‘Real Madrid Jadi Godaan Terbesar Untuk Harry Kane’

‘Real Madrid Jadi Godaan Terbesar Untuk Harry Kane’

Stiker Tottenahm Hotspur, Harry Kane, diharapkan bisa bertahan lama dengan The Lilywhites. Jelas akan ada ujian besar untuk si pemain yang tak lepas dari godaan klub besar seperti Real Madrid. Kane memegang More »

Olivier Giroud Tegaskan Tekadnya Untuk Bertahan Di Arsenal

Olivier Giroud Tegaskan Tekadnya Untuk Bertahan Di Arsenal

  Olivier Giroud belakangan ini gencar dirumorkan akan hengkang dari Arsenal dalam bursa transfer tahun ini. Akan tetapi, penyerang asal Prancis itu baru saja menegaskan ingin bertahan di Emirates Stadium. Giroud digosipkan More »

Kemenangan Yang Tak Terlupakan Bagi Para Pemain Muda Jerman

Kemenangan Yang Tak Terlupakan Bagi Para Pemain Muda Jerman

  Jerman berhasil memastikan diri sebagai juara Piala Konfederasi 2017 bersama skuat muda. Tentu saja torehan kali ini akan jadi kenangan yang manis untuk para pemain muda Die Mannschaft. Jerman tampil sebagai More »

‘Bayern Munich Takkan Mengejar Alexis Sanchez Lagi’

‘Bayern Munich Takkan Mengejar Alexis Sanchez Lagi’

  Alexis Sanchez sepertinya takkan pindah ke Bayern Munich di bursa transfer tahun ini. Pasalnya, Chairman Bayern Ulli Hoeness mengklaim bahwa mereka ingin berkonsentrasi membangun tim dengan pemain-pemain muda. Dikarenakan kontraknya bersama More »

Alexis Sanchez Jadi Top Skorer Chile

Alexis Sanchez Jadi Top Skorer Chile

Satu gol ke gawang Jerman di Piala Konfederasi 2017 berarti spesial bagi Alexis Sanchez. Dia kini tercatat sebagai top skorer sepanjang masa tim nasional Chile. Sanchez mencetak satu gol saat Chile bermain More »

 

Cahill Akan Tanya Terry Jika Suatu Saat Kesulitan Sebagai Kapten Chelsea

Gary Cahill

Gary Cahill akan tampil sebagai kapten baru Chelsea di musim depan. Jika pada prosesnya nanti Cahill mengalami kesulitan, dia mengaku tidak akan ragu untuk curhat ke John Terry.

Cahill sebenarnya sudah sering didaulat menjadi kapten Chelsea di musim lalu, namun statusnya saat itu masih jadi wakil Terry. Namun, Terry memutuskan untuk hengkang dari Chelsea musim depan dan memutuskan pindah ke Aston Villa.

Beberapa waktu lalu, Antonio Conte selaku manajer meresmikan Cahill akan memegang jabatan sebagai kapten klub menggantikan Terry. Posisi yang sebenarnya juga layak didukuki oleh Cahill mengingat dia termasuk pemain paling senior di klub saat ini.

Memegang ban kaptn untuk klub sebesar Chelsea, Cahill pun merasa tersanjung. Walaupun jabatan kapten bukanlah sesuatu yang baru untuk Cahill, namun pemain 31 tahun itu merasa menjadi kapten Chelsea sangatlah berbeda.

“Di manapun saya bermain saya selalu ingin memperoleh peran sebagai kapten dan apa yang pemain sebelumnya lakukan. Ketika saya tumbuh besar, saya selalu melihat apa yang pemain berpengalaman lakukan dan kenapa mereka melakukan itu” ujar Gary Cahill seperti yang dilansir dari situs resmi Chelsea.

“Tidak ada contoh yang lebih baik daripada John Terry dan saya sangat beruntung karena bisa dikapteni olehnya dalam beberapa musim ini.”

“Di setiap klub saya selalu memperoleh saran dari banyak pemain serta kapten, dan saya harap itu membantu saya, tapi tidak ada yang lebih baik daripada John Terry dalam hal membantu saya mencapai level ini, kami bermain bareng di Liga Champions dan berada setim dengan para pemain berkualitas.”

Gary Cahill merupakan pemain Chelsea sejak tahun 2012. Dia mengumpulkan 239 penampilan dan 25 gol. Ada dua gelar Premier League, satu gelar Liga Champions, serta satu gelar Liga Europa selama kariernya di klub itu.

“Jika suatu saat saya merasa kesulitan, saya yakin John Terry adalah orang pertama yang bakal menghubungi saya, walaupun saya ragu dia bakal melakukannya,” tutup Gary Cahill.

Jangan Tinggalkan Juventus, Dybala

Paulo Dybala

Penyerang Juventus, Gonzalo Higuain berharap agar Paulo Dybala tidak menghiraukan tawaran-tawaran dari Barcelona. Higuain ingin agar Dybala tetap bertahan Juventus di musim depan.

Rumor ketertarikan Paris Saint-Germain dengan Neymar pada prosesnya turut berimbas dengan nasib Dybala. Disebut-sebut, klub Ligue 1 itu sudah menyiapkan dana senilai 222 juta euro untuk mendatangkan Neymar ke Stadion Parc des Princes.

Rumor PSG-Neymar tersebut pada prosesnya membuka lagi kabar ketertarikan Barca untuk menggaet Dybala. Peneyrang tim nasional Argentina itu kembali dikaitkan dengan Barca.

Berkaca dari pengalamannya, Gonzalo Higuain mencoba memahami situasi dilematis yang sedang dialami oleh Dybala. Di saat karier sedang cemerlang dan usia masih muda, sulit untuk menolak keinginan klub raksasa seperti Barcelona.

“Dybala berada dalam masa-masa dilematis yang dulu juga pernah saya alami. Saya bergabung dengan Real Madrid saat berumur 19 tahun dan bermain di sana sampai 25 tahun. Sejak itu, merasakan bagaimana menjadi bagian penting dari sebuah tim yang penting dalam waktu yang lama,” kata Gonzalo Higuain seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Semua pemain ingin main di tim terbaik dunia, makanya saya tak bisa menodongkan senjata dan meminta agar dia tetap tinggal. Setiap orang seharusnya bisa melakukan apa saja yang membuat mereka gembira, seperti dia berada di sini. Kami semua sih berharap dia bertahan,” tutur striker 29 tahun itu.

Lagipula, Juventus tidak bisa dibilang sebagai klub yang buruk-buruk amat dalam persaingan Liga Champions. Selain itu, La Vecchia Signora juga sedang membawa misi untuk mengukir rekor di Serie A dan Coppa Italia.

“Apakah dia bisa menjuarai Liga Champions bersama Juventus? Tahun lalu kami punya kesempatan untuk meraihnya dengan kami sampai ke final. Tahun ini akan lebih berat karena tim-tim lain juga semakin kuat,” tutur Paulo Dybala.

“Ini bukan hanya soal bisakah kami menjuarai Liga Champions sebagai alasan untuk bertahan atau tidak. Tapi, untuk mengejar tujuh Scudetto serta trofi Coppa Italia keempat secara berturut-turut.”

Dybala Belum Bisa Dijual Seharga Neymar

Paulo Dybala

Neymar berpotensi menciptakan rekor transfer baru jika benar-benar pindah ke Paris Saint-Germain di bursa musim panas itu. Paulo Dybala dianggap belum layak disejajarkan dengan penyerang andalan Barcelona itu. Menurutnya, Dybala masih kalah kelas dari Neymar.

Neymar disebut-sebut telah setuju untuk pindah ke PSG di musim depan. Sementara Les Parisiens dikabarkan siap mengaktifkan klausul rilis bintang sepakbola Brasil itu yang ada di angka 222 juta euro. Transfer ini pun dipastikan akan memecahkan rekor dunia.

Spekulasi masa depan Neymar ini pun menyeret-nyeret nama Dybala. Menurut gosip yang berkembang di media, andai Neymar hengkang dari Camp Nou, maka Barca akan membidik striker Juventus itu untuk menjadi penggantinya.

Pemain senior Il Bianconeri, Giorgio Chiellini, memperingatkan klubnya untuk tidak mengharapkan Dybala bisa dijual dengan harga tinggi seperti Neymar. Menurut Chiellini, level dari kedua pemain ini masih berbeda jauh.

“Paulo Dybala belum bisa dijual seharga seperti Neymar sekarang, tanpa mengurangi rasa hormat yang kami miliki untuk Paulo,” ungkap Giorgio Chiellini kepada Premium Sport seperti yang dilansir dari harian ESPN.

“Aku sudah pernah mengatakan ini pada musim lalu, bahwa Neymar sudah sampai di level dua pemain terbaik dunia saat ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dan mereka dirancang untuk Ballon d’Or,” lanjut Giorgio Chiellini

“Berapa harga Neymar? Angkanya sangat besar namun itu hanya bisa dimiliki oleh para pemain yang bisa mengubah jalannya permainan dan musim hampir sendirian. Untuk itu, sudah benar bagi sebuah tim untuk menghabiskan uang sebesar itu kalau mereka punya kesempatannya,” kata bek Juventus ini.

Pada musim lalu, Paulo Dybala tampil sangat mengesankan bersama Juventus di Serie A. Dia merupakan kreator serangan klub yang berjuluk La vecchia Signora tersebut. Dybala mampu menciptakan 58 peluang, tujuh di antaranya dimanfaatkan menjadi gol. Penyerang tim nasional Argentina itu juga mencetak 11 gol dari 31 pertandingan Serie A.

Pochettino Lebih Pilih Kembangkan Potensi Pemain Muda Ketimbang Belanja

pochettino

Ketika klub-klub rival berlomba-lomba dalam menggelontorkan banyak uang di bursa transfer musim panas, Tottenham Hotspur masih tenang-tenang saja. Tapi, hal ini sama sekali tidak membuat sang manajer, Mauricio Pochettino merasa khawatir.

Tottenham Hotspur belum merekrut satu pun pemain baru di bursa transfer musim panas ini. The Lilywhites justru melepas bek kanan andalan mereka, Kyle Walker, ke Manchester City seharga 50 juta poundsterling beberapa hari lalu.

Juara bertahan musim lalu, Chelsea sudah mendatangkan Antonio Ruediger, Tiemoue Bakayoko, dan Alvaro Morata, Sementara Manchester City sudah berhasil merekrut Kyle Walker, kiper Ederson Moraes, serta gelandang Bernardo Silva.

Sementara itu Manchester United mengeluarkan dana tidak kurang dariu 75 poundsterling demi memboyong Romelu Lukaku dari Everton, sedangkan Arsenal memecahkan rekor transfer klub untuk merekrut Alexandre Lacazette dari Olympique Lyon. Sementara itu, Liverpool juga berhasil mendatangkan Mohamed Salah dari AS Roma dengan biaya yang tidak murah.

Namun, belanja besar yang dilakukan oleh klub-klub rival tidak membuat Mauricio Pochettino merasa khawatir sedikitpun. Manajer berkebangsaan Argentina itu tetap berpegang pada filosofi klub Tottenham Hotspur , yang lebih fokus ke pengembangan pemain-pemain binaan sendiri.

“Dalam dua musim terakhir, penampilan kami sudah jauh membaik. Sangat jelas, filosofi kami adalah tentang berusaha menampilkan sepakbola yang menarik dengan pemain-pemain muda dan berusaha berbeda dibandingkan tim-tim papan atas. Saya pikir musim depan bisa jadi musim pembuktian untuk kami,” ujar Mauricio Pochettino dalam wawancara dengan ESPN FC.

“Yang pertama, itu karena kami pindah ke stadion Wembley, sebuah lingkungan yang baru kami, lapangan dan stadion yang berbeda, semuanya berbeda untuk kami. Memang benar kami harus melakukan sedikit perubahan karena kami sudah sangat nyaman main di White Hart Lane.”

“Kemudian, saya pikir karena tim-tim besar mengeluarkan banyak uang untuk memperkuat tim mereka. Namun, kami sangat tenang dan adem ayem karena kami yakin dengan kemampuan yang dimilik oleh pemain-pemain muda dari akademi kami. Kami mungkin kurang beberapa pemain, tapi kami sangat tenang karena saya pikir kami punya tim yang sangat bagus.”

Carrick: Pogba Bisa Jadi Kapten MU Di Masa Depan

Paul Pogba

Gelandang sekaligus kapten Manchester United, Michael Carrick menyebut Paul Pogba bisa menggantikannya sebagai kapten Manchester United. Carrick menilai Pogba punya kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi seorang kapten.

Jabatan kapten MU saat ini diberikan kepada Carrick. Gelandang berusia 35 tahun tersebut memperoleh kepercayaan untuk menjabat sebagai kapten setelah Wayne Rooney hengkang dari MU dan kembali ke Everton.

Namun, dengan kontrak Carrick yang hanya tersisa satu musim lalu, Jose Mourinho mungkin saja sudah bersiap untuk memilih kapten yang baru. Menurut Carrick, Pogba pantas dimasukkan dalam daftar pemain yang cocok jadi kandidat kapten MU.

“Paul Pogba jelas punya eksistensi, karakter, dan keyakinan untuk berhasil. Saya yakin manajer sedang merencanakan sesuatu jauh di belakang saya, agar seseorang bisa mengemban tanggung jawab itu, dan dia Paul Pogba mungkin ada di dalam kategori di mana Anda bilang ‘ya, dia bisa jadi kapten masa depan’,” ujar Michael Carrick seperti dilansir Mirror.

“Namun Anda memerlukan sekelompok pemain dan bukan hanya satu orang pemain saja, dan dia tentu ada dalam kelompok itu.”

Setelah dipulangkan dari Juventus dengan memecahkan rekor transfer dunia di musim panas tahun lalu, penampilan Paul Pogba di musim lalu dinilai masih belum memenuhi ekspekstasi. Namun Carrick yakin musim depan akan jadi musimnya Pogba.

“Paul jelas adalah orang yang percaya diri, jadi seiring berjalannya waktu, dia bisa menjadi pemain hebat untuk klub ini dan punya musim yang fantastis tahun ini,” lanjut Carrick.

“Dia sudah bisa menyesuaikan diri selama satu musim kemarin, saya tahu dia dulu masih anak-anak, tapi banyak yang sudah terjadi sejak saat itu dan dia sudah berhasil memainkan sepakbola yang berbeda.”

“Dia akan kembali dengan semua sorotan yang dia terima tahun lalu dan semua yang mengelilinginya, ini mungkin akan jadi salah satu tahun di mana Anda butuh waktu untuk menyatu dan berkembang. Saya rasa kita sudah melihat peningkatannya dan kita akan lihat lagi musim depan,” tutup Michael Carrick.

Morata Tak Menyesal Pulang Ke Madrid

Alvaro Morata

Alvaro Morata dipulangkan ke Real Madrid hanya untuk dijual kembali. Walaupun demikian, Morata sama sekali tidak menyesal dengan keputusannya untuk kembali ke Real Madrid di awal musim lalu.

Morata yang merupakan jebolan Real Madrid Castilla itu dipromosikan ke tim utama El Real pada 2010. Tapi, Morata tidak banyak mendapat kesempatan bermain dan kemudian dilego ke Juventus di bursa musim panas tahun 2014.

Dua tahun memperkuat Juventus, Morata pun akhirnya pulang ke Santiago Bernabeu. Los Blancos mengaktifkan klausul buyback untuk membawa pulang Morata ke El real di musim panas 2016 lalu.

Namun, selama satu musim, Morata ternyata tidak menjadi pilihan utama. Penyerang tim nasional Spanyol itu lebih sering dimainkan saat Zinedine Zidane melakukan rotasi pada skuatnya. Di La Liga musim lalu, Morata hanya 14 kali jadi starter dari total 26 kali penampilan.

Pada akhirnya, Morata kembali dijual oleh Los Galacticos di bursa transfer musim panas ini. Kali ini, dia, Premier League yang menjadi tujuannya dan akan bergabung dengan Chelsea.

“Anda bertanya apakah saya menyesal kembali ke Real Madrid? Tidak… sama sama sekali tidak menyesal,” ungkap Alvaro Morata ketika ditanya apakah ada penyesalan mengenai keputusannya untuk kembali ke Real Madrid.

“Saya sudah memenangkan empat gelar di sana, di antaranya adalah gelar kedua saya di Liga Champions bersama Real Madrid. Saya pergi dengan bahagia karena kali terakhir saya memakai seragam Madrid adalah ketika di Cibeles.”

Alvaro Morata juga tak menyimpan dendam sedikitpun kepada Zidane walaupun tidak banyak memperoleh kesempatan bermain dari pelatih berkebangsaan Prancis itu. Striker berusia 24 tahun itu juga sudah berpamitan kepada Zidane.

“Saya sudah megucapkan terima kasih kepada Zinedine Zidane untuk segalanya, dan mendoakan yang terbaik bagi Zidane untuk menghadapi tahun ini,” ucap Morata. Kunjungi betdeal untuk mencoba pengetahuan kamu tentang sepak bola dan keberuntungan kamu.

Blind: Ibrahimovic Adalah Orang Hebat!

Zlatan Ibrahimovic

Bek Manchester United, Daley Blind akan menyambut gembira jika Manchester United benar-benar merekrut Zlatan Ibrahimovic lagi. Menurut Blind, tidak ada keraguan sedikitpun jika Ibrahimovic masih ada di level tertinggi walaupun sudah tidak muda lagi.

Ibrahimovic, yang akan berusia 36 tahun pada bulan Oktober 2017 nanti, sekarang sedang menjalani pemulihan cedera di kompleks latihan MU di Carrington, Manchester. Mantan penyerang tim nasional Swedia itu mengalami cedera lutut parah pada bulan April lalu dan harus menjalani operasi.

Walaupun kontrak Ibrahimovic dengan MU telah berakhir dan belum diperpanjang, dia diizinkan untuk tetap tinggal. Selain membantu proses adaptasi striker baru Romelu Lukaku, Ibrahimovic juga membantu pemain-pemain muda seperti Marcus Rashford dan Jesse Lingard dalam mengasah penyelesaian akhir mereka.

Belakangan ini muncul rumor Zlatan Ibrahimovic akan kembali diberi kontrak oleh Manchester United setelah kondisinya fit. Manajer MU, Jose Mourinho tak menutup kemungkinan tersebut. Mourinho membuka peluang untuk merekrut mantan penyerang AC Milan dan Paris Saint-Germain ini kembali pada Desember mendatang

Jika Ibrahimovic benar-benar bergabung lagi bersama The Red Devils du bursa musim dingin mendatang, Daley Blind mengaku akan sangat senang. Dia juga yakin seluruh timnya akan menerima kehadiran Ibrahimovic dengan bahagia.

“Tentu saja. Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa Zlatan Ibrahimovic akan menjadi rekrutan besar lainnya untuk United dan musim lalu dia memberi dorongan besar untuk tim,” ucap Daley Blind seperti yang dilansir dari NBC Sports.

“Zlatan Ibrahimovic masih ada di level tertinggi, dan dia juga adalah orang hebat juga. Kehadirannya bersama membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik,” katanya.

Zlatan Ibrahimovic musim lalu tampil impresif dengan menyabet status top skorer MU setelah mencetak 28 gol dalam 46 pertandingan di seluruh ajang kompetitif.

Dikartu Merah Saat Lawan Salt Lake, Mourinho Bela Valencia

Antonio Valencia

Gelandang bertahan Manchester United, Antonio Valencia menerima ‘hadiah’ merah dalam kemenangan Manchester United atas Real Salt Lake 2 – 1. Manajer MU, Jose Mourinho tidak setuju dengan hukuman yang diterima oleh anak asuhnya itu.

Memainkan laga pramusim di Stadion Rio Tinto, Selasa (18 Juli 2017), MU bangkit dari ketinggalan satu gol yang dicetak Luis Silva di menit 23. Enam menit berselang, Henrikh Mkhitaryan mencetak gol yang membuat skor menjadi berimbang 1 – 1, kemudian pemain anyar Romelu Lukaku memastikan kemenangan The Red Devils dengan golnya di menit 38.

Valencia, yang menggantikan Timothy Fosu-Mensah saat jeda babak pertama, hanya tampil di atas lapangan selama 20 menit. Pemain tim nasional Ekuador tersebut diusir dari permainan setelah melakukan tekel keras kepada pemain lawan, Sebastian Saucedo dari belakang.

Setelah insiden tersebut, Valencia sempat di lapangan selama dua menit sementara Saucedo menerima perawatan. Wasit Allen Chapman meminta Jose Mourinho mengganti Valencia, namun ditolak sehingga kartu merah pun diacungkan.

“Saya pikir penundaan itu karena wasit meminta saya untuk mengganti Antonio Valencia dengan pemain lain dan saya tidak mau melakukannya karena saya tidak setuju dengan kartunya,” kata Jose Mourinho seperti yang dilansir Mirror.

“Saucedo, saya pikir itu nama pemain Salt Lake, saya lihat dia sangat agresif di babak kedua. Itulah yang terjadi. Beberapa aksi lainnya sedikit membahayakan pemain saya.”

“Juan Mata mengalami bengkak engkel, tapi saya harap tidak ada yang parah. Dia mungkin perlu waktu istirahat selama eberapa hari, mungkin satu minggu.”

“Mereka adalah pemain-pemain muda yang sangat antusias bermain melawan Manchester United, tapi ini hanya pertandingan persahabatan dan mentalitasnya berbeda. Ini adalah pramusim, jadi itu bukan masalah besar. Ini adalah pengalaman yang bagus, atau kami bermain dengan kekurangan satu pemain,” tambah Jose Mourinho.

 

Arsenal Harus Tukar Alexis Dengan Aguero

Alexis Sanchez

Mantan pemain Arsenal, Paul Merson mendukung wacana pertukaran antara penyerang Arsenal, Alexis Sanchez dengan striker Manchester City, Sergio Aguero. Menurut Merson, The Gunners tidak boleh kehilangan Alexis secara cuma-cuma.

Manchester City dikabarkan menempatkan Alexis Sanchez dalam daftar pembelian teratas pada bursa transfer musim panas ini. Namun, sampai sejauh ini, The Gunners ngotot tidak mau melepas sang pemain ke klub rival.

“Saya pikir Arsenal sulit untuk mencari pengganti Alexis Sanchez. Dia mencetak 30 gol untuk semua kompetisi di musim lalu, namun klub harus terus lanjut. Jika seseorang tidak ingin berada di klub, Arsenal adalah klub besar dan Anda tidak ingin pemain yang ingin pergi tetap ada di sana. Arsenal adalah klub besar, klub yang sangat besar dan Anda tidak menginginkan itu,” kata Paul Merson dalam Soccerway.

Sergio Aguero dan Alexis Sanchez sama-sama menjadi mesin gol utama bagi klub mereka masing-masing musim lalu. Aguero melesakkan 33 gol di seluruh ajang kompetitif, sementara Alexis mencetak tidak kurang dari 30 gol.

“Alexis Sanchez adalah pemain yang bagus. Jika saya punya kuasa atas Arsenal, saya akan menghubungi Manchester City dan mengatakan ‘Beri kami Sergio Aguero dan Anda silakan bawa Alexis.’ Jika Alexis ingin pergi ke City, maka saya akan mengatakan bahwa saya menginginkan Aguero. Dia masih lebih baik dari Alexis.”

Merson memprediksi jika Arsenal akan semakin terpuruk musim depan jika ditinggalkan oleh Alexis Sanchez. Sebab, menurut mantan pemain Arsenal di era 1985–1997 ini, kehadiran pemain asal Cile itu sangat penting untuk The Gunners.

“Saya pikir Arsenal sulit bersaing di posisi empat besar jika gagal mempertahankan Alexis. Saya tahu mereka tidak akan juara, tetapi mereka akan memainkan laga besar. Jika ditingglkan oleh Alexis, Anda membuang pemain dengan 20 gol dan 10 assist per musim di Liga Inggris. Jadi, bagi saya, dia tidak bisa pergi ke City kecuali Arsenal mendapatkan Sergio Aguero,” ungkap Paul Merson mengakhiri pembicaraan.

 

Gaji Terlalu Tinggi, Inter Milan Urungkan Niat Rekrut Di Maria

Angel di Maria

Inter Milan dikabarkan sedang melakukan pendekatan dengan Angel Di Maria. Namun Inter pun langsung membantahnya karena menilai perekrutan Di Maria tak logis. Gelandang Paris Saint-Germain itu bahkan punya gaji beberapa kali lipat dari pemain terbaik Nerazurri.

Hal tersebut dilontarkan oleh Direktur Olahraga Inter Piero Ausilio, ketika bicara mengenai rumor yang mengaitkan winger tim nasional Argentina 29 tahun tersebut dengan La Beneamata. Inter memang sedang butuh sosok pemain bintang seperti Di Maria untuk bisa mengangkat prestasi mereka pada musim kompetisi 2017/18 yang akan datang.

Ausilio menyebut bahwa Angel Di Maria mengakui bahwa Di Maria bukan target yang realistis bagi timnya. Mantan pemain Real Madrid dan Manchester United ini berada di luar kisaran finansial Inter Milan, yang musim panas ini di antaranya sudah merekrut beberapa pemain di bursa transfer musim panas.

“Impian (merekrut Angel Di Maria) merupakan hal bagus karena ada kemungkinan untuk diwujudkan, namun kenyataan membuat saya harus berpikir untuk memikirkan opsi yang lain,” ungkap Piero Ausilio kepada Sky Italia seperti yang dilansir dari Soccerway.

“Kami harus membangun tim dengan logis dan sesuai dengan kemampuan kami. Dan para pemain yang sudah ada di tim harus dipertimbangkan. Anda tak bisa berpikir merekrut pemain-pemain lain yang meminta gaji tiga-empat kali lipat dari pemain terbaik kami.”

“Akan tetapi, kami juga tidak menutup rapat-rapat ketika ada kemungkinan untuk membuat Inter Milan menjadi lebih baik. Kami ingin mengevaluasi para pemain muda dan pemain-pemain top yang bisa memberi dimensi baru di Inter,” sebutnya.

Inter Milan sendiri cukup pasif di bursa transfer musim panas ini, utamanya jika dibanding dengan sang rival sekota, AC Milan. Sejauh ini, La Beneamata baru berhasil merekrut Milan Skriniar, Borja Valero dan Daniele Padelli di bursa transfer.