, dengan hasil 22 menang, 16 imbang, 21 kalah.

Ini Dia Penyebab Chelsea Gagal Bersaing Jadi Juara Musim Ini

Chelsea

Setelah tampil tanda tanding di ajang Premier League pada musim kemarin, Chelsea diharapkan bisa mempertahankan gelarnya. Namun, sampai sejauh ini The Blues justru masih kesulitan melakukan hal tersebut.

Armada besutan Antonio Conte berada di posisi ketiga dan sudah tertinggal 16 poin dari pimpinan klasemen, Manchester City. Bahkan justru Manchester City yang dijagokan jadi juara pada akhir musim jika melihat penampilan impresif mereka sejauh ini.

Melihat Chelsea gagal bersaing dengan Manchester City sampai sejauh ini, tentu saja ada yang salah dengan mereka. Berikut ini ada tiga alasan mengapa Chelsea belum bisa bersaing jadi juara pada musim ini:

Penjualan Diego Costa
Salah satu alasan kesuksesn Chelsea di musim lalu adalah kehadiran Diego Costa. usai kompetisi berakhir, Costa pun berlibur ke Brasil dan bersenang-senang sehingga berat badannya naik selama liburan.

Hal itu membuat Conte ‘membuang’ Costa dan ia mengatakan itu kepda Costa melalui pesan singkat SMS. Tapi cara Costa menangani situasi agar bisa pindah juga tidak profesional. Hasilnya, Chelsea kehilangan striker hebat.

Jual Nemanja Matic ke anchester United
Satu transfer yang paling disesalkan Chelsea adalah penjualan Nemanja Matic ke Manchester United. Setelah melihat kedatangan Tiemoue Bakayoko akan menjadi akhir dari waktunya di Chelsea, Matic memutuskan untuk bereuni dengan pelatih favoritnya, Jose Mourinho.

Keputusan Chelsea melepas Matic disebut sangat cerodoh karena mereka sekaligus juga memperkuat sang rival langsung. Kepergian Matic meninggalkan persoalan besar di lini tengah yang harus diatasi oleh Bakayoko yang masih muda dan belum berpengalaman, terutama di awal musim saat N’Golo Kante cedera.

Pemain Tampil Buruk
Ketika Chelsea terlihat bermain dengan cara yang jauh berbeda dibandingkan kerika mereka memenangkan gelar beberapa bulan silam, ini menunjukkan bahwa para pemain belum memberikan yang terbaik dalam taktik yang sama.

Kebanyakan pemain masih menunjukkan egonya dan belum menyatu sebagai sebuah tim. Pemain baru masih belum beradaptasi, sedangkan Eden Hazard dan N’Golo Kante perlahan tapi pasti kembali tampil prima usai pulih dari cedera.

Vardy Spesialis Cetak Gol Ke Gawang Tim Besar

Jamie Vardy

Kekalahan Leicester City atas Liverpool tetap menyajikan prestasi spesial untuk sang penyerang, Jamie Vardy, mengenai kepiawaiannya membobol gawang tim-tim enam besar.

Di Anfield Stadium, Sabtu (30 Desember 2017) malam WIB, Leicester sempat mengawali pertandingan lawan Liverpool dengan menjanjikan setelah Jamie Vardy mencetak gol kala pertandingan baru memasuki menit ke-3.

Memang, pada akhirnya The Foxes harus menelan kekalahan dari The Reds yang membalas dengan dua gol dari Mohamed Salah dan berbalik menang. Tapi hal itu tidak mengurangi mantapnya statistik Vardy.

Dalam catatan yang dilansir dari BBC, Vardy secara khusus gemar mencetak gol ke gawang lawan The Foxes. Sampai sekarang vardy sudah berhasil mencetak tujuh gol ke gawang Liverpool, lebih banyak ketimbang gol-golnya ke gawang tim lain.

“Bahkan selain Jamie Vardy, hanya Andrew Cole (11 gol) dan Thierry Henry (8 gol) yang bisa mencetak gol lebih banyak ke gawang Liverpool di Premier League,” tulis BBC.

Satu gol yang dibuat Jamie Vardy ke gawang The Reds ini juga mengungkapkan catatan spesial lain, mengenai betapa hebatnya dia dalam urusan menjebol gawang tim-tim enam besar Premier League.

22 gol dari total 51 gol yang dibuat Jamie Vardy di Premier League (43%) dia buat ke gawang tim-tim enam besar (Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur).

Selain itu, sejak Agustus 2014, belum ada pemain lain yang bisa mencetak lebih banyak gol Premier League lawan tim-tim enam besar ketimbang yang sudah dibuat oleh Vardy, yang sudah mencetak 22 gol dalam 41 penampilan.