Susah Payah Kalahkan FC Cologne, Bayern Kukuh Di Puncak Klasemen

Susah Payah Kalahkan FC Cologne, Bayern Kukuh Di Puncak Klasemen

Bayern Munchen memetik kemenangan tipis 1-0 saat menjamu FC Cologne. Pertahanan tangguh yang ditunjukkan oleh tim tamu cukup menyulitkan Die Roten untuk membuat peluang. Menghadapi FC Cologne di Allianz Arena, Kamis (14 More »

Ingin Tinggal Bersama Anaknya Di Spanyol, Courtois Mungkin Pindah Ke Madrid

Ingin Tinggal Bersama Anaknya Di Spanyol, Courtois Mungkin Pindah Ke Madrid

Penjaga gawang Chelsea, Thibaut Courtois persoalan seputar masa depannya terus mengganggunya. Untuk itu, Courtois akan membicarakan kontrak baru dengan Chelsea dalam waktu dekat. Kontrak Courtois bersama Chelsea tinggal tersisa kurang dari dua More »

Kemenangan Yang Jadi Modal Penting MU Untuk Hadapi Laga Derby

Kemenangan Yang Jadi Modal Penting MU Untuk Hadapi Laga Derby

Manchester United berhasil menang atas CSKA Moskow dengan skor 2 – 1 dan memastikan mereka lolos ke fase knockout. Kemenangan tersebut merupakan modal berharga MU dalam menatap laga Derby Manchester akhir pekan More »

Juan Mata Tunggu Dukungan Fans Di Laga Derby

Juan Mata Tunggu Dukungan Fans Di Laga Derby

Manchester United akan menjalani pertandingan derby kontra Manchester City akhir pekan ini. Atmosfer Old Trafford disebut akan menjadi energi tambahan The Red Devils dalam menatap laga derby. The Red Devils akan menjamu More »

Pogba Sebut Pemain-pemain City Akan Cedera, Ini Tanggapan Guardiola

Pogba Sebut Pemain-pemain City Akan Cedera, Ini Tanggapan Guardiola

Paul Pogba beberapa waktu lalu melontarknya pernyataan yang mengejutkan soal Manchester City. Pogba menyebut jika tim rival sekota Manchester United tersebut akan terpeleset dan para pemainnya cedera. Bagaimana tanggapan Josep Guardiola menanggapi More »

 

Benitez: Pogba Hebat, Tapi Belum Sehebat Gerrard

Paul Pogba

Berita menarik sekitar taruhan bola terbaik berasal dari Pelatih Newcastle United, Rafael Benitez yang melontarkan komentar mengenai gelandang Manchester United, Paul Pogba. Walau mengakui kehebatan Pogba, Benitez menyebut kemampuan Pogba belum sekelas Steven Gerrard.

Pogba langsung tampil gemilang dalam partai comeback untuk United. Dia membantu The Red Devils memetik kemenangan atas Newcastle United dengan sumbangan satu gol dan assistnya. Dalam pertandingan itu, MU meraih kemenangan telak 4 – 1.

Dalam pertandingan di Old Trafford, Minggu (19 November 2017) dinihari WIB, Pogba dimainkan sebagai starter dan berada di atas lapangan 70 menit. Mantan pemain Juventus ini menyumbangkan satu gol dan menyumbang satu assist untuk gol Anthony Martial.

Situs pencatat whoscored melansir data bahwa Pogba melepaskan dua tembakan, serta dua kali melepaskan umpan terarah. Benitez mengakui jika permainan Pogba hebat, namun masih belum ada di tingkatan Steven Gerrard dengan performa yang ditunjukkan itu. Pogba harus tampil lebih konsisten lagi.

Steven Gerrard dan Rafael Benitez pernah bekerja sama ketika keduanya memperkuat Liverpool. Salah satu gelar juara yang berhasil mereka dapatkan adalah Liga Champions di musim 2004/2005.

“Saya rasa tidak, Paul Pogba dan Steven Gerrard adalah pemain di level yang berbeda. Stevie merupakan pemain top selama bertahun-tahun,” kata Rafael Benitez di Sky Sports.

“Dia bermain konsisten dan selalu bisa diandalkan setiap pertandingan, dengan atau tanpa bola. Steven Gerrard merupakan pemain top. Paul Pogba merupakan pemain hebat, tapi dia haris bisa konsisten selama bertahun-tahun seperti Steven Gerrard selama 15 tahun.”

“Paul Pogba bukan pemain milik saya, jadi saya tidak akan berbicara soal dia, seperti mayoritas pemain Manchester United,” demikian ungkap Rafael Benitez.

Prediksi Universitatea Craiova vs AC Milan 28 Juli 2017

Saksikan kembalinya AC Milan di betdeal.com setelah absen cukup lama, dan kini akhirnya bisa kembali unjuk gigi di kompetisi Eropa. Kali ini mereka akan mengikuti kualifikasi Liga Europa 2017 dengan menantang klub asal Rumania, CS Universitatea Craiova pada hari Jumat (28 Juli 2017) dini hari nanti.

Musim lalu AC Milan memang tampil kurang oke di kompetisi Serie A. Tim asuhan Vincenzo Montella itu hanya mampu finish di peringkat 6 klasemen akhir Serie A. Walaupun hanya finis di posisi 6 namun mereka berhak mendapat jatah ke Eropa, di mana mereka akan bermain di kualifikasi Liga Europa 2017/2018.

Ini merupakan pertama kalinya AC Milan kembali tampil di Eropa dalam tiga tahun terakhir. AC Milan terakhir kali berlaga di Eropa adalah di Liga Champions musim 2013/2014, di mana mereka hanya mampu melangkah sampai babak 16 besar. Untuk itu laga ini wajib dimenangkan oleh Il Diavollo Rosso untuk mengembalikan reputasi mereka sebagai tim elit Eropa.

Tim yang akan menjadi lawan mereka di babak ketiga kualifikasi Liga Europa ini adalah Universitatea Craiova. Tim ini sejatinya baru saja promosi ke Liga 1 Rumania pada tahun 2014 silam, namun kiprah mereka di Liga 1 boleh dibilang cukup oke.

Tim asuhan Devis Mangia ini berhasil finis di posisi 5 klasemen akhir Liga 1 sehingga mereka berhak mendapatkan jatah ke Ronde ketiga kualifikasi Liga Europa 2017. Ini merupakan pengalaman pertama Universitatea Craiova tampil di kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub berdiri.

AC Milan wajib esktra waspada jelang laga ini. Pasalnya Craiova saat ini sedang tampil oke dengan meraih berturut-turut saat di Liga 1 Rumania baru-baru ini. Namun mereka memiliki rekor kandang yang cukup buruk musim lalu, di mana mereka hanya menang satu kali dari 10 laga kandang terakhir mereka. Ini adalah kesempatan bagus untuk AC Milan untuk merebut kemenangan perdana mereka di Eropa.

Perkiraan Susunan Pemain
CS Universitatea Craiova : Calancea; Briceag, Kelic, Spahija, Dimitrov; Bancu, Zlatinski, Screciu, Di Mauro; Roman, Baluta
AC Milan : Donnarumma; Rodriguez, Mussachio, Zapata, Abate; Bonaventura, Biglia, Kessie; Borini, Silva, Niang

Head to Head
Ini pertemuan pertama kedua tim sepanjang sejarah

Lima Pertandingan Terakhir CSU Craiova
01/07/17 Schwaz 0 – 5 CSU Craiova (Uji Coba)
01/07/17 CSU Craiova 1 – 2 Ufa (Uji Coba)
06/07/17 CSU Craiova 0 – 2 Dynamo Kiev (Uji Coba)
15/07/17 CSU Craiova 2 – 0 CSMS Iasi (RL1)
22/07/17 CSU Craiova 1 – 1 Concordia Chiajna (RL1)

Lima Pertandingan Terakhir AC Milan
21/05/17 AC Milan 3 – 0 Bologna (Serie A)
28/05/17 Cagliari 2 – 1 AC Milan (Serie A)
12/07/17 FC Lugano 0 – 4 AC Milan (Uji Coba)
18/07/17 AC Milan 1 – 3 Borussia Dortmund (ICC)
22/07/17 Bayern München 0 – 4 AC Milan (ICC)

Prediksi Skor Universitatea Craiova vs AC Milan: 0 – 2

Soal Performa David Silva Sejauh Ini, Guardiola: Dia Seperti Binatang Buas!

David Silva

David Silva menjadi salah satu pemain yang berjasa dibalik peforma gemilang Manchester City di musim ini. Sang manajer, Josep Guardiola mengibaratkan Silva seperti binatang buas yang sangat harus dengan kemenangan.

Silva tampil sebagai salah satu pahlawan kemenangan telak Manchester City 4 – 0 City atas Swansea City di Liberty Stadium, Kamis (14 Desember 2017) dinihari WIB. Pemain asal Spanyol itu mencetak dua gol. Dua gol The Citizens lainnya masing-masing tercatat atas nama Kevin de Bruyne dan Sergio Aguero.

Sampai sajauh ini, David Silva tercatat sudah menyumbangkan empat gol dari tiga pertandingan terakhir bersama City di Premier League. Dua gol lainnya dia buat saat mengantarkan The Citizens menang 2 – 1 atas West Ham United dan rival sekota mereka, Manchester United.

Mantan pemain Valencia itu juga sudah mencetak delapan assist di Premier League, terbanyak di tim bersama De Bruyne. Secara keseluruhan, dari 17 pekan yang sudah dijalani, Silva sudah terlibat langsung dalam proses terciptanya 13 gol City.

David Silva mencetak lima gol dan delapan assist dalam periode tersebut. Penampilan gemilangnya itu pun mendapat pujian besar dari manajer City, Josep Guardiola.

“David Silva punya segalanya, khususnya di bagian sisi kompetitifnya yang besar. Semua orang membicarakan kemampuannya, tidak diragukan lagi. Bahkan orang buta juga bisa merasakannya,” kata Josep Guardiola seperti dikutip BBC.

“Anda tidak akan bisa tahu sebenarnya bagaimana hebatnya seorang David Silva. Dia terlihat seperti pemain yang elegan. Namun saya bisa bilang dia seperti binatang buas dalam urusan memburu kemenangan di di atas lapangan.”

“Kami berdua sering membicarakan ini: ‘Kamu harus mencetak gol, Silva. Kamu punya kemampuan untuk mencetak gol. Kamu harus mencetak gol dan itu bisa membawa kita kepada kemenangan. Saya percaya kamu bisa melakukannya ..'” Josep Guardiola menegaskan.

Susah Payah Kalahkan FC Cologne, Bayern Kukuh Di Puncak Klasemen

Bayern Munchen

Bayern Munchen memetik kemenangan tipis 1-0 saat menjamu FC Cologne. Pertahanan tangguh yang ditunjukkan oleh tim tamu cukup menyulitkan Die Roten untuk membuat peluang.

Menghadapi FC Cologne di Allianz Arena, Kamis (14 Desember 2017) dinihari WIB, Bayern Munchen menekan pertahanan tim tamu sejak kickoff. Saking dominannya Die Roten, penguasaan bola yang mereka catatkan mencapai 83%.

Tapi bukan berarti mencetak gol menjadi hal yang mudah untuk tim tuan rumah. Percobaan yang dilakukan oleh Thomas Mueller di menit ke-13 masih bisa dimentahkan oleh penjaga gawang FC Cologne, Timo Horn.

Sepakan yang dilepaskan oleh Arturo Vidal msaih melebar, sementara sundulan dari Mueller pun belum mengarah ke gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 0 – 0.

Menghadapi kebuntuan, manajer Bayern Munchen, Jupp Heynckes memasukkan Kingsley Coman dan James Rodriguez untuk meningkatkan daya dobrak. Gol baru tercipta pada menit ke-60, setelah Robert Lewandowski membelokkan bola sodoran Mueller.

Coman hampir menggandakan keunggulan The Bavarians, namun sundulannya dimentahkan oleh mistar gawang. Sementara sepakan Sebastian Rudy bisa dihentikan oleh Horn. Skor 1 – 0 bertahan sampai pertandingan berakhir.

Kemenangan tipis atas FC Cologne sudah cukup untuk membuat Bayern Muenchen mengamankan posisi puncak klasemen. Dengan nilai 38 dari 16 pekan, saat ini juara bertahan Bundesliga Jerman ini memimpin delapan poin atas Schalke 04 di peringkat dua. Sementara itu, Cologne belum beranjak dari posisi terbawah dengan baru mengumpulkan tiga angka.

Susunan pemain:
Bayern Munchen: Starke, Rafinha, Boateng, Alaba, Suele, Ribery (Kimmich 76′), Vidal (Coman 46′), Rudy, Tolisso (Rodriguez 46′), Mueller, Lewandowski
FC Cologne: Horn, Olkowski, Sorensen, Heintz, Kluenter, Mere, J. Horn (Kusic 76′), Handwerker (Fuehrich 66′), Lehmann (Clemens 84′), Jojic, Ozcan

Ibrahimovic: Guardiola Pengecut

Zlatan Ibrahimovic

Penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, kembali menyerang Josep Guardiola. Ibrahimovic mengatakan jika manajer Manchester City tersebut bukan sosok pria yang dewasa.

Zlatan Ibrahimovic dan Josep Guardiola pernah saling bekerja sama di Barcelona pada musim 2009/2010 dengan berhasil memenangkan beberapa gelar seperti La Liga, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, serta Piala Dunia Antarklub.

Tapi hubungan kedua orang itu tidak cukup baik. Ibrahimovic kerap ditepikan Guardiola walaupun berhasil mengemas 21 gol di musim tersebut, yang pada akhirnya striker berkebangsaan Swedia itu hengkang ke AC Milan di musim berikutnya.

Ibrahimovic sempat menyebut Guardiola sebagai sosok pelatih pengecut karena selalu menghindar ketika bertemu dirinya di tempat latihan Barca saat itu. Kini, Ibrahimovic dan Guardiola menjadi rival di kota Manchester. Keduanya saling bertemu dalam laga Derby Manchester di Old Trafford yang berbuntut ricuh setelah The Citizens menang 2-1.

Beberapa waktu lalu Zlatan Ibrahimovic kembali menyerang Guardiola dalam sebuah wawancara di Sky Sport Italia. Striker berusia 36 tahun tersebut menyebut manajer plontos tersebut bukanlah sosok pria yang dewasa.

“Saya mencetak banyak gol dalam enam bulan pertama, kami juga memenangkan Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol. Enam bulan pertama begitu sempurna. Tapi setelah itu, kami berganti sistem dan taktik dan itu cukup merugikan saya, jadi klub berkata kepada saya agar berdiskusi dengan Pep,” kata Zlatan Ibrahimovic.

“Saya bilang kepada Pep jika dia sudah mengorbankan saya untuk Lionel Messi, ia berkata telah memahami keinginan saya. Tapi setelah itu, dia masih mencadangkan saya, itu kembali terjadi dalam laga berikutnya dan berikutnya lagi.”

“Saya pikir dia sudah memecahkan masalah dengan sangat baik. Namun, setelah itu dia hanya diam dan bahkan tidak berani memandang saya. Saya berjalan masuk ke ruang ganti dan ia pergi keluar. Saya hendak menemuinya, tapi dia selalu menghindar seperti pengecut.”

Lukaku Masih Seret Gol Di Hadapan Tim-tim Besar

Romero Lukaku

Penyerang andalan Manchester United, Romelu Lukaku punya statistik yang cukup buruk ketika berhadapan dengan tim papan atas musim ini. Lukaku belum mencetak satu gol pun, bahkan assistpun tidak.

Lukaku direkrut MU dari Everton seharga 75 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,3 triliun pada bursa transfer musim panas lalu. Sejauh ini, penyerang tim nasional Belgia ini sudah mencetak delapan gol di Liga Inggris.

Sempat garang di pekan-pekan awal, dengan selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan perdana, perlahan tapi pasti performanya merosot. Yang paling mencolok adalah ketika MU berhadapan dengan tim-tim papan atas.

Tercatat, Lukaku belum mencetak gol atau sekadar assist saat MU bertanding melawan sesama tim enam besar. Ia mandul ketika harus berhadapan dengan tim-tim besar seperti Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Pertama ketika MU bertanding melawan Liverpool (14 Oktober 2017), Lukaku gagal mencetak gol dan assist di laga yang berakhir 0 – 0. Penampilannya itu kemudian berulang saat MU menang tipis 1 – 0 atas Tottenham Hotspur (28 Oktober 2017).

Kemudian saat MU dikalahkan Chelsea 0-1 (5 November 2017), Lukaku kembali gagal mencetak gol maupun assist. Bahkan saat MU menang 3-1 atas Arsenal (3 Desember 2017), striker berusia 24 tahun itu lagi-lagi tak berperan langsung dalam proses semua gol tim The Red Devils.

Dan yang paling baru, Lukaku gagal mencetak gol atau assist saat MU dikalahkan City 1 – 2 di Old Trafford, Minggu (10 Desember 2017). Bahkan nasib Lukaku jauh lebih buruk, sebab dua gol City tercipta berkat kesalahannya mengantisipasi bola mati.

Setelah pertandingan berakhir, Lukaku pun mendapat banyak cemoohan di media sosial. Ia pun dibully dengan beragam meme sindiran di media sosial Twitter.

Ingin Tinggal Bersama Anaknya Di Spanyol, Courtois Mungkin Pindah Ke Madrid

thibaut-courtois

Penjaga gawang Chelsea, Thibaut Courtois persoalan seputar masa depannya terus mengganggunya. Untuk itu, Courtois akan membicarakan kontrak baru dengan Chelsea dalam waktu dekat.

Kontrak Courtois bersama Chelsea tinggal tersisa kurang dari dua musim lagi atau berakhir di akhir musim 2018/2019. Dengan kondisi seperti ini maka jalan terbaik Chelsea adalah memberikan kontrak baru kepada pemain 25 tahun tersebut.

Jika tidak maka Chelsea harus menjualnya musim panas nanti agar tidak kehilangannya dengan gratis. Situasi inilah yang lantas dimanfaatkan oleh Real Madrid untuk mendekati Courtois yang belakangan memang dikait-kaitkan dengan klub ibukota Spanyol itu.

Chelsea tentu saja khawatir mengingat Courtois mungkin saja pindah ke Real Madrid mengingat kedua anaknya tinggal di sana bersama mantan kekasihnya.

“Situasi saya tidak pernah mudah, tapi saya menyadari jika hal-hal seperti akan segera datang. Saya tahu bahwa dia (eks pacar) akan kembali ke Madrid. Jadi itu juga jadi pertimbangan. Saya sangat mencintai anak-anak saya,” ujar Courtois kepada VTM seperti dilansir Soccerway.

“Ketika saya merindukan anal-anak saya, Anda terkadang berpikir, ‘Apakah saya lebih baik kembali ke Spanyol untuk beberapa tahun ke depan?’ Itulah kenapa saya ingin berpikir matang mengenai perpanjangan kontrak,” sambung Thibaut Courtois.

Walaupun demikian, Courtois menegaskan bahwa hal yang dia utamakan bukanlah uang semata karena jika dia masih merasa bahagia di Chelsea, toh kiper tim nasional Belgia ini akan senang hati menandatangani kontrak baru.

“Saya bahagia berada di sini, saya cinta dengan kota London. Situasi pribadi saya agak sedikit rumit, tapi sebenarnya saya merasa sangat nyaman di Chelsea. Saya rasa tidak alasan untuk saya tidak manandatangani kontrak baru.”

MU Harus Bermain Sesempurna Mungkin Jika Ingin Kalahkan City

Derby Manchester

Manchester United diharapkan bisa memberi kekalahan untuk Manchester City di derby akhir pekan ini. Tapi untuk bisa melakukan itu, The Red Devils harus bisa menampilkan permainan nyaris sempurna.

Manchester United akan menghadapi Manchester City di Old Trafford, Minggu (10 Desember 2017) malam WIB di laga pekan ke-16 Premier League. Derby Manchester ini lebih dari sekedar adu gengsi antara konta Manchester, karena diyakini akan turut berpengaruh dengan jalannya perburuan gelar.

Manchester City masih nyaman di puncak klasemen sementara Premier League dengan nyaman setelah tak terkalahkan di 15 pertandingan berturut, memetik 14 kemenangan dalam lajunya itu. Mengoleksi nilai 43, The Citizens sudah delapan poin di depan MU yang jadi pesaing terdekat.

The Red Devils diharapkan bisa menjegal laju City agar persaingan Premier League musim ini kembali hidup. Keberhasilan membungkam Arsenal 3-1 pekan lalu disebut jadi bekal positif.

Mantan gelandang Liverpool dan Manchester City, Dietmar Hamann yakin jika MU adalah tim yang tepat untuk menghentikan laju anak-anak asuhan Josep Guardiola. Namun syaratnya adalah: Romero Lukaku dan kawan-kawannya harus bermain sesempurna mungkin dan tampil dengan amat efisien.

“Anda harus bertahan dengan baik, Anda harus bisa memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan tidak boleh memberikan mereka peluang-peluang mudah. Saya rasa Anda harus meminimalisasi kesalahan-kesalahan,” ungkap Dietmar Hamann seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Kalau ada satu tim pada saat ini yang bisa memberi perlawana kepada City, saya akan melihat ke Manchester United. Karena di pertandingan besar macam ini, mereka biasanya amat tangguh dan sulit dibongkar. Mereka mendapatkan hasil bagus di Arsenal, saya percaya mereka bisa melanjutkannya.”

Absennya Paul Pogba juga disebut-sebut sebagai kerugian besar untuk The Red Devils. Tapi adanya David de Gea di bawah mistar setidaknya memberikan rasa aman ekstra untuk United.

Manchester City Tidak Akan ‘Tak Terkalahkan’

Manchester City

Manchester City masih belum menelan satupun kekalahan di Liga Inggris musim ini. Tapi, The Citizens diyakini tidak akan melaju sendirian di Liga Inggris musim ini.

Manchester sudah 15 pertandingan tak terkalahkan di Premier League. Rinciannya, mereka memetik 14 kali kemenangan dan sekali hasil seri. Dengan hasil itu, City memuncaki klasemen dengan raihan 43 angka. Mereka berjarak delapan poin dari Manchester United, yang ada di posisi kedua.

Mantan pemain MU, Paul Ince, menyebut jika The Citizens akan sulit begitu dominan musim ini. Pada Minggu (10 Desember 2017) malam WIB, MU yang akan menjadi lawan Sergio Aguero dan kawan-kawan berikutnya. Pertandingan itu akan diselenggarakan di stadion Old Trafford.

Manchester City baru saja meraih kekalahan pertama musim ini, menatap laga derby melawan MU. Di Liga Champions, mereka secara mengejutkan dikalahkan oleh Shakhtar Donetsk dengan skor akhir 2-1.

“Ini terasa seperti setiap orang yang Anda ajak bicara merasa sangat yakin bahwa laga derby dan bahkan liga, sudah menjadi milik Manchester City,” ungkap Paul Ince seperti yang dilansir dari Daily Star.

“Bisa-bisanya mereka menyebut Manchester United sudah tak bisa mengejar gelar juara lagi. Orang-orang mempunyai memori yang pendek. Musim lalu, saat tim Josep Guardiola melaju 10 pertandingan tak terkalahkan, semua orang bersikap positif bahwa trofi adalah milik mereka kemudian Anda semua bisa lihat apa yang terjadi.”

“Ada pendapat yang menyebutkan bahwa mereka tidak akan terkalahkan, dan saya yakin itu tidak akan. Itu tak mungkin. Hanya dibutuhkan satu atau dua cedera, katakanlah Kevin De Bruyne, Sergio Aguero, dan Gabriel Jeses sesegera mungkin keseluruhan permainan mereka akan berubah,” demikian ungkap Paul Ince.

Kemenangan Yang Jadi Modal Penting MU Untuk Hadapi Laga Derby

Manchester United

Manchester United berhasil menang atas CSKA Moskow dengan skor 2 – 1 dan memastikan mereka lolos ke fase knockout. Kemenangan tersebut merupakan modal berharga MU dalam menatap laga Derby Manchester akhir pekan ini.

MU menjamu CSKA Moskow di Old Trafford, Rabu (6 Desember 2017) dinihari WIB, dengan hanya butuh meraih satu angka. Tim asuhan Jose Mourinho ini langsung tampil menekan sejak menit pertama pertandingan. Mereka juga unggul dalam penguasaan bola. The Red Devils sempat dikejutkan oleh CSKA yang unggul lebih dulu melalui gol Vitinho pada menit ke-45.

Memasuki babak kedua, Manchester United meningkatkan intensitas penyerangan membalikkan kedudukan. Romelu Lukaku menciptakan gol balasan pada menit ke-64 sampai akhirnya Marcus Rashford membalikkan keadaan pada menit-66 dan memastikan tim tuan rumah pulang dengan membawa pulang tiga poin.

Berkat tiga poin tambahan itu, MU lolos sebagai juara Grup A dengan perolehan 15 poin disusul oleh FC Basel yang finis di bawahnya. Hasil tersebut membuat MU lebih fokus untuk menghadapi Manchester City di akhir pekan nanti.

“Kami perlu kemenangan ini, kami perlu tamabah satu poin untuk lolos, tapi kami selalu ingin menang. Kami sangat gembira, kami menghadapi pertandingan derby Manchester dengan momentum bagus,” ungkap Juan Mata kepada BT Sport.

“Ini merupakan kemenangan yang bagus dan bisa mendongkrak kepercayaan diri kami. Hari Minggu adalah sebuah pertandingan penting, kami sadar seberapa besar pentingnya ini. Besok kami istirahat kemudian pada hari Kamis kami akan memikirkan soal pertandingannya dan mudah-mudahan kami bisa memperoleh tiga poin.”

Di fase knockout, MU yang berstatus sebagai juara grup justru berpotensi berjumpa tim-tim top Eropa seperti Bayern Munich, Juventus, atau bahkan sang juara bertahan Real Madrid. Pengundian baru akan dilakukan pada 11 Desember 2017 mendatang di markas UEFA di Swiss.

Juan Mata Tunggu Dukungan Fans Di Laga Derby

Juan Mata

Manchester United akan menjalani pertandingan derby kontra Manchester City akhir pekan ini. Atmosfer Old Trafford disebut akan menjadi energi tambahan The Red Devils dalam menatap laga derby.

The Red Devils akan menjamu The Citizens, Minggu (10 Desember 2017) malam WIB. Sergio Aguero dan kawan-kawan masih menyandang status sebagai tim yang sama sekali belum terkalahkan di sepanjang Premier League musim ini.

Manchester City membukukan 14 kemenangan secara berturut-turut dan sekali hasil imbang, hingga memuncaki klasemen dengan perolehan 43 poin. Mereka berjarak delapan angka dari Manchester United yang ada di posisi kedua klasemen.

Gelandang The Red Devils, Juan Mata, menyadari jika Manchester City sedang sangat impresif belakangan ini. Oleh karena itu, dia mengharapkan dukungan luar biasa dari para pendukung yang hadir di The Theatre of Dreams.

Mata mencontohkan bahwa pertandingan melawan City dalam ajang Piala Liga Inggris musim lalu, sebagai laga idamannya. The Red Devils berhasil memetik kemenangan tipis 1-0, yang akhirnya turut membawa mereka ke tangga juara.

“Laga derby selalu terasa spesial untuk saya. Saya mengingat betul laga derby terakhir melawan Manchester City di Old Trafford, musim lalu di ajang Piala Liga Inggris, kami berhasil menang” kata Juan Mata di blog pribadinya.

“Itu merupakan kemenangan penting karena membuat kami melaju kencang dalam kompetisi tersebut dan pada akhirnya menjadi juara di Wembley. Dalam hal ini, Premier League, dan melihat hasil akhir yang didapat oleh City sejauh ini, pertandingan akan menuntut performa bagus untuk memetik kemenangan.”

“Bermain di Old Trafford akan memberi kami kami kekuatan dan motivasi tambahan, dan saya yakin bahwa dukungan dari para pendukung kami di stadion akan luar biasa,” demikian ungkap Juan Mata mengakhiri pembicaraan.

Pogba Sebut Pemain-pemain City Akan Cedera, Ini Tanggapan Guardiola

Josep Guardiola

Paul Pogba beberapa waktu lalu melontarknya pernyataan yang mengejutkan soal Manchester City. Pogba menyebut jika tim rival sekota Manchester United tersebut akan terpeleset dan para pemainnya cedera. Bagaimana tanggapan Josep Guardiola menanggapi komentar Pogba itu?

Manchester City sejauh ini masih menjadi tim yang melaju paling kencang di Premier League. The Citizens sudah mengumpulkan 43 poin dari 15 kali bertanding, unggul delapan poin dari Manchester United yang menjadi pesaing terdekat.

Melihat laju Manchester City sepanjang musim ini, Pogba pun berharap Sergio Aguero dan kawan-kawannya itu akan terpeleset. Tidak hanya itu, Pogba juga berharap Manchester Blue akan kehilangan beberapa pemain pentingnya karena cedera.

Ketika ditanya mengenai komentar Pogba itu, Guardiola nampak sedikit terkejut. Namun mantan manajer Barcelona dan Bayern Munchen itu menanggapinya dengan menyayangkan absennya Pogba dalam derby Manchester tengah pekan depan.

Pogba sendiri dipastikan akan absen saat Manchester United menjamu Manchester City di Old Trafford pada laga derby Manchester, Minggu (10 Desember 2017) malam WIB, karena menerima kartu merah di pertandingan melawan Arsenal.

“Semoga tidak ada pemain kami yang akan cedera,” Josep Guardiola mengatakan setelah Manchester City mengalahkan West Ham United seperti dilansir Manchester Evening News.

“Saya sebenarnya berharap agar Paul Pogba bisa bermain melawan kami karena saya selalu ingin tim saya menghadapi tim dengan pemain-pemain terbaiknya, untuk melihat seberapa besar kekuatan kami dan apakah kami bisa mengalahkan mereka.”

“Saya yakin itu hanyalah ekspresi spontan saja dan sebenarnya dia tidak ingin pemain-pemain kami cedera,” demikian ungkap Josep Guardiola mengakhiri pembicaraan.