Salah Si Mesin Gol Baru Liverpool

Salah Si Mesin Gol Baru Liverpool

Dulu ada Luis Suarez yang bisa diandalkan sebagai mesin gol Liverpool, juga sempat Daniel Sturridge tajam-tajamnya. Sekarang Liverpool sudah punya sosok pencetak gol baru, dia adalah Mohamed Salah. Liverpool belakangan sempat kehilangan More »

Jelang Derby London Utara, Pochettino Lontarkan Pujian Untuk Wenger

Jelang Derby London Utara, Pochettino Lontarkan Pujian Untuk Wenger

Tottenham Hotspur akan bertandang ke Arsenal dalam laga bertajuk derby London utara akhir pekan ini. Manajer The Lilywhites, Mauricio Pochettino memulainya dengan sebuah pujian besar kepada tim lawan. Tottenham Hotspur akan mengunjungi More »

Henderson dan Lallana Sudah Kembali, Klopp Malah Sakit

Henderson dan Lallana Sudah Kembali, Klopp Malah Sakit

Liverpool memperoleh suntikan tenaga berharga dengan kembalinya dua pemain andalan dari cedera. Namun, kini malah sang manajer, Juergen Klopp, yang absen karena sakit. Jordan Henderson dan Adam Lallana sudah kembali mengikuti latihan More »

MU Buru Dua Bakat Muda Italia

MU Buru Dua Bakat Muda Italia

Manchester United terus fokus dalam proyek mengumpulkan talenta-talenta berbakat yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Yang jadi target The Red Devils kali ini adalah dua remaja berbakat asal Italia. Transfer Market Web More »

Swedia Tak Mau Jumawa Dengan Keunggulan Atas Italia

Swedia Tak Mau Jumawa Dengan Keunggulan Atas Italia

Tim nasional Swedia berada di posisi yang diuntungkan menatap leg kedua play-off Piala Dunia 2018 kontra kesebelasan Italia. Tapi sang pelatih, Janne Anderson, tidak bersedia berhitung peluang. Kesebelasan Swedia akan bertandang ke More »

 

Prediksi Universitatea Craiova vs AC Milan 28 Juli 2017

Saksikan kembalinya AC Milan di betdeal.com setelah absen cukup lama, dan kini akhirnya bisa kembali unjuk gigi di kompetisi Eropa. Kali ini mereka akan mengikuti kualifikasi Liga Europa 2017 dengan menantang klub asal Rumania, CS Universitatea Craiova pada hari Jumat (28 Juli 2017) dini hari nanti.

Musim lalu AC Milan memang tampil kurang oke di kompetisi Serie A. Tim asuhan Vincenzo Montella itu hanya mampu finish di peringkat 6 klasemen akhir Serie A. Walaupun hanya finis di posisi 6 namun mereka berhak mendapat jatah ke Eropa, di mana mereka akan bermain di kualifikasi Liga Europa 2017/2018.

Ini merupakan pertama kalinya AC Milan kembali tampil di Eropa dalam tiga tahun terakhir. AC Milan terakhir kali berlaga di Eropa adalah di Liga Champions musim 2013/2014, di mana mereka hanya mampu melangkah sampai babak 16 besar. Untuk itu laga ini wajib dimenangkan oleh Il Diavollo Rosso untuk mengembalikan reputasi mereka sebagai tim elit Eropa.

Tim yang akan menjadi lawan mereka di babak ketiga kualifikasi Liga Europa ini adalah Universitatea Craiova. Tim ini sejatinya baru saja promosi ke Liga 1 Rumania pada tahun 2014 silam, namun kiprah mereka di Liga 1 boleh dibilang cukup oke.

Tim asuhan Devis Mangia ini berhasil finis di posisi 5 klasemen akhir Liga 1 sehingga mereka berhak mendapatkan jatah ke Ronde ketiga kualifikasi Liga Europa 2017. Ini merupakan pengalaman pertama Universitatea Craiova tampil di kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub berdiri.

AC Milan wajib esktra waspada jelang laga ini. Pasalnya Craiova saat ini sedang tampil oke dengan meraih berturut-turut saat di Liga 1 Rumania baru-baru ini. Namun mereka memiliki rekor kandang yang cukup buruk musim lalu, di mana mereka hanya menang satu kali dari 10 laga kandang terakhir mereka. Ini adalah kesempatan bagus untuk AC Milan untuk merebut kemenangan perdana mereka di Eropa.

Perkiraan Susunan Pemain
CS Universitatea Craiova : Calancea; Briceag, Kelic, Spahija, Dimitrov; Bancu, Zlatinski, Screciu, Di Mauro; Roman, Baluta
AC Milan : Donnarumma; Rodriguez, Mussachio, Zapata, Abate; Bonaventura, Biglia, Kessie; Borini, Silva, Niang

Head to Head
Ini pertemuan pertama kedua tim sepanjang sejarah

Lima Pertandingan Terakhir CSU Craiova
01/07/17 Schwaz 0 – 5 CSU Craiova (Uji Coba)
01/07/17 CSU Craiova 1 – 2 Ufa (Uji Coba)
06/07/17 CSU Craiova 0 – 2 Dynamo Kiev (Uji Coba)
15/07/17 CSU Craiova 2 – 0 CSMS Iasi (RL1)
22/07/17 CSU Craiova 1 – 1 Concordia Chiajna (RL1)

Lima Pertandingan Terakhir AC Milan
21/05/17 AC Milan 3 – 0 Bologna (Serie A)
28/05/17 Cagliari 2 – 1 AC Milan (Serie A)
12/07/17 FC Lugano 0 – 4 AC Milan (Uji Coba)
18/07/17 AC Milan 1 – 3 Borussia Dortmund (ICC)
22/07/17 Bayern München 0 – 4 AC Milan (ICC)

Prediksi Skor Universitatea Craiova vs AC Milan: 0 – 2

Salah Si Mesin Gol Baru Liverpool

Mohamed Salah

Dulu ada Luis Suarez yang bisa diandalkan sebagai mesin gol Liverpool, juga sempat Daniel Sturridge tajam-tajamnya. Sekarang Liverpool sudah punya sosok pencetak gol baru, dia adalah Mohamed Salah.

Liverpool belakangan sempat kehilangan sosok yang bisa diandalkan untuk mencetak gol. Dalam tiga musim terakhir, tidak ada satupun sosok yang bisa benar-benar tampil sebagai mesin gol.

Di musim 2014/2015, Steven Gerrard menyabet gelar top skorer klub dengan torehan 13 gol. Pada musim selanjutnya Sturridge mencatatkan jumlah yang sama, yang relatif rendah untuk pemain di posisi penyerang. Musim lalu, Philippe Coutinho tampil sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim dengan 14 gol.

Padahal sebelumnya Liverpool sempat punya mesin gol yang sangat bisa diandalkan, Luis Suarez. Suarez mencetak total 78 gol dalam tiga musim berturut-turut dari 2011/2012 sampai 2013/2014. Musim 2013/2014 menjadi periode terbaiknya dengan torehan 31 gol satu musim. Di musim yang sama, Sturridge mengalami masa terbaiknya dengan menorehkan 24 gol.

Hengkangnya Suarez ke Barcelona membuat harapan kemudian diembankan Liverpool ke Sturridge. Tapi mantan penyerang Chelsea itu justru kerap mengalami cedera yang membuat performanya merosot. Alhasil dalam tiga musim terakhir, tak ada lagi sosok mesin gol di lini depan Liverpool. Faktanya dua dari tiga musim tersebut, gelar top skorer direbut oleh pemain berposisi gelandang serang.

Namun penantian Liverpool sepertinya sudah mendapatkan jawaban di musim ini. Walaupun tidak mendatangkan sosok penyerang tengah murni di bursa transfer musim panas, kedatangan Salah membuat lini serang Liverpool semakin tajam. Striker tim nasional Mesir itu sejauh ini sangat produktif dengan mencetak 13 gol dari 16 pertandingan kompetitif.

Di Premier League, mantan pemain Chelsea dan AS Roma itu sementara berada di puncak daftar top skorer dengan sembilan gol. Sebuah catatan yang bisa dianggap mengejutkan, terlebih mengingat posisinya bukanlah seorang penyerang murni.

Benitez: Pogba Hebat, Tapi Belum Sehebat Gerrard

Paul Pogba

Pelatih Newcastle United, Rafael Benitez, melontarkan komentar mengenai gelandang Manchester United, Paul Pogba. Walau mengakui kehebatan Pogba, Benitez menyebut kemampuan Pogba belum sekelas Steven Gerrard.

Pogba langsung tampil gemilang dalam partai comeback untuk United. Dia membantu The Red Devils memetik kemenangan atas Newcastle United dengan sumbangan satu gol dan assistnya. Dalam pertandingan itu, MU meraih kemenangan telak 4 – 1.

Dalam pertandingan di Old Trafford, Minggu (19 November 2017) dinihari WIB, Pogba dimainkan sebagai starter dan berada di atas lapangan 70 menit. Mantan pemain Juventus ini menyumbangkan satu gol dan menyumbang satu assist untuk gol Anthony Martial.

Situs pencatat whoscored melansir data bahwa Pogba melepaskan dua tembakan, serta dua kali melepaskan umpan terarah. Benitez mengakui jika permainan Pogba hebat, namun masih belum ada di tingkatan Steven Gerrard dengan performa yang ditunjukkan itu. Pogba harus tampil lebih konsisten lagi.

Steven Gerrard dan Rafael Benitez pernah bekerja sama ketika keduanya memperkuat Liverpool. Salah satu gelar juara yang berhasil mereka dapatkan adalah Liga Champions di musim 2004/2005.

“Saya rasa tidak, Paul Pogba dan Steven Gerrard adalah pemain di level yang berbeda. Stevie merupakan pemain top selama bertahun-tahun,” kata Rafael Benitez di Sky Sports.

“Dia bermain konsisten dan selalu bisa diandalkan setiap pertandingan, dengan atau tanpa bola. Steven Gerrard merupakan pemain top. Paul Pogba merupakan pemain hebat, tapi dia haris bisa konsisten selama bertahun-tahun seperti Steven Gerrard selama 15 tahun.”

“Paul Pogba bukan pemain milik saya, jadi saya tidak akan berbicara soal dia, seperti mayoritas pemain Manchester United,” demikian ungkap Rafael Benitez.

Jelang Derby London Utara, Pochettino Lontarkan Pujian Untuk Wenger

Arsene Wenger

Tottenham Hotspur akan bertandang ke Arsenal dalam laga bertajuk derby London utara akhir pekan ini. Manajer The Lilywhites, Mauricio Pochettino memulainya dengan sebuah pujian besar kepada tim lawan.

Tottenham Hotspur akan mengunjungi Emirates Stadium, Sabtu (18 November 2017) malam WIB di lanjutan Premier League. Derby London Utara kali ini diprediksi akan berjalan dengan sangat sengit mengingat belakangan terjadi semacam pergeseran kekuatan.

Musim lalu, The Lilywhites untuk pertama kali finis di atas Arsenal dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Dalam beberapa musim terakhir, Harry Kane dan kawan-kawan memang menunjukkan performa menanjak dan mulai merebut status yang terbaik di London utara.

Tim asuhan Pochettino musim kemarin menjadi runner-up, naik dari capaian musim sebelumnya di mana mereka finis ketiga. Musim ini mereka menunjukkan tanda-tanda akan kembali kompetitif untuk perburuan gelar Premier League, sementara Arsenal tercecer.

Oleh karena itu, pertandingan akhir pekan ini bisa disebut sebagai penegasan, apakah level Tottenham Hotspurs sudah benar-benar sudah berada di atas Arsenal. Menatap duel ini, Pochettino melontarkan sebuah pujian kepada pelatih Arsenal, Arsene Wenger. Sebagai manajer yang paling lama menangani satu klub Premier League, Wenger disebut Pochettino sangat spesial.

“Dia adalah manajer yang luar biasa, saya sangat menghormatinya dan mengaguminya. Tentu saja, kalau Anda melihat sejarahnya, Arsenal sebelumnya selalu ada di atas Tottenham Hotspur selama 20 tahun terakhir,” kata Mauricio Pochettino dikutip Sky Sports.

“Dia layak mendapatkan kredit atas itu. Jika seorang manajer bertahan di satu klub selama lima tahun, itu adalah karena Anda manajer yang bagus. Jika Anda bertahan 10 tahun, Anda pasti sangat bagus. Tapi bertahan lebih dari 20 tahun, itu karena Anda luar biasa.”

Mauricio Pochettino dan Arsene Wenger sendiri sejauh ini seimbang dalam sejarah pertemuan. Mereka sama-sama meraih dua kemenangan dalam sembilan pertandingan.

Henderson dan Lallana Sudah Kembali, Klopp Malah Sakit

Juergen Klopp

Liverpool memperoleh suntikan tenaga berharga dengan kembalinya dua pemain andalan dari cedera. Namun, kini malah sang manajer, Juergen Klopp, yang absen karena sakit.

Jordan Henderson dan Adam Lallana sudah kembali mengikuti latihan secara penuh setelah pulih dari cedera masing-masing. Henderson mengalami cedera di bagian paha dan absen dalam kemenangan Liverpool 4 – 1 atas West Ham United sebelum jeda internasional dua pekan silam.

Sementara Lallana belum sekalipun merumput di musim ini karena cedera paha pada Agustus lalu. Tapi keduanya sudah sama-sama mengikuti sesi latihan tim utama, Rabu (15 November 2017) dan kemungkinan bisa tampil untuk laga melawan Southampton, Sabtu (18 November 2017) mendatang.

Hanya saja, Klopp belum berkesempatan melihat keduanya kembali ke sesi latihan karena dia sendiri justru absen pada hari tersebut. Manajer berkebangsaan Jerman ini dilaporkan sakit sehingga harus diperiksa di rumah sakit hari itu.

Liverpool menyebut untuk saat ini Klopp belum perlu diopname karena sakitnya itu, namun kemungkinan bakal memerlukan pemeriksaan lanjutan.

“Juergen Klopp sudah menjalani pemeriksaan oleh tim dokter dan sebagai akibatnya akan absen dari latihan pada hari Rabu. Saat ini tak ada rencana untuk Juergen tetap berada di rumah sakit melebihi yang dijadwalkan sebagai pemeriksaan dan oleh karena itu dia bisa pulang ke malam ini,” ungkap pernyataan dalam situs resmi Liverpool.

“Namun, Juergen Klopp mungkin akan butuh pemeriksaan lanjutan ke depannya. Manajemen klub meminta privasi Juergen, keluarga, dan pasien-pasien lainnya dihormati saat media mengunjungi rumah sakit,” imbuhnya.

Belum jelas apakah Klopp bakal bisa mengikuti sesi konferensi pers resmi menjelan laga melawan Southampton, atau kapan dia akan kembali memimpin latihan.

MU Buru Dua Bakat Muda Italia

Manchester United

Manchester United terus fokus dalam proyek mengumpulkan talenta-talenta berbakat yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Yang jadi target The Red Devils kali ini adalah dua remaja berbakat asal Italia.

Transfer Market Web melaporkan bahwa pencari bakat MU sengaja terbang ke Siprus pekan ini untuk menyaksikan penampilan tim nasional U-18 Italia kontra timnas Jerman U-18. Pencari bakat MU ditugaskan oleh Nicky Butt untuk mengamati dua pemain muda berbakat milik Italia yang tampil di laga tersebut.

Kedua pemain yang diamati oleh The Red Devils adalah penyerang Inter Milan Primavera, Davide Merola serta penjaga gawang Atalanta, Marco Carnesecchi. Dalam beberapa tahun terakhir, MU memang berusaha meningkatkan kualitas tim akademi mereka. Pasalnya, sejak Class 92, Manchester United belum mampu melahirkan pemain hebat lagi.

Tim akademi Manchester United saat ini ditangani oleh Nicky Butt. Tidak hanya berburu pemain-pemain muda bertalenta, MU juga membidik beberapa pencari bakat top. Sebelumnya MU sudah membajak pencari bakat Juventus, Javier Ribalta, pada musim panas lalu.

Sementara untuk pemain, The Red Dvils dalam beberapa tahun terakhir telah merekrut banyak talenta berbakat dari seluruh dunia. Nama-nama itu antara lain: Tahith Chong, Largie Ramazani, Arnau Puigmal, Aliou Traore, hingga Di’Shon Bernard.

Para pemain muda yang saat ini memperkuat tim akademi diharapkan bisa berkembang dan menembus tim utama dalam waktu dekat. Beberapa nama dari tim akademi MU yang diperkirakan siap dipromosikan ke tim senior adalah Angel Gomes dan Tahith Chong.

Gagal Bawa Italia Ke Piala Dunia, Barzagli, De Rossi, dan Chiellini Putuskan Pensiun

Italia

Beberapa penggawa tim nasional Italia, Andrea Barzagli, Daniele De Rossi, dan Giorgio Chiellini menyatakan mundur dari timnas. Keputusan tersebut mereka ambil setelah timnas Italia dipastikan absen di gelaran Piala Dunia 2018.

Italia harus mengubur impian mereka tampil di Piala Dunia setelah kalah agregat 0 – 1 dari kesebelasan Swedia dalam dua laga play-off. Mereka gagal membalas kekalahan di putaran pertama setelah hanya bermain imbang 0 – 0 pada putaran kedua di San Siro, Selasa (14 November 2017) dinihari WIB.

Dengan kegagalan bermain di Piala Dunia 2018, Barzagli memutuskan mundur dari tim nasional. Ini menjadi kenyataan paling pahit yang harus dia terima. Bahkan, lebih buruk ketika gagal di babak perempatfinal Piala Eropa 2016.

“Kegagalan ini jelas sangat menyakitkan. Saya harap para pemain muda bisa menghadapi situasi ini dengan baik dan bisa bekerja lebih keras lagi. Era dari empat atau lima pemain veteran sudah berakhir, era para pemain muda yang masih lapar akan kesuksesan baru saja dimulai,” kata Barzagli seperti dikutip Football Italia.

Senada dengan Andrea Barzagli, Daniele De Rossi juga memutuskan mundur dari tim nasional. Dia berharap para pemain muda bisa mengantarkan timnas Italia meraih prestasi yang lebih baik di level internasional.

“Sekarang waktunya bagi generasi muda untuk unjuk kebolehan dan kita harus mulai lagi dari mereka. Ini adalah momen yang sangat menyakitkan untuk dikaitkan dengan pertandingan sepakbola. Ada suasana pemakaman di ruang ganti, padahal tidak ada yang meninggal dunia,” kata Daniele De Rossi.

“Saya sudah berkeliling dunia dengan memakai jersey tim nasional selama lebih dari satu dekade, jadi untuk melepasnya kali terakhir adalah perasaan aneh. Materinya ada di sana dan kita bisa membangun untuk masa depan,” tambahnya.

Giorgio Chiellini pun ikut memutuskan mundur dari timnas seperti dua rekannya. Dia merasa bahwa kegagalan ini adalah momen yang tepat untuk memberi kesempatan bagi para pemain muda. Bek Juventus itu merasa nantinya pemain muda bisa matang di Piala Eropa 2020.

“Kita punya generasi muda yang bisa diandalkan. Mereka dalam beberapa tahun ke depan akan butuh butuh dukungan dan cinta sama seperti di laga ini. Ada jalan panjang ke depannya dan setelah kejatuhan seperti ini, ada banyak tugas untuk dikerjakan,” tegas Giorgio Chiellini.

 

Swedia Tak Mau Jumawa Dengan Keunggulan Atas Italia

Swedia

Tim nasional Swedia berada di posisi yang diuntungkan menatap leg kedua play-off Piala Dunia 2018 kontra kesebelasan Italia. Tapi sang pelatih, Janne Anderson, tidak bersedia berhitung peluang.

Kesebelasan Swedia akan bertandang ke markas Italia di San Siro, pada hari Selasa (14/11/2017) dinihari WIB, dalam laga leg kedua play-off Piala Dunia 2018. Swedia seperti memegang kendali karena sudah mengantongi keunggulan 1 – 0.

Swedia hanya perlu memastikan menjaga keunggulan tersebut atau dengan kata lain menahan imbang Gli Azzurri untuk berangkat ke Rusia tahun depan. Bahkan mereka bisa mengendalikan permainan dengan bermain defensif, mengincar Italia lewat serangan-serangan balik.

Walaupun dalam posisi memimpin dan diprediksi bisa lolos, Anderson tidak mau menganggap perkiraan persentase untuk lolos membuat timnya sudah aman. Dia hanya ingin menegaskan timnya fokus mengamankan tiket ke putaran final.

“Saya belum memikirkan soal apakah kami punya peluang lolos 47-49 persen. Yang saya tahu adalah bahwa kami ingin mencapai Piala Dunia, kami sudah bekerja untuk itu dan setelah pertandingan pertama kami belum berubah pikiran,” tegas Janne Anderson seperti dikutip dari Football Italia.

Satu kerugian timnas Swedia menatap pertandingan kontra Italia ini, mereka dipastikan tidak akan bisa memainkan satu pemain kuncinya, yakni Albin Ekdal, yang mengalami cedera. Andersson menyatakan tak ada kecemasan berarti mengenai posisi yang ditinggalkan Ekdal.

“Kami bisa memastikan Albin Ekdal terluka dan Johan Larsson tidak akan bermain. Para pemain tampil bagus saat berlatih hari ini dan kami tidak sabar untuk tampil di pertandingan pertandingan besok,” kata Janne Anderson.

Ederson Moraes Punya Modal Jadi Kiper Nomor 1 Dunia

Ederson Moraes semakin bersinar sejak pindah ke Manchester City. Penjaga gawang tim nasional Brasil itu dianggap memiliki modal untuk menjadi kiper nomor 1 dunia.

Penilaian tersebut dikatakan oleh Julio Cesar, penjaga gawang yang memperkuat tim nasional Brasil di ajang Piala Dunia 2006, 2010, dan 2014. Cesar mengaku terkesima dengan apa yang ditunjukkan oleh Ederson di atas lapangan sejauh ini.

Sebagai seorang penjaga gawang, Ederson memang tidak hanya piawai menghalau berbagai serangan yang dilancarkan oleh para pemain lawan. Kiper berusia 24 tahun tersebut juga punya distribusi bola yang sangat baik. Dia begitu tenang mengoperkan bola walaupun sedang ditekan pemain lawan.

Sejak direkrut oleh Manchester City, Ederson telah mencatat enam clean sheet dalam 11 pertandingan Premier League musim ini. Keputusan Josep Guardiola untuk memboyongnya dari SL Benfica di bursa transfer musim panas lalu pun terbukti jitu.

“Ederson Moraes adalah seorang seorang penjaga gawang yang terus menunjukkan perkembangan sepanjang waktu,” ujar Julio Cesar kepada ESPN FC.

Dalam ajang Piala Dunia 2018, Ederson memperebutkan posisi kiper nomor satu kesebelasan Brasil dengan Alisson Becker. Walaupun selama ini Alisson lebih sering dimainkan, Cesar yakin Ederson masih punya waktu untuk menembus tim inti Brasil.

“Dia siap bermain di Piala Dunia dan dia punya semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi kiper nomor 1 di dunia. Dia adalah seorang penjaga gawang yang sudah komplet, yang sangat bagus ketika keluar dari sarangnya. Orang-orang sangat menikmati permainannya,” kata Julio Cesar.

Lukaku Harus Tingkatkan Skill Kuasai Bola

Romero Lukaku

Penyerang Manchester United, Romelu Lukaku sedang dalam puasa mencetak gol untuk Manchester United. Lukaku dituntut untuk meningkatkan teknik, khususnya dalam kemampuan menahan bola.

Lukaku sudah tujuh pertandingan di semua ajang absen mencetak gol untuk MU. Terakhir kali dia menjebol gawang MU terjadi di laga melawan Crystal Palace pada 30 September 2017 silam. Lukaku tidak bisa berkutik di pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge akhir pekan lalu. MU menelan kekalahan 0 – 1 dari The Blues di pertandingan itu.

Di sepanjang pertandingan, Lukaku hanya mampu membukukan satu tendangan ke gawang dalam data yang dilansir oleh Whoscored. Mantan pemain Chelsea, Ray Wilkins, memberi saran kepada mantan penyerang Everton tersebut agar permainannya lebih oke lagi.

“Saya pikir Romero Lukaku sedang menjadi sorotan, dia membutuhkan servis, dia membutuhkan servis untuk dirinya. Satu hal yang ingin saya katakan mengenai Romelu Lukaku pada saat ini adalah kita tahu dia bisa mencetak banyak gol, tak ada masalah dengan hal itu. Dia harus meningkatkan kemampuan dalam menguasai bola,” kata Ray Wilkins di Sky Sports.

“Ketika bola datang padanya, dia tidak menahan bola itu agar pemain lain bisa terlibat ke dalam permainan sebanyak dia seharusnya sejauh yang saya ketahui. Kemudian dia akan berada di dalam kotak penalti lebih banyak, andai dia bisa membawa lebih banyak orang ada di sana.”

“Romelu Lukaku melakukannya dan dia melakukan serangan ke gawang. Namun, pada saat ini, penguasaan bolanya masih kurang dan saya pikir itu mempengaruhi seluruh permainannya. Tapi sebagai pemain di posisi penyerang tengah, Anda membutuhkan sodoran bola”

Romero Lukaku sebenarnya sudah tampil cukup mengesankan di sepanjang musim ini. Penyerang tim nasional Belgia itu sudah berhasil mencetak 11 gol untuk Manchester United di seluruh ajang kompetitif.

 

Pelatih Timnas Italia Ingin Bungkam Semua Kritik

Giampiero Ventura

Manajer tim nasional Italia, Giampiero Ventura ingin membungkam kritik yang ditujukan pada timnya setelah gagal lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2018. Ventura optimis bahwa Italia akan mengamankan tiket ke Rusia tahun depan lewat jalur play-off.

Gli Azzurri harus menghadapi kesebelasan Swedia di laga play-off Piala Dunia dalam dua putaran. Putaran pertama diselenggarakan pada Sabtu (11 November 2017) di Solna kemudian berlanjut ke putaran kedua tiga hari kemudian atau 14 November 2017 di San Siro, Milan.

Pelatih berusia 69 tahun tersebut juga menyadari para pemainnya tengah merasakan tekanan yang sama. Skuat Italia merasa di atas angin karena rangkaian kemenangan mereka peroleh sebelum pertemuan kontra timnas Spanyol di mathday ketujuh Kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Ini adalah momen penting bagi saya san juga para pemain. Ada yang bisa memulai sebuah siklus dan yang lainnya bisa menyelesaikannya. Ini penting bagi semua orang, karena hasilnya tergantung dari usaha kami,” ucap Giampiero Ventura.

Pada laga lanjutan Grup G tersebut, Spanyol menggilas Italia 3 gol tanpa balas di Santiago Bernabeu. Setelah itu, Ciro Immobile dan kawan-kawan mengamankan dua pertandingan sisa dengan satu kali kemenangan dan hasil imbang yang membuat Italia finis sebagai runner-up Grup.

“Ada tekad dan juga keyakinan bahwa kami bisa melakukannya dengan baik, karena harapan yang besar dari semua pemain. Kemudian ada juga dukungan dari seluruh suporter. Omong-omong, terima kasih. Italia merespons saat kami membutuhkan,” kata Giampiero Ventura.

“Sebelum pertandingan menghadapi tim nasional Spanyol, kami berhasil meraih banyak kemenangan berturut-turut dan kerap bermain bagus. Setelah pertandingan itu, banyak kritik datang yang menyerang kami,” tutur Giampiero Ventura.

Giampiero Ventura menerima kritik yang ditujukan pada timnas Italia. Namun dia tidak ingin larut atas kegagalannya di fase grup karena juara dunia 2004 itu harus tampil di playoff untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.